Tampilkan postingan dengan label Ally Carter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ally Carter. Tampilkan semua postingan

27 Okt 2014

I'd Tell You I Love You, But Then I'd Have to Kill You (Aku Mau Saja Bilang Cinta, Tapi Setelah Itu Aku Harus Membunuhmu) by Ally Carter

Judul: I'd Tell You I Love You, But Then I'd Have to Kill You (Aku Mau Saja Bilang Cinta, Tapi Setelah Itu Aku Harus Membunuhmu)
Seri: Gallagher Girls #1
Penulis: Ally Carter
Penerjemah: Alexandra Karina
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2013 (Cetakan III)
Tebal: 320 hlm.
ISBN: 9789792248708

Sinopsis:
Cammie Morgan mungkin cewek genius, menguasai empat belas bahasa, jago mengurai kode rahasia tingkat tinggi, dan merupakan "harta" berharga CIA. Kadang ia bahkan merasa dirinya bisa menghilang. Untungnya, di Akademi Gallagher hal itu dianggap keren. Jelas saja, karena Akademi Gallagher sebenarnya sekolah mata-mata top secret.

Tapi soal cowok, Cammie benar-benar idiot. Ia nggak berkutik waktu Josh yang superkeren terang-terangan menatapnya di karnaval kota Roseville. Padahal saat itu Cammie sedang menjalankan misi Operasi Rahasia-nya yang pertama, padahal teman-teman sekelasnya pun nggak bisa melihat keberadaannya.

Siapa cowok itu? Haruskah ia memeriksa sidik jari Josh, mengintai dan menyamar, mengerahkan kemampuan mata-matanya untuk menyelidiki cowok itu? Meskipun tahu Gallagher Girls nggak boleh berhubungan dengan cowok-cowok lokal di Roseville, Cammie sepertinya nggak bisa menolak daya tarik Josh, karena satu fakta penting ini: Josh melihatnya saat nggak seorang pun bisa melihatnya.

Cameron “Cammie” Morgan bersekolah di Akademi Gallagher, sekolah asrama khusus anak-anak perempuan kaya yang membosankan... atau begitulah anggapan orang-orang Roseville, Virginia, tentang sekolah itu. Padahal semua itu hanyalah samaran. Akademi Gallagher sesungguhnya adalah sekolah mata-mata top secret khusus anak-anak perempuan. Dan tentu saja sekolah itu jauh dari kata membosankan. Para siswinya menguasai paling sedikit 14 bahasa (yang mereka praktekkan setiap hari saat makan siang).  Untuk bisa bersekolah di sana, kamu harus punya orang tua atau kerabat yang berprofesi sebagai mata-mata. Kalau tidak punya kerabat mata-mata, paling tidak kamu harus genius luar biasa untuk bisa direkrut.

13 Feb 2013

Heist Society (Pencuri Kelas Atas) by Ally Carter

Judul: Heist Society (Pencuri Kelas Atas)
Seri: Heist Society #1
Penulis: Ally Carter
Penerjemah: Alexandra Karina
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2011
Tebal: 336 hlm.
ISBN: 9789792278026
Rating: 4/5

Sinopsis:
Waktu Katarina Bishop berumur tiga tahun, orangtuanya mengajaknya ke Louvre di Paris untuk mencuri koleksi lukisan museum itu. Pada ulang tahunnya yang ketujuh, Kat diajak berjalan-jalan ke Austria untuk mencuri permata di mahkota kerajaan. Dan pada umur lima belas tahun, Kat membuat rencana khusus--masuk ke sekolah asrama terbaik, bertekad meninggalkan bisnis keluarga untuk selamanya.

Tetapi, hanya tiga bulan kemudian, teman sekaligus mantan rekan Kat, Hale, muncul dan membawanya kembali ke dunia yang coba ia tinggalkan. Tapi cowok itu punya alasan bagus: ayah Kat butuh bantuannya. Kini ayah Kat terjebak di Paris, diawasi Interpol dan penjahat besar karena dituduh melakukan dua pencurian berbeda pada saat bersamaan.

Kat hanya punya satu pilihan: membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah. Padahal ia hanya punya waktu dua minggu untuk melacak keberadaan benda-benda seni itu, mengelilingi Eropa untuk mencari petunjuk, dan akhirnya... melakukan pencurian terbesar dalam sejarah keluarganya.

Katarina Bishop yang berusia lima belas tahun memutuskan keluar dari bisnis keluarga dan pergi bersekolah di Colgan School, salah satu sekolah asrama terbaik. Bisnis keluarga macam apa sih, yang membuat Kat ingin keluar? Ternyata, ‘bisnis keluarga’ yang dimaksud di sini adalah mencuri. Yap, benar sekali, ia berasal dari keluarga pencuri. Tidak sembarang pencuri, keluarga Kat adalah pencuri profesional yang melakukan pencurian benda-benda seni. Pada usia tiga tahun saja ia sudah diajak orang tuanya ke Louvre di Paris untuk ikut ambil bagian dalam pencurian koleksi lukisan di museum tersebut. Sebetulnya Kat cukup terkenal di kalangan para pencuri profesional. Hanya saja, ia merasa bisnis keluarga tersebut tidak cocok baginya, karena itulah ia memutuskan untuk keluar.

Sayangnya hanya tiga bulan saja Kat bersekolah di Colgan. Semuanya gara-gara, Hale, mantan rekan Kat, yang menjebak gadis itu sehingga ia dikeluarkan dari sana. Tujuannya Hale jelas: untuk membawa kembali Kat ke dunia yang telah ditinggalkannya. Tadinya Kat hendak menolak untuk kembali, namun kabar  buruk dari Hale membuat gadis itu berubah pikiran. Ayah Kat butuh bantuan. Beliau tengah diawasi Interpol dan juga seorang penjahat berbahaya, karena dituduh melakukan dua pencurian yang berbeda pada saat bersamaan. Kat yakin sekali ayahnya tidak bersalah.