28 Nov 2013

Naked in Death (Telanjang dalam Kematian) by J.D. Robb

Judul: Naked in Death (Telanjang dalam Kematian)
Seri: In Death #1
Penulis: J.D. Robb
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utam, 2008
Tebal: 440 hlm.
ISBN: 9789792236040
Rating: 4/5

Sinopsis:
Eve Dallas adalah Letnan polisi New York yang memburu pembunuh berdarah dingin. Selama lebih dari sepuluh tahun di kepolisian, ia sudah melihat semuanya-dan tahu kemampuannya bertahan hidup tergantung pada nalurinya. Dan ia melawan semua peringatan yang melarangnya berhubungan dengan Roarke, miliarder Irlandia-dan salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan yang ditangani Eve. Namun gairah dan rayuan mempunyai aturan tersendiri, dan tergantung pada Eve untuk mengambil kesempatan dalam pelukan pria yang sama sekali tidak dikenalnya-kecuali rasa lapar yang adiktif akan membutuhkan sentuhan pria itu.

Sebenarnya, rencana saya untuk posting baca bareng BBI bulan November kategori horror/thriller adalah buku berjudul Danur karya Risa Saraswati. Tapi saya malah kedistract sama buku lain dan akhirnya nggak baca sama sekali buku itu (salahkan Rantau 1 Muara dan Will Grayson, Will Grayson yang sukses mencuri perhatian saya). Beruntung di awal bulan saya sempat menuntaskan satu buku thriller romantis berjudul Naked in Death karya J.D. Robb—alias  Nora Roberts. Jadi, inilah buku yang akan saya reviu untuk kategori horror/thriller.

Oke lanjut.

Naked in Death adalah buku pertama dari rangkaian serial In Death yang lumayan masyur di kalangan pembaca. Tokoh utamanya adalah Eve Dallas yang berprofesi sebagai polisi berpangkat letnan. Di buku pertama ini Letnan Eve diceritakan menghadapi kasus pembunuhan seorang cucu senator Amerika. Korban ditemukan dalam posisi mengenaskan: telanjang, dengan tiga luka tembak masing-masing di kepala, dada, dan terakhir tepat di alat kelamin korban. Cucu senator yang menjadi korban tersebut ternyata berprofesi sebagai ‘pendamping berlisensi’ atau, kasarnya, pelacur. Memang di tahun 2058 (di mana kisah ini berlangsung), profesi pelacur dianggap resmi bila memiliki lisensi. Sang pembunuh meninggalkan pistol yang digunakan untuk membunuh korban, juga sebuah pesan yang ditulis tangan. Pesan tersebut berbunyi: “satu dari enam”. Artinya sudah jelas, bahwa pembunuh tak akan berhenti sebelum ia berhasil menambah lima korban lagi. Tampaknya, sang pembunuh ingin bermain-main dengan Eve. Ia tahu di mana Eve tinggal, sebab ia mengirimkan video rekaman pembunuhan yang dilakukannya.

Entah bagaimana, si pembunuh rupanya mengetahui bahwa Eve-lah yang diberi tugas untuk menyelidiki kasus ini. Belum selesai dengan penyelidikannya, korban lain pun ditemukan. Pelakunya dipastikan orang yang sama. Sang pembunuh serius dengan pesan yang ditulisnya dan akan terus membunuh hingga jumlah korban sesuai dengan keinginannya. Eve harus berjuang keras dalam penyelidikan ini sebelum korban semakin bertambah. Gangguan juga datang sang senator yang cucunya menjadi korban pertama. Senator yang tidak puas dengan penyelidikan yang dilakukan Eve, dan selalu menekan Eve.

Di tengah-tengah penyelidikannya, Eve bertemu dengan Roarke, seorang pengusaha kaya-raya yang tampan. Beberapa kali mereka terlibat percakapan terkait kasus pembunuhan yang sedang diselidiki Eve. Tampaknya, Roarke menyimpan perasaan khusus kepada sang letnan, dan ia tak ragu untuk menunjukkan perhatiannya. Sayangnya, Eve harus berati-hati dan tidak mudah percaya kepada Roarke. Sebab, bagaimana bisa Eve percaya terhadap laki-laki yang kemungkinan besar adalah sang pembunuh berantai? Sekeras apapun usaha Eve untuk mengabaikan logika dan berusaha meyakini bahwa Roarke tidak mungkin seorang pembunuh, namun penyelidikannya selalu menuntunnya kepada Roarke. Benarkan pria tampan yang sulit ditolak oleh Eve ini adalah pembunuh?

Baca kisah lengkapnya dalam Naked in Death (Telanjang dalam Kematian) karya J.D. Robb.

Setahu saya, Nora Roberts adalah penulis cerita romantis dengan dibumbuhi kisah kriminal. Saya lupa persisnya buku Nora Roberts mana yang saya baca (bertahun-tahun yang lalu), namun seingat saya dalam buku tersebut, nuansa romance-nya lebih terasa. Nah, dalam seri ini (dengan menggunakan nama pena J.D. Robb, saya mendapati sebaliknya. Hal yang lebih ditonjolkan dalam buku ini adalah misteri, sementara romance-nya adalah pelengkap. Akan tetapi, saya justru lebih menikmati sisipan romance-nya dibanding kasus yang diselidiki Letnan Eve Dallas. Alih-alih penasaran dengan siapa pelaku kejahatan serta motif apa yang melatarbelakangi rangkaian pembunuhan mengerikan yang dilakukan oleh pelaku, saya justru lebih menikmati chemistry antara Eve dan Roarke. Awalnya saya memang mencurigai pria tersebut. Namun, Nora Roberts—uhm, maksud saya, J.D. Robb, sukses membuat saya merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan oleh Eve Dallas, sama-sama berharap bahwa Roarke bukanlah sang pembunuh. Rasanya sayang bila hubungan yang terjalin dengan baik antara Eve-Roarke harus berakhir mengecewakan di mana Eve harus menjebloskan Roarke ke penjara, kan?

Beberapa teman yang sudah membaca buku ini mengaku bahwa mereka mudah menebak ending-nya, serta siapa pembunuhnya. Sementara saya yang tidak ambil pusing dengan kasus yang ditangani Eve cukup terkejut saat mengetahui kebenarannya. Oke, sejujurnya saya memang sempat penasaran, terutama karena kasus yang ditangani Eve sedikit banyak menggugah masa lalunya yang tak pernah saya bayangkan. Akan tetapi, seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, pada akhirnya perhatian saya malah terfokus terhadap hubungan Eve dan Roarke. Haha. Ternyata saya memang penyuka cerita romance. :”>

Hal lain yang cukup menarik adalah latar masa depan dalam cerita ini. Saya senang dengan gaya menulis J.D. Robb yang tidak bertele-tele dalam menjelaskan beberapa teknologi mutakhir dalam novel ini. Cara mendeskripsikannya sangat menyakinkan, seolah-olah semua tokoh dalam novel ini memang sudah familiar dengan peralatan tersebut, sehingga pembaca pun ikut merasa familiar. Kecuali bagi kamu yang benar-benar penggila sains-fiction, kamu mungkin akan merasa kurang puas. Bila ingin mengetahui lebih jauh seperti apa dunia tahun 2058, mending jangan berharap banyak, karena memang bukan itu fokus utama cerita ini.

Buku ini saya rekomendasikan bagi pembaca yang menyukai cerita misteri yang dibumbui romance. Sementara pembaca yang menyukai romance juga akan menemukan kisah menarik ala Nora Roberts. Hanya saja, buku ini jelas bukan untuk pembaca yang belum cukup umur. Pertama, deskirpsi korban pembunuhan dalam buku ini cukup membuat perut mual. Kedua, adanya adegan hawt yang meski saya yakin sudah disensor oleh penerbit, tapi tetap saja kurang pantas dibaca oleh adek-adek kita tercinta. :)

***

15 komentar:

  1. Selamat berkenalan dengan Eve dan Roarke ^^
    Upss siap-siap jadi pemuja Roarke nih :p

    BalasHapus
  2. Akhhhh.. bikin aku pengen re-reaaaaaaad!!!
    Emang Roarke itu ga ada matinya, ga kayak billionaire sok abal2 yang beredar akhir2 ini X)))

    BalasHapus
  3. woaaah jangan2 kang opan jadi anggota terbaru Roarke fans club :) ketuanya udah pasti Ren hihihi

    BalasHapus
  4. Hahahahahahahaha. Ya ampyun, Roarke emang bikin meleleh hati wanita-wanita ya. Tapi rasanya gimanaa gituh kalo daku ikut fans club Roarke. :')) *malu-malu-mau*

    BalasHapus
  5. nggak usah pencitraan deh kang, lihat dramamu dengan kang dion *ups :))
    mau ngoleksi seri ini tapi serinya udah terlanjur banyak, mau pinjam buku ini di rentalan nggak komplit --"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, ini juga cuma minjem. Ups.

      Hapus
  6. Sedihnya.... aku koleksi Serial in Death JD Robb terlambat, jadi yg seri 1 dan 2 sampai sekarang belum dapat... ada yang mau jual second padaku? Naked in Death dan Glory in Death?
    Please banget, aku mau lho bela-belain beli buku second punya koleksinya...
    Inbox aku di yeni.suryasusanti@gmail.com ya...

    BalasHapus
  7. Hai, namaku wiga..aq penggemar berat Roarke dan Eve..aq gk punya satupun bukunya..aq baca cuma di tmpat rental..pengen ngoleksi, tp susah nyarinya..ada yang niat jual gak? Kalo ada inbox ya di wiwigaimenggri@yahoo.com. Makasih sebelumnya.

    BalasHapus
  8. ada yg punya dan niat jual novel jd robb naked in death dan glory in daeth gak? bs inbox kesini rima.karmina@gmail.com

    BalasHapus
  9. Nyari kemana2 gak ada lg naked sm glory..ada yg mau di lelang gak?

    BalasHapus
  10. Nyari kemana2 gak ada lg naked sm glory..ada yg mau di lelang gak?

    BalasHapus
  11. aku ada naked in death beli baru kdobelan..silakan klo ada yg mo beli..ato syukur2 dtuker rapture in death.thx arie.sningsih@yahoo.com

    BalasHapus
  12. Banyak kok d blok m square..gw nemu naked in death..

    BalasHapus
  13. Banyak kok d blok m square..gw nemu naked in death..

    BalasHapus

Back to top