Tampilkan postingan dengan label Young Adult Fantasy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Young Adult Fantasy. Tampilkan semua postingan

27 Feb 2016

Memoria - Priscila Stevanni

Judul: Memoria
Penulis: Priscila Stevanni
Penerbit: Penerbit Kosong
Cetakan: I, Oktober 2015
Tebal: 275 hlm.

Sinopsis:
Rasanya seperti mimpi. Tabrakan itu, suara klakson yang memekakkan telinga, van putih yang melaju dengan kecepatan tinggi, aku dan Rega yang hanya dapat berdiri terpaku menantang maut. Lalu… Poof! Semua hilang begitu saja.

Aku terbangun di kamarku. Mereka tidak pernah menemukan tubuh Rega. Mereka bahkan tidak mengingat siapa itu Rega. Semua jejak tentang Rega menghilang. Tidak ada satu pun bukti yang dapat menunjukkan bahwa Rega pernah hidup. “Tidak pernah ada yang namanya Rega Adisatya!” Begitu kata mereka.

Aku berharap dapat segera terbangun dari mimpi buruk ini. Mimpi yang tidak menyertakan Rega di dalamnya. Ingatan fotografisku tidak mungkin berbohong. Rega pernah ada—dan hidup di bumi ini. Aku mengenalnya. Rega bukan fantasi. Ia bukan khayalanku seperti yang orang-orang katakan—dan aku tidak gila. Ia adalah memori, senyata-nyatanya memori.

Dan suatu saat nanti, aku pasti akan menemukannya kembali.

Apa yang ada di benak kalian saat melihat cover novel ini? Bagi saya pribadi, saat memandang covernya pertama kali, saya akan langsung berasumsi bahwa ini adalah novel romance. Pemilihan font yang manis semakin menambah kesan romance-nya. Saat membaca sinopsis di bagian belakang, kita akan disajikan kilasan cerita yang mampu menggelitik rasa penasaran: tentang seorang gadis yang kehilangan sahabatnya yang bernama Rega. Anehnya, Rega seolah tak pernah eksis di dunia. Tak ada satupun yang mengingat bahwa Rega pernah ada di dunia ini, kecuali sang tokoh utama. Benarkah selama ini Rega hanyalah khayalannya semata? Apakah ingatan fotografis sang tokoh utama telah menipunya?

9 Jul 2015

Insurgent - Veronica Roth

Judul: Insurgent
Seri: Divergent #2
Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Nur Aini
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, April 2012
Tebal: 551 hlm
ISBN13: 9789794337370

Sinopsis:
"Satu pilihan bisa mengubahmu, atau justru menghancurkanmu."

Konsekuensi pilihan yang diambilnya membuat Tris terjebak dalam faksi pengkhianat yang membunuh keluarganya. Kini, Tris harus mencoba menyelamatkan orang-orang yang disayanginya, juga dirinya sendiri, sementara benaknya dikacaukan oleh berbagai pertanyaan tentang kesetiaan, identitas, dan pengampunan.

Ketika ancaman perang dan perpecahan faksi semakin mengancam, Tris harus memutuskan, tetap pada identitasnya sebagai Dauntless atau memunculkan dirinya yang sejati. Sebagai Divergent. Sebuah identitas yang dianggap berbahaya dan dihindari semua faksi.

Lanjutan seri Divergent yang menjadi Best Fantasy Book di Goodreads Choice Award ini tak mengecewakan pembaca. Seru, menegangkan, namun juga dibumbui dengan kisah cinta, patah hati, dan filosofi menggugah tentang manusia dan kehidupan.


 Peringatan: Review ini mungkin mengandung spoiler.


 "Insurgent," katanya. "Kata benda. Orang yang bertindak sebagai oposisi terhadap otoritas yang mapan, yang tidak selalu dianggap sebagai orang yang suka berperang." (hlm. 478)

Setelah berhasil lolos dari tangan Jeanine yang kejam, Tris, Four, dan beberapa kerabat lain berhasil tiba di markas Amity yang dipimpin oleh Johanna Reyes. Mereka berharap akan mendapatkan perlindungan dari kaum pencinta damai tersebut. Untunglah kaum Amity mau menampung para pelarian tersebut, tentu saja dengan beberapa syarat. Dari percakapan rahasia antara Marcus (ayah Four) dan Johanna yang berhasil dicuri-dengar oleh Tris, rupanya Jeanine berusaha menyapu bersih kaum Abnegation sebab mereka menyimpan informasi rahasia yang berhubungan dengan masa lalu, sebuah rahasia yang rencananya akan dibeberkan oleh kaum Abnegation.

14 Mei 2015

Divergent (Divergent #1) - Veronica Roth

Judul: Divergent
Seri: Divergent #1
Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Anggun Prameswari
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, April 2012
Tebal: 543 hlm
ISBN13: 9789794336977

Sinopsis:
Satu pilihan, menentukan apa yang harus kau percaya.
Satu pilihan, memastikan siapa yang kau turuti, selamanya.

Chicago, usai perang nuklir yang menghancurkan dunia. Pada usia 16, setiap orang harus mengambil pilihan yang akan menentukan seluruh jalan hidupnya.

Beatrice memilih meninggalkan Faksi Abnegation yang tanpa pamrih untuk bergabung dengan para pemberani di Faksi Dauntless. Meninggalkan orangtuanya, membuang namanya untuk hidup bersama faksi yang baru. Beatrice menjadi Tris, berharap menemukan jati dirinya bersama para Dauntless. Namun, Tris harus lulus inisiasi terlebih dulu agar bisa diterima. Tak ada jalan kembali. Tak lulus inisiasi berarti Tris akan bergabung dengan orang-orang yang terbuang. Hidup menggelandang.

Berhasilkah ia bertahan di komunitas yang kadang kebrutalan dianggap sama dengan keberanian?

Divergent berkisah tentang Beatrice Prior, gadis 16 tahun yang tinggal di Chicago pasca perang nuklir yang menghancurkan dunia puluhan tahun silam. Sepanjang hidupnya, Tris tinggal bersama keluarganya yang berasal dari faksi Abnegation, sebuah komunitas yang tak pernah mementingkan diri sendiri. Abnegation adalah tempat bagi mereka yang tak segan membantu orang lain—cocok dengan lambang faksi tersebut, yaitu tangan yang saling menggenggam. Karena tak pernah mementingkan diri sendiri, faksi Abnegation diberi kepercayaan untuk memimpin pemerintahan.

26 Apr 2015

The Death Cure (The Maze Runer #3) - James Dashner

Judul: The Death Cure
Seri: The Maze Runner #3
Penulis: James Dashner
Penerjemah: Yunita Candra
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, Februari 2012
Tebal: 492 hlm
ISBN13: 9789794336786

Sinopsis:
Keadaan makin tak terkendali. Penculikan manusia kebal terjadi dimana-mana. WICKED menyebarkan foto Thomas sebagai buronan paling dicari dengan imbalan tinggi. Kejutan justru muncul di Denver, kota dengan pengamanan superketat terhadap penyebaran virus Flare. Seorang kawan lama muncul. Bagaimana mungkin? Bukankah dia sudah mati di tangan Thomas?

Siapakah otak di balik penculikan itu? Mengapa mereka menculik manusia kebal? Sementara itu, WICKED mempunyai rencana baru yang tak kalah gila dan Thomaslah satu-satunya orang yang bisa menggagalkannya. Sanggupkah Thomas kembali ke neraka itu demi menghancurkan rencana yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia?

Perhatian: Review ini mungkin mengandung spoiler buku sebelumnya.

Di ending buku kedua, Thomas dan kawan-kawan berhasil mencapai Berg (pesawat canggih milik WICKED) setelah bertarung melawan monster-monster ciptaan organisasi tersebut. Kali ini WICKED benar-benar memenuhi janjinya untuk membawa para subjek ke tempat yang aman. Tak ada lagi tes, tak ada lagi percobaan-percobaan gila. Tapi benarkah demikian?

WICKED, melalui si Tikus Botak, berjanji akan mengembalikan ingatan semua anak yang menjadi subjek tes mereka. Namun mengingat hal-hal buruk yang telah Thomas alami gara-gara WICKED, anak itu memutuskan untuk menolak ingatannya dikembalikan. Dari semua subjek, hanya Thomas, Minho, dan Newt yang menolaknya. Hal ini membuat si Tikus Botak murka dan tetap memaksa untuk mengembalikan ingatan mereka. Thomas dan kedua sahabatnya mencoba melawan namun gagal total.

21 Apr 2015

The Scorch Trials (The Maze Runer #2) - James Dashner

JuduL: The Scorch Trials
Seri: The Maze Runner #2
Penulis: James Dashner
Penerjemah: Meidyana Arrisandi
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, Januari 2012
Tebal: 511 hlm
ISBN13: 9789794336571
Sinopsis:
Selama ini Thomas keliru. Ada dua Maze. Namun, berkebalikan dengan Maze yang dihuninya, Maze lain didiami oleh sekelompok anak perempuan, yang dikenal sebagai Grup B. Bahkan, Teresa yang disangkanya hilang, ternyata justru bergabung di sana. Kini Grup B menantinya dengan tugas khusus: membunuh Thomas! Namun, bukan kematian yang membuatnya jerih, melainkan pengkhianatan Teresa, gadis yang diam-diam dicintainya.

Sementara itu, jumlah para Glader berangsur berkurang. Keadaan di luar Maze lebih mengerikan dari yang mereka duga. Bola baja yang muncul tiba-tiba dari kegelapan, badai gurun pasir yang merajam habis hingga ke tulang, hingga gerombolan Crank haus darah, semakin menciutkan hati mereka. Namun, mereka terus melangkah maju, demi menemukan jawaban dari misteri selama ini, demi menemukan jalan pulang menuju rumah dan keluarga.

Semua kesulitan dan kengerian di Maze, barulah awal dari serangkaian proses kejam dan mendebarkan. Berlanjut di Scorch, percobaan baru mengadang mereka. Untuk bisa lolos, kali ini mereka tak boleh sekadar bermodal nekat. Diperlukan kecerdikan dan ketajaman insting karena musuh-musuh mereka tersembunyi rapat di balik dinding ilusi.

Perhatian: Review ini mungkin mengandung spoiler buku sebelumnya.

Setelah melewati berbagai kesulitan dan banyak kematian—termasuk kematian salah satu teman yang sangat Thomas sayangi—para Glader akhirnya berhasil keluar dari Maze. Mereka diselamatkan oleh pihak asing yang sepertinya menentang WICKED. Thomas mengira segalanya akan baik-baik saja setelah mereka tiba di semacam tempat perlindungan. Namun Thomas keliru. Itu baru awal dari tes kedua yang ternyata sudah diatur dengan rapi oleh WICKED. Para penolong mereka ditemukan tewas keesokan paginya dengan posisi tubuh digantung. Apa yang telah dilakukan WICKED terhadap orang-orang ini?

12 Apr 2015

The Maze Runner (The Maze Runer #1) - James Dashner

Judul: The Maze Runer
Seri: The Maze Runner #1
Penulis: James Dashner
Penerjemah: Yunita Candra
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, November 2011
Tebal: 532 hlm
ISBN13: 9789794336557

Sinopsis:
Setiap hari mereka harus berlari. Menyusuri lorong Maze yang berkelok-kelok di luar dinding Glade, tempat mereka tinggal, hingga senja tiba. Dan, ketika kegelapan turun, para pelari harus sudah ada di dalam glade. Ya, pada saat itulah Griever, monster buas dan ganas, tak segan menerkam siapa saja yang masih berkeliaran di dalam Maze.

Mereka bukan sekadar berlari. Itu cara mereka bertahan hidup. Dengan berlari mereka berharap menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk itu. Keluar untuk kembali pulang menjumpai keluarga mereka. Namun, lintasan Maze selalu berubah-ubah dari hari ke hari. Rasanya, mustahil bisa keluar dari tempat itu.

Suatu hari pintu batu pelindung mereka tak lagi turun menutup. Griever-griever itu bisa menyeruduk masuk kapan saja. Setiap hari, satu anak dibawa pergi dan lenyap. Satu-satunya jalan adalah bergegas keluar dari tempat itu. Namun, mereka harus melewati Maze yang membingungkan dengan sejumlah monster mengerikan di sana. Beranikah para pelari lari keluar dengan nyawa sebagai taruhannnya? Atau, akankah justru lebih baik tetap berada di dalam menanti pencabut nyawa sambil berharap mukjizat datang tiba-tiba?

Thomas, 16 tahun, panik saat mendapati dirinya berada di tempat yang sama sekali asing. Ingatannya telah dihapus, satu-satunya yang diingatnya hanyalah namanya sendiri. Tempat asing itu disebut Glade dan para penghuni di dalamnya menyebut diri mereka Glader. Glade dihuni oleh sekitar 60-an anak laki-laki seusia Thomas. Sama seperti Thomas, ingatan mereka juga telah dihapus oleh siapapun di luar sana yang mengirim mereka ke tempat itu. Para Glader tidak tahu siapa yang melakukan ini terhadap mereka atau apa tujuannya. Yang mereka tahu, ialah bahwa mereka harus bertahan hidup.

8 Sep 2014

The Alchemist and The Angel by Joanne Owen

Judul: The Alchemist and The Angel
Penulis: Joanne Owen
Penerjemah: Nina Setyowati
Penerbit: Ufuk Press, 2011
Tebal: 360 hlm.
ISBN: 9786028801850

Sinopsis:
Semuanya berubah bagi Jan ketika pamannya, Gustav—seorang ahli anatomi, ilmuwan alam, dan alkemis (ahli alkimia) termasyhur—meminta bantuannya untuk mencari bahan serum pemberi kehidupan. Untuk menguji serum ini, mereka harus mengikuti serangkaian instruksi kuno dan terjun ke dalam permainan misterius demi menghidupkan kembali yang tidak bernyawa. Ketika Gustav meninggal secara mendadak, Jan harus melanjutkan cita-cita besar pamannya ini.

Jan diyakinkan bibinya bahwa mereka harus pindah dari Vienna ke Prague. Tapi, bibinya tiba-tiba menghilang. Jan pun berusaha keras mencarinya. Menerobos lingkungan kumuh yang terjangkit wabah di sekeliling istana mewah Kaisar Rudolf yang arogan dan sinting, dia harus mencari akal menghadapi musuh dan rangkain kejadian aneh yang mengejutkan. Satu-satunya sekutu Jan adalah Zuzana. Gadis misterius itu dikenal sebagai Malaikat dari Ghetto. Bisakah Jan memercayai Zuzana? Apa yang sebenarnya terjadi pada paman dan bibi Jan? Mampukah Jan membuat serum pemberi kehidupan?

Berlatar belakang Praha pada abad ke-16 dan Vienna yang menakjubkan, ini adalah novel historical fiction yang penuh keajaiban.

Apa yang ada di benak pembaca sekalian saat mendengar kata “Alchemist”? Mungkin sebagian pembaca akan membayangkan novel The Alchemist karya Paulo Coelho. Para pencinta anime kemungkinan akan membayangkan anime terkenal berjudul Fullmetal Alchemist yang penuh aksi itu. Saya sendiri, begitu mendengar kata Alchemist yang muncul di benak saya adalah elixir kehidupan, sebuah cairan yang membuat peminumnya akan memperoleh hidup abadi (iya, itu gara-gara membaca buku pertama Harry Potter, hehe).

Praha dan Vienna abad ke-16 menjadi latar dari kisah fantasi ini. Tokoh utama kita adalah Jan, anak laki-laki yang menjadi yatim-piatu sejak wabah pes merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kini ia tinggal bersama paman dan bibinya di Rumah Tujuh Bintang. Jan beruntung sebab pamannya, Gustav, adalah seorang alkemis terkenal. Jan yang memiliki minat terhadap ilmu pengetahuan dan obat-obatan menyambut gembira ketika Gustav mengangkatnya sebagai murid. Mereka bersama-sama berusaha membuat serum ajaib yang mampu membangkitkan makhluk hidup dari kematian. Serangkaian instruksi yang rumit mereka ikuti demi membuat serum tersebut. Harapan Gustav dari serum tersebut adalah semoga dapat menjadi obat yang mampu menghalau wabah pes yang menghatui Eropa pada masa itu.

9 Agu 2014

Mockingjay - Suzanne Collins

Judul: Mockingjay
Seri: The Hunger Games #3 (Tamat)
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Mei 2012
Tebal: 432 hlm.
ISBN: 9789792278439

Review untuk seri ini:

Sinopsis:
Katniss Everdeen selamat dari Hunger Games, dua kali. Tapi dia belum sepenuhnya aman dari ancaman Capitol meskipun kini ia dalam lindungan Distrik 13.

Pemberontakan makin merajalela di distrik-distrik untuk menjatuhkan Capitol. Kini tak ada seorang pun orang-orang yang dicintai Katniss aman karena Presiden Snow ingin menumpas revolusi dengan menghancurkan Mockingjay... bagaimanapun caranya.

Review ini mungkin mengandung spoiler.

Setelah berhasil menghancurkan medan gaya di arena pertarungan maut, Katniss Everdeen diselamatkan oleh Plutarch Heavensbee, juri Hunger Games ke-75. Plutarch membawa Katniss ke Distrik 13 dan merawat gadis itu di sana. Ternyata meskipun Distrik 13 telah dihancurkan oleh Capitol puluhan tahun silam, namun masyarakatnya berhasil bertahan hidup dan membangun kehidupan di bawah tanah. Distrik 13 bahkan memiliki presiden sendiri, Alma Coin, yang diam-diam membangun kekuatan untuk melakukan pemberontakan terhadap Capitol, dan Plutarch Heavensbee adalah bagian dari pemberontak yang menyusup ke Capitol. Setelah Distrik 12 (kampung halaman Katniss) dibom oleh Capitol, sisa penduduk yang selamat diungsikan ke Distrik 13.

2 Agu 2014

Catching Fire - Suzanne Collins

Judul: Catching Fire (Tersulut)
Seri: The Hunger Games #2
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Juli 2010
Tebal: 424 hlm.
ISBN: 9789792259810

Sinopsis:
Api pemberontakan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya....

Review ini mungkin mengandung spoiler buku sebelumnya.

Setelah keluar sebagai pemenang pada Hunger Games ke-74, Katniss dan Peeta harus menjalani tur kemenangan di setiap Distrik, tujuannya agar kengerian Hunger Games tidak hilang dari benak masyarakat Distrik. Hubungan Katniss dan Peeta mulai berjarak, setelah Peeta mengetahui bahwa kebersamaan mereka selama di arena hanyalah bagian dari strategi Katniss dan Haymitch untuk menyelamatkan nyawa mereka berdua. Di sisi lain, Katniss sendiri masih bimbang, apakah yang ia memang tak memiliki perasaan apa-apa terhadap Peeta?

22 Jul 2014

The Hunger Games - Suzanne Collins

Judul: The Hunger Games
Seri: The Hunger Games #1
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
Tebal: 408 hlm.
ISBN: 978-979-2250-75-6

Sinopsis:
Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas Distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing Distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah: membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.


Buku ini pertama kali saya baca tahun 2012. Filmnya pun sudah saya tonton lebih dari sekali. Tapi entah mengapa, di awal bulan ini muncul kembali hasrat untuk membaca ulang buku ini. Dan ya, saya akhirnya membacanya kembali. Meski sudah hafal ceritanya, namun rasanya seperti membaca pertama kali. Saya masih dibuat berdebar oleh suasana arena Hunger Games, saya masih sanggup dibuat berjengit oleh adegan-adengan sadisnya, dan saya masih bisa berkaca-kaca pada adegan Katniss dan Rue. Ini membuktikan bahwa The Hunger Games merupakan buku yang sangat berkesan buat saya.

3 Mar 2014

Percy Jackson and The Olympians #2: The Sea of Monsters by Rick Riordan

Judul: Percy Jackson and The Olympians: The Sea of Monsters (Lautan Monster)
Seri: Percy Jackson and The Olympians #2
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Nuraini Mastura
Penerbit: Mizan Fantasi, 2010
Tebal: 368 hlm.

Sinopsis:
Setelah menghabiskan musim panas lalu berjuang mencegah meletusnya peperangan besar antar para dewa dengan mencari petir asali Dewa Zeus, Percy Jackson ternyata belum bisa menikmati ketenangan. Kali ini dia kewalahan menghadapi teman barunya, Tyson, anak tunawisma berbadan besar dengan tingkah seperti anak kecil yang selalu mengekor Percy ke mana pun dia pergi. Lalu tiba-tiba Annabeth datang membawa kabar buruk: Perkemahan Blasteran—satu-satunya tempat perlindungan bagi anak-anak setengah dewa—terancam dikuasai oleh para monster. Seolah-olah belum cukup, pesan mimpi juga datang pada Percy yang menyiratkan sahabatnya Grover tengah dalam bahaya.

Tak tanggung-tanggung, untuk menyelamatkan Perkemahan Blasteran dan menemukan sahabatnya, Grover, Percy harus mengarungi Lautan Monster, tempat mengerikan yang dihindari oleh pelaut waras mana pun. Dan dalam perjalanannya kali ini, ramalan yang disimpan rapat-rapat oleh Chiron dan para dewa dari Percy pun perlahan-lahan mulai terkuak.

Cerita diawali oleh sebuah mimpi buruk yang dialami Percy Jackson. Dalam mimpinya ia melihat Grover, si satir yang juga adalah sahabat baiknya sedang dikejar oleh sesuatu yang ganas dan barbahaya. Saat terbangun, Percy yakin bahwa Grover memang sedang dalam masalah. Ibunya juga tampak menyembunyikan sesuatu. Jelas-jelas hal yang buruk sedang berlangsung di Perkemahan Blasteran.

23 Feb 2014

Percy Jackson and The Olympians #1: The Lightning Thief by Rick Riordan

Judul: Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief
Seri: Percy Jackson and The Olympians #1
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Femmy Syahrani
Penerbit: Mizan Fantasi
Tebal: 454 hlm.

Sinopsis:
Percy Jackson-dua belas tahun, penderita diseleksia-hampir dikeluarkan dari sekolah asramanya... lagi. Tetapi, itu hanya sedikit saja dari sekian masalah yang menantinya. Monster-monster dan dewa-dewi dari Gunung Olympus tampaknya berebutan keluar langsung dari buku pelajaran Sejarah Yunani milik Percy. Lebih parah lagi, Percy telah membuat beberapa di antara mereka marah besar. Petir asali milik Dewa Zeus telah hilang dicuri, dan Percy adalah tersangka utamanya.

Kini Percy dan dua orang kawannya hanya punya waktu sepuluh hari untuk mencari dan mengembalikan benda keramat tersebut, serta mendamaikan kembali perang yang hampir pecah di Gunung Olympus. Tetapi, tantangannya jauh lebih berat dari itu, Percy akhirnya harus berhadapan dengan kekuatan mengerikan yang bahkan lebih hebat dibanding para dewa sendiri.

Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief adalah buku pertama dari rangkaian petualangan Perseus Jackson bersama para dewa-dewi Yunani yang cukup fenomenal di kalangan para pencinta buku. Sudah lama saya ingin memiliki buku ini, dan akhirnya kesampaian juga setelah salah satu rental komik di Gorontalo menjual kelima seri Percy Jackson and The Olympians dengan diskon 50% ke saya. Kondisi bukunya memang jauh dari mulus. Tapi mendinglah, dibanding beli baru yang harganya lebih mahal. Hehe. #bloggerkere

Percy Jackson, bocah 12 tahun penderita diseleksia dan GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas). Karena dianggap nakal, ia sering pindah-pindah sekolah. Terakhir, ia disekolahkan di Akademi Yancy, sekolah swasta untuk anak-anak bermasalah di New York Utara. Di Yancy inilah Percy mulai bertekad untuk untuk menjadi anak baik-baik. Sayangnya, masalah-lah yang justru mendatangi Percy. Saat sekolahnya mengadakan tur ke sebuah museum tentang peradaban Yunani dan Romawi Kuno, ia tiba-tiba diserang oleh guru matematikanya yang ternyata adalah monster bersayap yang luar biasa jelek. Percy berhasil selamat berkat pulpen pemberian guru sejarah favoritnya. Pulpen tersebut dapat berubah menjadi pedang, dan Percy beruntung sekal  bisa selamat dari serangan si monster. Namun, nyawa Percy masih terancam, karena ternyata mereka telah mengetahui keberadaan Percy.

Oleh ibunya, Percy diungsikan ke sebuah perkemahan musim panas. Dalam perjalanan ke sana, Percy kehilangan ibunya setelah diserang oleh minotaur, monster yang setahu Percy hanya hidup dalam mitologi. Kini dunia tak lagi sama bagi Percy. Di perkemahan musim panas tersebut, Percy akhirnya mengetahui bahwa dewa-dewi Yunani kuno bukan hanya sekadar mitologi. Mereka benar-benar nyata, dan punya banyak keturunan hasil kisah asmara mereka dengan manusia (aww). Di Perkemahan Blasteran inilah Percy mengetahui segalanya. Dinamakan Perkemahan Blasteran, karena para penghuninya adalah anak-anak keturunan dewa, termasuk Percy. Percy sendiri adalah putera dari Poseidon, dewa laut.

Di dunia dewa rupanya sedang mengalami kehebohan, lantaran petir asali (lightning bolt) milik Zeus telah dicuri dan Percy-lah yang ditujuh sebagai pencurinya. Meski berkali-kali menyangkal hal tersebut, Percy tetap tak punya pilihan, selain mencari senjata milik Zeus yang hilang tersebut dan mengembalikannya kepada Zeus dalam waktu 10 hari. Bila tidak, para dewa akan saling berperang, dan manusialah yang akan menerima dampak buruknya. Dengan ditemani oleh dua sahabatnnya: Grover (si Satir. Ingat Satir di film Narnia? Seperti itulah) dan Annabeth (anak perempuan Athena), mereka pergi menjalani misi yang nyaris mustahil. Tujuan utama mereka: Dunia Bawah, rumah Hades, yang mereka curigai sebagai si pencuri petir asali. Percy juga yakin bahwa ibunya masih hidup dan ditawan oleh Hades.

Berhasilkah Percy dan kawan-kawan menemukan petir asali milik Zeus dan menyelamatkan ibu Percy? Atau, mereka malah berakhir menjadi penghuni neraka dan disiksa habis-habisan oleh Hades? Temukan jawabannya dalam Percy Jackson and The Olympians: The Lightning Thief karya Rick Riordan.

***

Oh, my God! Saya suka sekali buku ini. Agak menyesal karena telat membaca seri yang sangat menghibur ini. Alur ceritanya cepat dan penuh dengan aksi. Saya menyukai imajinasi Rick Riordan dan cara berceritanya yang seolah-olah ingin menyakinkan pembaca bahwa dewa-dewi Yunani memang ada. Saya menyukai suasana Perkemahan Blasteran dan para penghuninya (mereka dilatih untuk bertarung, karena pada dasarnya anak-anak keturunan dewa selalu berada dalam bahaya). Di perkemahan inilah mereka mendapat perlindungan.

Unsur humor dalam buku ini sangat kental, mulai dari Percy yang sarkastis namun konyol, kepala perkemahan (sang dewa anggur) yang suka menggerutu, dewa Ares yang digambarkan sebagai pengendara motor gede yang badannya seperti salah satu pegulat Smack Down, Hades yang mengeluhkan betapa banyaknya pengeluaran untuk mengurus neraka, dsb. Bahkan, judul setiap babnya saja sudah mengundang tawa. Dialog dalam novel ini juga cerdas dan tak membosankan. Menurut saya, terjemahan buku ini cukup kreatif. :)

Pada beberapa hal, saya merasa buku ini mirip dengan serial Harry Potter. Misalnya trio Percy-Grover-Annabeth, yang mirip dengan Harry-Ron-Hermione. Perkemahan Blasteran mirip Hogwarts. Para manusia setengah dewa penghuni Perkemahan Blasteran tinggal di pondok-pondok yang dipisahkan berdasarkan orang tua mereka. Misalnya, Pondok Athena, Pondok Ares, Pondok Hermes, dst. Sangat mirip dengan konsep asrama di Hogwarts, bukan? Dan bila dunia sihir dalam Harry Potter tak terlihat oleh para Muggle (manusia biasa), begitu pula dengan buku ini. Ada semacam tudung sihir yang membuat manusia biasa tak bisa melihat dunia yang berhubungan dengan para dewa. Anehnya, dari banyak aspek dari buku ini yang begitu mirip dengan dunia Harry Potter, saya sama sekali tidak merasa terganggu, malah sangat menikmatinya.

Meski demikian, saya merasa sedikit kurang nyaman dengan fakta bahwa terdapat banyak kebetulan dalam buku ini. Bahkan, untuk ukuran manusia setengah dewa, Percy tampaknya selalu diberi kemudahan. Mulai dari dengan mudahnya ia selamat saat melawan monster guru matematika, selamat setelah bertarung dengan minotaur, hingga diberi bantuan oleh salah satu penghuni laut berupa 3 kelereng ajaib (uhm, saya lupa apa persisnya nama ketiga benda ajaib pemberian dewi laut itu). Endingnya juga terlalu mudah ditebak.

Meski demikian, bisa dikatakan buku ini merupakan permulaan yang luar biasa dari seri Percy Jackson dan Dewa-Dewi Olympia. Gaya bercerita Rick Riordan sangat menyenangkan. Saya juga suka hampir semua karakter di buku ini, bahkan karakter yang paling jahat sekalipun karena Rick Riordan tak pernah lupa memasukkan unsur-unsur humor pada setiap karakter dalam buku ini. Jadi, agak sulit untuk membenci karakter telah membuat saya tertawa meski mereka antagonis. Oh ya, melalui buku ini, para pembaca (setidaknya saya) akhirnya dapat mempelajari sejarah dewa-dewi Yunani dengan cara yang sangat menyenangkan! I really love Rick Riordan!

Uhm, sebagai penutup, saya mau memberi sedikit pesan bagi dewa-dewi Yunani: tolong dong, jangan terlalu kegatelan. Doyan amat ngerayu manusia dan bikin anak, abis itu anak-anaknya dicuekin. =)) *kabur sebelum dikutuk para dewa*

19 Mei 2013

Harry Potter and the Goblet of Fire (Harry Potter dan Piala Api) by J.K. Rowling

Judul: Harry Potter and the Goblet of Fire (Harry Potter dan Piala Api)
Seri: Harry Potter #4
Penulis: J.K. Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2008 (Cetakan XX)
Tebal: 896 hlm.
ISBN: 9789796558537
Rating: 5/5

Sinopsis:
TAHUN ini akan berlangsung Piala Dunia Quidditch. Harry ingin sekali menontonnya, tetapi akankah keluarga Dursley menginzinkannya? Tahun ini Hogwarts juga akan menjadi tuan rumah turnamen sihir yang sudah lebih dari seratus tahun tak pernah diadakan. Tahun ini, Harry yang beranjak remaja, juga mulai naksir cewek. Siapakah cewek beruntung yang kejatuhan cinta penyihir dan Seeker beken ini? Tapi tak semua yang dialami Harry peristiwa hura-hura. Karena mendadak bekas luka di keningnya terasa sakit sekali. Dan di langit malam, muncul Tanda Kegelapan, tanda yang menyatakan bangkitnya Lord Voldemort. Dan itu baru permulaan.

Wujud Lord Voldemort akan kembali sempurna bila dia berhasil mendapatkan darah musuh besarnya, Harry Potter. Dan dengan bantuan abdinya yang setia, Lord Voldemort menculik Harry.

Akhirnya, untuk pertama kalinya selama tiga belas tahun. Harry berhadapan langsung dengan musuh besarya. Dan tak terhindarkan lagi, keduanya berduel...

Tahun ini dunia sihir sedang bersuka-ria atas diselenggarakannya Piala Dunia Quidditch: Bulgaria versus Irlandia! Harry Potter pastinya ingin sekali menonton pertandingan akbar tersebut. Sayangnya kegembiraan pasca Piala Dunia Quidditch tak berlangsung lama, sebab para Pelahap Maut, yaitu geng abdi setia Lord Voldemort datang mengacau. Apalagi tak lama kemudian muncul Tanda Kegelapan di langit malam, sebuah tanda milik Lord Voldemor. Benarkah penyihir kegelapan itu akan segera bangkit? Ataukah itu hanya ancaman kosong?

Di tahun keempat ini di Hogwarts pun tak kalah hebohnya. Sekolah sihir tersebut akan menjadi tuan rumah turnamen sihir Triwizard yang sudah lebih dari seratus tahun tidak pernah diadakan. Turnamen tersebut akan diikuti oleh perwakilan dari tiga sekolah sihir, yaitu Beauxbatons, Durmstrang, dan Hogwarts sendiri. Para peserta turnamen dipilih dengan menggunakan Piala Api. Hanya murid yang berusia tujuh belas tahun ke atas yang boleh memasukkan nama mereka untuk menjadi peserta. Akhirnya, Piala Api memilih Fleur Delacour dari Beauxbatons, Viktor Krum dari Durmstrang, dan Edward Cullen Cedric Diggory dari Hogwarts. Seharusnya Piala Api hanya memilih satu peserta dari masing-masing sekolah. Akan tetapi, ternyata sang piala memilih seorang lagi: Harry Potter.

22 Apr 2013

City of Glass - Cassandra Clare

Judul: City of Glass
Seri: The Mortal Instruments #3
Penulis: Cassandra Clare
Penerjemah: Melody Violine
Penerbit: Ufuk Press, 2011
Tebal: 752 hlm.
ISBN: 9786028801478

Sinopsis:
Untuk menyelamatkan ibunya, Clary harus pergi ke Kota Kaca, kota leluhur Pemburu Bayangan. Tapi dia memasukinya tanpa izin, yang berarti melanggar Hukum dan terancam dihukum mati. Lebih parah lagi, Simon dipenjara selama dia tidak mau bersaksi mengambinghitamkan keluarga Lightwood. Ketika ternyata Jace tidak menginginkan Clary di sana, Sebastian yang misterius membantu Clary menyingkap rahasia keluarganya.

Sementara itu, Valentine hendak memanggil Malaikat dan semua iblis. Dia siap menghancurkan ras Pemburu Bayangan kalau mereka tidak mau tunduk kepadanya. Kini satu-satunya harapan mereka untuk bertahan adalah dengan meminta bantuan Penghuni Dunia Bawah. Tapi bisakah kedua pihak tersebut mengesampingkan kebencian mereka demi bekerja sama? Dalam kegentingan ini, apakah Jace rela mengorbankan nyawanya demi Clary? Bisakah Clary menggunakan kekuatan barunya untuk menyelamatkan Kota Kaca, apa pun akibatnya?

Cinta adalah dosa kehidupan. Rahasia masa lalu terbukti mematikan ketika Clary dan Jace menghadapi Valentine dalam jilid ketiga The Mortal Instruments.

Perhatian: Review ini mungkin mengandung spoiler.

Clary akhirnya memutuskan pergi ke Idris, negara asal para Pemburu Bayangan, untuk bertemu dengan Ragnor Fell, warlock yang mengetahui cara untuk membangunkan ibu Clary yang masih tak sadarkan diri. Namun Jace menentang keras rencana Clary dan diam-diam berencana untuk pergi ke Idris tanpa gadis itu. Saat hendak menuju Idris melalui portal yang dibuat oleh Magnus Bane, Jace dan keluarga Lightwood diserang oleh pasukan iblis. Simon yang saat itu tengah menemui Jace ikut terlibat pertempuran. Dalam kondisi terdesak, Jace membawa serta Simon ke Idris. Clary yang menyadari ditinggal oleh Jace dan keluarga Lightwood, membuat portal sendiri untuk pergi ke Idris, diikuti oleh Luke. Sayangnya portal yang dibuat Clary tak mampu menembus Idris, atau tepatnya Alicante (ibu kota Idris), sehingga ia dan Luke mendarat di danau Lyn, sebuah danau yang terkutuk bagi para Pemburu Bayangan, termasuk Clary.

Di Alicante, Simon yang sejak di buku kedua telah menjadi vampir ternyata tidak diinginkan di kota Pemburu Bayangan itu. Maka setelah sembuh dari luka bekas pertempuran melawan iblis, Kunci meminta Simon untuk pulang ke New York melalui portal yang disediakan oleh mereka. Namun, alih-alih dipulangkan, sang Inkuisitor dari pihak Kunci malah memenjarakan Simon di ruang yang dilindungi berbagai rune dan mulai menginterogasi si vampir yang secara misterius tidak terbakar oleh sinar matahari itu. Baik Jace maupun keluarga Lightwood tidak mengetahui perihal penjeblosan Simon ke penjara. Sementara itu, baik Luke maupun Clary (yang terkena kutukan danau Lyn) terpaksa harus bersembunyi di rumah Amatis, adik perempuan Luke, karena kedatangan mereka di Alicante adalah ilegal, terutama bagi Luke yang posisinya sebagai Penghuni Dunia Bawah, tepatnya, sebagai manusia serigala.

10 Apr 2013

Harry Potter and The Prisoner of Azkaban (Harry Potter dan Tawanan Azkaban) by J.K. Rowling

Judul: Harry Potter and Prisone of Azkaban  (Harry Potter dan Tawanan Azkaban)
Seri: Harry Potter #3
Penulis: J.K. Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2007 (Cetakan XXI)
Tebal: 544 hlm.
ISBN: 9789796558537
Rating: 5/5

Sinopsis:
SELAMA dua belas tahun, penjara sihir Azkaban yang mengerikan mengurung tawanan berbahaya bernama Sirius Black. Black yang ditahan karena membunuh tiga belas orang dengan dengan satu kutukan, dikabarkan sebagai putra mahkota si Pangeran Kegelapan. Voldemort.

Sekarang Black berhasil kabur. Hanya ada dua petunjuk untuk memperkirakan ke mana kiranya tujuannya: Keberhasilan Harry Potter mengalahkan Voldemort berarti kejatuhan Black juga. Dan para pengawal Azkaban sering mendengar Black mengigau dalam tidurnya, "Dia di Hogwarts... dia di Hogwarts."

Harry Potter tidak aman, bahkan sekalipun dia berada di dalam perlindungan dinding kastil sekolah sihirnya, dan dikelilingi oleh teman-temannya. Karena... mungkin saja ada pengkhianat di antara mereka!

Setelah menggelembungkan Bibi Marge, Harry Potter pasrah bahwa dirinya akan dihukum, sebab penyihir di bawah umur dilarang keras menggunakan sihir di luar sekolah. Anak laki-laki itu memutuskan untuk kabur dari rumah. Saat sedang berjalan tak tentu arah, ia diselamatkan oleh Bus Ksatria—sebuah bus khusus yang hanya bisa ditumpangi oleh para penyihir. Keberuntungan Harry tak hanya sampai di situ. Perlakuan semua orang tampaknya agak kelewat baik kepadanya. Ia bahkan tak diberikan hukuman atas sihir ilegal yang dilakukannya kepada Bibi Marge. Ternyata penyebabnya adalah Sirius Black. Penjahat paling berbahaya penghuni penjara sihir Azkaban itu baru saja melarikan diri dan diduga sedang mengincar Harry Potter. Itulah mengapa orang-orang ingin memastikan bahwa Harry dalam keadaan baik. Sirius bukan sekadar penjahat berbahaya. Ia adalah Putera Mahkota Pangeran Kegelapan, siapa lagi kalau bukan Lord Voldemort. Kini Black mengincar Harry Potter, bocah yang belasan tahun yang lalu menjadi penyebab kejatuhan Voldemort.

Di tahun ketiganya di Hogwarts, Harry Potter lagi-lagi harus mengalami petualangan berbahaya. Demi menangkap Sirius Black, Kementerian Sihir telah mengijinkan penjaga penjara Azkaban, para makhluk penyedot jiwa yang disebut Dementor, untuk berjaga di sekeliling Hogwarts. Oleh sebab tertentu, Dementor memberi efek buruk bagi Harry, bahkan bocah itu sempat pingsan saat salah satu Dementor menghentikan Hogwarts Express. Tapi selain ancaman Sirius Black dan kengerian yang disebabkan oleh Dementor, tahun ini juga penuh dengan kejutan yang menyenangkan: ada guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam baru di Hogwarts, yakni Profesor Lupin, yang merupakan teman ayah Harry Potter semasa hidup dulu. Hagrid juga diangkat menjadi guru Pemeliharaan Satwa Gaib. Ditambah lagi, Harry dihadiahi Peta Perompak yang luar biasa keren oleh si kembar Weasley, yang memungkinkan dirinya untuk menyusup ke Hogsmeade, sebuah desa penyihir yang sangat menyenangkan yang berada tak jauh dari Hogwarts.

24 Mar 2013

City of Ashes - Cassandra Clare

Judul: City of Ashes
Seri: The Mortal Instruments #2
Penulis: Cassandra Clare
Penerjemah: Melody Violine
Penerbit: Ufuk Press, 2010
Tebal: 610 hlm.
ISBN: 9786028801300

Sinopsis:
Clary hanya ingin hidup normal kembali, tapi ia telanjur terlibat dengan para Pemburu Bayangan yang bertugas membantai iblis. Masalah semakin menjadi-jadi karena ibunya tidak bisa dibangunkan dan Clary tidak bisa berhenti mencintai Jace. Tentu saja ini menyakiti hati Simon, yang mendadak pergi ke sarang vampir seorang diri. Valentine pun datang lagi, kali ini untuk mengambil Pedang Mortal. Lagi-lagi dia menawari Jace untuk ikut dengannya. Ketika Jace diketahui telah pergi untuk menemui Valentine, akankah Clary tetap memercayainya?

Dalam sekuel City of Bones ini, ketegangan menanjak dan konflik semakin tajam!

Lebih seru! Buku kedua serial The Mortal Instruments ini menyajikan konflik yang lebih tajam dari buku pertama. Valentine, yang kabur melewati cermin portal para buku pertama, tengah menyiapkan rencana untuk menyerang Idris, kampung halaman para Pemburu Bayangan. Ia mencuri Instrumen Mortal kedua, yaitu Pedang Jiwa, dari Persaudaraan Hening. Pedang yang aslinya digunakan malaikat untuk membasmi iblis itu akan diubah oleh Valentine menjadi alat untuk memanggil pasukan iblis dari dimensi lain untuk membantunya menyerang Idris. Mampukah Clary dan kawan-kawan menghentikan Valentine?

Membaca buku kedua ini, persaaan saya campur aduk. Kehadiran sang Inkuisitor dari Idris untuk menginterogasi Jace yang dicurigai sebagai mata-mata Valentine mampu memancing emosi saya. Bagaimana tidak, sosok wanita yang keras dan kejam ini mengingatkan saya kepada Profesor Umbridge dalam Harry Potter dan Orde Phoenix. Tidak hanya menolak memercayai Jace, sang Inkuisitor tak segan-segan menyiksa Jace secara mental maupun fisik, termasuk mengirim cowok itu ke penjara di bawah pengawasan Persaudaraan Hening, yaitu sebuah penjara yang biasanya digunakan mengurung para penjahat berbahaya. Tak heran sang Ikuisitor bertindak di luar batas, karena hal tersebut dilatarbelakangi dendam pribadinya terhadap ayah Jace.

18 Mar 2013

City of Bones - Cassandra Clare

Judul: City of Bones
Seri: The Mortal Instruments #1
Penulis: Cassandra Clare
Penerjemah: Melody Violine
Penerbit: Ufuk Press, 2010
Tebal: 664 hlm.
ISBN: 9786028224802

Sinopsis:
Selama ini Clary yang hampir berusia 16 tahun, mengira dirinya hanyalah anak seorang pelukis biasa. Tapi sejak ibunya diculik dan Clary sendiri hampir mati oleh serangan iblis, ia terpaksa masuk ke dalam dunia baru yang gelap sekaligus menawan, yaitu Dunia Bayangan.

Ternyata sejak ribuan tahun yang lalu, hanya kaum Nephilim (manusia keturunan malaikat) yang membasmi iblis demi melindungi manusia. Mereka disebut Pemburu Kegelapan. Salah satunya adalah Jace yang kasar, sombong, dan luar biasa menyebalkan. Tapi justru itulah yang membuat cowok berambut keemasan itu lebih menggemaskan. Lagipula, bagaimana Clary bisa tahan kalau ada cowok yang selalu siap menerjang iblis, vampir, bahkan manusia serigala demi melindunginya?

Lalu mengapa iblis mengincar seorang gadis biasa seperti Clary? Bagaimanakah tiba-tiba Clary mendapatkan “penglihatan”, sehingga kini ia bisa melihat peri, warlock, dan nephilim? Para Pemburu Kegelapan pun benar-benar ingin mengetahuinya…

City of Bones adalah novel Young Adult bergenre Paranormal Fantasy di mana yang ditonjolkan dalam buku ini adalah Nephilim (berhubungan dengan malaikat atau keturunan malaikat). Bila sebelumnya novel-novel YA diawali dengan tren vampir modern (Twilight Saga, Vampire Academy, Black Dagger Brotherhood, Sookie Stakhouse series [yang kemudian diadaptasi menjadi serial TV terkenal berjudul ‘True Blood’], dsb), kini genre Paranormal Fantasy lebih beragam, tidak melulu tentang vampir. Dan salah satu ‘makhluk gaib’ yang menjadi primadona dunia Paranormal Fantasy setelah vampir, adalah Nephilim. Beberapa novel tentang nephilim yang terkenal antara lain Hush, Hush series, Fallen series, dan tentu saja, The Mortal Instruments series yang buku pertamanya sedang saya review ini.

Kisah City of Bones bermula saat Clarissa Fray (Clary), menyaksikan pembunuhan yang dilakukan oleh sekelompok anak muda di sebuah club malam. Anehnya, korban pembunuhan lenyap tak lama setelah tewas. Saat teman Clary, Simon, datang bersama security club malam, Clary menyadari bahwa selain dirinya, orang lain tidak dapat melihat para pelaku pembunuhan, seolah para pembunuh itu adalah makhluk tak kasatmata. Di lain pihak, ketiga remaja yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut merasa heran, mengapa Clary bisa melihat mereka?

28 Feb 2013

Harry Potter and The Chamber of Secret (Harry Potter dan Kamar Rahasia) by J.K. Rowling

Judul: Harry Potter and The Chamber of Secret  (Harry Potter dan Kamar Rahasia)
Seri: Harry Potter #2
Penulis: J.K. Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2002 (Cetakan XVII)
Tebal: 432 hlm.
ISBN: 9789796558520
Rating: 5/5

Sinopsis:
HARRY POTTER sudah tidak tahan lagi melewati liburan musim panas bersama keluarga Dursley yang menyebalkan, dan dia ingin sekali bisa segera kembali ke Sekolah Sihir Hogwarts. Tetapi tiba-tiba muncul makhluk aneh bernama Dobby, yang melarangnya kembali ke sana. Malapetaka akan menimpa Harry kalau dia berani kembali ke Hogwarts.

Dan malapetaka betul-betul terjadi. Karena pada tahun keduanya di Hogwarts muncul siksaan dan penderitaan baru, dalam wujud guru baru sok bernama Gilderoy Lockhart, hantu bernama Myrtle Merana yang menghantui toilet anak perempuan, dan perhatian tak diinginkan dari adik Ron Weasley Ginny.

Tetapi semua itu cuma gangguan kecil dibandingkan dengan bencana besar yang kemudian melanda sekolah: Ada yang mengubah murid-murid Hogwarts menjadi batu. Mungkinkah pelakunya Draco Malfoy yang jahat, pesaing utama Harry? Mungkinkah dia Hagrid, yang riwayat masa lalunya akhirnya terbongkat? Atau, mungkinkah pelakunya anak yang paling dicurigai semua orang di Hogwarts... yakni Harry Potter sendiri???

Setelah mengetahui bahwa dirinya seorang penyihir dan telah menjalani pendidikan selama setahun di sekolah sihir Hogwarts, kini Harry Potter harus kembali ke rumah paman dan bibinya untuk melewati libur musim panas. Perlakuan keluarga Dursley kepada Harry tidak berubah. Mereka masih bersikap menyebalkan kepadanya, kecuali kini Harry tidak tidur di lemari bawah tangga lagi, melainkan tidur di kamar bekas tempat menyimpan mainan Dudley. Tapi tetap saja, segala peralatan sekolah, jubah, tongkat, dan sapu terbang Harry dikunci di lemari bawah tangga.

Harry Potter amat merindukan sekolahnya, terlebih lagi teman-temannya. Selama di Privet Drive, Harry tak pernah menerima surat dari Ron maupun Hermione. Ini benar-benar membuat Harry nelangsa. Saat itulah muncul makhluk misterius yang berusaha mencegah Harry agar tidak kembali ke Hogwarts. Ternyata, surat-surat dari teman-teman Harry disembunyikan oleh makhluk yang ternyata adalah peri rumah yang bernama Dobby itu. Semuan dilakukannya agar Harry Potter merasa diabaikan dan memutuskan tidak kembali ke Hogwarts. Well, Dobby salah besar. Apapun yang terjadi, Harry pasti akan tetap kembali ke Hogwarts.

6 Feb 2013

Charlie Bone and the Time Twister (Charlie Bone dan Mesin Waktu) by Jenny Nimmo

Judul: Charlie Bone and the Time Twister (Charlie Bone dan Mesin Waktu)
Seri: The Children of the Red King #2
Penulis: Jenny Nimmo
Penerjemah: Iryani Syahrir
Penerbit: Ufuk, 2011 (Cetakan I)
Tebal: 416 hlm.
ISBN: 9786029346251
Rating: 4/5

Sinopsis:
Charlie Bone berharap semester baru di Bloor’s Academy tidak akan memberikan kejutan yang mengecewakan. Namun, muncullah Henry Yewbeam, yang keluar melalui mesim waktu dari musim dingin bersalju pada tahun 1916. Dengan para bibi Yewbeam yang jahat selalu memata-matainya dan keluarga Bloor siap menangkapnya, Henry membutuhkan bantuan Charlie hanya untuk bertahan hidup.

Henry Yewbeam, yang hidup pada tahun 1916 dijebak oleh Ezekiel Bloor, sepupunya yang jahat, untuk melihat ke dalam kelereng ajaib yang ternyata adalah Time Twister (Mesin Waktu) sehingga Henry terdampar di masa depan, di masa ketika Charlie Bone hidup dan bersekolah di Bloor’s Academy. Secara kebetulan Charlie menyaksikan kemunculan Henry, sosok yang hampir mirip dengannya itu. Wajar saja jika Charlie mirip dengan Henry, karena anak tersebut sebenarnya adalah kakak dari kakek Charlie. Setelah mengetahui bahwa peristiwa yang menimpa Henry adalah ulah Ezekiel muda, Charlie memutuskan bahwa lebih baik jika orang-orang tidak mengetahui keberadaan Henry, terutama karena Ezekiel Bloor masih hidup dan tinggal di Bloor’s Academy. Sebab meskipun Ezekiel sudah sangat tua, namun ia masih berkuasa dan masih jahat. Charlie sangat yakin bahwa waktu tidak akan membuat rasa benci Ezekiel tua terhadap Henry bakal berkurang.

Dugaan Charlie bahwa semester kali ini akan membosankan setelah menyelamatkan Emma Tolly pada semester lalu, tampaknya keliru. Sebab kemunculan Henry akhirnya diketahui oleh Ezekiel, dan keluarga Bloor beserta bibi-bibi Charlie yang keji berusaha untuk menyingkirkan Henry… selamanya.

3 Feb 2013

Midnight For Charlie Bone (Tengah Malam Bagi Charlie Bone) by Jenny Nimmo

Judul: Midnight For Charlie Bone (Tengah Malam Bagi Charlie Bone)
Seri: The Children of the Red King #1
Penulis: Jenny Nimmo
Penerjemah: Iryani Syahrir
Penerbit: Ufuk Press, 2010 (Cetakan I)
Tebal: 412 hlm.
ISBN: 9786028801522
Rating: 3/5

Sinopsis:

Akibat bakat ajaibnya, Charlie dikirim ke sekolah asrama Bloor’s Academy ketika berusia sepuluh tahun. Sekolah itu berisi ratusan murid yang sepuluh di antaranya adalah anak-anak berbakat ajaib, seperti Billy yang bisa berbicara kepada binatang dan Gabriel yang bisa mendeteksi perasaan pemilik benda yang disentuhnya.

Di Bloor’s Academy yang penuh misteri, Charlie menyelidiki hilangnya Emma, seorang anak perempuan yang diduga telah dihipnotis oleh Manfred Bloor, anak kepala sekolah. Bersama sahabat-sahabatnya, Benjamin dan Fidelio, Charlie berusaha mengungkapnya. Mampukah mereka memecahkan misteri tersebut? Selain itu, bisakah Charlie bertemu kembali dengan ayahnya, yang baru ia ketahui hilang, bukannya meninggal?

Charlie Bone tinggal bersama ibu, dua orang nenek, dan seorang paman pemurung yang lebih suka mengurung diri di kamar. Dalam diri Charlie mengalir darah keluarga Yawbeam, keluarga kuno yang dalam sejarahnya dipenuhi dengan seniman; mereka memiliki bakat yang sangat tidak biasa, seperti menghipnotis, membaca pikiran, dan sihir-menyihir. Sejauh ini Charlie tidak pernah menunjukkan bakat apapun, dan itu membuat salah satu neneknya (dari keluarga Yewbeam) yang kejam dan selalu mengeluh, merasa kecewa dan dianggapnya Charlie ‘tidak normal’. Charlie sendiri tak keberatan dengan ‘keabnormalannya’ tersebut. Hingga suatu saat, tanpa sengaja Charlie mendengar suara-suara dari selembar foto. Ini membuat neneknya senang dan memutuskan mengirimnya ke Bloor’s Academy, sekolah bagi anak-anak yang luar biasa cerdas, atau yang berkemampuan ‘spesial’ seperti Charlie Bone.

Bloor’s Academy adalah bangunan kuno yang amat besar dan terlihat suram. Sekolah itu pun tidak terlalu menyenangkan. Makanannya tidak enak dan gurunya galak (yeah, tidak semuanya sih). Mr. Bloor, pemilik sekolah tersebut, bukan laki-laki yang ramah dan sepertinya ia menginginkan sesuatu dari Charlie. Terlebih lagi anak Mr. Bloor, Manfred Bloor, yang bertampang licik dan berbakat menghipnotis orang lain, tampaknya senang sekali menyulitkan Charlie. Meski begitu, Charlie punya teman-teman dekat di sekolah itu. Di antaranya Fidelio, anak yang berbakat dalam musik (seluruh anggota keluarganya pemusik), Olivia yang berbakat dalam akting, Gabriel yang bisa mendeteksi perasaan pemilik benda yang disentuhnya, serta Billy, bocah albino mungil yang bisa berbicara dengan binatang.