6 Jan 2016

Goodbye 2015, Hello 2016

image here. edited by me.

Selamat tahun baru!

Semoga belum telat ya, ngucapin selamat tahun baru. Secara sekarang aja sudah tanggal... *lirik kalender* wew, sudah tanggal 6 Januari aja, Gaes! Enam hari telah kita jalani di tahun 2016 ini. Dan komentar saya selalu sama setiap awal tahun, “Nggak terasa ya, sudah tahun baru lagi?” Tambah tahun, tambah usia, nambah tua. ((TUAAA)) *brb suntik botox*

Akhirnya, setelah berminggu-minggu menghilang dari peredaran, kini saatnya saya memulai lagi lembaran yang baru, sekalian bersih-bersih sarang laba-laba di setiap sudut blog saking lamanya nggak terjamah (ahsik). Mungkin ada di antara sobat Kandang Baca yang bertanya-tanya mengapa saya tak pernah memposting apapun sejak bulan November silam. Penasaran? Yaaaah... pada nggak kepo ya?

Oke, bye.

#diinjak

Jadi, memang ada peristiwa yang cukup mengguncang batin saya di akhir tahun kemarin (cieh), ditambah volume perkerjaan yang gila-gilaan menjelang akhir tahun anggaran (dobel cieh) membuat saya nyaris nggak punya waktu untuk sekadar say hello atau memposting sesuatu di blog ini. Setidaknya kegiatan main game membaca tetap jalan terus kok.

Eh tapi-tapi-tapi, kalau memang kegiatan membaca jalan terus, mengapa target baca di Goodreads nggak tercapai, Pan? Hehe. Iya loh, dari target membaca 69 buku (dah, nggak usah tanya kenapa targetnya pake angka mesum cantik begitu) yang kebaca hanya... *cek goodreas* ...yak, yang kebaca hanya 49 buku, Sodara-Sodara. Well, salahkan wattpad. Yap, saya ketagihan membaca novel di wattpad. Mulai dari novel fantasi, romance, horor, creepy pasta, dll. Sebenarnya membaca wattpad nggak jauh beda dengan membaca ebook di hape: sama-sama fleksibel karena bisa dibaca kapan saja saya sempat (saat makan siang, saat menanti laporan kelar di-print, atau saat mengikuti rapat membosankan di kantor *kemudian ditendang pak bos*).

Apa sih yang membedakan wattpad dengan ebook? Bagi saya sih ada dua hal yang menjadi poin plus dari wattpad dibanding membaca ebook. Pertama, wattpad gratis. Seenggaknya ketika sedang membaca wattpad, kita nggak akan dihantui rasa bersalah seperti saat membaca ebook hasil donlotan ilegal—hehe. Kedua: wattpad interaktif. Kita bisa meninggalkan komentar di setiap bab, bahkan malah bisa komen di setiap paragraf yang menurut kita asyik banget. Kita juga bisa langsung menyapa penulisnya, berinteraksi dengan mereka, bertanya ini-itu seputar novel yang mereka tulis tersebut. Seru, kan? Well, memang sih dari ribuan cerita yang ada di wattpad nggak semuanya (maaf) berkualitas. Yang ditulis asal-asalan juga luar biasa banyaknya. Terus gimana caranya biar nemu novel yang bagus di sana? Saya pribadi biasanya mencari rekomendasi melalui google. Selain itu bisa juga melakukan search novel-novel wattpad yang diberi label “the wattys (tahun) winner”. Novel-novel dengan label tersebut bisa dipastikan berkualitas, meski hampir bisa dipastikan semua novel yang mendapat label tersebut adalah novel-novel berbahasa Inggris. Lalu bagaimana dengan novel wattpad berbahasa Indonesia? Tenang, banyak kok yang bagus, terutama dari penulis-penulis Indonesia terkenal, misalnya Christian Simamora dan Jenny Thalia Faurine. Saya juga membaca novel-novel yang ditulis oleh teman-teman saya sendiri loh. Tapi jujur saja, di wattpad saya lebih sering membaca novel berbahasa Inggris. #sombong #ditendang #laludiguyurbensin

Wait... ini kenapa saya jadi promosiin wattpad begini ya? Padahal duta wattpad juga bukan, dibayar juga kagak. Hehehe. Ya sudahlah ya, namanya juga cinta. Nah, nggak enaknya menjadi menjadi pembaca wattpad adalah kita nggak bisa mengupdate progress bacaan kita di goodreads. Aku sedih, Bun... *ala sinetron*

Oke, lupakan wattpad.

Berikut review kilat kegiatan membaca di tahun 2015:
1. Target bacaan goodreads tidak tercapai
2. Reading challenge yang diikuti semuanya gagal
3. Masih terkena penyakit menimbun; lebih banyak buku yang dibeli dibandingkan yang dibaca. Ditambah lagi hadiah buku dari penerbit hasil menang lomba resensi, atau yang dihadiahkan atas partisipasi dalam berbagai blog tour (yang hadiahnya nggak perlu diresensi).
Namun demikian, saya merasa kegiatan membaca dan nge-blog di tahun 2015 tetap menyenangkan. Bagian paling seru buat saya adalah ketika menjadi host blog tour dan saat mengadakan giveaway bulanan (er... nggak rutin bulanan juga sih sebenernya).

Lalu bagaimana dengan target  di tahun 2016? Sepertinya target saya terkait dunia buku dan membaca masih sama dengan tahun sebelumnya:

Pertama, tentu saja menyelesaikan target baca goodreads. Target saya tahun ini masih sama dengan tahun lalu yakni membaca 69 buku (teteup ya, angka mesum cantik). Kedua, lagi-lagi, menyelesaikan reading challenge (yang kelak akan saya ikuti). Liat ntar deh reading challenge apa saja yang bakal saya ikuti, yang jelas saya bakal lebih selektif. Ketiga, mengurangi membeli buku (ini tantangan yang sulit banget, nyaris mustahil). Keempat, konsisten meng-update blog. Ini juga sama sulitnya, mengingat kesibukan di dunia nyata. *melirik kagum pada admin blog thebookielooker.com dan kubikelromance.com*

Sepertinya itu saja target saya di 2016 ini sehubungan dengan kegiatan membaca. Kalau target yang nggak berhubungan dengan kegiatan membaca sih, biar saya dan diary saya saja deh ya, yang tahu (cieh diary—soooo 90s).

Baiklah, sekian postingan sambutan dari saya di awal tahun ini (mulai ngantuk ini). Semoga kita semua mencapai hal-hal luar biasa di tahun 2016. Aamin...

Salam sayang buat kalian semua,

Yovano N.

NB: Apa resolusimu tahun ini? #kepo

12 komentar:

  1. hehe, semoga tahun ini target tercapai ya, kang :D

    BalasHapus
  2. Kegiatan membaca tahun lalumu kok mengenaskan banget sih Kang.. XD
    Chemungudh untuk tahun ini ya kakaaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persis kayak kehidupan cinta aku, Mbavin: mengenaskan. *iris-iris nadi*

      Hapus
  3. Semangat!
    Gangguan emang bisa datang darimana saja, yang penting kita menikmatinya :)
    Targetku sama sih seperti tahun sebelumnya, membaca 100 buku selama setahun, dan meresensinya kalau bisa. Nggak ikut reading challenge apa pun juga, hanya di goodreads aja, biar nggak tertekan XD. Beli buku sesedikit mungkin, lebih seleftif aja, dari penulis favorit atau buku baru dengan rating bagus di goodreads. Lebih produktif lagi dalam ngeblog, udah itu aja sih palingan, nggak jauh berbeda dari tahun lalu :)

    Sedikit tips kang, coba bikin postingan terjadwal aja, jadi bisa mengatasi kekosongan blog kalau di dunia nyata lagi sibuk-sibuknya dan nggak bisa nulis, kalau aku sedikit membantu, atau kamu posting tiap hari apa gitu, jadi setiap minggu ada postingan baru :)

    Semoga lebih produktif lagi ya tahun 2016 ini :)






    NB: masih penasaran peristiwa yang mengguncang batin kang Opan *kepo kumat* XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Sulis ngeri ih, baca 134 buku! Aku pengeeeen. Tapi bagaimana mungkin... membaca saja aku sulit. #iklanTVRI

      Makasih tipsnya, Lis. Bakal aku coba. Semoga sama-sama semakin produktif di tahun 2016.

      *abaikan NB Sulis*

      Hapus
  4. Perlukah aku nulis dalam bahasa Inggris di Wattpad agar sering kau baca, Kang? :(

    *dilempar buntelan*

    Well, at least, main SWnya tetep rajin ya, wakakaka. Ini godaan juga buat mengalihkan dari baca buku XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh dicoba tuh, Ren, nulis bahasa Inggris. Secara dirimu kan udah expert. Bisa ngeboost jumlah pembaca juga. XD

      Hahahaha. Iya, semakin rajin aku main SW. Jumlah id yang dikelola semakin banyak juga. Boleh visit: ~RAYGEKI~ , ~KRISDAYANTI~ dan ~SYAHRINI~ (udah nggak usah protes soal nama dua id terakhir itu). LOL.

      Hapus

Back to top