19 Feb 2015

Still... - Esti Kinasih

Judul: Still...
Penulis: Esti Kinasih
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: XI, Agustus 2013
Tebal: 224 hlm
ISBN13: 9789792295726

Sinopsis:
Bima—si cowok macho yang suka panjat gunung—emang terkenal playboy, suka mengintimidasi, dan posesif. Kalau udah naksir cewek, dia langsung ngajak jalan. Nggak peduli tuh cewek naksir dia atau nggak. Dan tanpa bilang cinta, Bima menyatakan Fani sebagai pacarnya.

Fani menerima Bima karena terpaksa. Tapi ketika rasa tertekannya udah di puncak, dia minta putus dari Bima! Jelas Bima nggak mau ngelepas Fani, tapi Fani ngotot.

Di saat Fani bebas merdeka, Bima patah hati. Di saat Fani nemuin gebetan baru, Bima merenung. Cowok itu sok tegar, sok baik-baik aja, sok memegang prinsip pantang bilang cinta, padahal hatinya sakit.

Sebenarnya Bima nggak sepenuhnya melepas Fani. Fani juga nggak benar-benar membenci Bima. Ketika di suatu siang Bima ketemu cewek itu, Bima nggak sanggup menutupi kata hatinya.

"Aku cinta kamu, Fan. Sekarang. Mudah-mudahan sampai nanti...."

Still... adalah sekuel dari novel berjudul Cewek!!!. Sebaiknya membaca Cewek!!! terlebih dahulu sebelum membaca novel ini. Tapi kalau memang tidak punya novelnya, nggak masalah, sebab di novel Still... ini, penulis merangkum cerita Cewek!!! dalam bab prolog sepanjang 11 halaman. Namanya juga rangkuman ya, jadi jangan berharap lebih. Saya pribadi tetap merekomendasikan agar membaca buku pertama terlebih dahulu karena ceritanya seru dan menghibur.

Setelah ending buku pertama, Rei, Bima, dan Rangga masih belum menerima kekalahan mereka pada adu kebut gunung melawan pacar-pacar mereka: Langen, Fani, dan Febi. Khususnya Rei, yang sangat marah pada Langen, pacarnya, karena sejak kekalahan tim cowok, Langen membuat Rei terpaksa melakukan semua keinginan cewek itu, meskipun permintaannya terkadang konyol dan melukai harga dirinya sebagai cowok. Begitu juga dengan Bima dan Fani. Pasca adu kebut gunung, hubungan keduanya tidak menjadi lebih baik. Sejak awal Fani memang menerima Bima sebagai pacarnya karena terpaksa. Bima terkenal dengan sifatnya yang playboy dan cenderung psikopat. Bagaimana dengan Rangga dan Febi? Keduanya sih tampaknya adem ayem aja. Febi yang di buku sebelumnya sempat berubah dari kalem dan pendiam menjadi cewek yang lebih berpendirian, kini kembali menjadi dirinya yang sebelumnya.

Cerita novel ini lebih fokus ke hubungan Fani dan Bima. Bila di buku sebelumnya tokoh utamanya adalah Langen, di novel ini Fani lah yang mendapat lampu sorot. Ceritanya, Fani semakin merasa tidak nyaman dengan hubungannya bersama Bima, yang memang sejak awal diterima Fani sebagai pacar karena merasa takut. Tahu sendiri deh sifat Bima. Berani bilang tidak ke cowok itu, konsekuensinya fatal. Tapi belakangan Fani mulai gerah. Ia lebih sering menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya (Langen dan Febi), terutama setelah Langen putus dari Rei. Niat membantu Langen untuk move on dengan cara hunting cowok baru di kampus malah membuat Fani menemukan sosok yang kemungkinan besar bakal menggantikan posisi Bima sebagai pacar.

Kabar bahwa Fani ‘selingkuh mata’ dengan cowok dari fakultas lain sampai ke telinga Bima. Akibatnya cukup fatal bagi Fani, sampai-sampai melibatkan acara kejar-kejaran ala film thriller (iya, tegang banget menurut saya), bahkan lanjut ke acara penyekapan yang membuktikan bahwa Bima memang sakit jiwa. Insiden tersebut membuat Fani syok dan semakin mengindari Bima. Banyak pihak yang terlibat dalam perkara ‘menyembunyikan’ Fani dari Bima. Bima pun akhirnya menyadari kesalahannya. Ia bahkan pasrah saat Fani minta putus.

Namun cerita tidak berhenti sampai di situ saja. Baik Bima maupun Fani sama-sama menyadari bahwa mereka memang saling menyayangi, terlepas dari begitu banyak drama yang membuat frustrasi di antara mereka. Cari tahu kelanjutan hubungan keduanya dalam Still… karya Esti Kinasih.

Jika dibandingkan dengan Cewek!!!, cerita dalam Still… terasa lebih kelam. Saya yang tadinya mengharapkan novel ini akan selucu novel pertama akhirnya harus menelan kekecewaan. Memang masih ada sedikit unsur humor yang diselipkan oleh penulis di novel ini, namun tidak cukup membuat saya terkesan. Hal-hal yang membuat saya kurang puas dengan novel ini atara lain:
  1. Unsur humor yang berkurang drastis.
  2. Banyak adegan abusif di novel ini. Rei yang mengancam Langen, Bima yang mengancam Fani. Acara ancam-mengancam ini sungguh membuat saya ilfil.
  3. Saya dibuat melongo oleh cara pandang Rei. Rei geram dan memaksa Langen memamerkan tubuh moleknya (ini berhubungan dengan event di novel sebelumnya) karena cowok itu merasa hanya dialah, sebagai pacar, yang boleh melihat tubuh Langen, bukan malah melihatnya bareng teman-temannya di gunung tempo hari. Serius saya gagal paham.
  4. Penulis tidak cukup meyakinkan saya bahwa baik Rei maupun Bima bakalan berubah. Tak ada yang menjamin sifat posesif dan abusif mereka nggak bakal balik lagi di kemudian hari.
  5. Saya kecewa dengan kembalinya sifat Febi seperti sediakala. Padahal saya cukup menikmati perkembangan karakter Febi di buku sebelumnya.
  6. Para sahabat cowok di buku ini gemar sekali adu jotos untuk menyelesaikan masalah di antara mereka. Ini sih namanya hubungan pertemanan yang tidak sehat. See? Itu yang membuat saya khawatir pada Langen dan Fani.

Secara keseluruhan, saya kurang puas dengan novel ini. Saya sudah berusaha menyukanya tapi gagal. Saya gagal memahami jalan pikiran para karakternya. Terutama alasan Langen yang nekad pamer badan di gunung tempo hari. Iya, alasan yang sebenarnya diungkap di novel ini, tapi malah membuat dahi saya semakin berkerut.

Saya lebih suka Cewek!!! dibanding Still... Memang baru dua karya Esti Kinasih yang saya baca, tapi saya percaya masih banyak karyanya yang jauh lebih baik dari novel ini, seperti misalnya, Fairish. Saya penasaran sama novel itu. :)



PS:
To Peri Hutan: Sori banget Lis, aku nggak santai baca novel ini. :(

16 komentar:

  1. kayaknya buku Esti Kinasih yg terakhir aku baca Jingga dan Senja, dan ngga selesai aku baca soalnya aku krg suka :( Jadi ngerasa aneh soalnya org lain bnyak yg kasi review bagus. Aku baca Fairish wktu dulu baru terbit kayaknya, dan lumayan sih :D Tapi gtau lagi kalo dibaca hari ini sama bagusnya apa ngga XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong Stef, novel ini juga banyak kok yang suka. Saking larisnya sudah cetak lebih dari 10 kali tuh. Tapi selera orang beda-beda sih ya. Mungkin kalau aku baca novel Still ini waktu masih abg, mungkin bakalan aku beri rating tinggi. Mungkin. :)

      Hapus
  2. Woww, jumlah cetakannya banyak amat?Adekku punya buku ini. Tapi belum aku baca, kang. Yang cewek lebih popular kayaknya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca cewek dulu aja, Ky, kalau bisa. :)

      Hapus
  3. cetak ulang ya? kadang2 suka mau terkecoh soal penulis yang cetak ulang dengan cover baru.
    kalo penulis yg bukunya cetak ulang cover baru sperti esti, ilana tan, dll si bisa langsung tanda
    coba kalo penulis yg tidak familiar, tapi dlu bukunya sudah pernah dibeli dan belum dibaca.
    trus pas cetak ulang cover baru ga sadar dan beli lagi. lol. #sedih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mei, cetak ulang dengan cover baru. LOL. Aku juga pernah ngalamin beli buku yang ternyata sudah pernah punya (tapi ketimbun).

      Hapus
  4. Hehehehe, gpp kang, kali ini selera kita bersebrangan :D
    Gaya tulisan Esti emang kayak gitu, banyak adu jotos dan cowoknya cenderung posesif, mungkin karna aku suka cowok posesif kali ya jadi suka banget sama buku ini #lah =))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh. Jangan-jangan di Fairish kayak gitu juga? Berantem-berantem?
      Tapi teteeep pengen baca. Itu kan salah satu teenlit legendaris. *kemudian ingat umur*

      Hapus
  5. pokoknya aku suka semua novelnya esti kinasih. apalagi yang fairish...

    BalasHapus
  6. AKU TELAT BANGET BACA NOVELNYA!!!! :'D Baru hampir selesai baca novel Cewek!!! SERU banget ceritanya, bikin senyum sendiri pas bacanya apalagi pas adegan Bima dan Fani suka banget sama kedua karakter ini. Gak sabar nyelesain baca novel yang pertama lanjut ke sekuelnya Still : ))

    BalasHapus
  7. iseng nyaris soal esti kinasih dan nyasar disini. reviewnya bagus :)

    ciri khas tulisannya esti kinasih emang ada di humornya sih. bikin ketawa ga jelas (atau emang sayanya aja yang receh) hahaha. saya jujur kurang suka dengan peramuan karakter khas esti kinasih ini, apalagi karakter cowoknya. hampir di semua novel esti kinasih menampilkan sosok karakter utama laki-laki yang cenderung posesif dan abusif. mental udah ga sehat dari awal gitu bikin hubungan makin ga sehat. kalo masih remaja belasan tahun sih tipikal cowok seperti ini keliatannya romantis ya punya pacar posesif? tapi kalo udah sering ingat umur dan dosa gini... makasih deh hahaha. tapi kalo karakter ceweknya saya suka. tipikal independen, kadang rebel, tapi loyal. plotnya juga bagus, walaupun gampang ditebak.

    BalasHapus

Back to top