Tampilkan postingan dengan label Winna Efendi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Winna Efendi. Tampilkan semua postingan

9 Mar 2015

Unbelievable - Winna Efendi

Judul: Unbelievable
Seri: Glam Girls #3
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: II, 2010
Tebal: vi + 262 hlm
ISBN13: 9789797803797

Sinopsis:
GLAM GIRLS. YOU WILL LOVE US—WE PROMISE.

In the world of popularity, being perfect is everything. Kamu adalah pusat perhatian, jadi pastikan kamu memang layak mendapatkannya.

Kamu juga harus mengerti, tujuan tampil sempurna adalah demi dibenci. Di dunia kami, dibenci dan dicemburui adalah sebuah pujian. So true, Dahling! Orang-orang seperti tak bosan bergosip tentang Paris Hilton, tetapi apa yang dia dapat di kemudian hari? Kontrak reality show sendiri dan signature perfume yang dijual di seluruh dunia.

Cantik itu wajib hukumnya dan kesempurnaan adalah segalanya. Pastikan kau selalu tampil memesona dan bungkam mereka dengan senyuman terbaikmu. Satu kesalahan kecil saja—voila!—bibir-bibir ber-lipgloss itu pasti ramai menghabisimu...

Akhirnya, tiba juga di review buku terakhir Glam Girls: Rashi and the Clique di sekolah glamor bernama Voltaire International School (VIS). Unbelievable mengambil sudut pandang Shinna Maessa Wijaya. Kurang familiar dengan nama tersebut? Itu adalah nama asli Maybella, si blasteran, tangan kanan Rashi di clique. Sekadar info, May adalah seorang model. Di usia sangat belia, yaitu lima belas tahun, ia telah menjadi spoke person Maybelline. Yang pertama dari Asia. Itu bukan prestasi kecil lho. Namun May meninggalkan karir model internasionalnya setelah memutuskan untuk ikut pindah bersama orang tua ke Indonesia. Dan, di sinilah ia sekarang, di Voltaire International School, sebagai salah satu cewek paling populer.

10 Feb 2015

Refrain - Winna Efendi

Judul: Refrain
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia, 2009
Tebal: 318 hlm.
ISBN13: 9789797803629

Sinopsis:
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
*
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.

Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.

Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.

Cukup lama saya menimbun novel ini. Belinya sewaktu berkunjung ke Makassar tahun 2011. IYA LOH, SAYA MENIMBUN NOVEL INI SEJAK 2011. *tambahin background suara petir biar deramak* Novelnya sendiri pertama kali terbit tahun 2009. Dan enam tahun kemudian barulah novel ini dibaca oleh seorang cowok bernama Yopano. *nyemplung ke rawa-rawa* Tapi nggak apa-apa. Better late than never. Lagian, bacanya telat sedikit kan nggak apa-apa. (Telat sedikit? TELAT SEDIKIT KATAMUH?) *nyemplung ke rawa-rawa dan nggak nongol lagi*

Oke mari lanjut ngebahas ceritanya. Tersebutlah dua anak manusia beda gender yang sudah menjalin persahabat sejak kecil. Tapi kemudian salah satu di antara mereka menumbuhkan perasaan yang lebih dari sekadar rasa sayang sebagai sahabat. Ya, ya, ini buku tentang sahabat jadi cinta.

26 Mei 2012

The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita by Windy Ariestanty, dkk

Judul: The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita
Penulis: Adhitya Mulya, Okke 'Sepatumerah', Raditya Dika, Trinity, Windy Ariestanty, Valiant Budi, Winna Efendi, Ve Handojo, Alexander Thian, Farida Susanty, Ferdiriva Hamzah, Gama Harjono
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 254 Halaman
ISBN: 9789797804817
Harga: Rp. 48.500,-
Rating: 3/5


Bela-belain membaca ulang buku ini sambil menunggu pesanan buku kedua datang. :)

Seingat saya, alasan membeli buku ini nggak melulu karena saya suka jalan-jalan (walau itu salah satunya), tapi karena saya membaca nama Windy Ariestanty dan Raditya Dika pada deretan nama para penulisnya.

The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita, berisi 12 cerita dari 12 orang yang kebetulan sudah malang melintang di dunia tulis-menulis, baik fiksi maupun nonfiksi. Sebelum membaca kisah perjalanan para penulis, kita akan menemukan kata pengantar dari Gagasmedia yang diwakili oleh Windy Ariestanty. Kalimat pembukanya sungguh manis, "Hal paling menarik dari melakukan perjalanan adalah menemukan." Di lembar berikutnya adalah daftar isi. Yang menarik, alih-alih membuat daftar isi biasa, buku ini menampilkan peta dunia dengan titik-titik lokasi yang nantinya akan diceritakan para penulis, diberi keterangan judul cerita, nama penulis, kemudian halaman—kecuali satu penulis, tak memiliki titik di bagian peta mana pun, karena ternyata ia tidak bercerita tentang lokasi yang dikunjunginya tapi tentang pengalamannya melakukan travelling gratis bersama berbagai orang dari berbagai media, dengan tingkah pola mereka yang terkadang (ralat, sering!) bikin malu. :D