7 Jan 2014

Get Lost by Dini Novita Sari

Judul: Get Lost
Penulis: Dini Novita Sari
Penerbit: Bhuana Sastra, 2013
Tebal: 198 hlm.
ISBN: 9786022494393
Sinopsis:
I need to get lost...
and get lost needs no itinerary...

Lana Sagitaria senang melakukan perjalanan sebagai selingan untuk mengatasi kejenuhannya menghadapi rutinitas sebagai karyawati. Alasan klasik, tetapi begitulah yang dia percaya selama ini. Hingga suatu ketika, dia memutuskan untuk berjalan mengikuti kata hatinya, tanpa itinerary, membiarkan dirinya hanyut dalam arus perjalanan. Siapa sangka, perjalanan ini justru membawanya pada jawaban penting atas pertanyaan yang selama ini terpendam jauh di lubuk hatinya. Jelajah kakinya ke beberapa kota dan negara, juga pertemuannya dengan orang-orang asing, membuatnya berkaca pada kenangan berbagai peristiwa penting dalam hidupnya, termasuk hilangnya seseorang yang sangat berarti bagi dirinya. Akankah kenangan itu tetap tinggal, ataukah sudah saatnya untuk dilepaskan?

Pertama kali membaca judulnya, reaksi saya adalah, "Aduh, kasar sekali..." Kayak orang yang sedang kesal kemudian ngomong, "Get lost!" Hehe, tenang saja wahai para pembaca. Novel ini bukan tentang orang yang lagi marah-marah kok. Get Lost di sini maksudnya adalah "tersesat", sesuai dengan isi bukunya: seorang gadis penyuka traveling yang membiarkan dirinya tersesat dan membiarkan langkah kakinya dituntun oleh takdir. Melalui traveling, ia juga berharap menemukan jawaban atas apa yang dicarinya selama ini.

Lana, seorang karyawati yang memutuskan melakukan traveling sebagi bentuk refreshing agar tidak jenuh dengan lingkungan pekerjaan. Bila sebelumnya ia selalu menentukan itinerary (detail rencana perjalanan) sebelum melakukan traveling, kali ini ia mencoba hal baru: melakukan traveling tanpa itinerary sama sekali! Kejadian seru apa saja yang menanti Lana dalam ketersesatannya?

Pada kunjungannya di Pulau Dewata, Lana bertemu beberapa orang yang awalnya asing, namun melalui merekalah Lana memperoleh semacam petunjuk atas pertanyaan-pertanyaan yang mengusik benaknya. Mulai dari seorang dari seorang pria yang memiliki kisah hidup yang mirip dengannya; perjalanan ke Ubud bersama lima teman yang baru dikenalnya dan membuatnya semakin memahami dirinya sendiri; hingga pertemuan dengan seorang pria yang wajahnya mirip dengan... Dharma, seorang pria yang membuatnya jatuh cinta pada traveling. Seorang pria yang kemudian mengilang dari hidupnya tanpa jejak sama sekali. Apakah lelaki Ubud itu memang Dharma, ataukah hanya sekadar mirip?

Sebulan kemudian Lana berkunjung ke Singapura. Lana mengalami masalah di bagian keimigrasian yang membuatnya terancam tak dapat memasuki negara seribu denda tersebut. Beruntung ia diselamatkan oleh seorang pria Kanada yang mengaku kepada petugas imigrasi bahwa mereka datang bersama-sama. Untuk sesaat Lana selamat, tapi kemudian keadaan tak berjalan sesuai  rencana saat Lana mendapati bahwa ia tak dapat menginap di apartemen temannya. Paul, si pria Kanada kembali menawari bantuan. Meski awalnya ragu, namun Lana akhirnya membiarkan dirinya 'tersesat' bersama Paul setelah yakin bahwa bule itu adalah pria baik-baik. Di Negeri Singa ini, Lana menjadi saksi atas kisah cinta Paul yang mengharu biru. Terbersit sebuah pertanyaan, akankah kisah Lana dan Dharma berakhir indah seperti kisah Paul?

Kemudian, sebuah keberuntungan membawa Lana ke Korea Selatan. Di negeri asal boyband Super Jonior tersebut, Lana terlibat petualangan seru. Bersama Kang Soo Jung—gadis Korea yang rumahnya ditumpangi Lana, mereka mengejar seorang pemuda yang mencuri hanbok warisan turun-temurun keluarga Jung. Sebenarnya Lana tidak wajib melibatkan diri lebih jauh dengan urusan pribadi Jung. Namun, keinginan untuk membantu Jung membuat Lana merelakan dirinya ‘tersesat’ bersamanya. Pengejaran sebuah hanbok warisan yang melibatkan anggota boyband terkenal Korea, 4AM, berujung pada akhir yang sama sekali tidak diduga oleh Lana maupun Jung.

Setelah mengalami banyak petualangan seru akibat ‘menyesatkan diri’, Lana akhirnya tiba pada sebuah pejalanan yang melibatkan keindahan gunung Bromo, dan sebuah titik terang tentang Dharma, pria yang selama ini memenuhi benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi kepada Dharma? Masih hidupkah Dharma? Bagaimana akhir dari kisah perjalanan Lana?

Temukan jawabannya dalam Get Lost karya Dini Novita Sari.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada teman saya ini atas keberhasilannya menerbitkan sebuah novel yang selama ini menjadi cita-citanya. Sebagai sebuah novel solo perdana, saya langsung jatuh cinta pada novel ini. Saya sangat menyukai gaya menulis dalam novel ini. Penulis menggunakan bahasa sehari-hari yang sederhana dan tidak bertele-tele. Sebagai pembaca, saya merasa seolah Lana sendiri yang bercerita kepada saya, layaknya seorang teman yang sedang menceritakan kisah hidupnya dengan penuh semangat. Siapa yang tidak ikut excited bila seorang teman berkisah dengan seru dan bersemangat?

Saya juga menyukai karakter utama dalam novel ini. Tentu saja yang saya maksud di sini adalah Lana. Ia adalah perempuan yang kuat. Padahal dalam cerita ini dapat dikatakan ia setengah galau ketika membiarkan dirinya ‘tersesat’ dalam perjalanannya. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuatnya murung, malah selalu tampil ceria, optimis, dan penuh percaya diri. Saya suka sifatnya yang terbuka dan mudah bergaul dengan orang lain. Diam-diam, saya iri kepada Lana. Sungguh, saya ingin sekali mempunyai kepribadian dan keberanian yang dimiliki Lana. Saya ingin bisa akrab dengan siapa saja di dunia nyata, terutama saat pertama kali bertemu dengan orang baru. Jujur, saya bukan orang yang gampang akrab dengan orang lain. Bila bertemu dengan orang baru, saya lebih banyak diam dan bersikap pasif. Bila tidak diajak mengobrol, maka dapat dipastikan saya dan orang tersebut akan terjebak dalam keheningan yang tidak mengenakkan (awkward silence). Saat ingin mengajak bicara, basa-basi yang keluar dari mulut saya malah cenderung garing. Itulah mengapa saya mengangumi Lana yang berani melakukan solo traveling, bertemu orang-orang baru, dan mengalami petualangan seru. Ah, maaf, saya curhat. Hehe.

Tentang ceritanya, sebenarnya cukup menarik, terutama ide cerita tentang menyesatkan diri. Akan tetapi, saya merasa banyak hal yang masih bisa dieksplorasi lebih banyak lagi oleh penulis, misalnya karakter-karakter yang tampil dalam buku ini. Sebab selain Lana (dan Jung) saya merasa tokoh lain dalam buku ini mudah untuk dilupakan (er… atau saya yang pelupa ya? Haha). Tentang deskripsi tempat di buku ini cukup detail dan sanggup membuat saya merasa seolah sedang ‘tersesat’ bersama Lana. Meski demikian, (lagi-lagi) saya merasa seharusnya bisa lebih dieksplorasi lagi. Apakah penulis terhalang jumlah halaman yang sudah ditetapkan oleh penerbit? Saya kurang tahu. Tapi bila benar demikian, yah, sayang sekali. Bagian cerita yang paling saya sukai di buku ini adalah petulangan di Korea. Saya suka unsur humor yang disisipkan oleh penulis. Misalnya, plesetan nama-nama personel boyband yang bila diperhatikan ternyata  berhubungan dengan makanan. Jelas saya ngakak di bagian ini. :D

Secara keseluruhan, novel ini ditulis dengan baik. Apalagi dalam novel ini saya hampir tidak menemukan typo yang dapat menganggu kenikmatan membaca. Saya sangat yakin penulis punya potensi untuk menghasilkan karya yang jauh lebih baik di masa yang akan datang. Dan, yeah, saya sangat menantikan karya-karyanya Dini Novita Sari selanjutnya. Buat kamu yang menyukai traveling dan kisah tentang jalan-jalan, buku ini wajib masuk daftar bacaanmu.

***

6 komentar:

  1. Balasan
    1. Singkoooong. Yaolo laper deh. :))

      Hapus
  2. Shin Kong, woyy!! *ikut laper* hahaha terima kasih banyak Kang Opan untuk resensinya, means a lot!! Doakan semoga bs terus berkarya dg lebih baik yaa, bs lebih dalam mengeksplorasi ceritanya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Teteup aja yang ada di kepala saya itu ketela. :p
      Amiiin. Semoga karya selanjutnya bisa kita nikmati dalam waktu yang gak terlalu lama. Hehe.

      Hapus
  3. kenalan dong... bukuguebaca.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Adin Dilla. Terima kasih sudah berkunjung. Salam kenal.

      Hapus

Back to top