10 Feb 2015

Refrain - Winna Efendi

Judul: Refrain
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia, 2009
Tebal: 318 hlm.
ISBN13: 9789797803629

Sinopsis:
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
*
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.

Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.

Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.

Cukup lama saya menimbun novel ini. Belinya sewaktu berkunjung ke Makassar tahun 2011. IYA LOH, SAYA MENIMBUN NOVEL INI SEJAK 2011. *tambahin background suara petir biar deramak* Novelnya sendiri pertama kali terbit tahun 2009. Dan enam tahun kemudian barulah novel ini dibaca oleh seorang cowok bernama Yopano. *nyemplung ke rawa-rawa* Tapi nggak apa-apa. Better late than never. Lagian, bacanya telat sedikit kan nggak apa-apa. (Telat sedikit? TELAT SEDIKIT KATAMUH?) *nyemplung ke rawa-rawa dan nggak nongol lagi*

Oke mari lanjut ngebahas ceritanya. Tersebutlah dua anak manusia beda gender yang sudah menjalin persahabat sejak kecil. Tapi kemudian salah satu di antara mereka menumbuhkan perasaan yang lebih dari sekadar rasa sayang sebagai sahabat. Ya, ya, ini buku tentang sahabat jadi cinta.

Nataniel Wirawan (Nata) dan Nikola Ciputra (ihiy, nama Ciputra ini ternyata nama salah satu temannya Winna, loh #penting) yang disapa Niki memang telah lama bertetangga. Usia mereka pun sebaya. Maka tidak heran apabila mereka menjalin persahabatan yang cukup karib. Namun saat memasuki SMA, Nata mulai memandang Niki dengan cara berbeda. Sejak kapan sahabatnya itu menjadi lebih cantik? Namun dengan dalih persahabatan, Nata menekan perasaannya dalam-dalam. Suatu saat muncullah Annalise (saya nggak ngerti cara mengeja namanya dengan benar—tetap dibaca Analise atau Enelais? #plaks—tapi mari kita panggil dia Anna). Anna ini gadis blasteran, anak dari model terkenal. Badannya terlalu jangkung jika dibandingkan dengan teman-temannya (180 cm aja gitu, lebih tinggi 5 centi dari akuh. Oh, aku kalah! AKU PENDEK, MAMA! *nyemplung ke... eh, emang masih kelelep di rawa-rawa deng*

Singkat cerita, Nata dan Niki kemudian menjadi sahabat Anna. Anna gembira memiliki sahabat-sahabat yang baik hati. Selama ini ia dianggap sombong oleh orang-orang, namun tidak bagi Nata dan Niki. Jadi, kini ada tiga sahabat di buku ini. Yang namanya hati manusia siapa yang tahu ya? Anna rupanya diam-diam mulai menaruh hati terhadap Nata. Tapi Anna juga tahu bahwa Nata diam-diam menaruh hati terhadap Niki. Pada saat yang sama, Niki menaruh hati nggak diam-diam terhadap Oliver, jagoan basket dari SMA sebelah. Ribet, ribet dah.

Bagaimana Winna Efendi mengurai benang hati antara para tokoh di buku ini? Siapa yang akan terluka dan siapa yang akan bahagia? Baca kisah selengkapnya dalam Refrain. (Hellow, elo aja yang telat baca, Pan. Orang-orang udah pada baca dari tahun kapan.) #yamaap

Sejujurnya saya sedang jenuh membaca tema sahabat-jadi-cinta. Mungkin karena jeda waktu antara buku setema yang saya baca sebelumnya terlalu dekat dengan buku ini. Saya sempat berpikir untuk berhenti di tengah jalan dan mencari bacaan lain. Tapi kalau saya melakukan itu, ini buku bakalan dibaca kapan dong? Masa harus ketimbun lagi? Jadi saya mencoba bertahan, berusaha menikmati setiap untaian kalimat yang lahir dari seorang Winna Efendi, dan hasilnya... sama aja sih, saya tetap jenuh. Hahaha. *disumpal kaos kaki*

Cover Film
Cerita novel ini sederhana dan disampaikan dengan cara yang bersahaja. Dan yang jelas, cerita novel ini sangat remaja, sehingga akan sangat cocok apabila dinikmati oleh pembaca dalam rentang usia tersebut. Banyak yang bilang merasa terharu, bahkan berkaca-kaca saat membaca buku ini, tapi sayangnya saya tidak. Konfliknya terlalu sederhana sehingga tidak cukup menggungah emosi saya. Mengingat novel ini adalah salah satu karya awal penulis, maka saya bisa maklum apabila masih terdapat banyak aspek yang perlu lebih ditingkatkan lagi, misalnya konflik yang perlu dipertajam. Yang saya sayangkan dari novel ini adalah typo. Padahal saya bukan pembaca teliti, namun typo yang saya temui di novel ini cukup banyak. Bagaimana dengan pembaca yang memang jeli? Saya yakin pasti mereka akan menemukan typo lebih banyak lagi. Semoga di masa yang akan datang, bila buku ini dicetak ulang, hal-hal semacam typo menjadi perhatian penerbit.

Novel ini sudah difilmkan (semua sudah pada tahu dong ya, siapa para pemainnya?). Dan sejujurnya saya lebih menyukai cover versi film dibandingkan dengan cover lawas. Andai saja saya sangat menyukai ceritanya, mungkin saya akan membeli novel versi cover baru tersebut untuk ditimbunkoleksi. Tapi mengingat saya ‘hanya’ memberi 3 bintang untuk buku ini, opsi tersebut saya kubur dalam-dalam, sedalam Nata mengubur perasaannya terhadap Niki. #eaah

“Butuh sebuah pengorbanan untuk menyadari bahwa cinta tidak seperti dongeng yang selalu berakhir bahagia.” (hlm. 45)


It's Been There Forever

10 komentar:

  1. Aku belom baca novel ini, dan kayaknya gak berencana baca kang... soalnya udah nonton filmnya, daaannn... iya, bosen juga sama tema sahabat-jadi-cinta :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaah. Ngebosenin ya, filmnya? Padahal aku lumayan penasaran sama filmnya.

      Hapus
  2. Coba baca Love, Rosie, paaann... Itu....juga sahabat-cinta sih. Tapiii asiikk looo, kalo bukan bikin frustrasi hahaha....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pengen baca Love, Rosie juga. *menanti pinjaman* :p

      Hapus
  3. buku-buku pertama Winna aku g terlalu suka, baru Melbourne yang membuatku suka akan tulisannya Winna :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kyaaa... jadi nggak sabar pengen baca Melbourne. *duit mana duit*

      Hapus
  4. Kang Opannnnnnnnnn, aku mau dong dibuatin member BBI kayak punya mu. KEREN BANGET, huhuhu *mupeng*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku cuma ngambil bentuk dasarnya yang free dari internet, terus aku gabungin dengan logo asli BBI. Kalau mau dibikinin, hasilnya bakalan sama persis dgn punyaku. Gpp begitu?

      Hapus
  5. Ciyeee... trus kapan sahabatnya akang bisa jadi yg dicinta? *lirik rio

    BalasHapus

Back to top