Judul: Get Lost
Penulis: Dini Novita Sari
Penerbit: Bhuana Sastra, 2013
Tebal: 198 hlm.
ISBN: 9786022494393
Penulis: Dini Novita Sari
Penerbit: Bhuana Sastra, 2013
Tebal: 198 hlm.
ISBN: 9786022494393
Sinopsis:
I need to get lost...
and get lost needs no itinerary...
Lana Sagitaria senang melakukan perjalanan sebagai selingan untuk mengatasi kejenuhannya menghadapi rutinitas sebagai karyawati. Alasan klasik, tetapi begitulah yang dia percaya selama ini. Hingga suatu ketika, dia memutuskan untuk berjalan mengikuti kata hatinya, tanpa itinerary, membiarkan dirinya hanyut dalam arus perjalanan. Siapa sangka, perjalanan ini justru membawanya pada jawaban penting atas pertanyaan yang selama ini terpendam jauh di lubuk hatinya. Jelajah kakinya ke beberapa kota dan negara, juga pertemuannya dengan orang-orang asing, membuatnya berkaca pada kenangan berbagai peristiwa penting dalam hidupnya, termasuk hilangnya seseorang yang sangat berarti bagi dirinya. Akankah kenangan itu tetap tinggal, ataukah sudah saatnya untuk dilepaskan?
Pertama kali membaca judulnya, reaksi saya adalah, "Aduh, kasar sekali..." Kayak orang yang sedang kesal kemudian ngomong, "Get lost!" Hehe, tenang saja wahai para pembaca. Novel ini bukan tentang orang yang lagi marah-marah kok. Get Lost di sini maksudnya adalah "tersesat", sesuai dengan isi bukunya: seorang gadis penyuka traveling yang membiarkan dirinya tersesat dan membiarkan langkah kakinya dituntun oleh takdir. Melalui traveling, ia juga berharap menemukan jawaban atas apa yang dicarinya selama ini.
Lana, seorang karyawati yang memutuskan melakukan traveling sebagi bentuk refreshing agar tidak jenuh dengan lingkungan pekerjaan. Bila sebelumnya ia selalu menentukan itinerary (detail rencana perjalanan) sebelum melakukan traveling, kali ini ia mencoba hal baru: melakukan traveling tanpa itinerary sama sekali! Kejadian seru apa saja yang menanti Lana dalam ketersesatannya?
Pada kunjungannya di Pulau Dewata, Lana bertemu beberapa orang yang awalnya asing, namun melalui merekalah Lana memperoleh semacam petunjuk atas pertanyaan-pertanyaan yang mengusik benaknya. Mulai dari seorang dari seorang pria yang memiliki kisah hidup yang mirip dengannya; perjalanan ke Ubud bersama lima teman yang baru dikenalnya dan membuatnya semakin memahami dirinya sendiri; hingga pertemuan dengan seorang pria yang wajahnya mirip dengan... Dharma, seorang pria yang membuatnya jatuh cinta pada traveling. Seorang pria yang kemudian mengilang dari hidupnya tanpa jejak sama sekali. Apakah lelaki Ubud itu memang Dharma, ataukah hanya sekadar mirip?
