30 Apr 2012

Hujan dan Teduh by Wulan Dewatra

Judul Buku: Hujan dan Teduh
Penulis: Wulan Dewatra
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 256 Halaman
ISBN: 9797804984
Rating: 2/5

Jujur saja, saya beli novel ini, pertama karena suka banget sama covernya. Kedua, novel ini ternyata pemenang kompetisi menulis novel roman yang diadakan oleh Gagas Media. Penasaran dong, pastinya. Kayak gimana sih, ceritanya? Baca, baca, baca, dan... saat selesai, sebuah pertanyaan terus-menerus bergema di kepala saya: "Heh, yang kayak gini jadi juara pertama?" Kening saya berkerut jelek sekali.

Novel ini berkisah tentang Bintang, seorang perempuan yang menyukai perempuan. Namanya Kaila, cewek cantik berponi pagar. Kala itu mereka masih duduk di bangku SMA, dan, bagaimana pun, hubungan sesama jenis adalah hal yang tidak membanggakan bagi masyarakat kita. Karenanya mereka berusaha menyembunyikan hubungan mereka. Untuk menambah 'penyamaran', baik Bintang maupun Kaila berpacaran dengan cowok. Namun serapat-rapatnya mereka menyembunyikan hubungan cinta terlarang mereka, akhirnya ketahuan juga oleh Reno, pacar lelaki Kaila. Reno yang tidak suka pada Bintang kemudian menyebarkan foto mesra Bintang dan Kaila di situs jejaring sosial, yang membuat Kaila depresi dan memutuskan untuk bunuh diri.

Pada masa kuliah, Bintang bertemu dengan Noval, dalam suatu peristiwa yang tak menyenangkan. Seiring berjalannya waktu, hubungan Bintang dan Noval menjadi lebih baik, dan mereka berpacaran. Noval adalah lelaki yang baik, pada awalnya. Tapi lama-kelamaan Noval mulai menunjukkan perubahan. Dia menjadi terlalu posesif, egois, gampang marah, serta ringan tangan. Bintang mencoba bersabar menghadapi Noval, karena cewek itu sudah terlanjur sayang padanya. Terlebih lagi, Noval sepertinya kesusahan mengatasi temperamennya, selalu memohon-mohon maaf pada Bintang setiap kali ia mulai marah dan bersikap kasar pada Bintang. Sesabar-sabarnya Bintang, akhirnya ia tak tahan juga dengan perlakuan kasar Noval dan sikapnya yang plin-plan. Saat itulah sosok Dewa hadir. Sosok yang sangat perhatian pada Bintang.

Bisa menebak endingnya? Hohoho. Jangan terlalu cepat menyimpulkan. Endingnya menurut saya tidak terduga lho, walau tak mampu membuat saya senang. Maaf.

Alur cerita dalam novel ini maju-mundur. Bagian yang menceritakan masa lalu Bintang saat SMA dicetak dengan hufuf miring (italic). Saya sebenarnya menyukai cerita yang tak melulu alur maju saja, tapi entah mengapa saya malah merasa terganggu dengan alur cerita dalam novel yang ditulis oleh Wulan Dewatra ini. Konfliknya menurut saya agak dipaksakan. Yang membuat novel ini berbeda dari cerita remaja kebanyakan, adalah keberanian penulis mengangkat hubungan sesama jenis dalam buku pertamanya ini. Untuk hal tersebut saya betul-betul mengacungkan jempol.

Baiklah. Saya akan menuliskan beberapa hal yang membuat kening saya berkerut:
  1. Tadinya, saya pikir konflik utama di novel ini adalah tentang hubungan Bintang dan Kaila. Saya pikir, tema lesbianlah yang akan dikupas oleh sang penulis, tentang pergolakan batin Bintang yang mempertanyakan orientasi seksualnya dan sebagainya (apalagi ketika itu Bintang masih SMA kan?). Ternyata saya salah. Kisah Bintang-Kaila hanya sekadar 'tempelan'.
  2. Begitu mudahkah bagi seseorang untuk mengubah orientasi seksualnya? Kok rasanya begitu gampang Bintang jatuh cinta pada laki-laki?
  3. Saya menyerah. Saya tak paham makna dari judul novel ini. Hujan dan Teduh itu maksudnya apa? Menggambarkan hubungan Bintang dan Kaila? Er... tapi kisah mereka bukan konflik utama, kan? Otak saya memang lemot, Sodara-Sodara. Ada yang bisa menjelaskannya pada saya?
  4. Karakter Bintang sangat datar. Untuk orang yang pernah suka perempuan, sikap Bintang terlalu lempeng ketika ia mengalami perlakuan kasar dari lelaki. Masa iya dia nggak berpikir untuk mencari pasangan yang lebih lembut, misalnya mencari 'cewek' lain saja?
  5. Karakter Noval terlalu... apa ya namanya... nggak jelas? Dikit-dikit marah, dikit-dikit minta maaf. Plin-plan. Makanya, saat dia muncul lagi di *sensor-takutnya-spoiler* saya sangat meragukan keramahannya. Tak ada yang bisa menjanjikan bahwa sifat Noval sudah berubah.

Well, saya memang bukan seorang profesional dalam menilai suatu bacaan (tentu, karena penilaian saya lebih banyak unsur subjektifnya. Hehe.). Saya sih, tak meragukan kredibilitas para juri Gagas Media yang memilih novel ini sebagai juara. Saya hanyalah orang awam yang berusaha menikmati bacaan saya. Dan, ketika saya tak mampu menikmati suatu bacaan, maka saya tak mau berpura-pura bilang suka. Mungkin saya yang belum mampu menemukan 'permata' dalam novel ini.

Maaf, sekali lagi maaf, saya cuma memberikan 2/5 bintang.

27 Apr 2012

The Unknown: Melacak Pesawat Misterius by Katherine Applegate

Judul: The Unknown: Melacak Pesawat Misterius
Seri: Animorphs #14
Penulis: Katherine Applegate
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999
Tebal: 158 hlm.
Rating: 3/5

Sinopsis:
Ada gosip baru di kota. Seseorang menemukan benda yang bisa membuktikan keberadaan alien asing dari planet lain. Dan mereka menyembunyikannya dalam sebuah markas yang disebut zona 91--tempat paling rahasia di Bumi. Cassie, anak-anak Animorphs lain, dan Ax sudah tahu tentang kehidupan di planet lain. Mereka menyadari para Yeerk bakal berusaha menyusup ke zona 91 untuk menyelidiki apakah benda itu bisa menjadi ancaman bagi misi mereka di Bumi. Jadi Animorphs memutuskan untuk mampir ke zona 91. Tapi apa yang mereka temukan di sana benar-benar tidak seperti yang mereka harapkan.

Buku ini hadir dari kegiatan iseng membeli buku bacaan bekas secara online. Tapi seperti yang sering terjadi, buku ini tak langsung dibaca dan akhirnya lenyap entah ke mana (keselip gitu deh). Hingga beberapa waktu yang lalu, pas lagi asik berbabu-ria (bersih-bersih kamar kos) saya menemukan buku ini di salah satu kardus tempat saya menaruh segala macam barang. Saya baca-baca sekilas... dan langsung jatuh cinta!

Para ABG tahun 90-an pasti tahu serial ini. Serial karya K.A. Applegate tersebut sama terkenalnya dengan Goosebumps-nya R.L. Stine. Tapi kala itu saya lebih gemar membaca Goosebumps ketimbang Animorphs. Saya lebih menyukai kisah horror dan tak begitu tertarik pada fiksi ilmiah. Seingat saya, satu-satunya seri Animorphs yang pernah saya baca adalah seri pertama, yang sekarang tidak saya ingat lagi detail ceritanya. Kini, setelah membaca seri ke-14 ini, saya justru jadi ingin membaca seri-seri sebelumnya, dan tentu saja, penasaran dengan seri selanjutnya… Dem!

Quick info: Animorphs berkisah tentang enam ABG, terdiri dari lima manusia (Cassie, Marco, Rachel, Jake, Tobias) dan satu alien bernama Ax, yang berjuang secara rahasia untuk menyelamatkan bumi dari serbuan bangsa alien jahat yang disebut Yeerk. Berbekal kemampuan berubah wujud menjadi binatang, keenam anak manusia (plus alien) itu berusaha semampu mereka untuk menghentikan sepak terjang Yeerk. Dari mana mereka memperolah kemampuan ajaib itu? Hmmm… baca sendiri aja ya buku pertamanya. Atau gugling deh. *diinjak*

24 Apr 2012

Good Fight by Christian Simamora

Judul: Good Fight
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia, 2012
Tebal: 514 hlm.
ISBN: 979780545X
Rating: 4,5/5

Sinopsis:
Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu.
Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.

Puaskah kau dengan cinta seperti itu?
Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu?

Berhentilah mengabaikanku.
Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.

Hanya aku—bukan dia.

Novel terbaru Christian Simamora ini memang te-o-pe be-ge-te! Setelah sekian lama menunggu terbitnya novel terbaru Abang Chris, akhirnya penantian saya terbayar sudah. Novelnya kali ini (lagi-lagi) tidak mengecewakan para penggemarnya (baca: saya). Saya memang menyukai karya-karya Christian sejak duetnya bersama mbak Windy Ariestanty dalam novel Shit Happens (fyi, Shit Happens inilah yang sukses membuat saya menjadi penggemar setia kedua penulis itu). Good Fight adalah novel ke-8 Chris setelah sebelumnya menerbitkan Pillow Talk. Sama seperti Pillow Talk, Good Fight masuk dalam kategori ‘novel dewasa’ berkat adanya (or should I say: banyaknya?) adegan panas dalam novel ini (Good Fight malah lebih panas dari Pillow Talk lho, menurut saya).

Novel yang sebagian besar mengambil setting di kantor majalah fashion bernama Mascara ini berkisah tentang Tere dan Jet, dua rekan kerja yang mempunyai hubungan buruk kayak Tom and Jerry. Tere sebagai fashion editor Macara, dan Jet sebagai fotografer yang sering bekerja sama dengan tim redaksi Mascara. Setiap kali bertemu atau berpapasan, mereka selalu saja bertengkar, saling ejek, saling menjatuhkan mental satu sama lain. Benar-benar nggak bisa cocok deh. Hingga akhirnya tragedi terjebak di lift kantor secara perlahan mengubah hubungan mereka. Ditambah lagi, mereka ternyata memiliki kesamaan nasib: sama-sama 'hanya' menjadi kekasih simpanan. Kesamaan nasib tersebut membuat hubungan mereka yang tadinya kurang harmonis perlahan-lahan menjadi lebih akrab. Bahkan menjadi lebih… uhm, romantis??? Wait, wait… Tere nggak mungkin banget, jatuh cinta sama Jet? Jet gitu loh, orang yang selama ini jadi musuhnya. Ditambah lagi, status mereka masing-masing masih sebagai simpanan orang kan? Tapi Tere nggak bisa membohongi hatinya sendiri, bahwa dia memang mulai ada rasa pada Jet, sebagaimana Jet yang memang sejak awal menaruh hati pada Tere.

15 Apr 2012

Cewek Paling Badung Di Sekolah by Enid Blyton

Judul: Cewek Paling Badung di Sekolah
Seri: Si Bandung #1
Penulis: Enid Blyton
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2012 (Cover Baru)
Tebal: 272 hlm.
ISBN: 9789792280302
Rating: 5/5

Sinopsis Goodreads:
Elizabeth Allen sama sekali tak senang waktu diputuskan ia harus bersekolah dan tinggal di asrama. Di rumah ia memiliki segalanya, apa saja yang bisa membuatnya senang. Di sekolah pastilah ia akan tersiksa. Maka Elizabeth memutuskan untuk menjadi anak paling nakal, paling badung. Tetapi ternyata hasilnya jauh di luar dugaannya.

Cewek Paling Badung di Sekolah adalah seri pertama dari empat seri 'Si Badung' karya Enid Blyton. Meski saya tak banyak membaca karya-karya Enid Blyton yang lain (Lima Sekawan, Sapta Siaga, dll), saya termasuk beruntung sempat membaca buku ini waktu kecil.

Elizabeth Allen, 11 tahun, berparas manis, kaya, dan manja. Saking manjanya, ia jadi kurang ajar. Kelakuannya sangat nakal. Selama ini ia menjalani homescholling seperti anak-anak kaya lain di Inggris pada masa itu. Nona Scott, guru privat Elizabeth akhirnya tak tahan menghadapi kelakuan nakal Elizabeth dan memutuskan untuk berhenti. Karena kesulitan mencari guru pengganti, orang tua Elizabeth akhirnya memutuskan mengirimnya ke sekolah berasrama: Whyteleafe.

Elizabeth tidak suka dengan keputusan orang tuanya. Ia melakukan segala macam cara agar tidak dikirim ke Whyteleafe, mulai dari bertingkah lebih nakal dari biasanya, sampai bersikap sangat manis dan sopan. Sayangnya keputusan orang tuanya sudah bulat.  Suka atau tidak suka, Elizabeth tetap harus bersekolah di sana.

10 Apr 2012

A Very Yuppy Wedding by Ika Natassa

Judul: A Very Yuppy Wedding
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal: 288 hlm.
ISBN: 9792231811
Rating: 5/5

Sinopsis:
The life of a business banker is 24/7, dan bagi Andrea, banker muda yang tengah meniti tangga karier di salah satu bank terbesar di Indonesia, rasanya ada 8 hari dalam seminggu. Power lunch, designer suit, golf di Bintan, dinner dengan nasabah, kunjungan ke proyek debitur, sampai tumpukan analisis feasibility calon nasabah, she eats them all. Namun di usianya yang meninjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya. So she should be smiling, right?

Not really. Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding, calon mertua yang perfeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya. Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berikan untuk Adjie tidak sia-sia, ketika ia menghadapi kenyataan bahwa tunangan sempurnanya mungkin berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri.

Welcome to the world of Andrea Siregar, the woman with the most rational job on the planet as she is making the most irrational decisions in her own personal life.

A Very Yuppy Wedding (AVYW) berkisah tentang Andrea (biasa disapa 'Dre'), seorang bankir muda, berwajah cantik dengan paras indonya, penuh semangat dalam bekerja (secara kalo nggak semangat semangat, gimana ia bisa memenuhi kebutuhannya nge-mall, makan-makan di restoran, membeli barang-barang branded dan segala macam lainnya?). Andrea punya hubungan serius dengan pria tampan bermana Adjie, rekan kerja yang juga satu bank dengannya. Karena aturan di bank tidak membolehkan sesama pegawainya menikah, kedua pasangan ini harus menyembunyikan rapat-rapat hubungan mereka. Hanya sedikit yang tahu kalau mereka pasangan kekasih. Rencananya, jika saatnya menikah, salah satu dari mereka akan mundur.

Pacaran sembunyi-sembunyi ternyata tidak mudah. Adrea harus berusaha keras menahan cemburu saat Adjie digoda teman lawan jenisnya di kantor. Begitupun Adjie, cemburu berat saat tahu bahwa banyak lelaki yang menggoda Andrea (salah satunya Radit, mantan pacar Andrea). Sama-sama keras kepala, kesalahpahaman pun sering terjadi di antara mereka, dan ini benar-benar membuat saya gemas. Andrea juga dibuat pusing dengan rencana pernikahannya, mulai dari wedding planner yang suka merecokinya di sela-sela rapat melalui telepon dan sms bertubi-tubi, hingga ketakutannya menghadapi calon mertua perfeksionis yang berbeda adat, membuat saya makin penasaran bagaimana ending kisah cinta Andrea-Adjie ini.

AVYW adalah novel pertama Ika Natassa. Untuk ukuran novel pertama, gaya bertuturnya menurut saya asyik untuk dinikmati. Memang sih, Mbak Ika bukan tergolong awam dalam dunia tulis-menulis karena sebelumnya ia sudah sering menulis berbagai artikel di majalah (infotnya sih begitu kakaaak...). Apalagi cara berceritanya lincah dengan diselingi humor-humor segar yang sanggup membuat saya tersenyum manis. Hehe.

8 Apr 2012

Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya #1 by Ajahn Brahm

Judul: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya #1
Penulis: Ajahn Brahm
Penerjemah: Chuang
Penerbit: Awareness Publication, 2011
Tebal: 307 hlm.


Sudah sering melihat buku ini di toko buku, namun entah mengapa nggak pernah tertarik buat beli. Sampai akhirnya saya membaca komentar orang-orang di Goodreads yang rata-rata memberi rating bagus pada buku ini, jadinya beli deh. Hehe.

Oke, langsung aja.

Buku ini berisi 108 kisah yang ingin di-share oleh Ajahn Brahm, seorang biksu kelahiran London, yang menghabiskan 30-an tahun sebagai petapa di belantara Thailand. Sesuai dengan judul aslinya; Opening the Door of Your Heart, kisah-kisah dalam buku ini sangat inspiratif dan mampu membuka pintu hati kita.

Salah satu kisah yang paling saya sukai adalah kisah tentang dua bata jelek. Berikut kisahnya, akan saya coba ceritakan kembali secara singkat.

Suatu saat, para biksu ingin membuat bangunan untuk mereka diami. Sebagai biksu miskin yang memerlukan sebuah bangunan, mereka tak mampu membayar tukang, jadi mereka harus belajar cara bertukang: bagaimana mempersiapkan fondasi, menyemen dan memasang batu bata, mendirikan atap, dan sebagainya. Ajahn Brahm, salah satu biksu tersebut, berusaha melakukan kegiatan bertukang dimaksud.

Ajahn Brahm membuat tembok dengan batu bata. Kelihatannya sih gampang, tapi ternyata susah. Pada akhirnya ia menyelesaikan membuat tembok dengan batu bata. Sayangnya, ada dua batu bata yang posisinya melenceng, sehingga merusak pemandangan, meski batu bata yang lain sudah disusun sedemikian rapinya. Bahkan, saat para tamu melihat hasil pekerjaan para biksu, Ajahn Brahm berusaha agar tembok bata buatannya tidak dilihat oleh yang lain. Ternyata ada sorang bapak yang melihat temboknya. Tak disangka, bapak tersebut justru menilai baik tembok bata buatan Ajahn Brahm. Bagi sang bapak, dua bata jelek tadi justru semakin memperlihatkan keindahan susunan bata yang lain, susunan bata yang lebih rapi.

2 Apr 2012

The Lost Symbol by Dan Brown

Judul: The Lost Symbol
Penulis: Dan Brown
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Bentang Pustaka, 2010
Tebal: 712 hlm.
ISBN: 9789791227865
Rating: 4/5

Sinopsis:
Robert Langdon, sang simbolog genius yang berhasil memecahkan Da Vinci Code, kembali hadir dalam petualangan berbahaya yang penuh teka-teki. Undangan ceramah di Gedung Capitol, Washington, DC, berubah menjadi undangan kematian. Seseorang meletakkan simbol Tangan Misteri yang dibuat dari penggalan tangan Peter Solomon, sahabat dan mentor Langdon, sekaligus tokoh penting Persaudaraan Mason.

Sang penculik Peter meminta Langdon memecahkan kode-kode kelompok rahasia Mason yang melindungi sebuah lokasi di Washington, DC. Lokasi penyimpanan kebijakan tertinggi umat manusia, yang konon akan membuat pemegangnya mampu mengubah dunia.

Menjelajahi terowongan-terowongan bawah tanah Capitol, Perpustakaan Kongres, kuil-kuil Mason, dan Monumen Washington, Langdon harus berpacu dengan waktu sekaligus menghindari kejaran CIA yang menganggapnya sebagai ancaman nasional. Sebelum tengah malam, Langdon harus sudah berhasil memecahkan teka-teki kelompok Mason. Jika tidak, nyawa Peter akan melayang, dan rahasia yang konon akan mengguncang Amerika Serikat dan bahkan dunia bakal tersebar.

The Lost Symbol adalah novel ketiga Dan Brown dengan tokoh utama seorang profesor Harvard bernama Robert Langdon. Setelah sebelumnya beraksi dalam The Da Vinci Code dan Angels and Demons, kali ini, sang ahli simbolog lajang tersebut membawa kita mengikuti petualangan serunya dalam mengungkap rahasia Gedung Capitol, di Washington DC, Amerika Serikat, yang penuh dengan misteri.

Awalnya, Langdon datang ke Washington DC untuk memenuhi undangan ceramah di Gedung Capitol. Tapi setelah tiba di sana, Langdon menyadari ada yang tidak beres. Undangan tersebut ternyata palsu. Dan seseorang telah meletakkan Tangan Misteri di sana, sebuah simbol yang dibuat dari potongan pergelangan tangan manusia, tangan orang yang dikenal Langdon, Peter Solomon, yang adalah sahabat dan mentornya, sekaligus tokoh penting dari Persaudaraan Mason. Peter Solomon telah diculik! Sang penculik meminta Langdon memecahkan kode-kode kelompok rahasia Mason. Kode-kode yang melindungi suatu tempat yang amat sangat dirahasiakan oleh kelompok tersebut. Sebuah rahasia, yang konon akan membuat pemiliknya mampu mengubah dunia!

Tentu saja tugas Langdon tidaklah mudah, karena ia berhadapan dengan penjahat sadis yang tidak segan-segan membunuh demi mendapatkan keinginananya. Keadaan bertambah sulit dengan adanya campur tangan CIA, yang menganggap Langdon sebagai ancaman keamanan nasional. Menyusuri lorong-lorong bahwa tanah Capitol dan tempat-tempat menakjubkan lainnya sembari menghindari kejaran CIA, Langdon berusaha memecahkan kode rahasia Mason. Sebelum tengah malam, Langdon sudah harus berhasil, karena jika dia gagal, Peter Solomon akan dibunuh, dan sebuah rahasia yang konon akan mengguncang Amerika Serikat, bahkan dunia, akan tersebar.

1 Apr 2012

My Stupid Boss #1 by Chaos@work

Judul: My Stupid Boss #1
Penulis: Chaos@work
Penerbit: Gradien Mediatama, 2009
Tebal: 200 hlm.
ISBN: 9786028260206
Rating: 4/5


"Impossible We Do! Miracle We Try!
Bersakit-sakit di Gue, Bersenang-senang di Lo"

Kamu pernah tidak, berhadapan dengan bos super-ngeselin? Saya sih pernah. Tapi, separah-parahnya (mantan) bos saya tersebut, ternyata nggak separah kelakuan bos yang diceritakan dalam buku buku ini. My Stupid Boss adalah buku yang berisi kisah nyata sang penulis yang bernama pena Chaos@work. (Kisah-kisah tersebut sebelumnya sudah diceritakannya di blog miliknya.) Gaya bercerita sang penulis luar biasa kocak. Penulis bekerja di Malaysia, di sebuah perusahaan yang boss-nya orang Indonesia. Nah, bos sesama orang Indonesia inilah jadi bahan gosip beliau. Mau tahu kayak gimana kelakuannya? Ini deh, saya copas dari sinopsis di belakang bukunya.
Gue terharu banget Pak Boss mandang gue begitu tinggi. Dia super yakin Christopher Reeves is not the real Superman, but I am.

Boss: Saya gak mau tau! Pokoknya kapal harus jalan tanggal 15! Apapun caranya!
Gue: Cannot. Kita bukan pemilik kapal. Kapal mundur jadwalnya, kita gak bisa buat apa pun.
Boss: Saya gak mau tau!
Gue: Ok, apa boleh buat... saya pulang dulu ke rumah ambil sayap Superman, ntar saya terbangin barang kita ke Sarawak!
Boss: Kamu gak usah ngomong sinis begitu!
Gue: Saya gak sinis. Saya cari alternatip! Setau saya perusahaan kita belum beli itu kapal, jadi kita gak bisa atur jadwal. Satu-satunya cara, ya saya bawa terbang, kan?

Boss juga yakin gue bisa do miracles. Antara lain: ngatur cuaca.

Boss: Hah? Jadi kapal terlambat sampek Sandakan? Aduuuh kenapa ada cuaca buruk? Berapa lama? Gak bisa begitu dong. Apa gak bisa dicepetin badainya? Coba lain kali kamu kerja yang betul... diatur yang bener supaya kapal jangan sampek kena cuaca buruk!

Kwa-kwaaaaaaaaa...

Saat membaca buku ini, lupakan saja soal EYD. Penulis memang mengakui bahwa pada dasarnya ia bukan penulis, hanya seorang karyawan yang ingin curhat, membagi kisah-kisah apes yang dialaminya selama bekerja pada Si Stupid Boss. Meski tidak menulis dengan berpedoman pada EYD, penulis tetap mampu menyampaikan kisahnya dengan menarik dan mengundang tawa. Gaya bercerita si penulis yang hiperbolis memang mengajak pembaca untuk menertawakan nasib malang yang menimpanya. Yah… nggak malang-malang amat sih sebenarnya, karena kenyataannya dia tidak segan-segan ngelawan si bos dan mempertahankan pendapatnya selama dia yakin dirinya benar. Bahkan ia pernah melempar si bos dengan stapler. Gila nggak tuh? Hahaha.

Saya sangat terhibur membaca buku ini. Saya mengira tidak ada lagi buku yang bisa membuat saya ngakak guling-guling selain buku-bukunya Raditya Dika. Pada dasarnya, buku ini memang agak mirip dengan Kambing Jantang (buku pertama Raditya Dika): sama-sama diambil dari blog, berisi curhatan sang penulis, tulisannya sama-sama tidak berpedoman pada EYD,  dan sama-sama kocak!

Setelah membaca My Stupid Boss, saya merasa sangat beruntung karena bos saya di kantor tidak semenjengkelkan bos yang diceritakan di buku ini.
Back to top