25 Jun 2014

The Fault in Our Stars by John Green

Judul: The Fault in Our Stars
Penulis: John Green
Penerjemah: Inggrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Qanita, April 2014
Tebal: 424 hlm.
ISBN: 9786021637395

Sinopsis Goodreads:
Mengidap kanker pada umur 16 tahun pastilah terasa sebagai nasib sial, seolah bintang-bintang serta takdirlah yang patut disalahkan. Itulah yang dialami oleh Hazel Grace. Sudah begitu, ibunya terus memaksanya bergabung dengan kelompok penyemangat penderita kanker. Padahal, Hazel malas sekali.

Tapi, kelompok itu toh tak buruk-buruk amat. Di sana ada pasien bernama Augustus Waters. Cowok cakep, pintar, yang naksir Hazel dan menawarinya pergi ke Amsterdam untuk bertemu penulis pujaannya. Bersama Augustus, Hazel mendapatkan pengalaman yang sangat menarik dan tak terlupakan.

Tetap saja, rasa nyeri selalu menuntut untuk dirasakan, seperti halnya kepedihan. Bisakah Augustus dan Hazel tetap optimistis menghadapi penyakit mereka, meskipun waktu yang mereka miliki semakin sedikit setiap harinya?

Novel ini membawa kita ke dunia para karakternya, yang sanggup menghadapi kesulitan dengan humor-humor dan kecerdasan. Di balik semua itu, terdapat renungan mengenai berharganya hidup dan bagaimana kita harus melewatinya.

Saya bela-belain baca buku ini karena kepingin menonton filmnya. Haha. Sebenarnya dulu pernah punya buku ini yang edisi cover 'anak-anak', tapi waktu itu saya memutuskan untuk menjadikannya hadiah giveaway. Nah, kali ini yang saya dapat adalah edisi cover film. Jika biasanya saya kurang menyukai cover film, maka kali ini berbeda. Saya merasa cover versi film ini jauh lebih bagus, mirip cover novel-novel YA pada umumnya.

The Fault in Our Stars berkisah tentang Hazel Grace, penderita kanker tiroid yang sudah menyebar hingga ke paru-paru sehingga ia butuh alat pernapasan dan tangki oksigen kemana-mana. Hazel hanya ingin menikmati sisa hidupnya dengan biasa-biasa saja, di antaranya dengan membaca dan menonton episode American Next Top Model. Namun ibu Hazel menganggapnya depresi (mungkin memang demikian), sehingga ibunya terus memaksa dirinya untuk mengikuti perkumpulan pendukung penderita kanker. Awalnya Hazel menolak, karena perkumpulan tersebut tidak begitu membantunya. Hingga akhirnya di perkumpulan itu, ia bertemu dengan Augustus Waters, cowok keren mantan penderita kanker osteosarkoma (yang sukses membuat cowok itu kehilangan sebelah kakinya sehingga harus menggunakan kaki palsu).

19 Jun 2014

[Book Tag] Book Blogger Test

image source here. edited by me.
Akhirnya bisa bikin postingan non-review juga. Thanks buat Stefanie @ The Bookie Looker yang sudah nge-tag saya. Nah, karena sudah kena tag, maka saya wajib membuat postingan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Beberapa blogger yang bikin postingan ini sih nulisnya dalam bahasa Inggis, tapi karena saya nggak pede nulis pake bahasa Inggris, izinkan saya menggunakan bahasa Indonesia. Jadi, ini dia:

18 Jun 2014

SMTown Salah Gaul 2 by @SalahGaulSMTown

Judul: SMTOWN SALAH GAUL 2
Penulis: @SalahGaulSMTown
Penerbit: Matahari, April 2014
Tebal: 241 hlm.
ISBN: 9786021258910

Baca juga review SMTown Salah Gaul 1

Sinopsis:
SMTown Salah Gaul ada lagi??? Ada lagi??? Masa sih??? Yap, emangnya cuma sinetron Cinta Fitri aja yang punya Series. SMTown Salah Gaul yang gak kalah eksis di dunia tarik tambang juga punya seri kali...

Sesuai nama judulnya, SMTown Salah Gaul 2, masih ngebahas salah gaul SMEntertainment yang tidak diragukan lagi eksistensinya di dunia Hallyu Wave maupun Jamban Wave. Karena ini buku kedua, jadi pesen kami, kuatkan mental dan fisik Anda dua kali lipat sebelum membayar di kasir. Ingat jangan baca buku ini dengan serius, karena survei masih membuktikan 9 dari 5 orang yang membaca buku ini dengan serius, mengalami emnesia sesaat saat di jamban...

Syalala bara jamban bara jamban ulalaaaaa...

Mungkin sudah saatnya saya harus mengakui kalau ternyata saya memang salah satu penggemar dunia hiburan Korea. Sebab selama ini saya selalu berdalih, “Saya nggak gitu-gitu suka amat kok sama Korea. Nggak semua K-Drama saya tonton, cuma beberapa aja.” Atau, “Saya nggak ngefans-ngefans amat kok sama idol group Korea. Saya kenalnya cuma Shinhwa, SNSD, Super Junior, f(x), sama 2NE1.” Atau, “Ah, saya nggak suka-suka amat sama variety show Korea. Buktinya saya nyaris nggak pernah nonton Running Man. Variety show yang saya ikutin cuma The Return of Superman, Happy Together, Hello Counselor, Shinhwa Broadcast, sama Gag Concert yang luar biasa kocak itu.”

17 Jun 2014

Pulang by Leila S. Chudori

Judul: Pulang
Penulis: Leila S. Chudori
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Desember 2012
Tebal: viii + 464 hlm.
ISBN: 9789799105158

(Thanks buat Ega atas novelnya. *hug*)

Sinopsis:
Paris, Mei 1968.
Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia. Sejak itu mereka mengelana tanpa status yang jelas dari Santiago ke Havana, ke Peking dan akhirnya mendarat di tanah Eropa untuk mendapatkan suaka dan menetap di sana.

Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris bersama tiga kawannya: Nug, Tjai, dan Risjaf—mereka berempat disebut Empat Pilar Tanah Air—Dimas, terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia satu persatu tumbang, dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan Peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari—isteri Hananto—yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.

Jakarta, Mei 1998.
Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Vivienne Deveraux, akhirnya berhasil memperoleh visa masuk Indonesia untuk merekam pengalaman keluarga korban tragedi 30 Septeber sebagai tugas akhir kuliahnya. Apa yang terkuak oleh Lintang bukan sekadar masa lalu ayahnya. Bersama Segara alam, putera Hananto, Lintang menjadi saksi mata apa yang kemudian menjadi kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Pulang adalah sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta, dan pekhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, Prancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998.

Membaca sinosis di atas membuat saya cukup bersemangat ingin melahap novel ini. Hal utama yang menarik minat saya adalah karena novel ini menyebut-nyebut peristiwa berdarah 30 September 1965. Setelah kecewa dengan Blues Merbabu (yang saya baca semata karena berharap buku tersebut akan membahas G30S secara detail, tapi ternyata sama sekali nggak ada hubungannya, kecuali fakta bahwa tokoh utama adalah putra dari salah satu kader PKI), maka saya berharap cukup banyak terhadap novel berjudul Pulang ini. Saya bahkan sudah berangan-angan kalau buku ini akan memiliki alur yang menegangkan seperti, katakanlah, novel Tere Liye yang berjudul Negeri Para Bedebah. Lantas, apakah buku ini sesuai harapan saya?

Back to top