Tampilkan postingan dengan label Reading Event 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reading Event 2015. Tampilkan semua postingan

5 Agu 2015

Opini Bareng BBI: Sidekick Characters

image source here, edited by me.

Bicara soal sidekick character (tokoh pendamping), dulunya saya beranggapan bahwa istilah tersebut hanya berlaku dalam film superhero atau video game. Dalam dunia superhero saya mengenali beberapa tokoh sidekick yang memang sangat tersohor, misalnya Robin sebagai tokoh pendamping Batman dan Harley Quinn sebagai tokoh pendamping Joker. Kalau di video game ada Luigi sebagai tokoh pendamping Mario, Tail sebagai tokoh pendamping Sonic, dan sebagainya.

Ternyata istilah sidekick tidak hanya berlaku dalam dunia superhero atau video game, tapi juga berlaku dalam dunia literasi, serta tidak selamanya harus berkisah tentang superhero. Peran sidekick character baik dalam film, komik, video game, maupun dalam novel secara umum sama saja, yaitu membantu tokoh utama mencapai tujuannya. Biasanya, meski tidak selalu, tokoh-tokoh sidekick adalah sahabat dekat sang tokoh utama itu sendiri.

29 Jun 2015

Opini Bareng BBI: Setting Favorit Dalam Buku

image source here, edited by me.
Entah mengapa saat mendengar kata latar/setting, yang nyantol di benak saya adalah latar tempat saja: hutan, kantin sekolah, kota kelahiran, goa, pasar, got, rumah bordil, dsb. Padahal, latar dalam sebuah cerita kan, nggak melulu tempat saja. Ada latar waktu (subuh, jam makan siang, masa lalu, masa depan, dll), bahkan latar suasana (tegang, santai, gembira, sedih, dll). Apakah ada latar lain selain tempat, waktu, dan suasana? Mungkin ada ya, tapi berhubung penyakit malasius guglingitis saya lagi kambuh, maka untuk postingan kali ini, saya hanya akan membahas latar tempat. Persisnya, latar tempat yang paling berkesan yang pernah saya temui dalam sebuah bacaan fiksi.

Dalam sebuah fiksi, baik kontemporer maupun fantasi, latar tempat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari cerita. Bisa jadi, latar tempat itulah yang menjadi sumber konflik suatu cerita. Beberapa waktu yang lalu Gagas Media sempat sukses dengan seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) di mana setiap bukunya memiliki latar luar negeri. Beberapa di antaranya adalah Paris: Aline karya Priska Primasari, London: Angel karya Windry Ramadhina, Melbourne: Rewind karya Winna Efendi, dan Bangkok: The Journal karya Moemoe Rizal. Dari judul-judul yang saya sebutkan tersebut, baru Bangkok: The Journal-lah yang sudah saya baca. Saya sangat menyukai buku tersebut karena dua hal: pertama, tema ceritanya yang sangat menyentuh. Kedua, latar kota Bangkok itu sendiri.

30 Mar 2015

Opini Bareng BBI: Alur Cerita


Selama ini saya tahunya alur dalam sebuah cerita itu ada tiga: alur maju, alur mundur, dan alur campuran alias maju-mundur cantik. #PLAKS (Uhuk. Maaf, lagi nggak fokus. *melirik The Maze Runner yang belum kelar dibaca padahal besok rencananya mau posting bareng tema adaptasi*). Halah, malah curcol. Oke, balik ke bahasan soal alur cerita. Mungkin karena waktu ibu guru mengajar soal alur saya malah asyik main gimbot (ampun deh, jadul sekali saya ini), jadi saya nangkapnya jenis-jenis alur ya cuma tiga biji itu.

25 Feb 2015

Opini Bareng BBI: Karakter Tokoh Utama

image source here. edited by me.

Dalam sebuah fiksi, ada beberapa elemen penting yang menjadi perhatian pembaca (setidaknya saya), di antaranya adalah plot, seting, sudut pandang, tema, dan karakter tokoh utama. Nah, untuk postingan Opini Bareng BBI yang kedua ini, topik yang diangkat adalah elemen terakhir yang saya sebutkan, yaitu karakter tokoh utama. Seperti apa karakter tokoh utama yang disukai pembaca? Mengutip pertanyaan yang dilontarkan Bebi, “Apakah kamu lebih menyukai karakter utama yang serbasempurna, mirip dengan kepribadianmu, atau yang hidupnya penuh dengan masalah dan ketidaksempurnaan? Apakah kamu menyukai tokoh utama yang cerewet atau pendiam?”

29 Jan 2015

Opini Bareng BBI: Ekspektasi

image source here. edited by me.

Saya adalah tipe pembaca yang gampang terpengaruh. Saat membaca review yang memuji sebuah buku, biasanya saya akan berpikir, "Oke, saya akan baca bukunya." #gakmaukalah. Tapi gara-gara itu, nggak jarang saya mengalami kekecewaan setelah membacanya sendiri buku dimaksud. “Kok nggak sesuai harapan ya?” Di sisi lain, saya juga punya rasa penasaran yang cukup tinggi, yang nggak jarang membuat saya membaca sebuah buku yang mendapat review jelek. Mengapa dianggap jelek? Nggak bagusnya di bagian mana, sih? Dan setelah memutuskan untuk membaca, ternyata bukunya nggak jelek-jelek amat menurut saya. Ada buku-buku yang secara umum mendapat rating pas-pasan di Goodreads, namun saya pribadi memberi rating tinggi untuk buku tersebut.

Baca Bareng dan Opini Bareng BBI 2015


(copas dari sini)

Di tahun 2015, selain mengajak teman-teman member BBI untuk sama-sama membaca buku bertema sama, Divisi Event BBI juga ingin mengajak teman-teman member BBI untuk sama-sama belajar menilai bacaan teman-teman lebih dalam lagi sekaligus latihan menuangkan opini. Yep yep, selain Baca Bareng, di tahun 2015 juga akan ada Opini Bareng.

18 Jan 2015

Lucky No. 15 Reading Challenge


Ah, padahal saya telah bertekad untuk nggak banyak-banyak ikutan RC tahun ini. Tapi, sungguh, RC bikinan Mbak Astrid ini terlalu menarik untuk dilewatkan (LOL, padahal untuk RC yang sama tahun kemarin saya gatot). So, yes, saya akan ikutan RC ini. Bukan semata-mata karena hadiahnya sih, tapi lebih dikarenakan kategori tantangannya yang sangat memikat. Cieh memikat. :))