Tampilkan postingan dengan label Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiction. Tampilkan semua postingan

8 Mei 2015

Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya

Judul: Sabtu Bersama Bapak
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: IV, 2014
Tebal: 278 hlm
ISBN13: 9789797807214

Sinopsis:
“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
“Ini Bapak.
Iya, benar kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.

Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.

Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”
...

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

Sayang sekali, padahal usia Gunawan Garnida masih terbilang muda. Kedua anak laki-lakinya, Satya dan Cakra, masih kecil-kecil. Namun dokter memvonis bahwa usianya hanya tinggal setahun sebab penyakit yang dideritanya tak bisa disembuhkan. Tak ingin kedua anaknya tumbuh tanpa sosok ayah, Gunawan memutuskan untuk membuat rekaman-rekaman video bagi Satya dan Cakra. Beliau berpesan kepada sang Ibu agar mereka memutar video-video itu setiap Sabtu, kelak saat dirinya telah berpulang. Kegiatan menonton video rekaman Bapak setiap Sabtu pun menjadi aktivitas yang ditunggu-tunggu oleh Satya dan Cakra. Isi video tersebut bermacam-macam, berupa pesan, nasihat, dan penyemangat bagi mereka dalam menjalani hidup.

17 Mar 2015

Croissant: Antologi Kisah Kehidupan - Josephine Winda

Judul: Croissant: Antologi Kisah Kehidupan
Penulis: Josephine Winda
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: I, Oktober 2014
Tebal: 196 hlm
ISBN13: 9786020251394

Sinopsis:
Ditemani santainya kepulan asap teh saat senja
Sepotong croissant renyah mencecap rasa
Berlapis seperti kisah kehidupan yang tak kunjung habis
Diwakili sepuluh cerita dunia
Semoga tak lekas ucapkan bon voyage—selamat tinggal
Hanya maklumi
c’est la vie—itulah hidup.

Croissant: A rich crescent-shaped roll of leavened dough or puff pastry.

Sudah pernah mencoba croissant? Penganan sejenis roti asal Perancis ini terkenal dengan bentuknya yang menyerupai bulan sabit. Tidak heran ia diberi nama croissant, yang dalam bahasa Perancis berarti bulan sabit. Keunikan croissant adalah bagian luarnya garing, sementara bagian dalamnya empuk dan gurih. Awalnya croissant memiliki rasa yang plain (sehingga orang Perancis menyantapnya dengan ditemani teh, kopi, atau susu). Namun seiring waktu, mulai bermunculan croissant dengan aneka ragam rasa dan isi, misalnya keju, cokelat, almond, dan lain-lain. Membayangkannya saja saya sudah ngiler. Rasanya pengen buru-buru ke bakery terdekat untuk mencicipi sepotong croissant bersama kopi panas. Bentar dulu. INI KENAPA JADI NGEBAHAS MAKANAN?

8 Jul 2014

Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh by Dee

Judul: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
Seri: Supernova #1
Penulis: Dee (Dewi Lestari)
Penerbit: Truedee Pustaka Sejati, 2010
Tebal: x + 251 hlm.
ISBN: 978-979-96257-7-9

Sinopsis:
Di dunia dengan jarak yang kian menyusut dan pikiran yang dituntut untuk kian mengglobal, Supernova bisa memberikan beberapa alternatif perspektif untuk memandang eksistensi manusia dan relasinya dengan seluruh aspek kehidupan. Mikro dan makro. Karena Supernova adalah virus. Virus pikiran.

Tinggal satu pertanyaan:

Siapkah Anda terinfeksi?

Berawal dari sebuah pertemuan yang biasa-biasa saja, Ruben dan Dhimas mendapati diri mereka saling menyukai satu sama lain. Akhirnya, tanpa terasa telah sepuluh tahun mereka menjalin kasih. Dalam rangka memperingati hari jadi mereka, keduanya memutuskan untuk membuat sebuah karya masterpiece. Maka tercetuslah sebuah gagasan untuk menulis cerita yang kemudian diberi judul “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”, menjadikan buku ini sebuah cerita di dalam cerita.

Dalam dongeng yang asli, diceritakan Ksatria berusaha untuk bisa terbang demi dapat bertemu dengan Puteri dari Kerajaan Bidadari. Namun, sekeras apapun ia berusaha untuk terbang, ia tak pernah sanggup menggapai sang Puteri. Hingga akhirnya ia bertemu Bintang Jatuh dan meminta bantuan darinya. Bintang Jatuh setuju membantu Ksatria. Sayang sekali di saat-saat terakhir Bintang Jatuh berkhianat dan mengambil Puteri untuk dirinya sendiri, sementara Ksatria dibiarkan jatuh dan hancur.

Dalam dongeng versi Ruben dan Dhimas, sosok Ksatria diwakili oleh Ferre, seorang pria muda yang sukses. Ferre kemudian jatuh cinta pada sosok Puteri yang diwaliki oleh Rana, jurnalis yang mewawancarainya untuk artikel di sebuah majalah. Meski Rana sudah bersuami, namun ia tak pernah merasakan cinta yang sesungguhnya, sebab pernikahan yang ia jalani adalah sebuah perjodohan tanpa landasan cinta. Maka ketika Ferre menawarkan cintanya, Rana menerimanya dengan tangan terbuka. Ksatria dan Puteri pun menjalani hubungan secara rahasia. Layaknya dongeng, Ferre tak bisa sepenuhnya memiliki Rana oleh sebab kondisi yang sangat tidak memungkinkan, meskipun ketulusan cinta keduanya tidak diragukan.

27 Feb 2014

Blues Merbabu by Gitanyali

Judul: Blues Merbabu
Penulis: Gitanyali
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, 2011
Tebal: vi + 186 hlm.
ISBN: 9789799103154
Sinopsis:

"Om merasa sial sebagai anak PKI?"
"Aku tidak pernah berefleksi merasa sial atau beruntung dengan hidupku. Aku menjalani apa yang bisa kujalani."
...
"Om komunis mall atau kapitalis?"
"Tak ada bedanya. Di bawah kapitalisme, orang mengeksploitasi orang. Komunisme, tinggal dibalik saja..."

Sebagai anak PKI, lebaran tidak lagi sama bagi Gitanyali diakhir 1965. Ia masih SD di kota kecil di kaki Gunung Merbabu ketika menyaksikan sang ayah diambil aparat, dan tak pernah ketahuan lagi rimbanya. Sang ibu menyusul ditahan tanpa tahu kapan akan dibebaskan karena dianggap terlibat Peristiwa G30S. Kehidupannya berubah, keluarganya tercerai-berai.

Diasuh oleh sang paman di Jakarta, dunia Gitanyali terbuka lebar. Ia menempa diri untuk tidak kalah pada sang nasib. Ia menikmati kehidupan sebagai anak kebanyakan yang penuh godaan, termasuk dalam kehidupan seksual, tanpa terbawa arus. Ia memilih bertahan tanpa harus “melawan”

Begitu membaca sinopsisnya yang mengungkit-ungkit PKI, saya langsung berpikir bahwa buku ini adalah salah satu novel yang bercerita tentang kepingan kisah tahun 1965 yang merupakan salah satu masa terkelam dalam sejarah bangsa Indonesia. Itulah mengapa saya memilih buku ini sebagai bacaan untuk event Baca dan Posting Bareng BBI kategori Historical Fiction Indonesia. Dalam benak saya, buku ini semacam buku 'nyastra' yang isinya lumayan berat. Er... ternyata nggak juga. Maksud saya, isinya tidak berat-berat amat. Yah, buku ini ternyata jauh di bawah ekspektasi saya.

Blues Merbabu berkisah tentang perjalanan hidup Gitanyali, anak dari salah seorang anggota PKI yang tinggal di sebuah kota kecil di kaki gunung Merbabu. Menilik nama tokohnya, saya pikir dia perempuan. Ternyata saya keliru, karena dia 100% laki-laki. Novel yang diceritakan secara kilas balik ini lebih banyak menyorot aktivitasnya mulai dari kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Awalnya Gitanyali kecil menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya. Ia tidak mengerti banyak tentang aktivitas ayahnya. Yang ia tahu bahwa ayahnya sering mengadakan rapat dan pertemuan-pertemuan di rumah keluarga mereka. Ia tak tahu dan tak mau ambil pusing dengan hal tersebut. Namun, kondisi hidupnya berubah setelah sang ayah dibawa pergi oleh tentara dan tak pernah kembali lagi. Ibunya dimasukkan ke hotel prodeo alias jeruji besi. Gitanyali kemudian dibawa oleh pamannya ke Jakarta, dan mulai menjalani kehidupan barunya di kota metropolitan.

Kisah hidup Gitanyali yang diceritakan dalam buku ini lebih sering menyerempet urusan (maaf) kelamin. Informasi tentang peristiwa-peristiwa penting yang berhubungan dengan PKI hanya disinggung sedikit sekali. Mungkin karena tokoh utamanya sendiri tak begitu ambil pusing dengan masalah tersebut, kecuali bahwa gara-gara berhubungan dengan PKI, keluarganya jadi tercerai-berai.

24 Des 2013

Rantau 1 Muara by A. Fuadi

Judul Buku: Rantau 1 Muara
Seri: Trilogi Negeri 5 Menara #3
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013 (Mei, Cetakan I)
Tebal: ix + 407 hlm
ISBN: 978-979-22-9473-6
Rating: 5/5

Baca juga:

“Man Saara Ala Darbi Washala.”

Lulus sebagai sarjana tak lantas membuat Alif langsung memperoleh pekerjaan. Saat krisis moneter melanda Indonesia pada akhir 90-an, banyak perusahaan yang alih-alih menerima pekerja baru, mereka justru merumahkan karyawannya. Maka tak heran bila perusahaan-perusahaan yang dikirimi surat lamaran pekerjaan oleh Alif seakan kompak menolak untuk menerima dirinya. Belum lagi surat kabar tempat Alif kerap mengirimkan karyanya juga memutuskan untuk tak lagi menerima tulisannya. Namun Alif tak berhenti berusaha. Akhirnya, ia memutuskan untuk melamar pekerjaan yang sesuai dengan passionnya—menulis—di sebuah kantor majalah yang pernah dibredel oleh orde baru: Derap.

Derap kini adalah rumah bagi Alif. Ia mendapatkan teman-teman seprofesi yang handal. Terlebih lagi, Derap menjunjung tinggi idealisme: selalu menuliskan kebenaran dalam setiap beritanya, dan menolak segala bentuk gratifikasi. Dan di tempat inilah, Alif bertemu dengan perempuan yang kelak menjadi pendamping hidupnya. Selama bekerja di Derap, Alif memperoleh banyak sekali pengalaman unik. Di antaranya adalah mewawancarai pocong. Hasil wawancaranya yang unik itu kemudian membuatnya memperoleh penghargaan dari kantornya. Ada lagi kerjadian menegangkan, yaitu ketika Alif hendak mewawancarai Jenderal. Bila benar buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata, maka saya salut sekali terhadap usaha Alif alias Ahmad Fuadi! Bagian cerita ketika Alif bekerja di Derap benar-benar menarik untuk diikuti. Pembaca mendapatkan gambaran seperti apa bekerja di bidang jurnalistik, khususnya di majalah Derap. Pembaca yang mengikuti kisah Alif sejak buku pertama pasti bisa menebak nama asli majalah Derap di dunia nyata. Majalah tersebut memang sangat terkenal. Semoga semangat menyampaikan kebenaran masih terus membaca di majalah tersebut, mengingat akhir-akhir ini sulit sekali membedakan mana berita yang benar dan mana berita yang ‘dibenar-benarkan’. (Tsaah.)

31 Okt 2013

The White Tiger by Aravind Adiga

Judul: The White Tiger
Penulis: Aravind Adiga
Penerbit: Penerbit ANDI, 2010
Tebal: 360 hlm.
ISBN: 9789792912869

Sinopsis:
Fakta yang aneh: bunuhlah seorang pria dan kau akan merasa bertanggung jawab atas hidupnya---bahkan posesif. Kau jauh lebih mengenalnya daripada ayah-ibunya; mereka mengenal janinnya, tapi kau mengenal mayatnya. Kaulah yang membuat kisah hidupnya komplit; hanya kau yang tahu kenapa tubuhnya harus dikirim ke api sebelum waktunya, dan kenapa jari-jari kakinya berkerut dan berjuang untuk memperoleh satu jam lagi di bumi.

***

Balram, supir pribadi Ashok yang polos, sabar, patuh, dan memuja tuannya setengah mati. Siapa yang menyangka ia akan tega menggorok leher sang majikan yang sudah dianggapnya serupa dewa itu? Bagaimana bisa seorang bodoh berubah menjadi kriminal berdarah dingin? Apakah hanya karena fakta aneh di atas? Cerita Balram akan membuka mata Anda lebar-lebar tentang India yang sama sekali belum merdeka, kebohongan Sungai Ganga sebagai simbol emansipasi, kebobrokan politik demokrasi, dan mengapa ia sampai dijuluki sebagai si Harimau Putih. Keadaan yang tidak jauh berbeda dengan negara kita ini berhasil dituliskan Aravind Adiga, peraih The Man Book Prize 2008, ini dengan apik. Kisah luar biasa yang akan menyadarkan Anda dari kebohongan dunia.

The White Tiger adalah salah satu novel yang awalnya sulit saya nikmati. Mungkin inilah novel terberat yang saya baca tahun ini. Berhasil menyesaikan buku ini merupakan prestasi tersendiri buat saya. Biasanya saya akan berhenti membaca sebuah buku bila buku tersebut benar-benar tidak sesuai dengan selera saya. So, thanks buat komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI),  karena berkat event baca bareng BBI, selain saya diajak untuk membaca buku (fiksi) di luar zona nyaman saya, dengan ikut posting bareng mau tidak mau saya harus membaca sebuah buku sampai selesai. Mungkin awalnya memang menyiksa, terutama karena gaya bercerita dalam buku ini sangat sinis dan sarkastis, di mana bacaan model begini biasanya saya hindari. Namun, setelah selesai membaca buku ini, saya merasa cukup puas, selain karena bisa menyelesaikan bacaan saya, buku ini juga telah memberi pengetahuan baru bagi saya yang tadinya tak begitu memahami kondisi negara India. Dan, buku ini membuat saya semakin mencintai negara saya sendiri.

Kisah The White Tiger (judulnya tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia) adalah tentang Balram yang mengirim surat kepada perdana menteri China, Mr. Jiabao, yang akan datang ke India untuk menemui intrepreneur hebat di negara tersebut. Balram merasa dirinyalah intrepreneur yang paling tepat untuk ditemui oleh perdana menteri. Untuk itu, lewat suratnya, Balram mulai menceritakan kisah hidupnya sejak dirinya kecil hingga sukses seperti sekarang ini. Uniknya, lompatan besar dalam hidup Balram merupakan sesuatu yang tidak biasa, yaitu ketika ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri: Mr. Ashok. Percayalah, ini bukan spoiler, karena pada sinopsis di sampul belakang buku, hal tersebut telah diungkapkan dengan gamblang. Ini menggelitik rasa ingin tahu saya. Mengapa Balram sampai membunuh Mr. Ashok?

28 Okt 2013

Ranah 3 Warna by A. Fuadi

Judul Buku: Ranah 3 Warna
Seri: Trilogi Negeri 5 Menara #2
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012 (April, Cetakan VI)
Tebal: xiii + 473 hlm
ISBN: 978-979-22-6325-1
Rating: 4,5/5


"Man Shabara Zhafira."

Ranah 3 Warna melanjutkan kisah perjuangan Alif dalam mewujudkan harapan dan cita-citanya. Keinginan Alif untuk menjadi Habibie, serta impiannya untuk menjejakkan kaki di benua Amerika belumlah padam. Kendalanya, untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, Alif harus punya ijazah SMA, padahal Pondok Madani (PM) tempat Alif menimba ilmu, tidak mengeluarkan ijazah. Untuk itu, Alif harus mengikuti ujian persamaan SMA untuk mendapatkan ijazah dan agar bisa mengikuti UMPTN. Setelah perjuangan yang tak ringan, Alif berhasil mendapatkan ijazah dan sukses dalam UMPTN. Ia akhirnya diterima di Universitas Padjajaran Bandung, jurusan Hubungan Internasional. Memang agak melenceng dari cita-citanya semula, yaitu Teknik Penerbangan ITB. Bagaimanapun, Alif tetap bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Alif pun memulai kehidupannya sebagai mahasiswa di Bandung.

Kehidupan di Bandung tidak mudah. Berbagai ujian dan tantangan hidup harus Alif jalani, terutama kebutuhan akan keuangan. Sebagai mahasiswa, Alif butuh uang, selain untuk membiayai kuliahnya, juga untuk membeli buku-buku tambahan. Karena tak ingin menambah beban orang tua di kampung, Alif berusaha mencari uang tambahan dengan cara bekerja sambil kuliah. Berbagai jenis pekerjaan dicoba olehnya. Mulai dari mengajar privat hingga menjadi sales yang membuatnya mengalami pengalaman pahit. Sakit tifus selama sebulan yang diderita olehnya membuat Alif semakin terpuruk. Belum lagi peristiwa malang yang menimpa salah satu anggota keluarga (bagian ini membuat mata saya basah). Sempat terpikir oleh Alif untuk berhenti kuliah dan kembali ke kampung untuk membantu para anggota keluarga yang masih tersisa. Namun, mengingat segala perjuangannya mulai dari ikut ujian persamaan SMA hingga UMPTN, rasanya sangat disayangkan bila ia harus pulang kampung. Dalam keputusasaannya, Alif teringat satu lagi ajaran emas selama di PM. Alif berpikir, ternyata mantera man jadda wajada saja tidak cukup. Satu lagi mantera yang perlu diingat: man shabara zhafira, yang secara harafiah berarti: siapa yang bersabar akan beruntung (dengan kata lain, siapa yang bersabar akan memperoleh hasil yang lebih baik). Alif pun mencoba untuk bersabar menghadapi setiap cobaan yang dialaminya.

21 Okt 2013

Negeri 5 Menara by A. Fuadi

Judul Buku: Negeri 5 Menara
Seri: Trilogi Negeri 5 Menara #1
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pusataka Utama
Tahun Terbit: 2009 (Oktober, Cetakan II)
Tebal: xiii + 420 hlm
ISBN-13: 9789792248616
Rating: 5/5


"Man Jadda Wajada."

Buku ini termasuk salah satu buku yang cukup lama bertengger di daftar ‘to-read’ saya. Tak lama setelah mulai membaca buku ini, saya segera menyesali diri sebab telah menunda-nunda membacamya. Novel yang sarat motivasi. Setiap lembarnya ibarat suntikan penyemangat, setidaknya bagi saya. Pada akhirnya, Negeri 5 Menara sukses membuat saya berangan-angan—walau sangat tidak mungkin—untuk mencicipi dunia pendidikan di pondok pesantren seperti yang digambarkan dalam buku ini. Terus terang, saya merasa iri pada mereka yang mengalami masa-masa pendidikan di Pondok Madani.

Buku pertama dari rangkaian trilogi ini berkisah tentang Alif Fikri yang berasal dari Maninjau, Sumatera Barat. Alif adalah anak yang cerdas serta memiliki cita-cita yang tinggi. Setelah lulus dari sekolah madrasah, ia ingin melanjutkan pendidikan ke SMU negeri di Padang, lalu meneruskan kuliah di ITB agar bisa seperti B.J. Habibie, tokoh panutannya. Sayang sekali mimpinya untuk bersekolah di SMU negeri harus kandas, sebab Amak menginginkan dirinya masuk sekolah agama. Amak sangat berharap agar Alif dapat mengikuti jejak Buya Hamka, seorang pemuka agama tersohor. Amak ingin sekali menepis anggapan bahwa sekolah madrasah atau pesantren hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri (atau kasarnya, anak-anak yang bersekolah di pesantren dinilai tidak cakap untuk berskolah di sekolah negeri). Alif sangat marah dan kecewa atas keputusan sepihak dari Amak. Namun, setelah mendapat dukungan moral dari sang paman yang sedang melanjutkan studi di Kairo, Mesir, akhirnya Alif melunakkan hati dan menuruti kemauan Amak.

29 Apr 2013

Perfect Match (Pasangan Sempurna) by Jodi Picoult

Judul: Perfect Match (Pasangan Sempurna)
Penulis: Jodi Picoult
Penerjemah: Julanda Tantani
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal: 504 hlm.
ISBN: 9789792257687
Rating: 4/5

Sinopsis:
Nina Frost, pengacara untuk anak-anak yang dianiaya. Bekerja keras memastikan sistem hukum yang memiliki banyak lubang bisa menahan para pelaku kejahatan di belakang terali. Tapi ketika anak laki-lakinya yang berusia lima tahun, Nathaniel, mengalami trauma karena penganiayaan seksual, Nina dan suaminya, Caleb--seorang pengrajin batu yang tenang dan praktis--hancur, tercabik-cabik dalam amarah dan keputusasaan di hadapan sistem pengadilan yang menggelikan, sesuatu yang Nina kenal dengan baik. Dengan mudahnya kejujuran dan pembelaan absolut Nina dijungkirbalikkan, dan dengan membabi buta dia mencari sendiri keadilan bagi anaknya--apa pun konsekuensinya, apa pun pengorbanannya.

Aku pernah bertemu para penganiaya anak-anak. Mereka tidak mengenakan tanda, merek, atau tato yang menunjukkan perbuatan mereka. Semuanya tersembunyi di balik senyum kebapakan yang ramah; tersimpan di belakang kemeja yang terkancing rapi. Mereka tampak seperti kebanyakan dari kita, dan justru itulah yang sangat menakutkan—mengetahui monster-monster itu bergerak di antara kita, dan kita tak bisa mengenali mereka. (hlm 105)

Buku ini saya pilih untuk baca bareng BBI bulan April 2013 yang salah satu temanya adalah tentang perempuan, atau buku-buku yang ditulis oleh perempuan. Saya rasa Jodi Picoult adalah pilihan yang tepat untuk mewakili penulis perempuan, oleh sebab tulisannya yang kuat, dengan karakter-karakter yang amat berkesan. Pengalaman saya dengan karyanya yang berjudul My Sister’s Keeper masih meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya.

Perfect Match masih mengangkat tema tentang keluarga, terutama tentang kasih seorang ibu kepada anaknya. Apa yang akan dilakukan seorang ibu bila anak laki-laki berusia lima tahun yang amat dikasihinya ternyata dilecehkan secara seksual oleh seorang pastur? Apalagi ternyata pelaku sudah bisa dipastikan bebas sebab anak yang menjadi korban dianggap tak mampu (atau mengutip istilah dalam buku ini: “tidak berkompeten”) untuk memberikan kesaksian. Sebagai ibu, tentu rasa sakitnya sungguh tak terbayangkan. Membayangkan pelaku bebas begitu saja dan melenggang kembali ke masyarakat saja sudah cukup membuat murka. Apalagi membayangkan pelaku kemungkinan besar akan melakukan tindakan tak bermoralnya pada anak-anak lain, calon-calon korban yang tak berdosa. Kalaupun dihukum, biasanya hukuman yang diterima para pelaku terbilang ringan, sementara anak yang menjadi korban mengalami trauma, dan butuh terapi bertahun-tahun (waktunya lebih lama dibanding hukuman kurungan yang diterima oleh pelaku), sebelum akhirnya bisa dinyatakan sembuh.

1 Apr 2013

Dunia Kafka by Haruki Murakami

Judul: Dunia Kafka
Judul Asli: 海辺のカフカ (Jepang) / Kafka On The Shore (Inggris)
Penulis: Haruki Murakami
Penerbit: Pustaka Alvabet, 2011
Tebal: 608 hlm.
ISBN: 9786029193039
Rating: 3/5

Ini adalah buku terlama yang saya baca sejauh ini di tahun 2013. Butuh seminggu lebih loh untuk menyelesaikan buku ini, tepatnya 8 hari. Biasanya sih, jangka waktu segitu saya bisa baca minimal 2 buku. *geleng-geleng pasrah* Ternyata konten buku ini tidak seringan dugaan saya sebelumnya. Yuk deh, langsung saja nge-review bukunya.

Dunia Kafka (yang kabarnya pernah diterbitkan dengan menggunakan judul asli: Kafka On The Shore) memiliki dua plot berbeda, tapi pada akhirnya memiliki keterkaitan satu sama lain. Di satu sisi, buku ini berkisah tentang Kafka Tamura, remaja lima belas tahun yang kabur dari rumah yang ditinggalinya bersama sang ayah. Kafka merasa ia akan ‘hancur’ jika tetap tinggal bersama ayahnya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan gadis yang berumur sedikit lebih tua darinya, gadis itu bernama Sakura. Sakura adalah gadis berparas menarik, sehingga Kafka mulai merasakan suka terhadap gadis tersebut. Namun pertemuan tersebut tidak berlangsung lama. Nasib kemudian membawa Kafka ke sebuah perpustakaan di daerah Takamatsu. Berkat kebaikan hati Nona Saeki yang umurnya kurang lebih sama dengan ibu Kafka, beserta asistennya yang bernama Oshima, Kafka ditampung di perpustakaan tersebut dan membantu pekerjaan di sana. Kafka bersyukur, karena selain tidak perlu lagi mencari tempat penginapan, ia bisa membaca sesuka hatinya—ya, Kafka memang suka membaca. Tapi keadaan menjadi rumit, setelah polisi mendatangi perpustakaan itu sebab mereka mencurigai Kafka terlibat sebuah kasus pembunuhan sadis.

Di sisi lain, buku ini bertutur tentang Satoru Nakata, lelaki tua yang tidak bisa bisa membaca. Selain tidak bisa membaca, Nakata juga memiliki kendala dalam berkomunikasi—cara bicaranya, menurut orang-orang, aneh. Ia sendiri bahkan mengklaim dirinya “bodoh”. Namun, ia memiliki kemampuan luar biasa yang tidak diketahui orang lain: ia bisa berbicara dengan kucing! Berkat kemampuanya itu, Nakata sering membantu orang-orang untuk mencari kucing mereka yang hilang. Tak ada yang tahu bagaimana Nakata menemukan kucing-kucing mereka, tetapi mereka amat mengandalkan Nakata untuk urusan tersebut. Saat tengah mencari kucing bernama Goma, Nakata terlibat kasus pembunuhan. Ya, lelaki tua itu membunuh seseorang! Kemudian, dengan polosnya ia mendatangi polisi dan mengakui perbuatannya. Tetapi anggota polisi yang sedang bertugas di pos polisi saat itu tidak menanggapi Nakata dengan serius. Akhirnya, Nakata memutuskan untuk pergi untuk melakukan suatu “tugas” yang menurutnya sangat penting. Tugas apakah itu? Saya tidak akan membocorkannya di sini, tetapi perjalanan Nakata kemudian berakhir di kota yang sama dengan tempat Kafka bersenbunyi. Dan kisah yang tampaknya tidak saling berhubungan tersebut, kini mulai menampakkan titik terangnya.

18 Jan 2013

The Casual Vacancy (Perebutan Kursi Kosong) by J.K. Rowling

Judul: The Casual Vacancy (Perebutan Kursi Kosong)
Penulis: J.K. Rowling
Penerjemah: Esti A. Budihabsari, Andityas Prabantoro, Rini Nurul Badariah
Penerbit: Qanita, 2012 (Cetakan I)
Tebal: 593 hlm.
ISBN: 9786029225686
Rating: 4,5/5

(Buku ini adalah hadiah ulang tahun dari Trio Rempong. Thank you guys.)

Sinopsis:
Ketika Barry Fairbrother meninggal di usianya yang baru awal empat puluhan, penduduk kota Pagford sangat terkejut.

Dari luar, Pagford terlihat seperti kota kecil yang damai khas Inggris, dengan Alun-alun, jalanan berbatu, dan biara kuno. Tetapi, di balik wajah nan indah itu, tersembunyi perang yang berkecamuk.

Si kaya melawan si miskin, remaja melawan orangtua, istri melawan suami, guru melawan murid... Pagford tak seindah yang dilihat dari luar.

Dan kursi kosong yang ditinggalkan Barry di jajaran Dewan Kota menjadi pemicu perang terdahsyat yang pernah terjadi di kota kecil itu. Siapakah yang akan menang dalam pemilihan anggota dewan yang dikotori oleh nafsu, penipuan, dan pengungkapan rahasia-rahasia tak terduga ini?

The Casual Vacancy bersetting di kota fiksi di Inggris, Pagford—kota kecil yang tenang, indah dan teratur. Di kota kecil seperti ini, warga saling mengenal satu sama lain dan gosip cepat sekali menyebar. Kota ini memiliki pemerintahan yang disebut Dewan Kota, yang diketuai oleh Barry Fairbrother. Selama ini terjadi perpecahan dalam tubuh Dewan Kota, disebabkan perbedaan pendapat para anggotanya terkait kawasan pemukiman di pinggiran Pagford, yang disebut Fields. Warga kota Pagford membenci kawasan tersebut, sebab selain kumuh, warga yang menghuninya dianggap sebagai wabah yang dapat membawa pengaruh buruk bagi warga Pagford; banyak penghuni Fields yang menjadi pecandu obat-obat terlarang.

Sebenarnya Fields bukan kawasan pemukiman yang dibagun oleh Pagford, melainkan dibangun oleh kota Yarvil. Tapi karena berada di area kota Pagford, maka Fields dinyatakan sebagai bagaian dari Pagford (mengapa begitu? Baca bukunya deh ya *dijitak*). 

Kembali ke Dewan Kota, ada dua pihak yang bersilang pendapat. Satu pihak ingin melepas Fields dari Pagford agar kawasan itu tak lagi menjadi tanggung jawab Pagford, sementara pihak yang lain bersikeras mempertahankan Fields sambil terus berusaha membuat perubahan yang baik bagi wilayah tersebut (salah satunya dengan membantu merehabilitasi warga Fields yang menjadi pecandu).