26 Des 2013

Korea A to Z by Nancy Dinar

Korea A to Z by Nancy Dinar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 188 hlm.
Sinopsis:
Kunci Anda mengenal Korea, luar dalam
Buku ini memuat segala sesuatu yang ingin Anda ketahui tentang Korea, baik untuk sekadar menambah pengetahuan, panduan memahami K-Drama, traveling, kuliah, bekerja, maupun bermigrasi.

Berbagai topik menarik seperti sejarah, tradisi, budaya, dan hal-hal mengejutkan yang tidak diketahui orang asing dibeberkan secara lugas di sini, antara lain:
- mengapa banyak orang Korea bunuh diri,
- merebaknya klinik operasi plastik di seluruh negeri,
- naik daunnya perekonomian dan K-wave,
- perlakuan orang Korea terhadap orang asing, dan
- nasib Tenaga Kerja Indonesia serta wanita Indonesia yang menikah dengan penduduk lokal lewat agen perjodohan internasional.

Sebagai orang yang menetap di Korea, Penulis bisa memberikan sontekan seru mengenai kehidupan sehari-hari berikut tantangan utamanya, seperti:
- cara jitu mengatasi musim dingin yang panjang dan parah,
- melahirkan tanpa kehadiran keluarga,
- mencari sekolah untuk anak-anak, serta
- cara mendidik anak-anak multikultur.

Jangan lewatkan info mengenai tempat yang menarik dan unik termasuk objek keajaiban alam, baik yang sudah diketahui secara luas maupun yang umumnya hanya diketahui penduduk lokal, juga referensi tempat shopping, perguruan tinggi dan universitas terkenal lengkap dengan persyaratan umum dan tawaran beasiswa, serta pembahasan mengenai kemungkinan bekerja dengan gaji tinggi atau menetap di Korea sebagai imigran.

Saya rasa deskripsi di atas udah cukup menjelaskan tentang buku ini. Tak banyak yang bisa saya komentari dari buku ini, sebab sebagian besar informasi dalam buku ini telah saya baca di internet maupun buku-buku lain yang sejenis. Yang membedakan buku ini dengan yang lain, adalah karena buku ini ditulis oleh orang Indonesia yang telah tinggal lama di Korea. Ada sentuhan personal di dalamnya, sebab diceritakan berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang telah mengenal Korea luar-dalam, bahkan telah membina keluarga di Negeri Ginseng tersebut.

Beberapa bagian yang paling menarik perhatian saya adalah informasi tentang melahirkan tanpa kehadiran keluarga, cara mendidik anak multikultur, serta informasi tentang mencari sekolah yang cocok untuk anak. Begitu banyak aspek yang perlu dipertimbangkan untuk menyekolahkan anak (pastinya). Tapi khusus di Korea, ada beberapa informasi tambahan yang belum saya ketahui sebelumnya. Yang juga menarik untuk disimak adalah cara para guru menangani konflik antar murid agar tidak merembet menjadi konflik antar orang tua. Ya, bully-membully yang kerap muncul di film atau serial tv Korea memang sering terjadi lho.

Buku ini menarik, karena penulis pengajak membaca untuk melihat Korea dari sudut pandang masyarakatnya. Saya jadi paham bagaimana cara orang Korea memperlakukan orang asing. Beberapa informasi yang pernah saya baca di internet menyebutkan bahwa orang Korea memandang remeh para pendatang, terutama yang berasal dari Indonesia. Saya pikir pernyataan tersebut terlalu menuduh. Setelah membaca buku ini, saya jadi paham. Mereka, warga Korea, bukannya memandang remeh para pendatang, tapi lebih sebagai bentuk membentengi diri. Ada sejarah masa lalu yang teramat menyakitkan di balik itu semua. Sejarah apakah itu? Bacalah buku ini, dan rasa penasaranmu akan terjawab. :D

Hmm. Jadi semakin ingin jalan-jalan ke Korea.

25 Des 2013

Selamat Natal 2013

Kandang Baca mengucapkan:
"Selamat Hari Natal"
bagi teman-teman yang merayakan.
Semoga Natal ini menjadi berkah bagi kita semua.
Happy holiday, and happy reading! :)

(Image source: here. Edited my me)

24 Des 2013

Rantau 1 Muara by A. Fuadi

Judul Buku: Rantau 1 Muara
Seri: Trilogi Negeri 5 Menara #3
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013 (Mei, Cetakan I)
Tebal: ix + 407 hlm
ISBN: 978-979-22-9473-6
Rating: 5/5

Baca juga:

“Man Saara Ala Darbi Washala.”

Lulus sebagai sarjana tak lantas membuat Alif langsung memperoleh pekerjaan. Saat krisis moneter melanda Indonesia pada akhir 90-an, banyak perusahaan yang alih-alih menerima pekerja baru, mereka justru merumahkan karyawannya. Maka tak heran bila perusahaan-perusahaan yang dikirimi surat lamaran pekerjaan oleh Alif seakan kompak menolak untuk menerima dirinya. Belum lagi surat kabar tempat Alif kerap mengirimkan karyanya juga memutuskan untuk tak lagi menerima tulisannya. Namun Alif tak berhenti berusaha. Akhirnya, ia memutuskan untuk melamar pekerjaan yang sesuai dengan passionnya—menulis—di sebuah kantor majalah yang pernah dibredel oleh orde baru: Derap.

Derap kini adalah rumah bagi Alif. Ia mendapatkan teman-teman seprofesi yang handal. Terlebih lagi, Derap menjunjung tinggi idealisme: selalu menuliskan kebenaran dalam setiap beritanya, dan menolak segala bentuk gratifikasi. Dan di tempat inilah, Alif bertemu dengan perempuan yang kelak menjadi pendamping hidupnya. Selama bekerja di Derap, Alif memperoleh banyak sekali pengalaman unik. Di antaranya adalah mewawancarai pocong. Hasil wawancaranya yang unik itu kemudian membuatnya memperoleh penghargaan dari kantornya. Ada lagi kerjadian menegangkan, yaitu ketika Alif hendak mewawancarai Jenderal. Bila benar buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata, maka saya salut sekali terhadap usaha Alif alias Ahmad Fuadi! Bagian cerita ketika Alif bekerja di Derap benar-benar menarik untuk diikuti. Pembaca mendapatkan gambaran seperti apa bekerja di bidang jurnalistik, khususnya di majalah Derap. Pembaca yang mengikuti kisah Alif sejak buku pertama pasti bisa menebak nama asli majalah Derap di dunia nyata. Majalah tersebut memang sangat terkenal. Semoga semangat menyampaikan kebenaran masih terus membaca di majalah tersebut, mengingat akhir-akhir ini sulit sekali membedakan mana berita yang benar dan mana berita yang ‘dibenar-benarkan’. (Tsaah.)

19 Des 2013

Wrap Up Post: What's In a Name Reading Challenge 2013

Reading Challenge tahun ini bisa dibilang banyak gagalnya. Terutama untuk RC yang mewajibkan pesertanya mereviu bacaan mereka. Beberapa buku yang memang saya baca demi ikutan RC, gagal saya masukkan ke daftar karena tidak direviu, juga karena telat bikin reviu sehingga nggak sempat masukin link reviu. Hehe.

Untuk What's In a Name Reading Challenge yang dihost oleh Ren, waktu itu saya mengambil level 4, yaitu membaca minimal 20 buku dengan nama tokoh di judulnya. Dan dari 20 buku, saya hanya sukses membaca 11 buku saja. T_T
  1. Charlie Bone And The Time Twister (Charlie Bone dan Mesin Waktu) - Jenny Nimmo [review]
  2. Dimi Is Married - Retni S.B. [review]
  3. Dunia Kafka - Haruki Murakami [review]
  4. Harry Potter dan Batu Bertuah - J.K. Rowling [review]
  5. Harry Potter dan Kamar Rahasia - J.K. Rowling [review]
  6. Harry Potter dan Tawanan Azkaban - J.K. Rowling [review]
  7. Harry Potter dan Piala Api - J.K. Rowling [review]
  8. Kana di Negeri Kiwi - Rosemary Kesauly [review]
  9. Midnight for Charlie Bone (Tengah Malam bagi Charlie Bone ) - Jenny Nimmo [review]
  10. Runaway Ran by Mia Arsjad [review]
  11. Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken - Jostein Gaarder & Klaus Hagerup [review]
Trims ya Ren, atas RC kerennya. Berkat ikut RC ini saya dapet buku Heist Society #2. Ups, bukunya masih ketimbun. *sembunyi* Dan saya mendapat pelajaran berharga, bahwa nggak boleh sembarangan ikut RC kalau nggak ingin keteteran. -_-a

18 Des 2013

Wishful Wednesday #15: John Green's Books!

Will Grayson, Will Grayson adalah buku pertama karya John Green (duet bersama David Levithan) yang saya baca, dan saya langsung jatuh cinta pada gaya menulisnya. Sejak itu pun saya berkeinginan untuk membaca karya John Green lainnya. Salah satu bukunya yang berjudul The Fault in Our Stars sangat populer di kalangan pembaca, bahkan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Qanita dengan judul Salahkan Bintang-Bintang. Sayangnya saya belum membaca edisi terjemahannya. Nah, di Wishful Wednesday kali ini saya akan memasukkan beberapa buku John Green yang ingin saya miliki, termasuk TFIOS yang fenomenal itu. :)



1. Looking for Alaska
Goodreads description:
Before. Miles "Pudge" Halter's whole existence has been one big nonevent, and his obsession with famous last words has only made him crave the "Great Perhaps" (François Rabelais, poet) even more. Then he heads off to the sometimes crazy, possibly unstable, and anything-but-boring world of Culver Creek Boarding School, and his life becomes the opposite of safe. Because down the hall is Alaska Young. The gorgeous, clever, funny, sexy, self-destructive, screwed-up, and utterly fascinating Alaska Young, who is an event unto herself. She pulls Pudge into her world, launches him into the Great Perhaps, and steals his heart.

After. Nothing is ever the same.

2. An Abundance of Katherines
Goodreads description:
Colin Singleton likes girls named Katherine, who have dumped him 19 times. On a road trip, this anagram-happy, washed-up child prodigy has $10K, a trailing bloodthirsty hog, and a best friend riding shotgun. His Theorem of Underlying Katherine Predictability should predict any relationship, avenge Dumpees everywhere, and finally get him the girl.

3. Let It Show: Three Holiday Romance (with Maureen Johnson & Lauren Myracle)
Goodreads description:
An ill-timed storm on Christmas Eve buries the residents of Gracetown under multiple feet of snow and causes quite a bit of chaos. One brave soul ventures out into the storm from her stranded train and sets off a chain of events that will change quite a few lives. Over the next three days one girl takes a risky shortcut with an adorable stranger, three friends set out to win a race to the Waffle House (and the hash brown spoils), and the fate of a teacup pig falls into the hands of a lovesick barista.

A trio of today's bestselling authors - John Green, Maureen Johnson, and Lauren Myracle - bring all the magic of the holidays to life in three hilarious and charming interconnected tales of love, romance, and kisses that will steal your breath away.



4. Paper Towns
Goodreads description:
Quentin Jacobsen has spent a lifetime loving the magnificently adventurous Margo Roth Spiegelman from afar. So when she cracks open a window and climbs back into his life - dressed like a ninja and summoning him for an ingenious campaign of revenge - he follows.

After their all-nighter ends and a new day breaks, Q arrives at school to discover that Margo, always an enigma, has now become a mystery. But Q soon learns that there are clues - and they're for him. Urged down a disconnected path, the closer Q gets, the less Q sees the girl he thought he knew.

5. The Fault in Our Stars
Goodreads description:
Despite the tumor-shrinking medical miracle that has bought her a few years, Hazel has never been anything but terminal, her final chapter inscribed upon diagnosis. But when a gorgeous plot twist named Augustus Waters suddenly appears at Cancer Kid Support Group, Hazel's story is about to be completely rewritten.

6. Salahkan Bintang-Bintang (Indonesian version of The Fault in Our Stars) <-- Pengen punya edisi terjemahannya juga dong. Hahaha. #maruk
Goodreads description:
Mengidap kanker pada umur 16 tahun pastilah terasa sebagai nasib sial, seolah bintang-bintang serta takdirlah yang patut disalahkan. Itulah yang dialami oleh Hazel Grace. Sudah begitu, ibunya terus memaksanya bergabung dengan kelompok penyemangat penderita kanker. Padahal, Hazel malas sekali.

Tapi, kelompok itu toh tak buruk-buruk amat. Di sana ada pasien bernama Augustus Waters. Cowok cakep, pintar, yang naksir Hazel dan menawarinya pergi ke Amsterdam untuk bertemu penulis pujaannya. Bersama Augustus, Hazel mendapatkan pengalaman yang sangat menarik dan tak terlupakan.

Tetap saja, rasa nyeri selalu menuntut untuk dirasakan, seperti halnya kepedihan. Bisakah Augustus dan Hazel tetap optimistis menghadapi penyakit mereka, meskipun waktu yang mereka miliki semakin sedikit setiap harinya?

Novel ini membawa kita ke dunia para karakternya, yang sanggup menghadapi kesulitan dengan humor-humor dan kecerdasan. Di balik semua itu, terdapat renungan mengenai berharganya hidup dan bagaimana kita harus melewatinya.


Doakan semoga keinginan saya terkabul ya. Jadi, apa Wishful Wednesday-mu hari ini? :)

Mau ikutan Wishful Wednesday? Caranya gampang:
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu.
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu. :)

Dear Friend With Love by Nurilla Iryani

Judul Buku: Dear Friend With Love
Penulis: Nurilla Iryani
Penerbit: Stiletto Book
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 146 hlm
ISBN: 9786027572072
Rating: 3,5/5

Novel ini pemberian sahabat tercinta saya, Si Kucing. :)

Dari judulnya sudah ketebak cerita novel ini bakalan seperti apa. Ya, Dear Friend With Love karya Nurilla Iryani mengangkat tema ‘sahabat jadi cinta’. Meski tema ini sudah sering diekspos, namun penulis mampu meramunya menjadi bacaan yang menarik dan seru untuk diikuti hingga lembar terakhir.

Novel ini berkisah tentang Karin dan Rama, dua insan (haish bahasanya) yang sudah delapan tahun menjalin persahabatan. Bagi Rama, Karin adalah ‘obat’ yang mampu membuatnya  tetap waras di tengah gilanya kehidupan Jakarta. Selain itu, Karin juga sangat cantik sehingga, mengutip kata-kata Rama, “gak malu-maluin buat diajak ke pesta kawinan kalau gue sedang kebetulan single. Paket komplit!” Yang Rama tidak tahu adalah: selama delapan tahun ini Karin ternyata memendam cinta terhadap Rama. Rama yang sering dikecewakan wanita, menjadikan Karin sebagai tempat sampah curhat. Perasaan Karin? Nggak usah ditanya deh. Jungkir balik dong pastinya. See? Yang kayak gini sering banget kejadian di dunia nyata kan? #bukancurhatkoook #beneran #crossfinger

Apabila Rama sering gonta-ganti pacar dan sering berakhir kecewa, Karin justru sebaliknya. Gadis itu hampir tidak pernah pacaran. Alasannya? Tentu saja karena ia cinta pada Rama. Tapi bagaimana Rama bisa tahu perasaan Karin bila Karin sendiri tak pernah penyampaikannya? Doh, saya jadi gemes! Rama itu nggak bisa baca pikiran kamu, Karin! (Lah kenapa jadi emosi gitu, Pan?) #okeabaikan

Begitulah. Rama keep going dengan urusan gonta-ganti pacarnya, sementara Karin setia menjomblo demi seseorang yang ia cintai diam-diam... hingga suatu saat: Rama akhirnya melamar pacarnya yang bernama Astrid. Kamu bisa ngebayangin sendiri gimana perasaan Karin. Karin akhirnya memutuskan untuk move on. Akhirnya, ibu Karin mempertemukan Karin dengan anak temannya yang bernama Adam. Karin kenal cowok itu. Dia teman SMA-nya dulu. Tapi Karin tak menyangka bahwa penampilan Adam kini sangat berbeda dibanding waktu SMA—dulu cupu, kini guanteng banget! Hmm. Lumayanlah, daripada jomblo ya kan? Apalagi si Adam-Adam ini orangnya baik. Yuk deh jalanin ajah.

Sementara itu, selama mempersiapkan pernikahannya dengan Astrid, entah mengapa Rama justru merasa tertekan. Ia jadi ragu, seolah ia tidak yakin dengan keputusannya untuk menikah dengan Astrid. Di luar dugaan, Astrid mengetahui apa yang sebenarnya yang mengganggu pikiran Rama. Ketika Astrid meminta Rama untuk tidak bertemu Karin, saat itulah Rama sadar, bahwa sebenarnya ia tak bisa hidup tanpa Karin! Wih... bakalan ribet nih. Untuk mengetahui kelanjutan ceritanya, sebaiknya kamu baca sendiri ya. Seru banget novel ini.

Dear Friend With Love dikisahkan bergantian melalui sudut pandang Rama dan Karin. Dialog-dialog dalam novel ini sangat mengalir, benar-benar enak untuk diikuti. Alur ceritanya sendiri juga cepat sehingga pembaca tidak bosan. Tahu-tahu udah kelar aja baca novel ini. Memang, novel ini sangat tipis. 146 halaman saja, Sodara-Sodara. Bahkan novel teenlit terbitan GPU saja lebih tebal dari ini *keluh*. Nah, ukuran novel yang tipis inilah yang menganggu saya. Padahal saya sangat menikmati gaya menulis Nurilla Iryani, tapi sayang, kemesraan kebersamaan saya dengan penulis (lewat novel ini) terasa cepat sekali berlalu. Saya pikir, sebenarnya banyak aspek dari novel ini yang bisa digali lebih dalam, terutama tokoh-tokohnya yang, secara mengejutkan, semuanya saya sukai. Tentang endingnya sendiri, saya tidak yakin semua pembaca akan suka. Saya pribadi dapat menerima endingnya. Sangat realistis. Bila saya berada di posisi Karin (bukan berarti saya ingin operasi kelamin ya), saya mungkin akan melakukan hal yang sama. :)

Di luar beberapa keluhan saya di atas, novel ini sejujurnya sangat menarik. Covernya unyu-unyu pula. Saya juga jatuh cinta pada gaya tulisan Nurilla Iryani. Siapapun, tolong kabari saya jika beliau menerbitkan buku lagi ya. :D

17 Des 2013

J'ADORE - Jakarta Paris Via French Kiss by Syahmedi Dean

Judul Buku: J'ADORE - Jakarta Paris Via French Kiss
Judul Asli: J.P.V.F.K. - Jakarta Paris Via French Kiss
Seri: Tetralogi Fashion #2
Penulis: Syahmedi Dean
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 360 hlm
ISBN: 9789792297744
Rating: 3/5
Sinopsis Goodreads:

Petualangan empat wartawan lifestyle selalu tak terduga, berlari di jalur-jalur underground Metro di Paris, terhanyut dalam dilema kesetiaan di lantai dua bus merah di London, terpelintir antara memori dan kenyataan di gedung-gedung tua di Milan, teraduk gelombang fashion dunia di Show Christian Dior, Channel, Fendi, Max Mara, Prada, dan Paul Smith. Padahal kami mereka terikat di Jakarta. Mereka adalah:

Alif
Siapa saya ini? Seorang tamak cinta yang mendambakan freedom, dua sisi yang bertolak belakang. Yang pertama butuh komitmen dan perasaan, yang kedua butuh keberanian dan ketidakpedulian. God. Bagaimana harus menggabungkan keduanya? Saya tak mau hanya salah satu.

Raisa:
Elu bikin gue sangat kecanduan, pingin terus-terusan ketemu. Gue pikir, friends becomes lovers? Why not? I'm good enough for him, he's always nice to me, what more? I will move first... ladies first.

Didi:
Gue juga maunya hanya french kiss, dia juga gitu."Hari begene kok sesama laki-laki pacaran, too old fashioned," katanya begitu. Lagi pula kalau dipikir-pikir, sesama laki-laki pacaran, life goal-nya apa?

Nisa:
Sandwich? Hah. Sandwich selain roti adalah semacam istilah untuk satu sex activity yang melibatkan tiga orang, dua sebagai roti, satu sebagai daging atau selada untuk vegetarian. Pasti ada yang tidak benar dari kode gerak bibir Gavin ke Oliver. Pasti mereka punya hidden agenda.
Peringatan: Reviu ini mengandung spoiler buku pertama. Bila kamu ingin membaca tetralogi fashion, mending abaikan reviu ini deh.

J’Adore - Jakarta Paris Via French Kiss adalah buku kedua dari tertralogi fashion yang berkisah tentang empat wartawan lifestyle, di mana fokus utama cerita adalah Alif, seorang fashion editor di sebuah majalah fashion/lifestyle terkenal di Jakarta. Di buku pertama, Alif terlibat kisah cinta ‘diam-diam’ dengan bawahannya yang bernama Edna. Sayang sekali, kisah cinta mereka amat singkat, sesingkat usia Edna. Namun, kisah yang singkat tersebut tak lantas membuat Edna terhapus begitu saja dari kehidupan Alif. Saat berada di Milan,  Alif bertemu dengan seorang pria dari masa lalu Edna, seorang laki-laki yang pernah menjalin hubungan dengan Edna, dan ternyata bersama laki-laki tersebut Edna dikaruniai seorang putri kecil yang cantik. Fransesco, nama pria itu, kemudian meminta Alif untuk mempertemukan dirinya dan putrinya dengan orang tua Edna di Indonesia. Bagaimana perasaan Alif saat mengetahui fakta bahwa Edna ternyata tidak seinnocent yang dia kira? Akankah Alif meluluskan permintaan Fransesco?

Original Cover
Di buku kedua ini porsi sahabat-sahabat Alif yaitu Didi, Raisa, dan Nisa, ditampilkan lebih banyak. Didi yang ditugaskan ke Paris untuk meliput acara fashion show, menjadikan kesempatan tersebut untuk ‘berburu’ laki-laki. Didi memang penyuka sesama jenis. Sayangnya, karena terlalu asyik bersenang-senang, Didi malah jadi tidak fokus dengan pekerjaannya dan ujung-ujungnya malah merepotkan Alif. Lalu Raisa, yang diam-diam ternyata memiliki perasaan khusus terhadap Alif. Dengan segala cara, Raisa bela-belain menyusul Alif ke Paris dan berniat mengutarakan perasaannya terhadap sahabatnnya itu. Namun Alif tampaknya tak menyadari sinyal-sinyal yang dikirim oleh Raisa. Parahnya lagi, Raisa terancam akan kehilangan pekerjaannya terkait kepergiaannya secara ‘ilegal’ ke kota fashion tersebut. Terakhir adalah Nisa, yang ingin ke Paris demi bertemu seorang pria dari masa lalunya—pria Perancis yang jago dalam urusan french kiss. Nisa sama sekali tidak menduga bahwa kunjungannya ke Paris akan menempatkan dirinya dalam posisi yang mengancam keselamatan hidupnya.

Secara keseluruhan, novel ini menawarkan pernak-pernik cerita yang lebih berwarna dibanding buku pertama. Hanya saja alur ceritanya masih terasa datar. Awalnya memang cukup seru mengikuti petualangan Alif dalam meliput acara fashion show di berbagai negara di Eropa (yang berakhir di Paris). Saya jadi tahu bagaimana suasana pagelaran busana tingkat dunia dengan sangat detail melalui sudut pandang Alif. Hanya saja, menurut saya bagian ini terlalu banyak dan penyampaiannya pun terasa datar layaknya membaca sebuah laporan wartawan yang meliput berita. Saya jadi sedikit jenuh.

Kehadiran Didi, Raisa, dan Nisa pun di Paris pun terasa sedikit dipaksakan (menurut saya loh ya). Didi okelah, karena dia memang ditugaskan untuk meliput berita di sana, sayangnya konflik yang dialami Didi terasa konyol, meski sempat membuat saya tersenyum sekaligus bergumam, “Oh, ada tempat kayak gitu toh di sana. Baru tahu.” Hehe. Sementara Raisa, uhm, apakah ia memang harus ke Paris demi mengungkapkan perasaannya terhadap Alif, sampai-sampai rela terancam kehilangan pekerjaan? Kenapa tidak menunggu hingga Alif kembali ke Indonesia saja? Dan Nisa, alasannya ke Paris lebih konyol lagi. Memangnya untuk dapat merasakan french kiss yang sesungguhnya harus dari cowok Perancis ya? Nggak mesti kan? Kalau cuma french kiss kan, di McD juga banyak. (ITU FRENCH FRIES PAAAAN! *disambit berjamaah*).

Overall, buku ini tetap merupakan bacaan wajib bagi mereka yang mempunyai passion di bidang fashion. Info tentang fashion week di Eropa sana benar-benar detail. Hanya saja,  saya belum belum bisa move on dari fakta bahwa tetralogi fashion ini ternyata tidak menceritakan masing-masing karakter empat wartawan lifestyle secara detail, hanya fokus terhadap Alif saja, sehingga belum bisa memberi lebih dari tiga bintang terhadap buku ini (iya, alasannya subjektif sekali, terima kasih). Meski demikian, saya tentu saja akan tetap membaca buku ketiga dan keempat. :)

11 Des 2013

Wishful Wednesday #14

Awal bulan yang sibuk, sampai-sampai saya kesulitan menyempatkan diri untuk membaca atau sekadar ngerumpi bareng teman-teman gokil di Whatsapp. Cuaca juga sedang tidak bersahabat. Saya lagi batuk-batuk nih, waktu ngetik ini. Haha. Iya saya lagi curhat. Oke, langsung aja ke postingan meme saya minggu ini. Buku yang lagi saya pengenin minggu ini adalah:

Seratus Tahun Kesunyian by Gabriel Garcia Marques
Penerjemah: Nin Bakdi Soemanto
Penerbit: Bentang   
Hanya sedikit karya sastra yang mampu mengubah hidup masyarakat, dan novel ini salah satunya. Dengan popularitas meluas ke seantero dunia, pengaruhnya memunculkan pengikut fanatik, seperti kemunculan sebuah agama baru. Berkisah tentang sebuah keluarga yang hidup di pedalaman Amerika Selatan - terbelenggu dalam jaringan nasib turun-temurun selama seratus tahun - novel ini telah memenangkan hadiah Nobel untuk karya sastra tahun 1982. Kisah yang sangat kaya dengan peristiwa, ketegangan yang mencekam, romantika yang menyentuh, humor yang segar, serta ungkapan kearifan hidup yang bahkan membuat kagum para filosofi. —Goodreads


Jadi, apa Wishful Wednesday-mu hari ini? :)

Mau ikutan Wishful Wednesday? Caranya gampang:
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu.
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu. :)

8 Des 2013

EDNASTORIA - Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion by Syahmedi Dean

Judul Buku: EDNASTORIA - Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion
Judul Asli: L.S.D.L.F. - Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion
Seri: Tetralogi Fashion #1
Penulis: Syahmedi Dean
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 280 hlm
ISBN: 9789792297737
Rating: 3/5

Setelah sekian lama berangan-angan memiliki tetralogi fashion karya Syahmedi Dean, akhirnya impian saya terwujud setelah Gramedia Pustaka Utama mengeluarkan box-set tetralogi ini, dengan sampul yang didesain ulang. Menurut saya sampul baru lebih menarik dan eye catching. Plus, gambar sampulnya mewakili keempat karakter penting dalam tetralogi ini. Namun saya sempat merasa kecele. Tadinya saya pikir setiap buku diceritakan dari sudut pandang masing-masing karakter, misalnya buku pertama dari sudut pandang Alif, buku kedua dari sudut pandang Didi, dan seterusnya. Ternyata tidak demikian. Tokoh utama tetralogi ini adalah Alif, sementara Didi, Raisa, dan Nisa hanyalah tokoh pendamping (walau mereka tetap memegang peranan penting dalam setiap buku). Saat menulis reviu ini, saya baru membaca buku pertama dan kedua.

Buku pertama ini bertajuk EDNASTORIA: Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion. Alif, Didi, Nisa, Raisa adalah empat sahabat yang berbeda karakter, namun keempatnya memiliki kesamaan yang melekatkan mereka satu sama lain: fashion dan lontong sayur. Alif dan ketiga sahabat kentalnya memang berkerja di bidang yang berhubungan dengan fashion, dan mereka selalu menyempatkan diri untuk makan siang bersama. Meski sering berbalut barang-barang bermerk, ternyata selara makan mereka tidak muluk-muluk. Yap, mereka sama-sama suka lontong sayur!

Alif bekerja sebagai editor pada sebuah majalah fashion terkenal. Alif punya penggemar rahasia yang tidak diketahui jenis kelaminnya. Komunikasi yang mereka lakukan hanya melalui fasilitas email. Alasan mengapa Alif terus mempertahankan komunikasi dengan si penggemar rahasia adalah karena si pengirim email misterius tersebut selalu memberi masukan terhadap Alif terkait pekerjaannya di majalah, baik itu saran maupun kritik yang membangun. Tak jarang mereka terlibat adu argumen, karena Alif ingin mempertahankan pendapatnya.

Original Cover
Sementara itu di kehidupan nyata, Alif bertemu dengan perempuan cantik yang belakangan menjadi rekan sekerjanya. Namanya Edna. Memiliki wajah menarik, berpenampilan trendi, berkepribadian ceria dan agak manja, membuat gadis ini mendapatkan perhatian khusus dari Alif. Gayung bersambut, Enda pun menaruh minat terhadap Alif. Mereka pun memutuskan untuk menjalin hubungan rahasia. Mereka bertaruh, untuk sama-sama menjaga kerahasiaan hubungan mereka, jangan sampai ketahuan orang lain. Sekali hubungan mereka ketahuan oleh rekan kerja atau kenalan mereka, maka usailah hubungan kucing-kucingan tersebut.

Inti cerita buku pertama ini sebenarnya berkutat pada hubungan rahasia Alif-Edna, serta hubungan unik Alif dan si pengirim email yang berjenis kelamin tidak jelas. Memang ada kisah-kisah selingan yang menyangkut masa lalu Alif yang ternyata pernah menikah tapi kemudian bercerai, juga tentang seorang model misterius bernama Ajus. Tapi secara keseluruhan saya merasa alur cerita novel ini cenderung datar. Untungnya penulis mampu memikat pembaca melalui gaya berceritanya yang menarik. Penulis juga menggambarkan dunia kerja di majalah fashion dengan begitu detail sehingga membaca dapat memperoleh gambaran seperti apa bekerja di majalah fashion (latar belakang penulis memang dari dunia tersebut). Bisa jadi, pembaca akan tertarik untuk bekerja di majalah fashion. Pokoknya pembaca yang fashion freak akan benar-benar terpuaskan bila membaca novel ini. Sementara pembaca yang benci dengan barang-barang branded, mending jauh-jauh deh dari novel ini, karena barang-barang branded memang bertebaran di mana-mana.

Alasan saya ‘hanya’ memberi bintang 3 terhadap novel ini lebih karena plot ceritanya yang datar. Di luar itu, saya sangat menyukai buku ini. Dunia fashion memang cukup menarik bagi saya (walau di dunia nyata saya sama sekali tidak fashionable *ngakak*). Karakter-karakter dalam buku ini juga menarik. Oh ya, meski plot ceritanya cerderung datar, novel ini memiliki kejutan-kejutan yang tak terduga, terutama endingnya yang bikin syok. Twistnya benar-benar mantap. Saya sampai melongo dibuatnya. Good job, Mr. Dean! >.<b

7 Des 2013

Crash Into You by aliaZalea

Judul: Crash Into You
Penulis: aliaZalea
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Maret 2011
Tebal: 280 hlm.
ISBN: 9789792267648
Rating: 3,5/5

Sinopsis:
Hanya ada satu orang yang paling dibenci Nadia di dunia ini, seorang anak laki-laki bernama Kafka. Cowok jail itu tidak bisa berhenti mengisenginya setiap hari, enam hari dalam seminggu, selama hampir dua tahun. Terakhir kali Nadia bertemu dengannya adalah sekitar dua puluh tahun yang lalu ketika mereka sama-sama masih mengenakan seragam putih-merah. Semenjak itu Nadia berjanji untuk tidak akan pernah lagi sudi bertatap muka dengannya.

Tetapi ketika suatu pagi, di usia dewasanya, Nadia terbangun dengan hanya mengenakan pakaian dalam di kamar hotel Kafka, dia harus mengevaluasi ulang pendapatnya tentang laki-laki satu ini. Kafka bukan saja kelihatan superhot, tetapi Nadia secuil pun tak pernah membayangkan bagaimana cowok iseng dan jail itu kini bisa menjadi dokter jantung ternama yang menangani ayahnya.

Nadia begitu membenci Kafka. Di masa kecil mereka, Kafka selalu mengisengi Nadia. Cowok itu betah mengganggunya setiap hari, enam hari dalam seminggu, selama hampir dua tahun. Terakhir kali Nadia bertemu dengannya adalah sekitar 20 tahun yang lalu ketika mereka sama-sama masih mengenakan seragam putih-merah (nah, ini beneran 20 tahun ya, bukan karena saya ngetiknya lebay). Sejak saat itu Nadia berjanji tak akan pernah lagi sudi bertatap muka dengan Kafka.

Tapi, siapa yang menyangka bahwa dia akan bertemu lagi dengan Kafka dalam keadaan yang tidak biasa? Keadaan yang tidak biasa di sini maksudnya adalah: Nadia terbangun setengah telanjang (hanya mengenakan pakaian dalam) di sebuah kamar hotel, bersama Kafka. Dan perempuan itu tidak ingat bagaimana ia bisa berada di sana. Satu hal yang menarik perhatian Nadia, bahwa Kafka kini telah bertransformasi menjadi laki-laki yang super-HOT, menilik bentuk tubuh pria itu yang bisa dibilang sempurna. Kemudian sebuah pertanyaan membuat Nadia khawatir: apa yang telah diperbuat Kafka terhadapnya?

4 Des 2013

Wishful Wednesday #13

Setelah 20 tahun nggak ikut Wishful Wednesday, hari ini saya insyaf dan memutuskan untuk kembali ke jalan yang benar memposting buku yang menjadi inceran. (Bagian 20 tahunnya bohong ya.) Yah, memang ada beberapa buku yang saya idam-diamkan. Koreksi, ada BANYAK buku yang saya idam-idamkan. Saya bahkan sudah membuat daftarnya dan... saya kaget sendiri saking banyaknya. *nyengir* Tapi kalau dipaksain dibeli sekaligus, malah nggak makan selama empat tahun ke depan (hidup lebay!).

Nah, saya pun berencana untuk memposting buku-buku tersebut secara berkala. Dan meme bikinan Kak Astrid inilah wadah yang pas untuk mendisplay buku-buku yang menjadi inceran saya. Untuk edisi kali ini, buku yang saya inginkan ada dua. Dulu saya pernah punya edisi lama buku ini, tapi dipinjam teman dan nggak dibalikin lagi. *nangis*

Dua buku tersebut adalah:

Old Shatterhand, The Wild West Journey by Karl May
Penerjemah: Melody Violine
Penerbit: Visi Media
"Belum pernah melihat bison seumur hidup, tapi kau menembak jatuh banteng terkuat di kawanannya! Belum pernah melihat beruang grizzly, tapi kau menikam seekor hingga mati, seperti orang mencungkil biji apel! Sekarang kau menjatuhkan orang Indian petarung pisau paling kuat dan paling terkenal dan menikam jantungnya, pada kesempatan pertama, tanpa kehilangan setetes pun darahmu sendiri! Dick dan Will, ayo ke sini dan lihatlah pengukur dari Jerman ini. Siapakah dia?"
  
 ***
   
Seorang pemuda Jerman bernama Charlie bertualang ke benua Amerika dan menuju Wild West. Dia menemukan banyak hal menarik di daerah perbatasan Amerika yang belum ditaklukkan bangsa kulit putih. Banyak tantangan yang harus dia hadapi, seperti ancaman beruang grizzly, orang Indian yang memusuhinya, dan orang kulit putih yang tidak jujur. Dia selalu berhasil dan menang. Dia selamat dari satu demi satu situasi berbahaya berkat kecerdikan, kemahirannya mengangkat senjata, dan kekuatannya yang luar biasa (sehingga dia dijuluki "Old Shatterhand").

Dalam perjalanan, dia berteman dengan seorang pemuda Indian yang sama hebatnya: Winnetou. Keinginan Charlie untuk bersahabat dengan Winnetou terhalang oleh perbedaan mereka. Bangsa Indian sudah terlalu banyak dirugikan oleh orang-orang kulit putih dan perbuatan Charlie di Wild West membuat mereka marah. Bagaimanakah Charlie memeroleh kepercayaan Winnetou dan Suku Apache, padahal nyawa taruhannya? [Goodreads]

Winnetou, The Wild West Journey by Karl May
Penerjemah: Melody Violine
Penerbit: Visi Media
 "Apa yang dipikirkan Old Shatterhand, semoga juga dipikirkan oleh Winnetou, dan apa yang diinginkan oleh Winnetou, semoga juga diinginkan oleh Old Shatterhand." --Intschu-tschuna, Kepala Suku Apache.
  
***

Uff, uff, celaka dua belas! Dalam kondisi terluka parah akibat bertarung dengan Winnetou, Old Shatterhand ternyata dibawa oleh pejuang Suku Apache ke perkampungan mereka di Rio Pecos. Meskipun pada mulanya Old Shatterhand bersama Sam Hawkens berniat menyalamatkan Winnetou dan Intschu-tschuna, Kepala Suku Apache, dari aksi balas dendam Suku Kiowa, kesalahpahaman malah membuat Old Shatterhand ditawan dengan ancaman hukuman mati!

Bagaimana Old Shatterhand menghadapi kemelut ini? [Goodreads]

Jadi, apa Wishful Wednesday-mu hari ini? :)

Mau ikutan Wishful Wednesday? Caranya gampang:
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu.
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu. :)

29 Nov 2013

The Invention of Hugo Cabret by Brian Selznick

Judul: The Invention of Hugo Cabret
Penulis & Ilustrator: Brian Selznick
Penerjemah: Marcalais Fransisca
Penerbit: Mizan Fantasi, 2012
Tebal: 543 hlm.
ISBN: 9789794336816
Rating: 4/5

Sinopsis:
Kehadirannya bagaikan hantu. Hugo menyelinap dari satu bilik ke bilik lain, menyusuri lorong tak terlihat, dan mengendap-endap di bawah temaram lampu stasiun kota. Tak seorang pun tahu, Hugo menyembunyikan sebuah rahasia besar warisan almarhum ayahnya, satu-satunya pengikat dirinya dengan masa lalu sekaligus masa depan. Namun, semua berubah ketika dia berjumpa seorang pria tua berwajah muram yang selalu berusaha menguak rahasia besar Hugo. Apa hubungan antara pria tua itu dengan rahasia Hugo?

The Invention of Hugo Cabret, sebuah sajian unik yang bukan hanya memukau pembaca lewat jalinan kisah mengagumkan, tetapi juga menghibur lewat goresan ilustrasi yang matang dan kaya makna. Bertutur tentang rahasia yang hilang dan kekuatan mimpi, karya spektakular ini layak untuk disimak.

Berlatar Paris tahun 1931, The Invention of Hugo Cabret berkisah tentang Hugo Cabret, seorang anak lelaki yang sehari-hari bekerja merawat jam-jam di stasiun kereta api kota Paris agar tetap bekerja dengan baik. Sebenarnya pekerjaan tersebut adalah pekerjaan pamannya,  tapi sejak sang paman menghilang, Hugo-lah yang menggantikan pamannya. Oleh karena suatu hal, Hugo melakukan pekerjaannya secara diam-diam agar tidak diketahui orang lain, terutama oleh petugas keamanan stasiun.

Hugo & Automaton
Di sarang rahasianya, Hugo rupanya sedang memperbaiki sebuah automaton peninggalan ayahnya. Automaton mirip dengan mainan patung putar atau kotak musik yang dapat bergerak-gerak. Bentuknya menyerupai miniatur manusia yang sedang menulis. Konon, bila automaton tersebut dapat diperbaiki, maka ia akan menulis sesuatu di atas kertas. Hugo dan ayahnya penasaran atas apa yang akan ditulis oleh mesin itu. Sang ayah yang ahli memperbaiki jam memutuskan untuk memperbaiki mesin yang tadinya terabaikan di sebuah museum tersebut. Sayangnya, sebelum berhasil memperbaiki automaton, ayah Hugo meninggal dalam sebuah peristiwa kebakaran.  Hugo yang menemukan automaton di bekas bangunan yang terbakar memutuskan untuk mengambil benda itu dan berusaha memperbaikinya, berbekal buku catatan milik sang ayah, serta kemampuan memperbaiki mesin yang juga didapat dari sang ayah. Jelas sekali bahwa automaton tersebut telah menjadi benda yang sangat penting baginya. Selain itu, ia ingin sekali mengetahui pesan yang apa akan ditulis oleh automaton.

28 Nov 2013

Naked in Death (Telanjang dalam Kematian) by J.D. Robb

Judul: Naked in Death (Telanjang dalam Kematian)
Seri: In Death #1
Penulis: J.D. Robb
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utam, 2008
Tebal: 440 hlm.
ISBN: 9789792236040
Rating: 4/5

Sinopsis:
Eve Dallas adalah Letnan polisi New York yang memburu pembunuh berdarah dingin. Selama lebih dari sepuluh tahun di kepolisian, ia sudah melihat semuanya-dan tahu kemampuannya bertahan hidup tergantung pada nalurinya. Dan ia melawan semua peringatan yang melarangnya berhubungan dengan Roarke, miliarder Irlandia-dan salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan yang ditangani Eve. Namun gairah dan rayuan mempunyai aturan tersendiri, dan tergantung pada Eve untuk mengambil kesempatan dalam pelukan pria yang sama sekali tidak dikenalnya-kecuali rasa lapar yang adiktif akan membutuhkan sentuhan pria itu.

Sebenarnya, rencana saya untuk posting baca bareng BBI bulan November kategori horror/thriller adalah buku berjudul Danur karya Risa Saraswati. Tapi saya malah kedistract sama buku lain dan akhirnya nggak baca sama sekali buku itu (salahkan Rantau 1 Muara dan Will Grayson, Will Grayson yang sukses mencuri perhatian saya). Beruntung di awal bulan saya sempat menuntaskan satu buku thriller romantis berjudul Naked in Death karya J.D. Robb—alias  Nora Roberts. Jadi, inilah buku yang akan saya reviu untuk kategori horror/thriller.

Oke lanjut.

Naked in Death adalah buku pertama dari rangkaian serial In Death yang lumayan masyur di kalangan pembaca. Tokoh utamanya adalah Eve Dallas yang berprofesi sebagai polisi berpangkat letnan. Di buku pertama ini Letnan Eve diceritakan menghadapi kasus pembunuhan seorang cucu senator Amerika. Korban ditemukan dalam posisi mengenaskan: telanjang, dengan tiga luka tembak masing-masing di kepala, dada, dan terakhir tepat di alat kelamin korban. Cucu senator yang menjadi korban tersebut ternyata berprofesi sebagai ‘pendamping berlisensi’ atau, kasarnya, pelacur. Memang di tahun 2058 (di mana kisah ini berlangsung), profesi pelacur dianggap resmi bila memiliki lisensi. Sang pembunuh meninggalkan pistol yang digunakan untuk membunuh korban, juga sebuah pesan yang ditulis tangan. Pesan tersebut berbunyi: “satu dari enam”. Artinya sudah jelas, bahwa pembunuh tak akan berhenti sebelum ia berhasil menambah lima korban lagi. Tampaknya, sang pembunuh ingin bermain-main dengan Eve. Ia tahu di mana Eve tinggal, sebab ia mengirimkan video rekaman pembunuhan yang dilakukannya.

31 Okt 2013

Aku Tahu Kamu Hantu by Eve Shi

Judul: Aku Tahu Kamu Hantu
Penulis: Eve Shi
Penerbit: GagasMedia, 2013
Tebal: 268 hlm.
ISBN: 9789797806521
Rating: 3/5

Sinopsis:
Aku di sini.
Kamu bisa melihatku,
tetapi kamu tidak bisa mendengarku.
Aku tahu kamu bingung,tetapi yakinlah...
aku tidak pernah bermaksud jahat.
Aku hanya ingin meminta tolong,
karena kamulah satu-satunya orang yang bisa memecahkan teka-teki ini.
Jika kamu melihatku lagi,
tolong jangan berpaling.
Semoga kamu mengerti isyaratku.

Biasanya, ulang tahun ke-17 sangat dinantikan oleh para remaja. Sebab di usia inilah mereka dianggap dewasa. Ulang tahun ke-17 atau sweet seventeen umumnya dirayakan lebih meriah dari biasanya. Olivia (Liv), tokoh utama cerita ini, adalah salah satu gadis yang beruntung bisa mencapai usia tersebut dalam kondisi yang sehat lahir bathin. Amin. Makasih. Hanya saja, ulang tahunnya tidak dirayakan dengan heboh. Ia berasal dari keluarga broken home. Mama kabur dari rumah gara-gara Papa kurang perhatian. Papa adalah dosen yang lebih memerhatikan pekerjaannya dibanding keluarga. Interaksi antara Liv dan Papa pun dingin-dingin saja. Nah, perubahan besar apakah yang terjadi setelah seventeen her age? #terVickyPrasetyo. Jadi sodara-sodara, pada usia inilah Liv mendapatkan kemampuan super. Memang nggak super-super benget kayak di film X-Men atau Superman. Bila Superman mampu melihat menembus dinding, maka Liv mampu melihat menembus dunia lain. Yak, tebakan Anda benar: Liv dikasih kemampuan melihat SETAN. Duh, amit-amit jabang bayi.

Awalnya hantu yang dilihat oleh Liv adalah cewek pake baju putih dengan rambut awut-awutan di toilet sekolah. Kemudian, Liv melihat Chandra, bocah 6 tahun yang kabarnya meninggal kecelakaan saat jalan-jalan sama... uhm... om-nya kalo nggak salah (saya reviewer berotak telfon). Si hantu Chandra ini parah banget. Awalnya cuma menampakkan diri di jalan depan rumah Liv. Naik level, si Chandra mulai ngetuk-ngetuk jendela kamar Liv yang berada di lantai dua! Dan Chandra tidak berhenti sampai di situ. DIA MENGGEDOR-GEDOR PINTU KAMAR LIV SAMBIL MEMOHON-MOHON MINTA DIBUKAIN PINTU! Asem banget. Siapa sih yang nggak takut pintu kamarnya digedor-gedor sama setan anak kecil?

Liv stres dengan apa yang dialaminya. Ia sudah mencoba membicarakan hal tersebut dengan Papa, tapi yah... gitu deh. Papa dosen, dan biasanya dosen berpikir logis. Dan pikiran logis Papa berkata bahwa semua yang dialami Liv tidak nyata. Alias mimpi. Alias ngigo. Frustrasi dong yah. Liv merasa sebagai anak yang tidak dianggap. Nggak dianggap bisa melihat hantu maksudnya. Belakangan, Liv akhirnya tahu kalo kemampuan melihat hantu ternyata sudah diwariskan secara turun-temurun dalam garis keluarga perempuan Mama. Ternyata, Mama juga punya kemampuan yang sama dengan Liv. Ibunya Mama alias nenek Liv pun memiliki kemampuan yang sama. Karena kemampuan ini tidak bisa dihilangkan, Liv hanya pasrah menerima keadaan dan mencoba membiasakan diri dengan ‘anugerah’nya itu. #kipaskipas #mendadakgerah

The White Tiger by Aravind Adiga

Judul: The White Tiger
Penulis: Aravind Adiga
Penerbit: Penerbit ANDI, 2010
Tebal: 360 hlm.
ISBN: 9789792912869

Sinopsis:
Fakta yang aneh: bunuhlah seorang pria dan kau akan merasa bertanggung jawab atas hidupnya---bahkan posesif. Kau jauh lebih mengenalnya daripada ayah-ibunya; mereka mengenal janinnya, tapi kau mengenal mayatnya. Kaulah yang membuat kisah hidupnya komplit; hanya kau yang tahu kenapa tubuhnya harus dikirim ke api sebelum waktunya, dan kenapa jari-jari kakinya berkerut dan berjuang untuk memperoleh satu jam lagi di bumi.

***

Balram, supir pribadi Ashok yang polos, sabar, patuh, dan memuja tuannya setengah mati. Siapa yang menyangka ia akan tega menggorok leher sang majikan yang sudah dianggapnya serupa dewa itu? Bagaimana bisa seorang bodoh berubah menjadi kriminal berdarah dingin? Apakah hanya karena fakta aneh di atas? Cerita Balram akan membuka mata Anda lebar-lebar tentang India yang sama sekali belum merdeka, kebohongan Sungai Ganga sebagai simbol emansipasi, kebobrokan politik demokrasi, dan mengapa ia sampai dijuluki sebagai si Harimau Putih. Keadaan yang tidak jauh berbeda dengan negara kita ini berhasil dituliskan Aravind Adiga, peraih The Man Book Prize 2008, ini dengan apik. Kisah luar biasa yang akan menyadarkan Anda dari kebohongan dunia.

The White Tiger adalah salah satu novel yang awalnya sulit saya nikmati. Mungkin inilah novel terberat yang saya baca tahun ini. Berhasil menyesaikan buku ini merupakan prestasi tersendiri buat saya. Biasanya saya akan berhenti membaca sebuah buku bila buku tersebut benar-benar tidak sesuai dengan selera saya. So, thanks buat komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI),  karena berkat event baca bareng BBI, selain saya diajak untuk membaca buku (fiksi) di luar zona nyaman saya, dengan ikut posting bareng mau tidak mau saya harus membaca sebuah buku sampai selesai. Mungkin awalnya memang menyiksa, terutama karena gaya bercerita dalam buku ini sangat sinis dan sarkastis, di mana bacaan model begini biasanya saya hindari. Namun, setelah selesai membaca buku ini, saya merasa cukup puas, selain karena bisa menyelesaikan bacaan saya, buku ini juga telah memberi pengetahuan baru bagi saya yang tadinya tak begitu memahami kondisi negara India. Dan, buku ini membuat saya semakin mencintai negara saya sendiri.

Kisah The White Tiger (judulnya tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia) adalah tentang Balram yang mengirim surat kepada perdana menteri China, Mr. Jiabao, yang akan datang ke India untuk menemui intrepreneur hebat di negara tersebut. Balram merasa dirinyalah intrepreneur yang paling tepat untuk ditemui oleh perdana menteri. Untuk itu, lewat suratnya, Balram mulai menceritakan kisah hidupnya sejak dirinya kecil hingga sukses seperti sekarang ini. Uniknya, lompatan besar dalam hidup Balram merupakan sesuatu yang tidak biasa, yaitu ketika ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri: Mr. Ashok. Percayalah, ini bukan spoiler, karena pada sinopsis di sampul belakang buku, hal tersebut telah diungkapkan dengan gamblang. Ini menggelitik rasa ingin tahu saya. Mengapa Balram sampai membunuh Mr. Ashok?

28 Okt 2013

Ranah 3 Warna by A. Fuadi

Judul Buku: Ranah 3 Warna
Seri: Trilogi Negeri 5 Menara #2
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012 (April, Cetakan VI)
Tebal: xiii + 473 hlm
ISBN: 978-979-22-6325-1
Rating: 4,5/5


"Man Shabara Zhafira."

Ranah 3 Warna melanjutkan kisah perjuangan Alif dalam mewujudkan harapan dan cita-citanya. Keinginan Alif untuk menjadi Habibie, serta impiannya untuk menjejakkan kaki di benua Amerika belumlah padam. Kendalanya, untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, Alif harus punya ijazah SMA, padahal Pondok Madani (PM) tempat Alif menimba ilmu, tidak mengeluarkan ijazah. Untuk itu, Alif harus mengikuti ujian persamaan SMA untuk mendapatkan ijazah dan agar bisa mengikuti UMPTN. Setelah perjuangan yang tak ringan, Alif berhasil mendapatkan ijazah dan sukses dalam UMPTN. Ia akhirnya diterima di Universitas Padjajaran Bandung, jurusan Hubungan Internasional. Memang agak melenceng dari cita-citanya semula, yaitu Teknik Penerbangan ITB. Bagaimanapun, Alif tetap bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Alif pun memulai kehidupannya sebagai mahasiswa di Bandung.

Kehidupan di Bandung tidak mudah. Berbagai ujian dan tantangan hidup harus Alif jalani, terutama kebutuhan akan keuangan. Sebagai mahasiswa, Alif butuh uang, selain untuk membiayai kuliahnya, juga untuk membeli buku-buku tambahan. Karena tak ingin menambah beban orang tua di kampung, Alif berusaha mencari uang tambahan dengan cara bekerja sambil kuliah. Berbagai jenis pekerjaan dicoba olehnya. Mulai dari mengajar privat hingga menjadi sales yang membuatnya mengalami pengalaman pahit. Sakit tifus selama sebulan yang diderita olehnya membuat Alif semakin terpuruk. Belum lagi peristiwa malang yang menimpa salah satu anggota keluarga (bagian ini membuat mata saya basah). Sempat terpikir oleh Alif untuk berhenti kuliah dan kembali ke kampung untuk membantu para anggota keluarga yang masih tersisa. Namun, mengingat segala perjuangannya mulai dari ikut ujian persamaan SMA hingga UMPTN, rasanya sangat disayangkan bila ia harus pulang kampung. Dalam keputusasaannya, Alif teringat satu lagi ajaran emas selama di PM. Alif berpikir, ternyata mantera man jadda wajada saja tidak cukup. Satu lagi mantera yang perlu diingat: man shabara zhafira, yang secara harafiah berarti: siapa yang bersabar akan beruntung (dengan kata lain, siapa yang bersabar akan memperoleh hasil yang lebih baik). Alif pun mencoba untuk bersabar menghadapi setiap cobaan yang dialaminya.

21 Okt 2013

Negeri 5 Menara by A. Fuadi

Judul Buku: Negeri 5 Menara
Seri: Trilogi Negeri 5 Menara #1
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pusataka Utama
Tahun Terbit: 2009 (Oktober, Cetakan II)
Tebal: xiii + 420 hlm
ISBN-13: 9789792248616
Rating: 5/5


"Man Jadda Wajada."

Buku ini termasuk salah satu buku yang cukup lama bertengger di daftar ‘to-read’ saya. Tak lama setelah mulai membaca buku ini, saya segera menyesali diri sebab telah menunda-nunda membacamya. Novel yang sarat motivasi. Setiap lembarnya ibarat suntikan penyemangat, setidaknya bagi saya. Pada akhirnya, Negeri 5 Menara sukses membuat saya berangan-angan—walau sangat tidak mungkin—untuk mencicipi dunia pendidikan di pondok pesantren seperti yang digambarkan dalam buku ini. Terus terang, saya merasa iri pada mereka yang mengalami masa-masa pendidikan di Pondok Madani.

Buku pertama dari rangkaian trilogi ini berkisah tentang Alif Fikri yang berasal dari Maninjau, Sumatera Barat. Alif adalah anak yang cerdas serta memiliki cita-cita yang tinggi. Setelah lulus dari sekolah madrasah, ia ingin melanjutkan pendidikan ke SMU negeri di Padang, lalu meneruskan kuliah di ITB agar bisa seperti B.J. Habibie, tokoh panutannya. Sayang sekali mimpinya untuk bersekolah di SMU negeri harus kandas, sebab Amak menginginkan dirinya masuk sekolah agama. Amak sangat berharap agar Alif dapat mengikuti jejak Buya Hamka, seorang pemuka agama tersohor. Amak ingin sekali menepis anggapan bahwa sekolah madrasah atau pesantren hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri (atau kasarnya, anak-anak yang bersekolah di pesantren dinilai tidak cakap untuk berskolah di sekolah negeri). Alif sangat marah dan kecewa atas keputusan sepihak dari Amak. Namun, setelah mendapat dukungan moral dari sang paman yang sedang melanjutkan studi di Kairo, Mesir, akhirnya Alif melunakkan hati dan menuruti kemauan Amak.

30 Sep 2013

Lady of Skye (Romansa di Pulau Skye) by Patricia Cabot

Judul Buku: Lady of Skye (Romansa di Pulau Skye)
Penulis: Patricia Cabot
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2010
Tebal: 504 halaman
ISBN-13:  9789792264494
Rating: 5/5


Novel historical romance kedua yang saya baca. Lady of Skye berkisah tentang Dr. Reilly Stanton yang datang ke Lyming, sebuah desa di pulau Skye, untuk bekerja sebagai dokter di sana untuk menjawab iklan dari Lord Glendenning. Reilly rela jauh-jauh dari London dan meninggalkan kehidupannya yang nyaman untuk membuktikan kepada mantan tunangannya bahwa ia bisa menjadi dokter yang baik, dan bukannya seorang pemabuk tidak berguna. Reilly berharap apa yang dilakukannya mampu meluluhkan hati sang mantan sehingga mau menerimanya kembali.

Begitu tiba di Lyming, Reilly langsung memperoleh kesempatan untuk membuktikan keahliannya, yaitu mencoba menyelamatkan nyawa tukang perahu mabuk yang tercebur ke laut yang sangat dingin. Akan tetapi usaha Reilly sia-sia, dan dengan berat hati ia memvonis bahwa tukang perahu tersebut telah meninggal. Namun kedatangan Miss Brenna, wanita yang selama ini dianggap dokter desa Lyming mengejutkan Reilly. Bagaimana tidak, hanya dengan pukulan super-keras dari Miss Brenna, tubuh tukang perahu yang tadinya telah dianggap mati oleh Reilly ternyata bisa bangun lagi, setelah terbatuk-batuk cukup parah. Dalam hati Reilly menjuluki Miss Brenna sebagai “Wanita Amazon” karena sikapnya yang bar-bar.

Sebenarnya, tujuan Lord Glendenning (tuan tanah setempat) memasang iklan adalah agar siapapun dokter yang  menjawab iklannya akan menempati pondok tempat Miss Brenna tinggal, sehingga mau tidak mau Miss Brenna harus keluar dari pondok dan pindah ke kastil sang Lord. Ya, Lord Glendenning menyukai Miss Brenna, dan itu satu-satunya cara agar Brenna mau tinggal bersama dengannya. Di sisi lain, Reilly awalnya mengalami kesulitan sebab penduduk setempat lebih mempercayai Miss Brenna sebagai dokter. Reilly harus berusaha untuk memperoleh kepercayaan masyarakat. Untungnya, hal tersebut tak terlalu berat bagi Reilly, oleh karena pembawaannya yang ceria, mudah bergaul, dan tidak menganggap Miss Brenna sebagai saingan, tapi justru sebagai rekan kerja.

Bisa ditebak ke mana arah jalan cerita. Dr. Reilly Stanton diam-diam mulai menyukai “Wanita Amazon” tersebut. Meski sikap Brenna cenderung kasar dan suka mengenakan celana panjang layaknya laki-laki, Miss Brenna sebenarnya cantik dan berhati lembut. Hal tersebut terlihat dari bagaimana wanita itu dengan tulus dan penuh perhatian menangani setiap pasien yang datang kepadanya. Perlahan-lahan Reilly mampu menghapus ingatan tentang mantan tunangannya. Akan tetapi, Miss Brenna sendiri penuh dengan misteri. Reilly dilema, sebab sebagai seorang Marquis, ia tak boleh sembarangan memilih pasangan hidup. Lagi pula, Lord Glendenning pasti akan membunuhnya bila tahu dirinya menyukai Brenna.

Sebenarnya misteri apa yang menyelimuti Miss Brenna? Mengapa wanita itu kerap terlihat mondar-mandir di pemakaman saat malam tiba? Mampukah Dr. Reilly Stanton dan Miss Brenna menangani wabah kolera yang mulai menghantui Lyming—wabah yang pernah membunuh hampir sepertiga populasi desa itu? Bagaimana akhir kisah cinta terlarang mereka?

Lagi-lagi saya harus mengakui bahwa novel historical romance memang bukan sekadar cerita romance semata. Setidaknya untuk novel ini. Novel yang ditulis oleh Patricia Cabot a.k.a Meg Cabot ini benar-benar membuat saya kagum. Begitu banyak hal positif dari novel ini yang membuat saya larut di dalamnya. Ceritanya menarik, karena mengangkat profesi dokter dan wabah kolera yang konon benar-benar terjadi di pada masa itu. Dibutuhkan riset yang baik untuk mengangkat tema wabah kolera dan profesi seorang dokter pada tahun 1800-an ke dalam kisah romance. Dialog dan adegan dalam novel ini penuh dengan humor yang mampu mengundang tawa—benar-benar ciri khas Meg Cabot.

Tiga tokoh penting dalam novel ini juga menarik. Reilly digambarkan sebagai sosok bangsawan yang tak ingin profesi dokternya hanya sebagai gelar semata, tapi juga ingin agar gelarnya itu benar-benar dapat bermanfaat bagi orang lain. Kepribadiannya pun hangat dan ceria. Ia juga digambarkan sebagai sosok yang penyayang. Hal ini terlihat pada adegan di mana ia selalu memikirkan dua sahabatnya di London. Saya sebagai membaca pun ikut penasaran tentang dua tokoh sahabat hanya selalu hadir dalam benak Reilly tersebut. Untungnya, kedua orang itu akhirnya muncul juga. Yeah! Tokoh Brenna cukup unik. Ia adalah wanita yang keras kepala dan pantang menyerah. Meski awalnya tidak menyukai kehadiran Reilly yang dianggapnya sebagai ancaman, tapi akhirnya ia menyerah juga sebab ada kasus di mana ia membutuhkan Reilly sebagai rekan kerja sesama dokter. Interaksi antara Brenna-Reilly dan Brenna-Lord Glendenning kerap mengundang tawa. Bahkan, ada adegan di mana Brenna menonjok Lord Glendenning yang playboy itu. Benar-benar lucu dan di luar dugaan! Sementara Lord Glendenning sendiri sebenarnya tidak sepenuhnya antagonis. Di luar sikapnya yang playboy dan suka menggoda gadis-gadis di Lyming, Glendenning sebenarnya sangat perhatian terhadap warga desa. Pada akhirnya, sifatnya yang penyayang benar-benar muncul saat wanita yang sebenarnya ia cintai terbaring tak berdaya oleh wabah kolera. Siapakah wanita itu? Temukan sendiri jawabannya di novel ini ya. :)

Bila ada yang membuat saya kurang puas terdahap novel ini, hal tersebut adalah ending-nya. Novel ini memang berakhir bahagia (seperti yang diharapkan dari novel romance pada umumnya). Hanya saja, saya merasa bahwa novel ini ditutup dengan tergesa-gesa, sehingga tidak menyisakan ruang bagi pembaca untuk lebih menikmati akhir novel ini. Meskipun demikian, adegan penutup yang singkat tadi dibumbui dengan twist manis yang menghangatkan hati. Itulah sebabnya saya tetap memberikan 5 bintang untuk Lady of Skye karya Patricia “Meg” Cabot ini.

17 Sep 2013

Runaway Ran - Mia Arsjad

Judul: Runaway Ran
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juli 2013
Tebal: 368 hlm
ISBN13: 9789792260007
Rating: 4/5

Sinopsis:
Katrina si anak manja yang hobi belanja online itu, sekarang harus belajar hidup irit dan mencari uang sendiri. Kebetulan, ada iklan lowongan yang di-broadcast di Blackberry. Katanya sih untuk jadi asistennya J.F. Ran, komikus pengarang 4 Hero No Zero. Tawarannya menggiurkan sih, dan berhubung kebutuhan belanja online-nya sangat mendesak, Katrina pun mengirimkan CV-nya.

Komik berjudul 4 Hero No Zero sudah tiga tahun ini booming di Indonesia. Komik nyeleneh dan kocak itu ditulis oleh J.F. Ran yang ternyata aslinya ganteng, tapi galak. Apalagi pacarnya, Viana, yang judes dan cemburuan setengah mati. Nggak heran kalau orang yang kerja jadi asisten Ran, nggak pernah bertahan lama.

Kali ini giliran Katrina yang jadi asistennya. Bakalan awet nggak ya? Kira-kira siapa yang bakalan takluk? Ran atau Katrina?

Novel Metropop terbaru karya Mia Arsjad ini berkisah tentang Katrin yang punya hobi belanja secara online. Gadis ini tak tanggung-tanggung membelanjakan banyak uang untuk membeli barang-barang yang kabarnya impor dan limited edition seperti baju, tas, dsb. Sayang sekali, nasib malang menimpa ayah Katrin, yang mengakibatkan ayahnya terpaksa harus ‘pensiun’. Meski sang ayah tak sampai jatuh miskin dan masih mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya kuliah Katrin, Katrin sadar bahwa statusnya sudah bukan lagi anak direktur. Akan tetapi, Katrin masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisinya. Keinginan belanja online-nya masih sulit ditahan. Maka Katrin memutuskan untuk mencari pekerjaan demi memenuhi keinginan belanjanya.

31 Agt 2013

August Book Haul | 2013

image source: here. edited by me.
Selamat hari kemerdekaan! *lirik banner di atas* Iya, tahu, udah lewat. :P

Bulan Agustus ini ternyata saya cuma bikin dua review. *sigh* Tapi meski cuma bikin dua review, jumlah buku yang dibaca bulan ini lumayan lah, empat biji (lhaaa dikit banget, Pan?). Meski cuma empat buku, semuanya bagus dan berkesan loh. Buku-buku tersebut adalah: Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, The Guy Next Door, dan Lady Of Skye. Saya baru tahu kalau Patricia Cabot (yang nulis Lady Of Skye) ternyata adalah Meg Cabot. :D

Nah, demi menambah postingan bulan ini sekaligus pamer (ijah, jujur sekali), saya akan memposting book haul bulan Agustus. Senang banget bulan ini saya dapet hibahan buku dari si Kucing. Nggak tanggung-tanggung, dese ngasih tiga biji lho: Pulang by Leila S. Chudori, Dear Friend With Love by Nurilla Iryani, dan Aku Tahu Kamu Hantu by Eve Shi. Untuk buku yang terakhir itu, si Kucing nggak selesai bacanya. Jadi penasaran, seseram apa bukunya? Jadi nggak sabar untuk segera membacanya.

Berikut hasil tangkapan bulan Agustus:








1. Silver Linings Playbook by Matthew Quick
2. Will Grayson, Will Grayson by John Green & David Levithan
3. Bossypants by Tina Fey
4. Marvel's Civil War by Stuart Moore
5. Sweet Misfortune  by Kevin Alan Milne
6. The Look by Sophia Bennett
7. Before Us by Robin Wijaya
8. Explicit Love Story by Lee Sae In
9. Lukisan Keempat by Rina Suryakusuma
10. To Shir Phillip, With Love by Julia Quinn
11. The Secret Diary of Miss Miranda Cheever by Julia Quinn
12. Dil3ma by Mia Arsjad
13. Pink Project by Retni SB
14. Malam Terakhir (Kumpulan Cerpen) by Leila S. Chudori
15. The Woman He Loved Befor by Dorothy Koomson
16. The Last Empress by Anchee Min
17. Anak Rembulan by Djokolelono

Hibahan dari si Kucing Imut *big hug*
18. Aku Tahu Kamu Hantu by Eve Shi
19. Pulang by Leila S. Chudori
20. Dear Friend With Love by Nurilla Iryani

Semoga bulan depan bisa baca lebih dari empat buku, mengingat timbunan yang semakin tinggi. Cemunguuuud! *cambukin diri sendiri*

28 Agt 2013

The Guy Next Door (Pria Impian di Sebelah Rumah) by Meg Cabot

Judul Buku: The Guy Next Door (Pria Impian di Sebelah Rumah), juga dikenal dengan judul The Boy Next Door
Seri: Boy #1
Penulis: Meggin "Meg" Cabot
Penerjemah: Indah S. Pratidina
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2003 (Juli, Cetakan III)
Tebal: 560 halaman
ISBN-13: 9789792203288
Rating: 5/5


Melissa Fuller yang bekerja sebagai kolumnis gosip New York Journal belakangan ini sering datang terlambat. Itulah mengapa ia diberi email peringatan dari kantornya. Beberapa waktu yang lalu Mel mendapati Mrs. Friedlander, tetangga apartemennya, tak sadarkan diri. Ternyata wanita tua itu diserang oleh seseorang, dan kini ia terbaring koma di rumah sakit. Mrs. Friedlander memiliki seekor anjing Great Dane dan dua ekor kucing yang perlu diberi makan dan diajak jalan-jalan, dan sebagai tetangga yang baik, Mel merasa dirinya wajib menggantikan Mrs. Friedlander mengurus ketiga mahkluk itu untuk sementara. Itulah mengapa ia sering terlambat.

Sebenarnya Mrs. Friendlander masih memiliki satu kerabat yang masih hidup, yaitu seorang keponakan laki-laki bernama Max Friedlander. Max adalah fotografer terkenal yang sayangnya tidak bisa diandalkan. Max adalah sosok yang egois dan juga playboy. Ia tengah berlibur di Florida bersama pacar modelnya, Vivica, sewaktu mendapatkan kabar tentang bibinya. Max beranggapan bahwa kewajiban menjenguk bibinya yang sedang koma serta merawat bintang peliharaan beliau hanya akan membuang waktunya yang berharga. Akan tetapi, Mrs. Friedlander sebenarnya memiliki tabungan yang lumayan besar. Dan Max-lah yang akan mendapatkan warisan tersebut bila sesuatu terjadi kepada bibinya. Karena malas memenuhi kewajibannya sebagai keponakan yang baik, tapi di satu sisi tak ingin namanya dicoret dari daftar ahli waris, Max meminta John Trent, sahabat baiknya yang berutang budi sangat besar kepadanya, untuk berpura-pura menjadi dirinya. Tugas John sederhana saja: Mengaku sebagai Max, sesekali menjenguk Mrs. Friedlander di rumah sakut, dan tentu saja, merawat binatang peliharaan Mrs. Friedlander.

Melissa Fuller yang sudah mendengar reputasi buruk Max agak terkejut mendapati bahwa Max ternyata tak seperti yang digunjingkan orang, terutama Dolly, rekan sejawatnya yang tampaknya punya daftar ‘dosa’ Max. Mel merasa orang-orang terlalu berlebihan dalam menilai Max, karena cowok yang kini menempati ruang apartemen Mrs. Friedlandar adalah sosok yang menyenangkan, asyik diajak mengobrol, dan yang paling penting, ia menyayangi binatang peliharaan Mrs. Friedlandter. Tentu Mel beranggapan demikian karena gadis itu tidak tahu bahwa pria tampan yang baru dikenalnya itu bukanlah Max Friedlander asli.

John Trent tadinya berpikir bahwa tak akan sulit berpura-pura menjadi Max. Kalau saja tidak untuk membalas budi Max, John tidak akan mau repot-repot menjalani perannya saat ini. Masalahnya, Max tak pernah bercerita pada John bahwa gadis tetangga bibinya sangat menarik. Tidak butuh waktu lama untuk membuat mereka (John dan Mel) menjadi dekat. Diam-diam, John mulai menyukai Mel. Vice versa, Mel tampaknya menunjukkan perasaan yang sama terhadap dirinya. Kini John mengalami dilema. Apakah ia akan tetap berpura-pura menjadi Max demi bisa tetap dekat dengan Mel, ataukah ia harus mengungkapkan jati dirinya kepada Mel, dengan resiko akan dijauhi oleh Mel? Kekhawatiran John adalah, pertama, ia sudah membohongi Mel sejak awal. John yakin Mel tidak akan menyukai hal itu. Kedua, John sebenarnya berasal dari keluarga Trent yang kaya-raya tapi punya reputasi tak terlalu baik di mata masyarakat, tak terkecuali Mel. Dan ketiga, demi menghindari bayang-bayang keluarganya dan mengejar impiannya, John bekerja sebagai wartawan di surat kabar yang menjadi pesaing utama NY Journal (kantor tempat Mel bekerja), yang kebetulan juga sangat dibenci oleh Mel. Nah, sepertinya John tak punya pilihan selain tetap berpura-pura sebagai Max, bukan?

Tapi sampai kapan ia harus menyembunyikan identitasnya? Karena Max yang asli tampaknya tak mau ambil pusing terhadap apa yang harus dihadapi John. Dan yang paling penting, John semakin hari semakin mencintai Mel.

Baca kisah selengkapnya dalam The Guy Next Door karya Meggin “Meg” Cabot yang menggemaskan ini.

***

Nah, tampaknya saya sudah meringkas hampir separuh isi novel ini. Beginilah saya, terkadang tak mengerti bagian yang mana yang perlu diceritakan dan bagian mana yang seharusnya disimpan. Tapi menurut saya, apa yang saya ceritakan di atas sebenarnya tidak seluruhnya. Kisah sebenarnya jauh lebih kompleks.

Oh ya, sebelum membahas lebih jauh tentang buku ini, saya ingin memberi tahu tentang format novel ini. Novel ini unik, karena seluruh isinya ditulis dalam bentuk email. Ya, anda tidak salah dengar (atau baca, hehe). Pembaca akan disuguhkan begitu banyak email dalam novel setebal 560 halaman ini. Mulai dari email peringatan bagian HRD tempat Mel bekerja karena seringnya ia terlambat, email sahabat dekat Mel, email rekan-rekan sekerja Mel, email dari mantan pacar Mel, email antara John dan Max, John dan kakak laki-lakinya, John dan kakak iparnya, John dan neneknya, John dan Mel (ehem), Mel dan orang tuanya, Mel dan kakak ipar John... oke, saya rasa saya harus berhenti sekarang juga.

Meski dalam bentuk kumpulan email, novel ini sama sekali tidak membosankan. Bahkan saya selalu tak sabar untuk membaca halaman selanjutnya. Awalnya memang butuh penyesuaian. Tapi setelah beberapa halaman, segalanya mengalir dengan lancar. Saya sempat merasa seperti stalker yang secara kurang ajar membaca email orang lain tanpa izin. Tapi itulah serunya. Rasanya asyik sekali mengintip email dari berbagai tokoh dalam novel ini, mencari tau apa sebenarnya yang terjadi. Bahkan, saya dapat merasakan emosi dalam novel ini meski ditulis dalam bentuk email. Lagi-lagi saya mengakui kehebatan Meg Cabot dalam bercerita. Ia pandai berperan menjadi beberapa tokoh sekaligus. Pembaca akan dapat menemukan kekhasan masing-masing tokoh dalam setiap tulisan email mereka. Terkadang, tanpa perlu membaca alamat email si pengirim, pembaca dapat menebak siapa yang menulis email tersebut.

Saya sangat mengagumi ide brilian Meg Cabot untuk menulis novel dalam format email. Saya pikir ini tidak mudah. Apalagi karena novel tidak memiliki dialog atau percakapan langsung antar tokoh, tapi tetap saja, penulis mampu memberi ‘nyawa’ dalam setiap email yang ditulis para tokoh. Perkembangan hubungan Mel dan John (alias Max gadungan) terasa mengalir. Istilahnya chemistry-nya dapetlah #eaah. Tokoh-tokoh dalam novel ini semuanya menarik dan tak ada yang membosankan, sekalipun sifat tokoh tersebut menyebalkan atau bodoh. Vivica, misalnya. Meg Cabot jelas sekali menggambarkan sosok Vivica yang cantik namun kurang cerdas dari gaya menulis emailnya. Tapi saya tak menyangka bahwa saya malah jatuh hati pada tokoh Vivica. Haha.

Membaca novel ini mengingatkan saya pada novel Twivortiare karya Ika Natassa yang tak kalah unik, sebab ditulis dalam format twitter. Berbeda dengan kebanyakan buku yang berisi kutipan-kutipan dari twitter, Twivortiare justru merangkum tweet-tweet dari para tokoh menjadi sebuah cerita yang utuh. Sama halnya dengan The Guy Next Door. Yang membedakan adalah media yang digunakan, yaitu email.

Sebagai penutup, saya puas membaca novel ini. Novel ini ditulis dengan cerdas, penuh humor, serta berisi kisah cinta yang manis dan menghangatkan hati. Belum lagi twist-nya yang cukup mengejutkan, serta karakter-karakternya yang lovable. Rasanya tidak berlebihan bila saya memberi 5 bintang untuk novel yang menggemaskan ini.

Back to top