Tampilkan postingan dengan label Suzanne Collins. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suzanne Collins. Tampilkan semua postingan

9 Agu 2014

Mockingjay - Suzanne Collins

Judul: Mockingjay
Seri: The Hunger Games #3 (Tamat)
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Mei 2012
Tebal: 432 hlm.
ISBN: 9789792278439

Review untuk seri ini:

Sinopsis:
Katniss Everdeen selamat dari Hunger Games, dua kali. Tapi dia belum sepenuhnya aman dari ancaman Capitol meskipun kini ia dalam lindungan Distrik 13.

Pemberontakan makin merajalela di distrik-distrik untuk menjatuhkan Capitol. Kini tak ada seorang pun orang-orang yang dicintai Katniss aman karena Presiden Snow ingin menumpas revolusi dengan menghancurkan Mockingjay... bagaimanapun caranya.

Review ini mungkin mengandung spoiler.

Setelah berhasil menghancurkan medan gaya di arena pertarungan maut, Katniss Everdeen diselamatkan oleh Plutarch Heavensbee, juri Hunger Games ke-75. Plutarch membawa Katniss ke Distrik 13 dan merawat gadis itu di sana. Ternyata meskipun Distrik 13 telah dihancurkan oleh Capitol puluhan tahun silam, namun masyarakatnya berhasil bertahan hidup dan membangun kehidupan di bawah tanah. Distrik 13 bahkan memiliki presiden sendiri, Alma Coin, yang diam-diam membangun kekuatan untuk melakukan pemberontakan terhadap Capitol, dan Plutarch Heavensbee adalah bagian dari pemberontak yang menyusup ke Capitol. Setelah Distrik 12 (kampung halaman Katniss) dibom oleh Capitol, sisa penduduk yang selamat diungsikan ke Distrik 13.

2 Agu 2014

Catching Fire - Suzanne Collins

Judul: Catching Fire (Tersulut)
Seri: The Hunger Games #2
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Juli 2010
Tebal: 424 hlm.
ISBN: 9789792259810

Sinopsis:
Api pemberontakan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya....

Review ini mungkin mengandung spoiler buku sebelumnya.

Setelah keluar sebagai pemenang pada Hunger Games ke-74, Katniss dan Peeta harus menjalani tur kemenangan di setiap Distrik, tujuannya agar kengerian Hunger Games tidak hilang dari benak masyarakat Distrik. Hubungan Katniss dan Peeta mulai berjarak, setelah Peeta mengetahui bahwa kebersamaan mereka selama di arena hanyalah bagian dari strategi Katniss dan Haymitch untuk menyelamatkan nyawa mereka berdua. Di sisi lain, Katniss sendiri masih bimbang, apakah yang ia memang tak memiliki perasaan apa-apa terhadap Peeta?

22 Jul 2014

The Hunger Games - Suzanne Collins

Judul: The Hunger Games
Seri: The Hunger Games #1
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
Tebal: 408 hlm.
ISBN: 978-979-2250-75-6

Sinopsis:
Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas Distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing Distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah: membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.


Buku ini pertama kali saya baca tahun 2012. Filmnya pun sudah saya tonton lebih dari sekali. Tapi entah mengapa, di awal bulan ini muncul kembali hasrat untuk membaca ulang buku ini. Dan ya, saya akhirnya membacanya kembali. Meski sudah hafal ceritanya, namun rasanya seperti membaca pertama kali. Saya masih dibuat berdebar oleh suasana arena Hunger Games, saya masih sanggup dibuat berjengit oleh adegan-adengan sadisnya, dan saya masih bisa berkaca-kaca pada adegan Katniss dan Rue. Ini membuktikan bahwa The Hunger Games merupakan buku yang sangat berkesan buat saya.