6 Okt 2015

Flipped - Wendelin Van Draanen

Judul: Flipped
Penulis: Wendelin Van Draanen
Penerbit: Knopf, 2003
Format: Ebook, 139 hlm.

Sinopsis:
Flipped is a romance told in two voices. The first time Juli Baker saw Bryce Loski, she flipped. The first time Bryce saw Juli, he ran. That’s pretty much the pattern for these two neighbors until the eighth grade, when, just as Juli is realizing Bryce isn’t as wonderful as she thought, Bryce is starting to see that Juli is pretty amazing. How these two teens manage to see beyond the surface of things and come together makes for a comic and poignant romance.

Cerita bermula saat keluarga Loski pindah ke lingkungan tempat tinggal Juli, persisnya di depan rumah Juli. Keluarga Loski ini punya anak laki-laki bertama Bryce. Sejak pertama kali melihat anak itu, Juli Baker yang masih duduk di grade 2 (SD) terpesona pada mata birunya yang indah. Sejak itu Juli menempel terus ke Bryce kayak perangko. Tapi bagi Bryce, Juli adalah gangguan. Menurutnya anak itu berbahaya, dan Bryce menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menghindari Juli.

Kini mereka telah duduk di grade 8 dan itu berarti telah lebih dari setengah dekade dihabiskan Bryce dengan menghindari Juli, baik di rumah maupun di sekolah—namun entah bagaimana caranya, Juli selalu berhasil menemukannya. Juli yang sangat memuja Bryce mengira Byrce adalah sosok yang pemalu, sehingga membuatnya semakin bersemangat mengejar-ngejar anak itu. Bryce sendiri tak punya keberanian untuk mengungkapkan ketidaknyamanan atas perhatian berlebihan dari Juli.

Kemudian terjadilah tragedi pohon sycamore dan insiden telur-telur yang membuat situasi di antara mereka jungkir balik. Bryce menyadari bahwa Juli sesungguhnya tak seperti yang ia pikirkan selama ini. Di sisi lain, Juli mulai melihat diri Bryce yang sesungguhnya, bahwa anak itu tak sehebat anggapannya selama ini. Perasaan kagum Juli pada mata biru Bryce telah padam. Tak ada lagi rasa suka, juga tak ada rasa benci. Yang tersisa hanyalah perasaan asing yang netral.

Bryce yang mendadak diacuhkan oleh Juli menjadi uring-uringan. Ia bahkan nekad melakukan hal yang tak pernah terbayangkan akan ia lakukan kepada seorang gadis, apalagi kepada gadis yang selama ini dianggapnya pengganggu. Bagaimana Juli menanggapinya?

Flipped adalah cerita tentang betapa sebuah prasangka dapat begitu menyesatkan. Bahwa manusia memang cenderung melihat orang lain dari luarnya saja tanpa benar-benar berusaha mengenal orang tersebut. Itulah tema besar novel ini. Tentu saja, cara penyajiannya tidak terkesan menggurui. Lewat kisah Juli dan Bryce, penulis mengajak pembaca untuk bercermin. Apakah kita adalah Bryce? Ataukah kita adalah Juli? Sebab meski sering mendengar kalimat “don’t judge a book by its cover”, besar keraguan bahwa semua orang mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah dalam novel ini dituturkan melalui dua sudut pandang, Juli dan Bryce, secara bergantian. Berbagai peristiwa penting akan dicertakan dari dua sudut pandang tersebut. Namun alih-alih membosankan, pembaca justru akan mendapatkan perspektif baru dari setiap kejadian, baik dari sisi Juli maupun dari sisi Bryce. Dan karena diceritakan dari dua sudut pandang, pembaca akan lebih mengenal sifat dari masing-masing tokoh dalam novel ini, termasuk tokoh-tokoh pendukung, baik dari keluarga Bryce Loski maupun keluarga Juli Baker.

Saya jatuh cinta pada anggota keluarga Baker, mulai dari Juli, ayah, ibu, hingga abang-abang Juli. Kehidupan mereka memang terbilang sangat sederhana. Ayah Juli hanyalah seorang pekerja bangunan. Keuangan keluarga sebagian besar terpakai untuk membiayai paman Juli (adik ayah) yang dirawat di sebuah institusi untuk penderita cacat mental. Namun dalam kesederhanaannya, ada sesuatu dimiliki keluarga Baker tak dapat ditukar dengan semua kekayaan di dunia ini. Hati saya menghangat setiap kali menyaksikan interaksi antaranggota keluarga Baker. Bukan interaksi artifisial ala iklan di televisi yang menampilakan keluarga bahagia yang duduk bersama di meja makan. Tidak seperti itu. Juli tetap saja tomboi. Abang-abangnya tetap saja bandel dan sering membuat ibu mereka mengomel panjang lebar. Namun pembaca dapat merasakan kasih sayang dan rasa saling peduli di antara mereka.

Flipped adalah cerita yang ringan namun sarat akan pesan moral. Saya sulit menahan diri untuk tidak tersenyum lebar begitu selesai membaca novel ini, terutama karena endingnya yang optimis dan mengundang pembaca untuk berharap yang terbaik bagi semua pihak. Flipped jelas-jelas adalah salah satu novel terbaik yang pernah saya baca. Walau kisahnya ringan, namun tak dapat dipungkiri bahwa novel begitu kaya di beberapa aspek. Itulah mengapa saya tak ragu memberi rating sempurna untuk karya Wendelin Van Draanen ini.

3 komentar:

  1. Aku nonton filmnya fulu baru baca bukunya. Di film....errrrr... Bryce cakeeepppppp, apalagi matanya. Endingnya sedikit beda, lebih sweet di film. Ayo, nontoonnnn =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagi donlotan sinih, Kak Lil. XD

      Hapus

Back to top