Tampilkan postingan dengan label Ajahn Brahm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ajahn Brahm. Tampilkan semua postingan

8 Apr 2012

Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya #1 by Ajahn Brahm

Judul: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya #1
Penulis: Ajahn Brahm
Penerjemah: Chuang
Penerbit: Awareness Publication, 2011
Tebal: 307 hlm.


Sudah sering melihat buku ini di toko buku, namun entah mengapa nggak pernah tertarik buat beli. Sampai akhirnya saya membaca komentar orang-orang di Goodreads yang rata-rata memberi rating bagus pada buku ini, jadinya beli deh. Hehe.

Oke, langsung aja.

Buku ini berisi 108 kisah yang ingin di-share oleh Ajahn Brahm, seorang biksu kelahiran London, yang menghabiskan 30-an tahun sebagai petapa di belantara Thailand. Sesuai dengan judul aslinya; Opening the Door of Your Heart, kisah-kisah dalam buku ini sangat inspiratif dan mampu membuka pintu hati kita.

Salah satu kisah yang paling saya sukai adalah kisah tentang dua bata jelek. Berikut kisahnya, akan saya coba ceritakan kembali secara singkat.

Suatu saat, para biksu ingin membuat bangunan untuk mereka diami. Sebagai biksu miskin yang memerlukan sebuah bangunan, mereka tak mampu membayar tukang, jadi mereka harus belajar cara bertukang: bagaimana mempersiapkan fondasi, menyemen dan memasang batu bata, mendirikan atap, dan sebagainya. Ajahn Brahm, salah satu biksu tersebut, berusaha melakukan kegiatan bertukang dimaksud.

Ajahn Brahm membuat tembok dengan batu bata. Kelihatannya sih gampang, tapi ternyata susah. Pada akhirnya ia menyelesaikan membuat tembok dengan batu bata. Sayangnya, ada dua batu bata yang posisinya melenceng, sehingga merusak pemandangan, meski batu bata yang lain sudah disusun sedemikian rapinya. Bahkan, saat para tamu melihat hasil pekerjaan para biksu, Ajahn Brahm berusaha agar tembok bata buatannya tidak dilihat oleh yang lain. Ternyata ada sorang bapak yang melihat temboknya. Tak disangka, bapak tersebut justru menilai baik tembok bata buatan Ajahn Brahm. Bagi sang bapak, dua bata jelek tadi justru semakin memperlihatkan keindahan susunan bata yang lain, susunan bata yang lebih rapi.