Tampilkan postingan dengan label GagasMedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GagasMedia. Tampilkan semua postingan

8 Mei 2015

Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya

Judul: Sabtu Bersama Bapak
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: IV, 2014
Tebal: 278 hlm
ISBN13: 9789797807214

Sinopsis:
“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
“Ini Bapak.
Iya, benar kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.

Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.

Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”
...

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

Sayang sekali, padahal usia Gunawan Garnida masih terbilang muda. Kedua anak laki-lakinya, Satya dan Cakra, masih kecil-kecil. Namun dokter memvonis bahwa usianya hanya tinggal setahun sebab penyakit yang dideritanya tak bisa disembuhkan. Tak ingin kedua anaknya tumbuh tanpa sosok ayah, Gunawan memutuskan untuk membuat rekaman-rekaman video bagi Satya dan Cakra. Beliau berpesan kepada sang Ibu agar mereka memutar video-video itu setiap Sabtu, kelak saat dirinya telah berpulang. Kegiatan menonton video rekaman Bapak setiap Sabtu pun menjadi aktivitas yang ditunggu-tunggu oleh Satya dan Cakra. Isi video tersebut bermacam-macam, berupa pesan, nasihat, dan penyemangat bagi mereka dalam menjalani hidup.

9 Mar 2015

Unbelievable - Winna Efendi

Judul: Unbelievable
Seri: Glam Girls #3
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: II, 2010
Tebal: vi + 262 hlm
ISBN13: 9789797803797

Sinopsis:
GLAM GIRLS. YOU WILL LOVE US—WE PROMISE.

In the world of popularity, being perfect is everything. Kamu adalah pusat perhatian, jadi pastikan kamu memang layak mendapatkannya.

Kamu juga harus mengerti, tujuan tampil sempurna adalah demi dibenci. Di dunia kami, dibenci dan dicemburui adalah sebuah pujian. So true, Dahling! Orang-orang seperti tak bosan bergosip tentang Paris Hilton, tetapi apa yang dia dapat di kemudian hari? Kontrak reality show sendiri dan signature perfume yang dijual di seluruh dunia.

Cantik itu wajib hukumnya dan kesempurnaan adalah segalanya. Pastikan kau selalu tampil memesona dan bungkam mereka dengan senyuman terbaikmu. Satu kesalahan kecil saja—voila!—bibir-bibir ber-lipgloss itu pasti ramai menghabisimu...

Akhirnya, tiba juga di review buku terakhir Glam Girls: Rashi and the Clique di sekolah glamor bernama Voltaire International School (VIS). Unbelievable mengambil sudut pandang Shinna Maessa Wijaya. Kurang familiar dengan nama tersebut? Itu adalah nama asli Maybella, si blasteran, tangan kanan Rashi di clique. Sekadar info, May adalah seorang model. Di usia sangat belia, yaitu lima belas tahun, ia telah menjadi spoke person Maybelline. Yang pertama dari Asia. Itu bukan prestasi kecil lho. Namun May meninggalkan karir model internasionalnya setelah memutuskan untuk ikut pindah bersama orang tua ke Indonesia. Dan, di sinilah ia sekarang, di Voltaire International School, sebagai salah satu cewek paling populer.

5 Mar 2015

Reputation - Tessa Intanya

Judul: Reputation
Seri: Glam Girls #2
Penulis: Tessa Intanya
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: I, 2009
Tebal: x + 346 hlm
ISBN13: 9789797803209

Sinopsis:
GLAM GIRLS. YOU WILL LOVE US—WE PROMISE.

Kamu melihat kami berkilauan setiap hari. Tatanan rambut kami selalu sempurna, bahkan sejak bangun tidur. Kamu bilang, kami mengeja ‘Chanel’, ‘Fendi’, dan ‘Prada’ lebih cepat daripada ‘Geometri’. Menurutmu, kami cantik—dan diam-diam benci setengah mati karenanya. Kadang, kamu juga berharap kamulah yang dikerumuni cowok-cowok itu—bukan kami. Malamnya, dalam doa kamu bertanya, kenapa Tuhan bisa sebegitu nggak adilnya.

But, here’s the truth. Setiap pagi, kami ngabisin waktu lebih lama di depan cermin karena kami sadar, penampilan glamor nggak sesederhana Miley Cyrus make wig pirang dan, poof, jadilah Hannah Montana. Kami bisa juga kok mengeja ‘Geometri’—meskipun JARANG BANGET make kata itu dalam percakapan sehari-hari. Dan tentang cantik... well, itu anugerah. Kalo kamu benci kami karena sesuatu yang dibawa sejak lahir, apa akan adil kalo kami juga membencimu karena pintar? Dan tentang cowok-cowok itu, kamu nggak tahu kan kadang-kadang mereka bisa jadi sangat posesif dan menyusahkan.

Jadi gimana, masih berani bilang Tuhan itu nggak adil?

Kenalkan, Rashida Agashi Paradakso, atau akrab disapa Rashi. Si queen bee yang jutek, bossy, dan b*tchy—atau begitu anggapan mereka yang membencinya. Lagi pula, di Voltaire International School ini, siapa sih yang benar-benar bisa kita percaya? Orang-orang yang tulus mau berteman denganmu nyaris tidak ada. Setiap pujian dan kekaguman yang mereka tunjukkan kepadamu karena berpenampilan keren, di baliknya pasti ada bisik-bisik iri hati.

Itulah yang membuat Rashi sangat ketat dalam memilih teman. Baru-baru ini, Marion, si backstabber, telah ia depak jauh-jauh. Saat itulah Adrianna masuk dan menggantikan posisi Marion. Ad, meskipun agak geeky, tapi anaknya asyik dan mampu menyesuaikan diri dengan Rashi dan Maybella—teman Rashi yang satu lagi. Tapi kok, di saat Rashi membutuhkan kedua temannya untuk hang out demi menghilangkan rasa suntuknya dengan keadaan rumah, mereka pada ke mana ya? Akhirnya Rashi pergi dengan cowok berinisial M, sebagai teman, tentu.

4 Mar 2015

Glam Girls - Nina Ardianti

Judul: Glam Girls
Seri: Glam Girls #1
Penulis: Nina Ardianti
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: I, 2008
Tebal: 339 hlm
ISBN13: 9789797802837

Sinopsis:
GLAM GIRLS. YOU WILL LOVE US—WE PROMISE.

Jadi pintar itu gampang—belajar aja yang rajin. Jadi cantik lebih gampang lagi. Dengan semua servis ala Nip/Tuck yang ada sekarang, apa aja mungkin. Kekayaan? Well, hanya karena lahir di keluarga kaya raya sampai tujuh turunan, bukan berarti kamu lantas punya potensi sebagai pusat perhatian. You can buy Gucci, but you can’t buy style.

Kami nggak pernah pelit kok ngasih tahu rahasianya jadi terkenal. Kamu nggak boleh dijengkal, apalagi jadi orang yang gampang ditebak. Kalau ada yang bersikap buruk ke kamu, jangan takut. Kamu juga punya hak penuh buat balik nge-bitchy-in dia. Kamu juga harus berani tampil beda. Sesekali, nggak ada salahnya tampil kontroversial. Yang nggak masuk akal biasanya susah dilupakan.

Ribet? Emang! Siapa juga sih yang bilang jadi populer itu gampang?

Adrianna ingin sekali melanjutkan pendidikannya di SMA Harapan Bangsa, bersama dua sahabat karibnya. Namun orang tuanya yang otoriter lebih menginginkan Ad bersekolah di Voltaire International School (VIS) Jakarta. Menurut Ad, SMA Harapan Bangsa sama bagusnya dengan VIS. Tapi Ad kalah berdebat. Maka keputusannya sudah jelas, Ad harus bersekolah di VIS. Sesuai namanya, VIS adalah SMA yang memiliki kurikulum pendidikan dengan standar internasional. Murid-murid yang bersekolah di sana, kalau nggak KAYA BANGET, ya PINTER BANGET. Orang tua Ad, dibilang kayak banget sebenarnya tidak juga. Jadi kemungkinan kedualah, yang membuat Ad bisa masuk ke sekolah tersebut. Ya, Ad memang dikaruniai otak cemerlang. Secara umum, murid-murid di VIS terdiri dari anak-anak orang kaya, anak-anak pejabat, anak-anak duta besar, dan anak-anak beasiswa (golongan yang terakhir ini sering dipandang sebelah mata di VIS).

28 Feb 2015

Memori - Windry Ramadhina

Judul: Memori
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: I, Mei 2012
Tebal: viii + 304 hlm
ISBN13: 9789797805623

Sinopsis:
Cinta itu egois, sayangku. Dia tak akan mau berbagi.

Dan seringnya, cinta bisa berubah jadi sesuatu yang jahat. Menyuruhmu berdusta, berkhianat, melepas hal terbaik dalam hidupmu. Kau tidak tahu sebesar apa taruhan yang sedang kau pasang atas nama cinta. Kau tidak tahu kebahagiaan siapa saja yang sedang berada di ujung tanduk saat ini.

Kau buta dan tuli karena cinta. Kau pikir kau bisa dibuatnya bahagia selamanya. Harusnya kau ingat, tak pernah ada yang abadi di dunia—cinta juga tidak. Sebelum kau berhasil mencegah, semua yang kau miliki terlepas dari genggaman.

Kau pun terpuruk sendiri, menangisi cinta yang akhirnya memutuskan pergi.

Mahoni adalah seorang arsitek muda yang tengah giat meniti karir di Virginia, Amerika Serikat. Ada alasan khusus yang membuatnya meniti karir di luar negeri alih-alih di tanah kelahirannya sendiri. Sebuah luka masa lalu yang disebabkan oleh sang ayah yang lebih memilih meninggalkan dirinya dan sang ibu demi seorang perempuan bernama Grace, membuat Mahoni menjadi pribadi yang keras. Sebagai seorang arsitek, Mahoni memiliki pendirian yang teguh serta sangat idealis. Ia berpendapat bahwa seorang arsitek adalah pekerja seni, sehingga ia tidak gampang mengiyakan keinginan para klien apabila permintaan klien tersebut bertentangan dengan idealismenya. Mungkin itu jugalah yang membuatnya jarang deal dengan klien. Ron, pria bule yang juga rekan kerja Mahoni kerap mengingatkan wanita itu agar tidak bersikap terlalu idealis, karena bagaimanapun, keinginan klien-lah yang perlu diutamakan. Tapi Mahoni bertahan pada pendiriannya.

4 Feb 2015

Koala Kumal - Raditya Dika

Judul: Koala Kumal
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: GagasMedia, 2015
Tebal: 260 hlm.
ISBN13: 9789797807696

Sinopsis:
Selain main perang-perangan, gue, Dodo, dan Bahri juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir di pinggir sungai samping kompleks. Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tiduran di atap mobil, sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang, di atas bagasi.

Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kalau cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandang langit sambil tiduran. Kalau sudah bagini, bahari menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran dia berkata, 'Rasanya kayak di Miami, ya?'
'Iya,' jawab gue.
'Iya,' jawab Dodo.
Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami.

Koala Kumal adalah buku komedi yang menceritakan pengalaman Raditya Dika dari mulai jurit malam SMP yang berakhir dengan kekacauan sampai bertemu dengan perempuan yang mahir bermain tombak. Seluruh cerita di dalamnya berasal dari kisah nyata.

*
Sinopsis Goodreads:
Memasuki tahun kesepuluh sebagai penulis, Raditya Dika melahirkan karya terbarunya Koala Kumal. Masih mengusung genre yang sama—kisah-kisah komedi yang didasarkan pada pengalaman si penulis, kali ini lewat Koala Kumal, Raditya Dika mengajak pembacanya berbicara tentang hubungan yang ‘patah’. Mulai dari renggangnya hubungan pertemanan, perasaan yang berubah kepada orang yang sama, hubungan orangtua dan anak, hingga patah hati terhebat yang mengubah cara pandang terhadap cinta.

Gara-gara kurang update di sosial media (twitter), saya sama sekali nggak tahu kalau Raditya Dika sedang menulis buku. Makanya sempat kaget tahu-tahu ada pre-order buku Koala Kumal karyanya. Setelah sekian tahun absen menerbitkan buku, saya pikir Radit sudah berhenti menulis buku, mengingat kesibukannya saat ini sebagai selebritas. Tapi saya salah. Rupanya di sela-sela kesibukannya, Radit berusaha mencuri waktu untuk menulis. Itulah mengapa butuh tiga tahun baginya untuk melahirkan buku ini.

21 Jan 2015

Take Me To Your Heart - Yuditha Hardini

Judul: Take Me To Your Heart
Penulis: Yuditha Hardini
Penerbit: GagasMedia, 2014
Tebal: 238 hlm.
ISBN13: 9789797807467

Sinopsis:
Bagiku, menemukan cinta semudah memecahkan teka-teki yang hanya perlu dihitung dan diukur probabilitasnya. Tak ada kata “menunggu” dalam kamus hidupku.

Namun, ternyata, masih ada perempuan yang percaya akan kekuatan penantian. Baginya, cinta sejati akan datang pada waktu, di tempat, dan kepada orang yang tepat. Lalu, entah bagaimana, aku ikut terjebak dalam sesuatu yang bertahun-tahun tak mungkin kulakukan: menanti.

Aku harus menanti sirnanya memori masa lalu dan rasa perih. Juga menanti kepingan rasa yang dialamatkan hanya pada hatiku. Kini, harapanku hanya satu: semoga menanti sesuatu yang tepat tak akan pernah membuatku kehabisan hari-hari yang pasti. Namun, ragu semakin menyergapku…

Pada suatu masa, tersebutlah seorang gadis cantik bernama Raisa (“Hai, Raisa…”). Raisa ini selain cantik, usianya juga sebaya dengan saya (kalau baca bukunya nanti pasti tahu kok). Dan sama seperti saya, dia juga jomblo. Owh. Tatian… *nangis bareng yuk, Raisa* *Raisa: “Ogah, yaaa.”*

Raisa sebenarnya tak memiliki masalah dengan status single-nya. Tapi tahu kan, masyarakat kita kayak gimana? Itulah mengapa Dina, sahabat Raisa, dengan penuh semangat berusaha meyakinkan Raisa untuk mencari pacar lewat… *siap-siap, bakalan deramak ini…* LEWAT BIRO JODOH! Eww. Hari gini, pake jasa biro jodoh buat ngedapetin pacar? No! A VERY BIG NO! Begitulah reaksi Raisa pada awalnya. Tapi berhubung Dina punya kemampuan ajaib dalam hal meyakinkan orang lain, maka Raisa pun terpaksa menyetujui saran Dina. (Ah Raisa, begitu mudahnya dirimu berubah pikiran).

21 Jul 2014

Guilty Pleasure by Christian Simamora

Judul: Guilty Pleasure
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia, 2014
Tebal: 410 hlm.
ISBN: 978-979-7807-13-9

Sinopsis:
BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA.
MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI.

Dear pembaca,

Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini cara paling pas untuk mempertemukan Julien dan Devika, mengingat keduanya berasal dari dua dunia yang sama sekali berbeda.

Guilty Pleasure adalah sebuah cerita cinta, yang tentu saja terasa sangat sederhana kalau dibandingkan dengan rumitnya hubungan percintaan di dunia nyata. Novel ini bercerita tentang keraguan; bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?

Bolehkah aku bertanya sekarang, apakah bacaan yang seperti ini yang sedang kamu cari? Kalau benar begitu, aku bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa...

selamat jatuh cinta.


CHRISTIAN SIMAMORA

Seperti yang disebutkan di sinopsis, kisah dimulai dengan adegan tabrakan antara Devika (artis FTV yang terkenal dengan peran-peran antagonisnya) dan Julien Ang (pengusaha sukses). Dev sedang sibuk dengan kopinya ketika tanpa sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil mahal milik Julien. Julien pun meminta ganti rugi—ia sama sekali tak terpengaruh oleh adegan menangis yang ditampilkan oleh Dev. Bisa dibilang, awal pertemuan mereka tidak mengenakkan. Namun ketika mereka bertemu lagi di bengkel tempat mobil Julien diperbaiki, keduanya merasa nyaman, bahkan terlibat obrolan seru. Kesan buruk saat pertemuan pertama pun terhapus sudah. Kemudian, mereka berpisah dan tak lagi saling menghubungi satu sama lain.

30 Jan 2014

Marriageable by Riri Sardjono

Marriageable by Riri Sardjono
Penerbit: GagasMedia, 2013 (diterbitkan pertama kali tahun 2006)
Tebal: 368 hlm.
Sinopsis:
Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku.

"Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!"

"Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date."

"Yeah," sahutku sinis. "Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama."

Mamz pikir aku belum menikah karena nasibku yang buruk. Dan kalau beliau tidak segera bertindak, maka nasibku akan semakin memburuk. Tapi Mamz lupa bertanya apa alasanku hingga belum tergerak untuk melangkah ke arah sana.

Alasanku simpel. Karena Mamz dan Papz bukan pasangan Huxtable. Mungkin jauh di dalam hatinya, mereka menyesali keputusannya untuk menikah. Atau paling tidak, menyesali pilihannya. Seperti Dina, sahabatku.

"Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!"

Dina tergelak mendengarnya. "Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!"

See??

"Oh my God!" desah Kika ngeri. "Pernikahan adalah waktu yang terlalu lama untuk cinta!"

Yup!

That’s my reason, Darling!

Another great novel about marriage! Flory, 32 tahun, arsitek, smart, and... single. Berkat status lajang itulah sang ibu akhirnya mengambil keputusan untuk menjodohkan Flory, khawatir ia akan menjadi perawan tua. Padahal, Flory sangat benci dijodohkan. Toh, ia merasa baik-baik saja dengan status lajangnya tersebut. Tapi kemauan sang ibu tampaknya sulit untuk ditolak. Lagipula, Vadin, pria yang menjadi calon suaminya juga nggak jelek-jelek amat. Demi menyenangkan sang ibu, Flory memutuskan untuk menerima perjodohan tersebut. Ia akhirnya mau menikah dengan Vadin.

Dengan satu syarat.

Dan hanya dirinya dan Vadin yang tahu, bahwa selama menikah, mereka tak akan pernah melakukan hubungan sex. Di luar dugaan, Vadin menyanggupi syarat tersebut. Agak aneh memang, tapi begitulah adanya. Flory dan Vadin bisa dibilang cocok satu sama lain. Pernikahan tanpa hubungan sex mereka berjalan lancar. Mereka saling bercanda, berdiskusi, berdebat, dan bersenang-senang. Mungkin bagi orang lain, mereka terlihat seperti pasangan suami-isteri yang bahagia, padahal sebenarnya hubungan mereka tak lebih dari sekadar hubungan dua orang sahabat yang kelewat akrab.

Namun suasana mulai berubah sejak Negara Api menyerang Nadya hadir dalam kehidupan pernikahan Flory dan Vadin. Siapa sih, Nadya? Ehem. Bukan siapa-siapa kok, cuma mantannya Vadin! Dengan fisik yang sempurna (wajah cantik dan dada tumpah), mau tidak mau Flory merasa insecure dan menganggap si 'boneka barbie' adalah saingan. Wow, tunggu dulu. Flory merasa... cemburu? Apakah itu berarti ia sebenarnya mencintai Vadin? Sayang sekali, ego Flory terlalu tinggi. Ia yang sejak awal tidak menyetujui perjodohan dirinya dengan Vadin sama sekali tak ingin mengakui bahwa ia memiliki perasaan yang ‘lebih’ terhadap suaminya tersebut. Tapi baginya, Nadya tetaplah penganggu. Ia khawatir Vadin berselingkuh dengan Nadya. Dan perselingkuhan, bagi Flory, tetap tak bisa dimaafkan dalam sebuah pernihkan, dengan atau tanpa cinta.

Benarkah Vadin selingkuh dengan Nadya? Apakah Flory benar-benar cinta terhadap Vadin? Bagaimana akhir kisah kehidupan pernikahan unik antara Flory dan Vadin? Baca selengkapnya dalam Marriageable karya Riri Sardjono.

Tampaknya tema perjodohan/pernikahan tak pernah basi untuk diangkat menjadi sebuah cerita novel, terutama kalau penulisnya mampu mengolahnya menjadi tulisan yang asyik untuk dinikmati oleh pembaca. Dan saya merasa beruntung karena sampai saat ini, hampir semua novel tentang perjodohan maupun pernikahan yang saya baca tak pernah mengecewakan, sebut saja Dimi is Married-nya Retni SB, Divortiare dan Twivortiare–nya Ika Natassa, Mahogany Hills-nya Tia Widiana, dll. Bahkan saat sedang menulis reviu ini, saya sedang membaca Marriage Roller Coaster yang super-fun karya Nurilla Iryani. #pentingbanget

Marriageable adalah salah satu novel tentang perjodohan/pernikahan yang wajib masuk dalam daftar-baca. Novel ini pertama kali terbit tahun 2006 dan sudah mengalami cetak ulang beberapa kali. Edisi yang saya baca ini adalah edisi repackage, dengan cover baru yang manis dan juga mewakili karakter utama buku ini: Flory (atau perempuan secara umum).

"Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!"

"Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date."


Kekuatan utama novel ini adalah dialog-dialognya yang lucu, cerdas, blak-blakan, dan kadang nyeleneh. Deskripsinya juga singkat dan tanpa basa-basi. Banyak adegan dan dialog dalam buku ini yang mampu memancing tawa saya, terutama dialog-dialog antara Flory dan teman-temannya. Ya, ada empat tokoh sahabat Flory di buku ini yang mencuri perhatian. Kika yang feminis, Dina yang sinis (Dina adalah ‘versi baik’ dari Nadya), Ara yang romantis, dan Gerry, yang meski satu-satunya cowok dalam geng tersebut, namun preferensi seksualnya ternyata tidak berbeda dengan para sahabatnya (LOL). Bila kelimanya sudah berkumpul, maka dijamin suasana akan menjadi meriah, berkat celutukan dan bercandaan yang cerdas dan penuh perdebatan. Wajar saja, karena mereka berlima memiliki kepribadian yang sangat berbeda satu sama lain. Persahabatan merekalah yang mengisi sebagian besar lembaran novel ini.

Jujur saja, sebenarnya saya ingin memberi lebih dari 3 bintang buat novel ini, namun setelah memikirkannya lagi, saya tetap mentok di 3 bintang. Bukan karena novelnya jelek. Seperti yang saya bilang sebelumnya kan, it is a great novel about marriage. Ceritanya seru, gaya menulisnya asyik, penuh humor, serta cerdas. Namun sayang, saya kurang bersimpati terhadap Flory. Hoho. Tenang, saya bukannya membenci Flory. Ia menarik, cerdas, dan memiliki pendirian teguh. Hanya saja, saya merasa Flory terkadang terlalu overthinking dan keras kepala. Masalah-masalah dalam novel ini juga sebagian besar lebih dikarenakan sifat Flory yang keras kepala. Padahal, kalau dipikir-pikir, hidupnya sangat beruntung. Satu, ia punya ibu yang sangat perhatian. Dua, Vadin, sang suami, adalah pria yang penuh pengertian. Tiga, Flory punya sahabat-sahabat yang baik dan selalu hadir saat ia membutuhkan mereka. Padahal, sahabat-sahabat Flory ini juga sebenarnya memiliki permasalahan yang tidak kalah pelik dibanding masalah yang dialami Flory (itu pun kalau bisa disebut masalah). Entahlah, mungkin karena otak saya kurang nyambung dengan pemikiran Flory. Or maybe I am just simply bego.

Dalam novel ini juga terdapat beberapa kata/kalimat yang sering banget diulang-ulang dan membuat saya jadi sedikit bosan. Dan, meski saya sendiri merokok, saya malah merasa terganggu dengan banyaknya adegan merokok dalam buku ini. Serius. Banyak banget adegan merokok di novel ini. Flory merokok. Vadin merokok. Teman-teman Flory merokok (ok, nggak semuanya sih). Dengan banyaknya adegan merokok di buku ini, saya sampai merasa kamar saya jadi penuh asap. (Eh itu mah asap rokok saya sendiri hahahahahaha #kemudiandisambit).

Bagian favorit dari buku ini... aduh banyak banget. Tapi ada satu adegan yang luar biasa epic saat menjelang ending, yaitu ketika Flory *sensor-sensor-sensor* kepada Vadin. Betapa malangnya saya karena membaca adegan tersebut di angkot. Soalnya... adegan itu sukses membuat saya ngakak sampai keluar air mata. Iya. Di angkot. T____T

Overall, this is a great novel! (Yaolo diulang sampe tiga kali. Piring cantik, mana piring cantik!) Kalau ingin mencari bacaan ringan dengan tema yang nggak ringan-ringan banget (hey, pernikahan bukan sesuatu yang ringan, kan?) novel ini adalah pilihan yang pas. Bila Riri Sardjono menerbitkan novel lagi, saya tak ragu untuk membelinya.

*Posting ini untuk Indonesian Romance Reading Challenge 2014

19 Jul 2013

All You Can Eat by Christian Simamora

Judul: All You Can Eat
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia, 2013
Tebal: xii + 460 hlm.
ISBN: 979780643X
Rating: 4,5/5

Sinopsis:
‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’

Dear pembaca,

Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.

Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.

Jadi, apa keputusanmu?
Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada yang lagi bisa aku katakan kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.


CHRISTIAN SIMAMORA

Sebagai pembaca yang mengaku penggemar berat tulisan Christian Simamora, saya malu banget mengakui bahwa saya telat tahu novel ini sudah terbit. Seminggu setelah novel ini terbit barulah saya ngeh, setelah melihat twitpic temen-temen yang sudah PO duluan. Saking kepingin banget segera memiliki buku ini, saya mengurungkan niat untuk beli online (dengan keuntungan memperoleh tanda tangan penulis), dan justru membelinya di Gramedia. Hhh, efek novel ini luar biasa bagi saya. Dalam setengah tahun ini, jarang sekali saya membaca novel yang membuat saya menggelepar bahagia. All You Can Eat adalah salah satu dari yang jarang itu.

9 Jul 2013

Macarin Anjing by Christian Simamora

Judul: Macarin Anjing
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia, 2007
Tebal: vi + 356 hlm.
ISBN: 9797801152
Rating: 3/5

Macarin Anjing berkisah tentang Libby dan kedua BFF-nya, Bianca dan Miata. Bianca baru saja putus dari pacarnya, Nariano. Untuk mengibur Bianca yang lagi patah hati, Libby dan Miata berinisiatif untuk menghibur Bianca dan membuat cewek itu melupakan Nariano dengan cara membantu Bianca memusnahkan semua barang yang akan mengingatkannya pada Nariano. Akan tetapi, setelah semua usaha yang dilakukan oleh Libby dan Miata, Bianca masih sulit untuk melupakan mantan pacarnya itu. Diam-diam, tanpa sepengetahuan Libby dan Miata, Bianca mulai menghubungi Nariano untuk... minta balik lagi? Ih!

Libby (tokoh utama cerita ini) lain lagi, punya pengalaman buruk dengan mantan pacarnya yang bernama Dogma (saking bencinya sama cowok itu, Libby sampai mengubah nama panggilannya dari Dogma menjadi Doggy). Jadi, untuk sementara Libby nggak kepingin pacaran dulu. Cewek itu juga menemukan artikel dari internet yang memuat daftar "15 Alasan Kenapa Anjing Lebih Baik dari Cowok" dan bahkan menambahkannya lagi dengan daftar yang dibuatnya sendiri. Kemudian Libby bertemu dengan Nico, yang ternyata adalah temannya Dogma. Awalnya Libby ragu terhadap perasaan Nico kepada dirinya. Libby pikir, Nico pasti nggak beda-beda jauh dengan Doggy Dogma. Tapi, setelah mengenal cowok itu lebih jauh Libby merasa Nico jauh lebih baik dari Dogma. Namun, saat Libby mulai mempercayai Nico, gadis itu malah mendapati Nico sedang jalan dengan Brittany, adik kelas Libby. Apakah Nico... selingkuh? Damn!

24 Jan 2013

Test Pack by Ninit Yunita

Judul Buku: Test Pack
Penulis: Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2010
Tebal: 202 hlm
ISBN: 9793600969
Harga: Rp. 34.500,-
Rate: 4/5

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gara-gara seorang teman—sebut saja namanya Ega—yang amat menyukai film Indonesia berjudul Test Pack yang dibintangi oleh Acha Septriasa dan Reza Rahadian, saya jadi penasaran ingin menonton film tersebut. Sayang sekali di kota saya nggak ada bioskop. Namun belakangan saya baru tahu ternyata film itu diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita. Haven't read one of her books, jadi nggak punya bayangan seperti apa gaya tulisanya. Harusnya sih bagus, kalau nggak bagus, nggak bakalan diadaptasi ke film kan? Finally I got this book di tempat penyewaan. Hehe. Jadi, seperti apa ceritanya?

Test Pack mengisahkan kehidupan rumah tangga pasangan suami istri, Rahmat dan Tata. Rahmat, adalah seorang psikolog yang, dalam novel ini, sering menjadi tempat konsultasi pasangan suami istri yang bermasalah. Sementara Tata adalah seorang pengacara yang menangani kasus-kasus perceraian. Ini lucu, sebab di saat Rahmat berusaha mati-matian mendamaikan pasangan suami istri, Tata justru menjadi pengacara bagi salah satu pasangan ingin bercerai—dan dalam novel ini, mereka menangani pasangan suami istri yang sama!

12 Sep 2012

Kāla Kālī by Valiant Budi & Windy Ariestanty

Judul Buku : Kāla Kālī
Penulis : Valiant Budi & Windy Ariestanty
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : 2012 (Cetakan I)
Tebal : 332 Halaman
ISBN: 9789797805814
Harga: Rp. 53.000,-
Rate: 4/5

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gagas Duet terbaru persembahan Gagas Media kali ini, diberi judul Kāla Kālī*. Salah satu penulisnya, Windy Ariestanty, adalah penulis yang karyanya selalu saya nanti-nanti. Terakhir kali Windy menulis fiksi, adalah ketika ia berduet dengan Christian Simamora dalam novel dewasa berjudul Shit Happens. Kini, beliau kembali menulis fiksi setelah sebelumnya sukses menyentuh hati para pembacanya lewat buku nonfiksi berjudul Life Traveler.

Seperti buku-buku Gagas Duet yang sudah terbit sebelumnya, buku ini terdiri dari dua novela dengan kisah dan gaya bercerita berbeda, sesuai dengan ciri khas masing-masing penulisnya. Kisah pertama ditulis oleh Valiant Budi (yang biasa disapa Vabyo) berjudul: Ramalan dari Desa Emas. Berkisah tentang Keni, remaja perempuan yang ingin merayakan ulang tahunnya yang ke-18 dalam kesendirian, menjadikan Desa Sawarna** sebagai tempat untuk merayakannya. Keni yang awalnya sangat menikmati kedamaian desa Sawarna, mengalami kejadian yang membuatnya pingsan sewaktu menyusuri goa yang menjadi salah satu objek wisata di desa itu. Saat siuman, gadis itu mendapati dirinya dirawat di salah satu rumah nenek 'tukang obat' yang mempunyai cucu berkemampuan meramal, dan konon ramalannya selalu tepat. Betapa syoknya Keni ketika si bocah terus-terusan berkata bahwa Keni akan meninggal sebelum usianya mencapai angka delapan belas. Kemudian, kejadian-kejadian menyerempet maut pun mulai menghampiri Keni. Dapatkah Keni lepas dari ramalan (atau lebih tepatnya, kutukan) dari Desa Emas?

30 Agu 2012

With You: Sehari Bersamamu by Christian Simamora & Orizuka

Judul: With You: Sehari Bersamamu
Penulis: Christian Simamora & Orizuka
Penerbit: GagasMedia, 2012
Tebal: 316 hlm.
ISBN: 9789797805739
Rating: 4/5

Sinopsis:
365 hari dalam setahun,
24 jam dalam sehari.

Di antara semua waktu yang kita punya,
kau sengaja memilih hari itu.

keluar dari mimpi indah,
lalu hadir dalam hidupku...

sebagai cinta yang selama ini aku tunggu.

WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.

Well, ini adalah novel Gagas Duet ke-6, tapi inilah Gagas Duet pertama yang saya baca. Bagaimana mungkin saya melewatkan novel Gagas Duet ini, kalau penulisnya adalah Christian Simamora, penulis favorit saya? Sementara Orizuka, saya kepincut sama novel yang berjudul Infinitely Yours yang oh-so-Korean-Drama banget, which is, I really like it. Hehe. Jadi, akan seperti apakah hasil duet penulis yang karya-karyanya selalu dinanti para pembaca ini?

23 Jul 2012

Infinitely Yours by Orizuka

Judul Buku: Infinitely Yours
Penulis: Orizuka
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: 2012 (Cetakan VI)
Tebal: 304 Halaman
ISBN: 9797805085
Harga: Rp. 47.000,-
Rating: 4/5

Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi, bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya?

Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Sekeras apa pun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri—dan menjauhkan hati—pada akhirnya akan bertemu kembali.

Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya, hanya ada satu cara untuk membuktikannya....

Kau, aku, dan perjalanan ini.

Bagi saya, kalimat yang saya kutip dari sampul belakang novel ke-13 Orizuka, Infinitely Yours, di atas cukup membuat penasaran. Dari rangkaian kalimatnya yang begitu manis, saya menduga kisah novel ini akan sangat romantis. Tapi setelah membaca beberapa halaman awal, saya sadar tebakan saya kurang tepat, tapi tidak sepenuhnya salah juga. Ternyata ceritanya bergenre komedi romantis dan unsur komedinya sukses membuat saya nyengir-nyengir ganteng ketika membaca. :D

Adalah Jingga, gadis ceria yang terlalu hiperaktif, seorang Korean freak—menggemari segala hal yang berhubungan dengan budaya pop Korea dan fasih berbahasa Korea. Menilik penampilannya yang mungil seperti ABG serta gaya berpakaiannya yang ‘ramai’, siapa pun tak akan menyangka bahwa gadis ini sudah berumur dua puluh lima tahun. Ada pun seorang laki-laki bernama Rayan, pemuda workaholic yang pendiam dan kaku, miskin senyum dan sering tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Dua manusia beda gender dan saling bertolak belakang sifat tersebut dipertemukan oleh takdir pada sebuah bandara. Awal pertemuan mereka tak terlalu menyenangkan. Rayan secara tidak langsung merusak PSP (yep, konsol game portabel itu) milik Jingga, yang membuat Jingga jengkel dan menuntut ganti rugi. Rayan yang saat itu tengah terburu-buru mengejar flight memberikan kartu namanya kepada Jingga agar gadis itu bisa menghubunginya nanti.

Tak disangka, mereka ternyata bagian dari rombongan yang sama, rombongan tour ke Korea. Jingga yang pembawaannya ceria menganggap kebetulan tersebut suatu hal yang menyenangkan karena ia bisa segera meminta ganti rugi atas PSP-nya yang rusak, namun tidak bagi Rayan. Bukan bermaksud menghindar dari tanggung jawabnya, tapi pemuda itu merasa terganggu dengan kehadiran Jingga yang menurutnya terlalu bising dan hiperaktif, layaknya ABG umur tujuh belas tahun—Rayan awalnya memang tidak tahu berapa usia Jingga sebenarnya. Apalagi para peserta tour dipasang-pasangkan oleh Darma, pemimpin tour, dengan maksud agar setiap peserta harus saling menjaga pasangannya masing-masing selama tour berlangsung. Bisa ditebak, Jingga dipasangkan dengan Rayan yang langsung misuh-misuh.

Ternyata, baik Jingga maupun Rayan punya tujuan masing-masing setelah tiba di Korea nanti. Jingga sangat ingin berjumpa lagi dengan tour guide lokal, seorang pemuda asli Korea yang dikenalnya pada tour tahun lalu; pemuda tampan yang penampilannya mirip aktor drama Korea. Sementara Rayan, ia ingin mencari seseorang untuk membereskan masalah yang belum terselesaikan. Sebenarnya mengikuti tour ini bukan rencana Rayan—bahkan ia sebenarnya sangat membenci Korea dan lebih memilih tidak ke sana kalau bukan demi mencari seseorang tersebut—tapi karena rekannya salah membeli tiket (yang dibeli justru paket tour Korea, karena sang rekan berasumsi bahwa Rayan ke Korea untuk berlibur).

Tiba di Korea, Rayan segera mencari cara memisahkan diri dari rombongan untuk melaksanakan maksudnya. Sialnya, Jingga yang menjadi pasangan tournya mengetahui niat Rayan, dan gadis itu terlalu teguh memegang instruksi pemimpin tour yang mengharuskan pesertanya saling menjaga pasangannya. Jingga yang tak mampu mencegah Rayan kemudian memutuskan untuk ikut ke manapun pemuda sinis itu pergi. Rayan jadi pusing sendiri.

Selanjutnya, banyak hal tak terduga terjadi pada pasangan tour tersebut. Mulai dari tersesat di kota, ditinggal rombongan, hingga harus bermalam bersama di sebuah penginapan murah demi menghemat uang. Berhasilkan Rayan menemukan ‘seseorang’ yang menjadi alasannya terbang ke negara yang sangat dibencinya itu? Lalu bagaimana dengan Jingga yang terpaksa merelakan kebersamaannya dengan cowok Korea yang dirindukannya selama satu tahun?

Temukan jawabannya dalam Infinitely Yours.

***

Infinitely Yours adalah novel Orizuka pertama saya, juga novel bernuansa Korea pertama yang saya baca. Karena ini yang pertama, tentu saya tidak bisa membandingkan novel ini dengan novel-novel Orizuka yang lain. Tapi saya pribadi menyukai gaya menulis Orizuka di novel ini. Banyak adegan kocak yang bisa memancing senyum bahkan tawa. Sebagai pembaca yang tidak begitu banyak tahu tentang Korea (tapi saya cukup tahu tentang SNSD dan SuJu lho, hehe) novel ini menyajikan suasana Korea Selatan yang terasa nyata, walau sang penulis sendiri mengaku bahwa ia belum pernah ke Korea sebelumnya. Salut dengan Orizuka, sebab meskipun tak pernah menginjakkan kaki di Korea, ia melakukan banyak riset lewat internet (terutama Google Map) untuk mendapatkan gambaran detail tempat-tempat yang menjadi setting cerita novel ini. Juga, penulis memasukkan beberapa dialog berbahasa Korea (sering diucapkan oleh tokoh Jingga) yang membuat novel ini jadi makin meyakinkan, tanpa perlu membuat bingung pembaca karena penulis berbaik hati menambahkan keterangan/terjemahan di bagian footer halaman buku.

Tentang kisahnya, menurut saya cerita dalam buku ini bukan hal yang baru. Cerita tentang cewek periang dan cowok jutek cukup sering ditemui dalam novel-novel remaja yang beredar saat ini. Hanya saja, kembali kepada penulisnya, kepada kepiawaian mereka meramu formula yang sudah populer menjadi kisah yang menarik diikuti tanpa membuat bosan pembacanya. Dan Orizuka berhasil melakukannya. Infintely Yours menjadi novel yang ringan namun menyenangkan untuk disimak hingga halaman terakhir. Informasi mengenai beberapa tempat wisata di Korea dalam novel ini menjadi nilai tambah tersendiri. Ah, saya jadi ingin ke Korea, tapi siapa yang mau bayarin ya? T^T

Yang mengganjal di benak saya yaitu ketika mengetahui usia Jingga: apa iya di dunia nyata ada gadis berumur dua puluh lima tahun yang memiliki tingkah polah seperti ABG tujuh belas tahun? Rasanya saya sulit mengenyahkan pikiran tersebut pada awal-awal membaca novel ini. Syukurlah belakangan saya bisa menerimanya, karena ceritanya sendiri sudah menyedot seluruh perhatian saya dari isu usia tersebut.

Tokoh Rayan kurang menarik buat saya (bukan karena kami sama-sama cowok ya, haha). Maksud saya, karakter Rayan tidak mencerminkan namanya yang seharusnya (menurut penulis) seperti dewa—nama lengkapnya Narayan Sadewa, by the way. Meski saya belum pernah bertemu dewa betulan, masa iya sih ada dewa yang selalu ragu-ragu? Apalagi dewa yang mudah menyerah padahal sudah sangat dekat pada sesuatu begitu ia ingini? Mungkin Orizuka harus mengganti nama tokoh Rayan, karena sifat Rayan terlalu manusiawi jika disamakan dengan dewa, which is agak berlebihan sebenarnya, menyamakan manusia dengan dewa.

Soal cover, sebenarnya sangat manis. Mamun yang disayangkan adalah kalimat dengan tulisan Hangul (Korea) yang terletak tepat di bawah judul novel ini (semacam tagline) tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, atau setidaknya, bahasa Inggris. Saya penasaran dan ingin mengetahui maknanya. Alangkah baiknya jika pihak penerbit/penulis mau mencantumkan terjemahannya, tanpa perlu membuat repot pembaca sampai harus googling terlebih dahulu atau tanya sana-sini hanya untuk mengetahui makna dari kalimat tersebut.

Terakhir, ada isu yang cukup sensitif tentang novel ini, yaitu plagiat. Banyak pembaca yang bilang bahwa cerita novel ini mirip dengan film komedi romantis Thailand berjudul Hello Stranger. Mengenai hal tersebut, Orizuka sudah mengkonfirmasinya lewat situs pribadinya. Oh ya, soal umur Jingga, Orizuka juga memberikan komentarnya di situ.

Bagi para pecinta Korea, novel ini wajib dibaca dan dikoleksi. Dan bagi para penyuka cerita komedi romantis, novel ini layak dijadikan pilihan sebab ceritanya ringan dan menghibur. 4/5 bintang.

Selamat membaca.

27 Mei 2012

The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta by Windy Ariestanty, dkk

Judul Buku: The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta
Penulis: Alanda Kariza, Rahne Putri, Richard Miles, Riyanni Djangkaru, Ve Handojo, Travel Junkie Indonesia, Windy Ariestanty, Trinzi Mulamawitri, Fajar Nugros, Farid Gaban, JFlow, Matatita
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 264 Halaman
ISBN: 9799797805500
Harga: Rp. 48.500,-
Rating: 3/5



The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta. Sesuai tagline-nya buku kedua ini berisi cerita-cerita dari para penulis yang melakukan perjalanan atau travelling, khusus di wilayah Indonesia. Sama seperti buku pertama, buku kedua ini juga berisi 12 cerita dari 12 penulis berbeda. Dua penulis buku pertama turut ambil bagian di buku ini, mereka adalah Ve Handojo dan Windy Ariestanty.

Kisah pertama, yang sangat saya sukai, berjudul "Berburu Gajah, Garuda, dan Naga ke Trusmin". Judul yang unik, bukan? Ternyata yang dimaksud Gajah, Garuda, dan Naga di sini adalah motif batik. Yep, Ve Handojo berkisah tentang kunjungannya ke Kampung Trusmin, Cirebon untuk berburu batik. Dari kisah yang singkat ini, kita bisa memperoleh banyak informasi menarik soal batik yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya. Dan saya baru tahu (hiks, telat banget) bahwa batik ternyata bukan punya Indonesia saja. Karena secara harafiah "batik" adalah teknik menghias permukaan kain dengan menggunakan metode menahan pewarna (dye resist). Yang membedakan batik Indonesia dengan batik-batik dari negara di Eropa, Cina, bahkan Malaysia, adalah penggunaan canting. Jadi, kita jangan keburu emosi dulu sewaktu Malaysia berkata bahwa mereka juga punya batik. Bisa jadi mereka memang benar-benar punya. Nah, kalau metode penggunaan canting yang mereka claim, barulah kita boleh marah, karena canting memangs asli milik kita, milik Indonesia. Sebetulnya tak perlu marah juga sih, soalnya dunia sudah mengakuinya kok. :)

Cerita-cerita selanjut juga tak kalah menarik. Misalnya, cerita dari Matatita tentang pengalaman menegangkan saat naik pesawat Twin Otter dari Timika menuju Ewer (Asmat); Cerita dari Riyanni Djangkaru saat melihat ikan Mola-Mola dari jarak sangat dekat sewaktu melakukan diving di Sanur, Bali; Cerita dari Alanda Kariza dan Tinzi Mulamawitri yang sama-sama membagi pengalaman mereka ketika mengunjungi Lombok (kamu pasti bakal kepingin menunjungi Lombok setelah membaca kisah mereka *promosi.com*); Cerita dari JFlow saat pulang kampung ke Ambon; Cerita dari Richard Miles Si Bule Ngehe, saat menjalani praktik mengajar di Salatiga; Cerita dari Fajar Nugros saat mengunjungi raja Ampat dan menyempatkan diri bermain bola dengan anak-anak di sana; dan cerita-cerita lainnya.



Saya pribadi lebih menyukai buku ini dibanding buku pertama. Mungkin karena tempat yang diceritakan masih di wilayah negara kita sendiri, sehingga kemungkinannya lebih besar bagi saya untuk mengunjunginya, hehehe. Meski begitu, harapan untuk melakukan travelling ke luar negeri masih besar juga sih. Ingat Lucerne yang diceritakan Mbak Windy di buku pertama? Ya, saya masih menyimpan angan untuk mengunjunginya suatu saat nanti. *pray*

Seperti buku pertama, adaaaa saja cerita yang kurang begitu menarik (menurut saya). Mungkin lebih karena gaya bahasanya. Misalnya cerita Farid Gaban berjudul "Berziarah ke Digul, Penjara Tak Bertepi" yang menurut saya agak membosankan karena saya jadi seperti membaca buku sejarah. Hehe, penilaian saya ini memang sangat subjektif

Soal typo, justru di buku kedua ini malah lebih banyak typo ketimbang buku pertama. Sayang sekali, menurut saya. Kalau nanti ada The Journeys 3, saya sangat berharap tidak ada typo lagi. Amin.

26 Mei 2012

The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita by Windy Ariestanty, dkk

Judul: The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita
Penulis: Adhitya Mulya, Okke 'Sepatumerah', Raditya Dika, Trinity, Windy Ariestanty, Valiant Budi, Winna Efendi, Ve Handojo, Alexander Thian, Farida Susanty, Ferdiriva Hamzah, Gama Harjono
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 254 Halaman
ISBN: 9789797804817
Harga: Rp. 48.500,-
Rating: 3/5


Bela-belain membaca ulang buku ini sambil menunggu pesanan buku kedua datang. :)

Seingat saya, alasan membeli buku ini nggak melulu karena saya suka jalan-jalan (walau itu salah satunya), tapi karena saya membaca nama Windy Ariestanty dan Raditya Dika pada deretan nama para penulisnya.

The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita, berisi 12 cerita dari 12 orang yang kebetulan sudah malang melintang di dunia tulis-menulis, baik fiksi maupun nonfiksi. Sebelum membaca kisah perjalanan para penulis, kita akan menemukan kata pengantar dari Gagasmedia yang diwakili oleh Windy Ariestanty. Kalimat pembukanya sungguh manis, "Hal paling menarik dari melakukan perjalanan adalah menemukan." Di lembar berikutnya adalah daftar isi. Yang menarik, alih-alih membuat daftar isi biasa, buku ini menampilkan peta dunia dengan titik-titik lokasi yang nantinya akan diceritakan para penulis, diberi keterangan judul cerita, nama penulis, kemudian halaman—kecuali satu penulis, tak memiliki titik di bagian peta mana pun, karena ternyata ia tidak bercerita tentang lokasi yang dikunjunginya tapi tentang pengalamannya melakukan travelling gratis bersama berbagai orang dari berbagai media, dengan tingkah pola mereka yang terkadang (ralat, sering!) bikin malu. :D

30 Apr 2012

Hujan dan Teduh by Wulan Dewatra

Judul Buku: Hujan dan Teduh
Penulis: Wulan Dewatra
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 256 Halaman
ISBN: 9797804984
Rating: 2/5

Jujur saja, saya beli novel ini, pertama karena suka banget sama covernya. Kedua, novel ini ternyata pemenang kompetisi menulis novel roman yang diadakan oleh Gagas Media. Penasaran dong, pastinya. Kayak gimana sih, ceritanya? Baca, baca, baca, dan... saat selesai, sebuah pertanyaan terus-menerus bergema di kepala saya: "Heh, yang kayak gini jadi juara pertama?" Kening saya berkerut jelek sekali.

Novel ini berkisah tentang Bintang, seorang perempuan yang menyukai perempuan. Namanya Kaila, cewek cantik berponi pagar. Kala itu mereka masih duduk di bangku SMA, dan, bagaimana pun, hubungan sesama jenis adalah hal yang tidak membanggakan bagi masyarakat kita. Karenanya mereka berusaha menyembunyikan hubungan mereka. Untuk menambah 'penyamaran', baik Bintang maupun Kaila berpacaran dengan cowok. Namun serapat-rapatnya mereka menyembunyikan hubungan cinta terlarang mereka, akhirnya ketahuan juga oleh Reno, pacar lelaki Kaila. Reno yang tidak suka pada Bintang kemudian menyebarkan foto mesra Bintang dan Kaila di situs jejaring sosial, yang membuat Kaila depresi dan memutuskan untuk bunuh diri.

Pada masa kuliah, Bintang bertemu dengan Noval, dalam suatu peristiwa yang tak menyenangkan. Seiring berjalannya waktu, hubungan Bintang dan Noval menjadi lebih baik, dan mereka berpacaran. Noval adalah lelaki yang baik, pada awalnya. Tapi lama-kelamaan Noval mulai menunjukkan perubahan. Dia menjadi terlalu posesif, egois, gampang marah, serta ringan tangan. Bintang mencoba bersabar menghadapi Noval, karena cewek itu sudah terlanjur sayang padanya. Terlebih lagi, Noval sepertinya kesusahan mengatasi temperamennya, selalu memohon-mohon maaf pada Bintang setiap kali ia mulai marah dan bersikap kasar pada Bintang. Sesabar-sabarnya Bintang, akhirnya ia tak tahan juga dengan perlakuan kasar Noval dan sikapnya yang plin-plan. Saat itulah sosok Dewa hadir. Sosok yang sangat perhatian pada Bintang.

Bisa menebak endingnya? Hohoho. Jangan terlalu cepat menyimpulkan. Endingnya menurut saya tidak terduga lho, walau tak mampu membuat saya senang. Maaf.

Alur cerita dalam novel ini maju-mundur. Bagian yang menceritakan masa lalu Bintang saat SMA dicetak dengan hufuf miring (italic). Saya sebenarnya menyukai cerita yang tak melulu alur maju saja, tapi entah mengapa saya malah merasa terganggu dengan alur cerita dalam novel yang ditulis oleh Wulan Dewatra ini. Konfliknya menurut saya agak dipaksakan. Yang membuat novel ini berbeda dari cerita remaja kebanyakan, adalah keberanian penulis mengangkat hubungan sesama jenis dalam buku pertamanya ini. Untuk hal tersebut saya betul-betul mengacungkan jempol.

Baiklah. Saya akan menuliskan beberapa hal yang membuat kening saya berkerut:
  1. Tadinya, saya pikir konflik utama di novel ini adalah tentang hubungan Bintang dan Kaila. Saya pikir, tema lesbianlah yang akan dikupas oleh sang penulis, tentang pergolakan batin Bintang yang mempertanyakan orientasi seksualnya dan sebagainya (apalagi ketika itu Bintang masih SMA kan?). Ternyata saya salah. Kisah Bintang-Kaila hanya sekadar 'tempelan'.
  2. Begitu mudahkah bagi seseorang untuk mengubah orientasi seksualnya? Kok rasanya begitu gampang Bintang jatuh cinta pada laki-laki?
  3. Saya menyerah. Saya tak paham makna dari judul novel ini. Hujan dan Teduh itu maksudnya apa? Menggambarkan hubungan Bintang dan Kaila? Er... tapi kisah mereka bukan konflik utama, kan? Otak saya memang lemot, Sodara-Sodara. Ada yang bisa menjelaskannya pada saya?
  4. Karakter Bintang sangat datar. Untuk orang yang pernah suka perempuan, sikap Bintang terlalu lempeng ketika ia mengalami perlakuan kasar dari lelaki. Masa iya dia nggak berpikir untuk mencari pasangan yang lebih lembut, misalnya mencari 'cewek' lain saja?
  5. Karakter Noval terlalu... apa ya namanya... nggak jelas? Dikit-dikit marah, dikit-dikit minta maaf. Plin-plan. Makanya, saat dia muncul lagi di *sensor-takutnya-spoiler* saya sangat meragukan keramahannya. Tak ada yang bisa menjanjikan bahwa sifat Noval sudah berubah.

Well, saya memang bukan seorang profesional dalam menilai suatu bacaan (tentu, karena penilaian saya lebih banyak unsur subjektifnya. Hehe.). Saya sih, tak meragukan kredibilitas para juri Gagas Media yang memilih novel ini sebagai juara. Saya hanyalah orang awam yang berusaha menikmati bacaan saya. Dan, ketika saya tak mampu menikmati suatu bacaan, maka saya tak mau berpura-pura bilang suka. Mungkin saya yang belum mampu menemukan 'permata' dalam novel ini.

Maaf, sekali lagi maaf, saya cuma memberikan 2/5 bintang.