19 Apr 2016

Tiger on My Bed - Christian Simamora

Judul: Tiger on My Bed
Seri: #VimanaSingles 1
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Twigora
Cetakan: I, Desember 2015
Tebal: 408 hlm.

Sinopsis:
“UNTUK MENARIK PERHATIAN LAWAN JENISNYA,
HARIMAU BETINA BISA MERAUNG SAMPAI 69 KALI SELAMA 15 MENIT.”

Jai harus mengakui, Talita Koum Vimana membuatnya sangat penasaran. Dia duduk di pangkuan Jai, membuai dengan suara tawanya, dan bahkan tanpa ragu mengkritik kemampuannya merayu lawan jenis. Hebatnya lagi, semuanya terjadi bahkan sebelum Jai resmi berkenalan dengan Tal.

“SELAYAKNYA TARIAN, HARIMAU JANTAN DAN BETINA MELAKUKAN KONTAK FISIK SATU SAMA LAIN, DISERTAI SUARA RAUNGAN DAN GERAMAN.”
Jujur saja, alasan utama Tal mendekati Jai justru karena dia sama sekali bukan tipe idealnya. Dia dipilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out. Jenis yang bisa dengan gampang ditinggalkan tanpa harus merasa bersalah.

“TAHUKAH KAMU, SETELAH PROSES KAWIN SELESAI, HARIMAU JANTAN SELALU MENINGGALKAN BETINANYA?”
Tiger arrangement, begitu keduanya menyebut hubungan mereka. Dan ketika salah satu pihak terpikir untuk berhenti, pihak lain tak boleh merasa keberatan. Jai dan Tal menikmati sekali hubungan kasual ini. Tak ada tanggung jawab, tak ada penyesalan... sampai salah satu dari mereka jatuh cinta.


Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA

Batal nikah gara-gara calon suami kepincut pada wedding organizer sendiri membuat Talita Koum Vimana (Tal) patah hati dan susah move on. Sampai-sampai kedua sahabatnya sepakat bahwa ia butuh seseorang untuk dijadikan rebound—cowok yang dipacari (sekaligus ditiduri) tanpa perlu melibatkan hati. Awalnya Tal menolak, ia merasa nggak butuh-butuh banget yang namanya rebound. Namun kedua sahabatnya berhasil membuat Tal merasa tertantang untuk mendakati seorang cowok yang belakangan diketahui bernama Jai Birksted, cowok blasteran Indonesia-Denmark.

Tiger arrangement, adalah konsep yang ditawarkan Tal kepada Jai. Tiger arrangement sendiri terinspirasi dari tabiat harimau jantan yang langsung meninggalkan betinanya begitu selesai melakukan ritual kawin. Tal pun menginginkan hal serupa dari Jai. Ia hanya ingin melakukan one night stand, tanpa embel-embel cinta dan segala macam. Setelah tarik ulur yang sempat membuat Tal nyaris kehilangan muka, Jai akhirnya menyetujui tawaran cewek itu.

Prinsip tiger arrangement sebetulnya sederhana. Namun yang membuatnya jadi complicated adalah ketika salah satu pihak melanggar perjanjian, yaitu melibatkan hati. Itulah yang terjadi pada Tal dan Jai. Kalau sudah begini, jalan satu-satunya adalah mengakhiri hubungan secepat mungkin. Siapa di antara mereka yang melanggar peraturan? Apakah Tal, si cantik yang patah hati? Atau si tampan Jai yang punya masa lalu tak kalah menyedihkan dari Tal? Relakah mereka mengakhiri perjanjian harimau tersebut?

image source here, edited by me.
Setelah sukses dengan serial #JBoyfriend, Christian Simamora kembali memanjakan pembaca setianya melalui serial terbaru yang bertajuk #VimanaSingles, dengan Tiger on My Bed (ToBM) sebagai pembuka. Sesuai nama serinya, para tokoh utama semuanya berasal dari keluarga Vimana yang terkenal kaya-raya serta memiliki gaya hidup glamor. Pembaca novel-novel Christian Simamora barangkali sudah familiar dengan nama Vimana karena nama tersebut sudah muncul sebelumnya di beberapa novel #Jboyfriend. Tapi jangan tanya saya novel yang mana, sebab saya lupa. *fans gagal* #VimanaSingles dirancang berdasarkan teori empat jenis cinta yang digagas C.W. Lewis, yaitu Eros, Storge, Philia, dan Agape. Jenis cinta yang mendasari kisah ToMB adalah Eros. Dan konsep tiger arrangement, menurut penulis, memang cocok untuk jenis cinta ini.

Walaupun #VimanaSingles memiliki konsep yang ‘sedikit’ berbeda dengan #JBoyfriend, tampaknya penulis masih susah move on dari nama tokoh cowok berinisial J. Lihat saja nama tokoh utama pria: Jai Birksted. Namun demikian, dari segi cover memang sudah terlihat jelas perbedaannya. Bila cover serial #JBoyfriend dihiasi memandangan tubuh cowok yang mampu membuat pembaca cewek buru-buru mencari kipas angin, cover #VimanaSingles justru terkesan glamor dengan menampilkan karakter perempuan. Sangat elegan! Kini, saya tak perlu merasa malu membawa novel terbaru Bang Ino ke kasir sebab tak ada lagi tubuh cowok setengah telanjang di covernya. Haha. (Tapi untuk ToMB ini, saya nggak beli, tapi dikasih sama Mbak Desti. Thanks, MbakDes!) *kemudian ditendang penulis*

Christian Simamora terkenal dengan novel yang punya sisipan adegan olah raga kasur (uhm, olah raganya nggak melulu di kasur juga sih #eh). Dan di ToMB ini, penulis benar-benar meng-upgrade kepiawaiannya dalam menyajikan adegan-adegan panas: semakin detail, semakin intens. Jadi, jangan syok ya, terutama bagi pembaca belum cukup umur yang ‘tanpa sengaja’ membeli novel ini. Well, judulnya sendiri sudah ngasih kode banget kalau novel ini bakalan bikin pembaca perlu menurunkan suhu penyejuk udara. Jadi bila ada pembaca yang masih saja syok, ya salah sendiri. Hehe.

Alasan saya menyukai novel-novel Christian Simamora, adalah karena gaya menulisnya yang saya sukai. Penuh dengan percakapan yang lucu namun cerdas, serta banyak referensi pop culture yang lumayan banget buat nambah-nambah bahan obrolan. Dan khusus untuk ToMB, pembaca dapat memperoleh fun facts tentang dunia binatang—hasil dari hobi penulis menonton NatGeo. Profesi para tokoh di utama di setiap novel Christian Simamora pun selalu menarik. Dalam novel ini, penulis menyajikan profesi yang jarang saya temui dalam novel-novel, yaitu jewel appraisal (profesi Tal). Saya salut atas riset mendalam yang dilakukan penulis terhadap profesi ini. Melalui tokoh Tal, saya jadi ngeh tentang profesi tersebut. Cukup menarik dan memang, dan sangat pas dengan cerita dalam novel ini. Tak hanya menampilkan profesi jewel appraisal, profesi Jai sebagai desainer interior pun digarap dengan maksimal.

Chemistry antara Tal dan Jai terjalin dengan baik. Saya sangat berharap agar Tal jadian dengan Jai, sehingga saat segalanya berjalan tak sesuai harapan, saya jadi agak was-was juga—meski novel-novel model begini endingnya ketebak banget. Sayangnya, konflik dalam novel ini tidak berat, sehingga bagi pembaca yang mengharapkan konflik yang lebih kompleks (baca: saya), mungkin harus menurunkan ekspektasi. Selain itu, di luar dugaan ternyata saya dihinggapi rasa jenuh. Saya merasa karakter para tokoh utama dalam novel ini hampir tak ada bedanya dengan novel-novel sebelumnya. Saya juga ternyata bukan pembaca yang menyukai adegan ranjang yang berlebihan. Hampir semua adegan ranjang dalam novel ini saya baca sambil lalu—saya ingin segera mencari tahu konflik dan inti permasalahan di dalamnya. Namun demikian, saya berdusta bila berkata bahwa saya tidak menikmati novel ini.

Saya merekomendasikan novel ini bagi pembaca romance tak keberatan dengan adegan ranjang, serta menyukai kisah cinta ringan yang sudah pasti memiliki akhir bahagia. Oh, dan tentu saja bagi fans berat Christian Simamora! Sebagai penyuka karya-karya Christian Simamora, saya berharap semoga pada buku berikutnya, konflik cerita bisa dibuat lebih kompleks.

Tiga bintang saya sematkan untuk harimau yang mencoba menjadi buaya. Eh iya, sama seperti penulis, saya pun tak habis pikir mengapa ada istilah ‘buaya darat’. Padahal, dibanding harimau, buaya adalah tipe yang setia sama pasangan loh. Hehe, fakta menarik barusan bisa kamu temukan dalam novel ini. :)

6 komentar:

  1. Belum baca buku ini euy. Ada keengganan baca bukunya Bang Ino. Soalnya pernah beli salah satu judulnya dan menyerah tidak terselesaikan. Gaya berceritanya sangat sangat membuat pusing. Soalnya banyak sisipan bahasa inggris. Pokoknya nyerah. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. LOL. Berbanding terbalik denganku yang suka banget sama gaya berceritanya. Emang cocok-cocokan sih bro. Jangan dipaksain baca kalau memang gak suka. :)

      Hapus
  2. Aaa.. Kangooo.. Tau gitu kemarin kukasihhhh.. Heheh..

    BalasHapus
  3. empat bintang untuk harimau yang mencoba menjadi buaya Sepatu Carvil Sekolah

    BalasHapus

Back to top