25 Jul 2012

Diary Si Bocah Tengil by Jeff Kinney

Judul Buku: Diary Si Bocah Tengil
Seri: Diary Si Bocah Tengil #1
Penulis: Jeff Kinney
Penerjemah: Ferry Halim
Penerbit: Atria, Februari 2012 (Cetakan XIV)
Tebal: 216 hlm.
ISBN: 9789791411202

Sinopsis Goodreads:
Bosan dengan buku cerita penuh tulisan tanpa gambar? Atau bosan dengan kisah fantasi penuh hal-hal gaib? Atau ingin mencoba sesuatu yang lebih menantang daripada komik tetapi tidak seberat novel? Nah, inilah jawabannya. Baca, deh diary milik Greg Heffley. Selain banyak kejadian lucu, di dalamnya juga bertaburan gambar-gambar kartun jenaka.

Kisah hidup Greg Heffley selama satu tahun ajaran sekolah ini dijamin bisa membuat pipi pegal, perut terkocok, bahkan mata berair. Kekonyolan dan kemalangan Greg akan membuat kalian mengingat kembali kejadian serupa yang mungkin pernah kalian alami.

Di dalamnya ada Sentuhan Keju yang menyeramkan, “Zoo-Wee Mama” yang menyebalkan, seorang anak yang mabuk gula, dan masih banyak lagi. Ingin tahu lebih lanjut? Cepat buka halaman pertama...

Mom membelikan Greg Heffley sebuah diary untuk mencatat “perasaannya” selama menjalani kehidupannya sebagai siswa sekolah menengah pertama. Perlu ditekankan, itu semua gagasan Mom, jadi jangan harap deh, Greg bakal menulis “Dear Diary” ini atau “Dear Diary” itu. Satu-satunya alasan Greg  bersedia melakukan itu semua adalah jika nanti dia menjadi kaya dan terkenal, orang-orang bisa membaca diary-nya (atau menurut Greg: JURNAL-nya) tanpa Greg perlu repot menjawab segala macam pertanyaan bodoh dari wartawan. Haha. Konyol banget kan?

Greg sudah memberi tahu Mom agar mencari buku yang tidak ada tulisan ‘diary’ di sampulnya. Apes bagi Greg, sebab Mom tidak mendengar permintaannya dan malah membeli buku dengan tulisan ‘DIARY’ besar-besar di sampulnya. Wah, bagaimana jika nanti Greg ketemu orang brengsek dan memergokinya membawa-bawa buku bertulisan ‘DIARY’? Bisa-bisa dia dianggap banci, pikir Greg. Bagaimanapun, Greg nggak protes pada Mom tuh. Patuh juga anak itu.

Seperti yang diinginkan Mom, Greg akhirnya menuangkan segala pikirannya ke dalam diary tersebut. Bocah itu mencatat setiap hal menjengkelkan yang terjadi di sekolah, tentang sahabatnya Rowley yang menurutnya bodoh, tentang kakaknya yang usil dan adiknya yang masih kecil tapi menyebalkan, serta semua gagasan-gagasan konyol yang ada di benaknya, yang bisa membuat kita tersenyum geli sambil menggelengkan kepala.

Salah satu tulisan Greg yang menurut saya cukup lucu adalah ketika ia menulis tentang Dad. “Yang bagus dari Dad adalah kalau ia marah, ia cepat tenang kembali, dan semua masalah terlupakan,” tulisnya. Tapiii, kalau Greg mencari gara-gara di depan Dad, beliau akan melemparkan apa pun yang sedang dipegangnya ke arah Greg. Di bawah ini ilustrasinya:

 
Buku ini unik, karena dirancang seperti diary, lengkap dengan garis-garis pada halamanya, juga font yang mirip dengan tulisan tangan anak sekolahan. Plus, dalam buku ini disertai ilustrasi kartun yang  lucu. Itulah sebabnya buku ini disebut Novel Kartun.

Jeff Kinney, sang penulis sekaligus ilustrator buku ini sukses menghidupkan tokoh Greg Heffly. Saya menduga, beberapa kisah Greg dalam buku ini berasal dari pengalaman pribadinya. Bisa jadi, kan?

Buku ini sudah difilmkan pada tahun 2010 dengan judul yang sama. Saya pun sudah menonton filmnya, dan menurut saya versi film lebih lucu. Tokoh yang saya sukai di film justru adalah Rowley, sahabat Greg yang gendut dan polos, dan agak sedikit… yeah, goblok. Akting pemeran Rowley patut diacungi jempol lho, apalagi pada adegan saat Rowley memutuskan pertemanannya dengan Greg; ekspresi kecewa di wajah polosnya benar-benar bikin hati remuk. Uwoh...

Oke, cukup membahas film.

Kembali ke bukunya. Walau buku ini memang banyak adegan lucunya, namun tidak semuanya bisa mengundang tawa (saya). Malah ada cerita yang membosankan. Tapi secara keseluruhan, buku ini cukup bagus kok. Covernya juga menarik. Dan saya jadi penasaran ingin mengetahui kelanjutan kisah Greg di buku-buku selanjutnya.

3.5/5 bintang untuk si Greg si Bocah Tengil.

***

2 komentar:

  1. pernah nonton filmnya, bukunya malah belum pernah habis seperti cerita anak2....

    kapan2 baca...

    BalasHapus
  2. ... Obama sudah 2 tahun ini tiap Natal beliin buku seri ini untuk anaknya (Natal 2011 seri 6, Natal 2012 seri 7) #semuaharustahu XDD

    Btw, awalmulanya buku ini terbit di sini: http://www.funbrain.com/journal/Journal.html?ThisJournalDay=1&ThisPage=1

    Anakku suka banget. Sampe tumpukan bukunya disimpen di sebelah bantal. Sayang bahasa Indonesianya baru sampe edisi 5 XD

    BalasHapus

Back to top