29 Sep 2012

Divortiare by Ika Natassa

Judul: Divortiare
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal: 328 hlm.
ISBN: 9789792238464
Rating: 4/5

Sinopsis:
Commitment is a funny thing, you know? It's almost like getting a tattoo. You think and you think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep.

"Jadi lebih penting punya Furla baru daripada ngilangin nama mantan laki lo dari dada lo?"

Pernah melihat Red Dragon? Aku masih ingat satu adegan saat Hannibal Lecter yang diperankan Anthony Hopkins melihat bekas luka peluru di dada detektif Will Graham (Edward Norton), dan berkata, "Our scar has a way to remind us that the past is real."

Tapi kemudian mungkin kita tiba di satu titik ketika yang ada hanya kebencian luar biasa ketika melihat tato itu, and all you wanna do is get rid of it. So then you did.

Alexandra, 27 tahun, workaholic banker penikmat hidup yang seharusnya punya masa depan cerah. Harusnya. Sampai ia bercerai dan merasa dirinya damaged good. Percaya bahwa kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita cintai, jadi membenci selalu jadi pilihan yang benar.

Little did she know that fate has a way of changing just when she doesn't want it to.

Divortiare berkisah tentang Alexandra, 27 tahun, seorang banker dengan karir cemerlang. Oh ya, tentu saja ia—seperti kebanyakan tokoh utama perempuan dalam novel-novel metropop—berparas cantik. Tapi apakah kehidupannya sesempurna wajah dan karirnya? Tergantung bagaimana kita menilainya, jika dari sedikit info di atas, saya tambahkan satu info lagi: she is a devorcee. Yep. Ia bercerai di usia muda relatif muda. Dan sampai saat ini ia belum ingin membuka hatinya untuk lelaki lain, meskipun Wina, sahabat karibnya kerap berusaha menjodohkan Alexandra.

Adalah Beno, lelaki  yang pernah menjadi suami sang tokoh utama, pria tampan yang berprofesi sebagai dokter bedah jantung, usianya lebih lebih tua delapan tahun dari Alexandra.

Harusnya rumah tangga mereka sempurna. Suami tampan, istri cantik, sama-sama memiliki profesi bergengsi: dokter dan banker. Sayangnya, profesi merekalah yang membuat hubungan mereka semakin merenggang dikarenakan jarangnya mereka bertemu dan berkomunikasi, walaupun tinggal seatap. Masing-masing terlalu sibuk mengurus pekerjaannya. Alexandra sering bekerja hingga larut malam bahkan sering melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Sementara Beno, sebagai dokter, ia lebih sering berada di rumah sakit daripada di rumahnya sendiri, bahkan di hari libur sekalipun. Apa gunanya pernikahan jika kita merasa seperti tak punya pasangan hidup? Setelah berpikir masak-masak, Alexandra akhirnya mengajukan cerai.

12 Sep 2012

Kāla Kālī by Valiant Budi & Windy Ariestanty

Judul Buku : Kāla Kālī
Penulis : Valiant Budi & Windy Ariestanty
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : 2012 (Cetakan I)
Tebal : 332 Halaman
ISBN: 9789797805814
Harga: Rp. 53.000,-
Rate: 4/5

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gagas Duet terbaru persembahan Gagas Media kali ini, diberi judul Kāla Kālī*. Salah satu penulisnya, Windy Ariestanty, adalah penulis yang karyanya selalu saya nanti-nanti. Terakhir kali Windy menulis fiksi, adalah ketika ia berduet dengan Christian Simamora dalam novel dewasa berjudul Shit Happens. Kini, beliau kembali menulis fiksi setelah sebelumnya sukses menyentuh hati para pembacanya lewat buku nonfiksi berjudul Life Traveler.

Seperti buku-buku Gagas Duet yang sudah terbit sebelumnya, buku ini terdiri dari dua novela dengan kisah dan gaya bercerita berbeda, sesuai dengan ciri khas masing-masing penulisnya. Kisah pertama ditulis oleh Valiant Budi (yang biasa disapa Vabyo) berjudul: Ramalan dari Desa Emas. Berkisah tentang Keni, remaja perempuan yang ingin merayakan ulang tahunnya yang ke-18 dalam kesendirian, menjadikan Desa Sawarna** sebagai tempat untuk merayakannya. Keni yang awalnya sangat menikmati kedamaian desa Sawarna, mengalami kejadian yang membuatnya pingsan sewaktu menyusuri goa yang menjadi salah satu objek wisata di desa itu. Saat siuman, gadis itu mendapati dirinya dirawat di salah satu rumah nenek 'tukang obat' yang mempunyai cucu berkemampuan meramal, dan konon ramalannya selalu tepat. Betapa syoknya Keni ketika si bocah terus-terusan berkata bahwa Keni akan meninggal sebelum usianya mencapai angka delapan belas. Kemudian, kejadian-kejadian menyerempet maut pun mulai menghampiri Keni. Dapatkah Keni lepas dari ramalan (atau lebih tepatnya, kutukan) dari Desa Emas?

30 Agu 2012

With You: Sehari Bersamamu by Christian Simamora & Orizuka

Judul: With You: Sehari Bersamamu
Penulis: Christian Simamora & Orizuka
Penerbit: GagasMedia, 2012
Tebal: 316 hlm.
ISBN: 9789797805739
Rating: 4/5

Sinopsis:
365 hari dalam setahun,
24 jam dalam sehari.

Di antara semua waktu yang kita punya,
kau sengaja memilih hari itu.

keluar dari mimpi indah,
lalu hadir dalam hidupku...

sebagai cinta yang selama ini aku tunggu.

WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.

Well, ini adalah novel Gagas Duet ke-6, tapi inilah Gagas Duet pertama yang saya baca. Bagaimana mungkin saya melewatkan novel Gagas Duet ini, kalau penulisnya adalah Christian Simamora, penulis favorit saya? Sementara Orizuka, saya kepincut sama novel yang berjudul Infinitely Yours yang oh-so-Korean-Drama banget, which is, I really like it. Hehe. Jadi, akan seperti apakah hasil duet penulis yang karya-karyanya selalu dinanti para pembaca ini?

10 Agu 2012

20, 30, 40 (Club Camilan 2) by Jaqueline Brahms, Rara Pramesti, Cenila Krena

Judul Buku: 20, 30, 40 (Club Camilan 2)
Penulis: Jaqueline Brahms, Rara Pramesti, Cenila Krena
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 376 halaman
ISBN: 9789792282306
Rate: 4/5


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
20, 30, 40. Angka tersebut tercetak besar-besar pada sampul depan novel metropop ini. Mungkin ada pembaca yang bertanya apa makna dari angka-angka itu? Jika kita membalik buku ini dan membaca sinopsis pada sampul belakang, jawabannya ada di sana. Angka-angka itu adalah umur, yang mewakili usia dari masing-masing penulis yang juga tokoh utama dalam buku ini. Wait… WHAT? Penulis sekaligus tokoh utama?

Yep, kamu tidak salah baca kok. Jika kamu pernah membaca Club Camilan yang pertama, maka kamu pasti tahu bahwa buku tersebut ditulis berdasarkan kisah nyata para penulisnya, yang tentu saja ditambahi bumbu-bumbu. Bisa jadi bumbunya banyak. Mungkin juga ending setiap kisahnya tak sama dengan dunia nyata. Kita hanya diminta untuk mendengar mereka bercerita tentang dunia mereka. Dunia yang tak semua orang mampu menerima dengan lapang dada. Sebuah dunia bernama lesbian.

20, 30, 40 terdiri tiga novela yang ditulis oleh tiga perempuan beda usia. Perempuan pertama adalah Jaqs, mahasiswi berusia 20-an yang santai dalam menjalani hidup. Sebagai seorang lesbian, Jaqs cukup gampang jatuh cinta. Dan bila sudah jatuh cinta, ia akan melakukan berbagai cara yang paling wajar untuk mendapatkan perhatian perempuan yang ia taksir, seolah kehidupan cintanya tak berbeda dengan manusia hetero lainnya. Ada cinta yang datang, ada cinta yang harus rela dilepas. Jaqs menyikapi semuanya dengan santai. Hingga akhirnya ia bertemu dengan cinta sejatinya. Siapakah perempuan beruntung itu? :)

1 Agu 2012

One Last Chance by Stephanie Zen

Judul: One Last Chance
Penulis: Stephanie Zen
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 288 Halaman
ISBN: 9789792282559
Harga: Rp. 47.500,-
Rate: 3/5

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bagi Adrienne Hanjaya, tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti. Itulah prinsip menulisnya. Setiap kisah patah hatinya di dunia nyata dituliskannya kembali ke dalam novel, dan sering kali menggunakan nama asli sang tokoh pria, dengan ending yang buruk bagi tokoh pria dan ending bahagia bagi tokoh wanita. Hal tersebut semacam wujud balas dendam kepada cowok-cowok yang telah menyia-nyiakan cintanya. Dan ketika novel-novel yang ditulisnya ternyata menjadi bestseller, Adrienne merasa semakin puas.

Dulu, Adrienne hanya menuliskan pengalaman patah hatinya ke dalam diary. Kemudian gadis itu membaca sebuah artikel di majalah remaja yang membahas tentang penulis idolanya. Ketika ditanya darimana sumber inspirasi sang penulis, sang penulis menjawab bahwa ia terinspirasi dari pengalaman pribadinya ketika masih SMA yang ditulisnya dalam diary. Ia kemudian mengetik ulang diary-nya, menambahkan bumbu di sana-sini, dan mengirim naskahnya ke penerbit. Adrienne melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan penulis idolanya itu. Dewi Fortuna menaungi Adrienne, karena naskah yang berasal dari diary pribadinya menjadi novel laris.

25 Jul 2012

Diary Si Bocah Tengil by Jeff Kinney

Judul Buku: Diary Si Bocah Tengil
Seri: Diary Si Bocah Tengil #1
Penulis: Jeff Kinney
Penerjemah: Ferry Halim
Penerbit: Atria, Februari 2012 (Cetakan XIV)
Tebal: 216 hlm.
ISBN: 9789791411202

Sinopsis Goodreads:
Bosan dengan buku cerita penuh tulisan tanpa gambar? Atau bosan dengan kisah fantasi penuh hal-hal gaib? Atau ingin mencoba sesuatu yang lebih menantang daripada komik tetapi tidak seberat novel? Nah, inilah jawabannya. Baca, deh diary milik Greg Heffley. Selain banyak kejadian lucu, di dalamnya juga bertaburan gambar-gambar kartun jenaka.

Kisah hidup Greg Heffley selama satu tahun ajaran sekolah ini dijamin bisa membuat pipi pegal, perut terkocok, bahkan mata berair. Kekonyolan dan kemalangan Greg akan membuat kalian mengingat kembali kejadian serupa yang mungkin pernah kalian alami.

Di dalamnya ada Sentuhan Keju yang menyeramkan, “Zoo-Wee Mama” yang menyebalkan, seorang anak yang mabuk gula, dan masih banyak lagi. Ingin tahu lebih lanjut? Cepat buka halaman pertama...

Mom membelikan Greg Heffley sebuah diary untuk mencatat “perasaannya” selama menjalani kehidupannya sebagai siswa sekolah menengah pertama. Perlu ditekankan, itu semua gagasan Mom, jadi jangan harap deh, Greg bakal menulis “Dear Diary” ini atau “Dear Diary” itu. Satu-satunya alasan Greg  bersedia melakukan itu semua adalah jika nanti dia menjadi kaya dan terkenal, orang-orang bisa membaca diary-nya (atau menurut Greg: JURNAL-nya) tanpa Greg perlu repot menjawab segala macam pertanyaan bodoh dari wartawan. Haha. Konyol banget kan?

Greg sudah memberi tahu Mom agar mencari buku yang tidak ada tulisan ‘diary’ di sampulnya. Apes bagi Greg, sebab Mom tidak mendengar permintaannya dan malah membeli buku dengan tulisan ‘DIARY’ besar-besar di sampulnya. Wah, bagaimana jika nanti Greg ketemu orang brengsek dan memergokinya membawa-bawa buku bertulisan ‘DIARY’? Bisa-bisa dia dianggap banci, pikir Greg. Bagaimanapun, Greg nggak protes pada Mom tuh. Patuh juga anak itu.

23 Jul 2012

Infinitely Yours by Orizuka

Judul Buku: Infinitely Yours
Penulis: Orizuka
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: 2012 (Cetakan VI)
Tebal: 304 Halaman
ISBN: 9797805085
Harga: Rp. 47.000,-
Rating: 4/5

Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi, bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya?

Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Sekeras apa pun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri—dan menjauhkan hati—pada akhirnya akan bertemu kembali.

Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya, hanya ada satu cara untuk membuktikannya....

Kau, aku, dan perjalanan ini.

Bagi saya, kalimat yang saya kutip dari sampul belakang novel ke-13 Orizuka, Infinitely Yours, di atas cukup membuat penasaran. Dari rangkaian kalimatnya yang begitu manis, saya menduga kisah novel ini akan sangat romantis. Tapi setelah membaca beberapa halaman awal, saya sadar tebakan saya kurang tepat, tapi tidak sepenuhnya salah juga. Ternyata ceritanya bergenre komedi romantis dan unsur komedinya sukses membuat saya nyengir-nyengir ganteng ketika membaca. :D

Adalah Jingga, gadis ceria yang terlalu hiperaktif, seorang Korean freak—menggemari segala hal yang berhubungan dengan budaya pop Korea dan fasih berbahasa Korea. Menilik penampilannya yang mungil seperti ABG serta gaya berpakaiannya yang ‘ramai’, siapa pun tak akan menyangka bahwa gadis ini sudah berumur dua puluh lima tahun. Ada pun seorang laki-laki bernama Rayan, pemuda workaholic yang pendiam dan kaku, miskin senyum dan sering tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Dua manusia beda gender dan saling bertolak belakang sifat tersebut dipertemukan oleh takdir pada sebuah bandara. Awal pertemuan mereka tak terlalu menyenangkan. Rayan secara tidak langsung merusak PSP (yep, konsol game portabel itu) milik Jingga, yang membuat Jingga jengkel dan menuntut ganti rugi. Rayan yang saat itu tengah terburu-buru mengejar flight memberikan kartu namanya kepada Jingga agar gadis itu bisa menghubunginya nanti.

Tak disangka, mereka ternyata bagian dari rombongan yang sama, rombongan tour ke Korea. Jingga yang pembawaannya ceria menganggap kebetulan tersebut suatu hal yang menyenangkan karena ia bisa segera meminta ganti rugi atas PSP-nya yang rusak, namun tidak bagi Rayan. Bukan bermaksud menghindar dari tanggung jawabnya, tapi pemuda itu merasa terganggu dengan kehadiran Jingga yang menurutnya terlalu bising dan hiperaktif, layaknya ABG umur tujuh belas tahun—Rayan awalnya memang tidak tahu berapa usia Jingga sebenarnya. Apalagi para peserta tour dipasang-pasangkan oleh Darma, pemimpin tour, dengan maksud agar setiap peserta harus saling menjaga pasangannya masing-masing selama tour berlangsung. Bisa ditebak, Jingga dipasangkan dengan Rayan yang langsung misuh-misuh.

Ternyata, baik Jingga maupun Rayan punya tujuan masing-masing setelah tiba di Korea nanti. Jingga sangat ingin berjumpa lagi dengan tour guide lokal, seorang pemuda asli Korea yang dikenalnya pada tour tahun lalu; pemuda tampan yang penampilannya mirip aktor drama Korea. Sementara Rayan, ia ingin mencari seseorang untuk membereskan masalah yang belum terselesaikan. Sebenarnya mengikuti tour ini bukan rencana Rayan—bahkan ia sebenarnya sangat membenci Korea dan lebih memilih tidak ke sana kalau bukan demi mencari seseorang tersebut—tapi karena rekannya salah membeli tiket (yang dibeli justru paket tour Korea, karena sang rekan berasumsi bahwa Rayan ke Korea untuk berlibur).

Tiba di Korea, Rayan segera mencari cara memisahkan diri dari rombongan untuk melaksanakan maksudnya. Sialnya, Jingga yang menjadi pasangan tournya mengetahui niat Rayan, dan gadis itu terlalu teguh memegang instruksi pemimpin tour yang mengharuskan pesertanya saling menjaga pasangannya. Jingga yang tak mampu mencegah Rayan kemudian memutuskan untuk ikut ke manapun pemuda sinis itu pergi. Rayan jadi pusing sendiri.

Selanjutnya, banyak hal tak terduga terjadi pada pasangan tour tersebut. Mulai dari tersesat di kota, ditinggal rombongan, hingga harus bermalam bersama di sebuah penginapan murah demi menghemat uang. Berhasilkan Rayan menemukan ‘seseorang’ yang menjadi alasannya terbang ke negara yang sangat dibencinya itu? Lalu bagaimana dengan Jingga yang terpaksa merelakan kebersamaannya dengan cowok Korea yang dirindukannya selama satu tahun?

Temukan jawabannya dalam Infinitely Yours.

***

Infinitely Yours adalah novel Orizuka pertama saya, juga novel bernuansa Korea pertama yang saya baca. Karena ini yang pertama, tentu saya tidak bisa membandingkan novel ini dengan novel-novel Orizuka yang lain. Tapi saya pribadi menyukai gaya menulis Orizuka di novel ini. Banyak adegan kocak yang bisa memancing senyum bahkan tawa. Sebagai pembaca yang tidak begitu banyak tahu tentang Korea (tapi saya cukup tahu tentang SNSD dan SuJu lho, hehe) novel ini menyajikan suasana Korea Selatan yang terasa nyata, walau sang penulis sendiri mengaku bahwa ia belum pernah ke Korea sebelumnya. Salut dengan Orizuka, sebab meskipun tak pernah menginjakkan kaki di Korea, ia melakukan banyak riset lewat internet (terutama Google Map) untuk mendapatkan gambaran detail tempat-tempat yang menjadi setting cerita novel ini. Juga, penulis memasukkan beberapa dialog berbahasa Korea (sering diucapkan oleh tokoh Jingga) yang membuat novel ini jadi makin meyakinkan, tanpa perlu membuat bingung pembaca karena penulis berbaik hati menambahkan keterangan/terjemahan di bagian footer halaman buku.

Tentang kisahnya, menurut saya cerita dalam buku ini bukan hal yang baru. Cerita tentang cewek periang dan cowok jutek cukup sering ditemui dalam novel-novel remaja yang beredar saat ini. Hanya saja, kembali kepada penulisnya, kepada kepiawaian mereka meramu formula yang sudah populer menjadi kisah yang menarik diikuti tanpa membuat bosan pembacanya. Dan Orizuka berhasil melakukannya. Infintely Yours menjadi novel yang ringan namun menyenangkan untuk disimak hingga halaman terakhir. Informasi mengenai beberapa tempat wisata di Korea dalam novel ini menjadi nilai tambah tersendiri. Ah, saya jadi ingin ke Korea, tapi siapa yang mau bayarin ya? T^T

Yang mengganjal di benak saya yaitu ketika mengetahui usia Jingga: apa iya di dunia nyata ada gadis berumur dua puluh lima tahun yang memiliki tingkah polah seperti ABG tujuh belas tahun? Rasanya saya sulit mengenyahkan pikiran tersebut pada awal-awal membaca novel ini. Syukurlah belakangan saya bisa menerimanya, karena ceritanya sendiri sudah menyedot seluruh perhatian saya dari isu usia tersebut.

Tokoh Rayan kurang menarik buat saya (bukan karena kami sama-sama cowok ya, haha). Maksud saya, karakter Rayan tidak mencerminkan namanya yang seharusnya (menurut penulis) seperti dewa—nama lengkapnya Narayan Sadewa, by the way. Meski saya belum pernah bertemu dewa betulan, masa iya sih ada dewa yang selalu ragu-ragu? Apalagi dewa yang mudah menyerah padahal sudah sangat dekat pada sesuatu begitu ia ingini? Mungkin Orizuka harus mengganti nama tokoh Rayan, karena sifat Rayan terlalu manusiawi jika disamakan dengan dewa, which is agak berlebihan sebenarnya, menyamakan manusia dengan dewa.

Soal cover, sebenarnya sangat manis. Mamun yang disayangkan adalah kalimat dengan tulisan Hangul (Korea) yang terletak tepat di bawah judul novel ini (semacam tagline) tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, atau setidaknya, bahasa Inggris. Saya penasaran dan ingin mengetahui maknanya. Alangkah baiknya jika pihak penerbit/penulis mau mencantumkan terjemahannya, tanpa perlu membuat repot pembaca sampai harus googling terlebih dahulu atau tanya sana-sini hanya untuk mengetahui makna dari kalimat tersebut.

Terakhir, ada isu yang cukup sensitif tentang novel ini, yaitu plagiat. Banyak pembaca yang bilang bahwa cerita novel ini mirip dengan film komedi romantis Thailand berjudul Hello Stranger. Mengenai hal tersebut, Orizuka sudah mengkonfirmasinya lewat situs pribadinya. Oh ya, soal umur Jingga, Orizuka juga memberikan komentarnya di situ.

Bagi para pecinta Korea, novel ini wajib dibaca dan dikoleksi. Dan bagi para penyuka cerita komedi romantis, novel ini layak dijadikan pilihan sebab ceritanya ringan dan menghibur. 4/5 bintang.

Selamat membaca.