Penulis: Aravind Adiga
Penerbit: Penerbit ANDI, 2010
Tebal: 360 hlm.
ISBN: 9789792912869
Sinopsis:
Fakta yang aneh: bunuhlah seorang pria dan kau akan merasa bertanggung jawab atas hidupnya---bahkan posesif. Kau jauh lebih mengenalnya daripada ayah-ibunya; mereka mengenal janinnya, tapi kau mengenal mayatnya. Kaulah yang membuat kisah hidupnya komplit; hanya kau yang tahu kenapa tubuhnya harus dikirim ke api sebelum waktunya, dan kenapa jari-jari kakinya berkerut dan berjuang untuk memperoleh satu jam lagi di bumi.
***
Balram, supir pribadi Ashok yang polos, sabar, patuh, dan memuja tuannya setengah mati. Siapa yang menyangka ia akan tega menggorok leher sang majikan yang sudah dianggapnya serupa dewa itu? Bagaimana bisa seorang bodoh berubah menjadi kriminal berdarah dingin? Apakah hanya karena fakta aneh di atas? Cerita Balram akan membuka mata Anda lebar-lebar tentang India yang sama sekali belum merdeka, kebohongan Sungai Ganga sebagai simbol emansipasi, kebobrokan politik demokrasi, dan mengapa ia sampai dijuluki sebagai si Harimau Putih. Keadaan yang tidak jauh berbeda dengan negara kita ini berhasil dituliskan Aravind Adiga, peraih The Man Book Prize 2008, ini dengan apik. Kisah luar biasa yang akan menyadarkan Anda dari kebohongan dunia.
The White Tiger adalah salah satu novel yang awalnya sulit saya nikmati. Mungkin inilah novel terberat yang saya baca tahun ini. Berhasil menyesaikan buku ini merupakan prestasi tersendiri buat saya. Biasanya saya akan berhenti membaca sebuah buku bila buku tersebut benar-benar tidak sesuai dengan selera saya. So, thanks buat komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI), karena berkat event baca bareng BBI, selain saya diajak untuk membaca buku (fiksi) di luar zona nyaman saya, dengan ikut posting bareng mau tidak mau saya harus membaca sebuah buku sampai selesai. Mungkin awalnya memang menyiksa, terutama karena gaya bercerita dalam buku ini sangat sinis dan sarkastis, di mana bacaan model begini biasanya saya hindari. Namun, setelah selesai membaca buku ini, saya merasa cukup puas, selain karena bisa menyelesaikan bacaan saya, buku ini juga telah memberi pengetahuan baru bagi saya yang tadinya tak begitu memahami kondisi negara India. Dan, buku ini membuat saya semakin mencintai negara saya sendiri.
Kisah The White Tiger (judulnya tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia) adalah tentang Balram yang mengirim surat kepada perdana menteri China, Mr. Jiabao, yang akan datang ke India untuk menemui intrepreneur hebat di negara tersebut. Balram merasa dirinyalah intrepreneur yang paling tepat untuk ditemui oleh perdana menteri. Untuk itu, lewat suratnya, Balram mulai menceritakan kisah hidupnya sejak dirinya kecil hingga sukses seperti sekarang ini. Uniknya, lompatan besar dalam hidup Balram merupakan sesuatu yang tidak biasa, yaitu ketika ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri: Mr. Ashok. Percayalah, ini bukan spoiler, karena pada sinopsis di sampul belakang buku, hal tersebut telah diungkapkan dengan gamblang. Ini menggelitik rasa ingin tahu saya. Mengapa Balram sampai membunuh Mr. Ashok?
