30 Agt 2012

With You: Sehari Bersamamu by Christian Simamora & Orizuka

Judul: With You: Sehari Bersamamu
Penulis: Christian Simamora & Orizuka
Penerbit: GagasMedia, 2012
Tebal: 316 hlm.
ISBN: 9789797805739
Rating: 4/5

Sinopsis:
365 hari dalam setahun,
24 jam dalam sehari.

Di antara semua waktu yang kita punya,
kau sengaja memilih hari itu.

keluar dari mimpi indah,
lalu hadir dalam hidupku...

sebagai cinta yang selama ini aku tunggu.

WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.

Well, ini adalah novel Gagas Duet ke-6, tapi inilah Gagas Duet pertama yang saya baca. Bagaimana mungkin saya melewatkan novel Gagas Duet ini, kalau penulisnya adalah Christian Simamora, penulis favorit saya? Sementara Orizuka, saya kepincut sama novel yang berjudul Infinitely Yours yang oh-so-Korean-Drama banget, which is, I really like it. Hehe. Jadi, akan seperti apakah hasil duet penulis yang karya-karyanya selalu dinanti para pembaca ini?

10 Agt 2012

20, 30, 40 (Club Camilan 2) by Jaqueline Brahms, Rara Pramesti, Cenila Krena

Judul Buku: 20, 30, 40 (Club Camilan 2)
Penulis: Jaqueline Brahms, Rara Pramesti, Cenila Krena
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 376 halaman
ISBN: 9789792282306
Rate: 4/5


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
20, 30, 40. Angka tersebut tercetak besar-besar pada sampul depan novel metropop ini. Mungkin ada pembaca yang bertanya apa makna dari angka-angka itu? Jika kita membalik buku ini dan membaca sinopsis pada sampul belakang, jawabannya ada di sana. Angka-angka itu adalah umur, yang mewakili usia dari masing-masing penulis yang juga tokoh utama dalam buku ini. Wait… WHAT? Penulis sekaligus tokoh utama?

Yep, kamu tidak salah baca kok. Jika kamu pernah membaca Club Camilan yang pertama, maka kamu pasti tahu bahwa buku tersebut ditulis berdasarkan kisah nyata para penulisnya, yang tentu saja ditambahi bumbu-bumbu. Bisa jadi bumbunya banyak. Mungkin juga ending setiap kisahnya tak sama dengan dunia nyata. Kita hanya diminta untuk mendengar mereka bercerita tentang dunia mereka. Dunia yang tak semua orang mampu menerima dengan lapang dada. Sebuah dunia bernama lesbian.

20, 30, 40 terdiri tiga novela yang ditulis oleh tiga perempuan beda usia. Perempuan pertama adalah Jaqs, mahasiswi berusia 20-an yang santai dalam menjalani hidup. Sebagai seorang lesbian, Jaqs cukup gampang jatuh cinta. Dan bila sudah jatuh cinta, ia akan melakukan berbagai cara yang paling wajar untuk mendapatkan perhatian perempuan yang ia taksir, seolah kehidupan cintanya tak berbeda dengan manusia hetero lainnya. Ada cinta yang datang, ada cinta yang harus rela dilepas. Jaqs menyikapi semuanya dengan santai. Hingga akhirnya ia bertemu dengan cinta sejatinya. Siapakah perempuan beruntung itu? :)

1 Agt 2012

One Last Chance by Stephanie Zen

Judul: One Last Chance
Penulis: Stephanie Zen
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 288 Halaman
ISBN: 9789792282559
Harga: Rp. 47.500,-
Rate: 3/5

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bagi Adrienne Hanjaya, tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Itulah prinsip menulisnya. Setiap kisah patah hatinya di dunia nyata dituliskannya kembali ke dalam novel, dan sering kali menggunakan nama asli sang tokoh pria, dengan ending yang buruk bagi tokoh pria dan ending bahagia bagi tokoh wanita. Hal tersebut semacam wujud balas dendam kepada cowok-cowok yang telah menyia-nyiakan cintanya. Dan ketika novel-novel yang ditulisnya ternyata menjadi bestseller, Adrienne merasa semakin puas.

Dulu, Adrienne hanya menuliskan pengalaman patah hatinya ke dalam diary. Kemudian gadis itu membaca sebuah artikel di majalah remaja yang membahas tentang penulis idolanya. Ketika ditanya darimana sumber inspirasi sang penulis, sang penulis menjawab bahwa ia terinspirasi dari pengalaman pribadinya ketika masih SMA yang ditulisnya dalam diary. Ia kemudian mengetik ulang diary-nya, menambahkan bumbu di sana-sini, dan mengirim naskahnya ke penerbit. Adrienne melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan penulis idolanya itu. Dewi Fortuna menaungi Adrienne, karena naskah yang berasal dari diary pribadinya menjadi novel laris.
Back to top