17 Sep 2013

Runaway Ran - Mia Arsjad

Judul: Runaway Ran
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juli 2013
Tebal: 368 hlm
ISBN13: 9789792260007
Rating: 4/5

Sinopsis:
Katrina si anak manja yang hobi belanja online itu, sekarang harus belajar hidup irit dan mencari uang sendiri. Kebetulan, ada iklan lowongan yang di-broadcast di Blackberry. Katanya sih untuk jadi asistennya J.F. Ran, komikus pengarang 4 Hero No Zero. Tawarannya menggiurkan sih, dan berhubung kebutuhan belanja online-nya sangat mendesak, Katrina pun mengirimkan CV-nya.

Komik berjudul 4 Hero No Zero sudah tiga tahun ini booming di Indonesia. Komik nyeleneh dan kocak itu ditulis oleh J.F. Ran yang ternyata aslinya ganteng, tapi galak. Apalagi pacarnya, Viana, yang judes dan cemburuan setengah mati. Nggak heran kalau orang yang kerja jadi asisten Ran, nggak pernah bertahan lama.

Kali ini giliran Katrina yang jadi asistennya. Bakalan awet nggak ya? Kira-kira siapa yang bakalan takluk? Ran atau Katrina?

Novel Metropop terbaru karya Mia Arsjad ini berkisah tentang Katrin yang punya hobi belanja secara online. Gadis ini tak tanggung-tanggung membelanjakan banyak uang untuk membeli barang-barang yang kabarnya impor dan limited edition seperti baju, tas, dsb. Sayang sekali, nasib malang menimpa ayah Katrin, yang mengakibatkan ayahnya terpaksa harus ‘pensiun’. Meski sang ayah tak sampai jatuh miskin dan masih mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya kuliah Katrin, Katrin sadar bahwa statusnya sudah bukan lagi anak direktur. Akan tetapi, Katrin masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisinya. Keinginan belanja online-nya masih sulit ditahan. Maka Katrin memutuskan untuk mencari pekerjaan demi memenuhi keinginan belanjanya.

Dengan dibantu sahabat baiknya, Katrin akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten seorang komikus terkenal bernama J.F. Ran. Sebagai komikus cerita komedi yang karya-karyanya selalu laris, tampang Ran lumayan cakep juga. Sayang, Katrin mendapati bahwa kepribadian Ran sama sekali jauh dari kesan  humoris. Sikap cowok tersebut selalu jutek dan judes, sangat bertolak belakang ketika pertama kali Katrin bertemu dengannya saat wawancara. Namun mengingat pekerjaan Katrin sebagai asisten cukup ringan dan bayarannya lumayan besar, Katrin mencoba bertahan menghadapi sikap unik Ran.

Rupanya, sejudes-judesnya Ran, masih kalah dibanding cewek bermana Viana, yang tidak lain adalah kekasih Ran. Viana sukses membuat gerah Katrin dengan tingkahnya yang sangat posesif. Viana yakin bahwa tujuan utama Katrin menjadi asisten Ran adalah untuk merebut Ran darinya. Anehnya, sikap Ran yang tadinya judes tiba-tiba berubah 180 derajat saat bersama Viana. Cowok itu mendadak jadi sangat manis bahkan mampu berkata-kata gombal demi menyenangkan Viana.

Akankah Katrin tetap bertahan menghadapi Ran yang seolah memiliki banyak kepribadian dan Viana yang selalu mencurigainya? Rahasia masa lalu apa yang membuat Ran memilih bersikap bukan seperti dirinya? Baca kisahnya dalam Runaway Ran karya Mia Arsjad.

***

Oke, komentar pertama mengenai novel ini: COVERNYA KEREN! >.<

Membaca novel ini merupakan mengalaman yang mengasyikkan, terutama bagi saya yang baru pertama kali membaca karya Mia Arsjad. Kisahnya ringan, bahasanya enak diikuti, konfliknya pun mampu memancing emosi saya. Unsur humor dalam novel ini mampu membangkitkan senyum dan perasaan hangat bagi saya, terutama pada adegan-adegan saat Katrin bersama Alya, sahabatnya. Saya kagum pada tokoh Katrin yang meskipun agak manja dan masih belum mampu membendung keinginannya untuk berbelanja, namun ia punya semangat untuk mengejar keinginannya dengan caranya sendiri. Perkembangan hubungan Katrin dan Ran dibangun dengan baik oleh penulis. Tokoh Ran sendiri cukup unik. Ran menjadi semacam pengingat yang sangat halus bagi pembaca tentang pepatah don’t judge a book by its cover. Seburuk-buruknya sikap seseorang, pasti ada alasan di balik itu semua.

Nah, meski saya menyukai buku ini, namun saya menemukan hal-hal yang ingin saya komentari lebih jauh. Entah mengapa, saya merasa bahwa konflik yang dialami oleh Katrin sebagai tokoh utama justru kalah menarik dibanding konflik yang dialami oleh tokoh-tokoh pendukung. Saya kurang begitu berempati pada kondisi Katrin. Saya pikir, kepribadian Katrin sebenarnya bisa dieksplorasi lebih lagi, terutama interaksinya dengan keluarga. Bagaimanapun, kisah ini kan dimulai lantaran masalah keuangan yang menimpa keluarganya. Saya penasaran pada tokoh Ditri, adik laki-laki Katrin. Dalam novel ini sama tak pernah diceritakan bagaimana hubungan Katrin dan adik satu-satunya itu. Kesannya Ran tak peduli dengan adiknya, bahkan keluarganya, meskipun alasan Katrin mencari pekerjaan adalah karena karena tak ingin membeni keluarganya. Lalu, saat Katrin dijebak oleh Dini, entah mengapa saya merasa bahwa Katrin akan baik-baik saja, sehingga saya tak merasa khawatir. Saya justru merasakan emosi yang dalam terhadap masalah yang dialami Alya, sahabat Katrin. Bahkan, saya merasa kisah Alya jauh lebih menarik sampai-sampai saya ingin kisah Alya dibuat novelnya sendiri. Dan tentu saja, Ran. Konflik pribadi Ran begitu menguras emosi. Apakah saya yang salah dengan menganggap Katrin sebagai tokoh utama? Sebab tokoh Ran benar-benar dieksplorasi dengan baik. Mengingat judul novel ini adalah Runaway Ran, bisa jadi Ran memang tokoh utama novel ini, namun dikisahkan dari sudut pandang Katrin.

Tokoh Viana rasanya dibuat terlalu berlebihan hanya untuk menegaskan bahwa ia adalah tokoh antagonis. Mulai tata rias yang menor, busananya yang kelewat mini dan seksi, hingga tingkah lakunya yang dibuat semenyebalkan mungkin (terutama sikapnya pada ibu kandungnya yang kelewat durhaka). Mohon maaf sedalam-dalamnya, tapi menurut saya pribadi tokoh-tokoh antagonis dengan deskripsi demikian malah membuat novel ini menjadi ‘agak’ sinetron. Yah, tentu saja ini hanya pendapat pribadi. Pembaca lain tentu punya pendapat berbeda.

Beberapa typo masih ditemukan dalam novel ini. Tidak mengganggu, tapi alangkah baiknya bila diminimalisir atau malah ditiadakan sama sekali (meskpun sesungguhnya zero-typo bisa dikatakan adalah hal yang mustahil). Tak ada salahnya berharap kan? :)

Secara keseluruhan, Runaway Ran adalah bacaan ringan yang mengasyikkan. Tidak perlu berpikir keras untuk menikmati novel yang menggemaskan ini. Cocok sekali untuk dibaca saat bersantai sambil mendengarkan lagu favorit. Akhir kata, terima kasih tak terhingga buat GPU yang sudah menghibahkan novel bercover manis ini buat saya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Back to top