28 Nov 2013

Naked in Death (Telanjang dalam Kematian) by J.D. Robb

Judul: Naked in Death (Telanjang dalam Kematian)
Seri: In Death #1
Penulis: J.D. Robb
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utam, 2008
Tebal: 440 hlm.
ISBN: 9789792236040
Rating: 4/5

Sinopsis:
Eve Dallas adalah Letnan polisi New York yang memburu pembunuh berdarah dingin. Selama lebih dari sepuluh tahun di kepolisian, ia sudah melihat semuanya-dan tahu kemampuannya bertahan hidup tergantung pada nalurinya. Dan ia melawan semua peringatan yang melarangnya berhubungan dengan Roarke, miliarder Irlandia-dan salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan yang ditangani Eve. Namun gairah dan rayuan mempunyai aturan tersendiri, dan tergantung pada Eve untuk mengambil kesempatan dalam pelukan pria yang sama sekali tidak dikenalnya-kecuali rasa lapar yang adiktif akan membutuhkan sentuhan pria itu.

Sebenarnya, rencana saya untuk posting baca bareng BBI bulan November kategori horror/thriller adalah buku berjudul Danur karya Risa Saraswati. Tapi saya malah kedistract sama buku lain dan akhirnya nggak baca sama sekali buku itu (salahkan Rantau 1 Muara dan Will Grayson, Will Grayson yang sukses mencuri perhatian saya). Beruntung di awal bulan saya sempat menuntaskan satu buku thriller romantis berjudul Naked in Death karya J.D. Robb—alias  Nora Roberts. Jadi, inilah buku yang akan saya reviu untuk kategori horror/thriller.

Oke lanjut.

Naked in Death adalah buku pertama dari rangkaian serial In Death yang lumayan masyur di kalangan pembaca. Tokoh utamanya adalah Eve Dallas yang berprofesi sebagai polisi berpangkat letnan. Di buku pertama ini Letnan Eve diceritakan menghadapi kasus pembunuhan seorang cucu senator Amerika. Korban ditemukan dalam posisi mengenaskan: telanjang, dengan tiga luka tembak masing-masing di kepala, dada, dan terakhir tepat di alat kelamin korban. Cucu senator yang menjadi korban tersebut ternyata berprofesi sebagai ‘pendamping berlisensi’ atau, kasarnya, pelacur. Memang di tahun 2058 (di mana kisah ini berlangsung), profesi pelacur dianggap resmi bila memiliki lisensi. Sang pembunuh meninggalkan pistol yang digunakan untuk membunuh korban, juga sebuah pesan yang ditulis tangan. Pesan tersebut berbunyi: “satu dari enam”. Artinya sudah jelas, bahwa pembunuh tak akan berhenti sebelum ia berhasil menambah lima korban lagi. Tampaknya, sang pembunuh ingin bermain-main dengan Eve. Ia tahu di mana Eve tinggal, sebab ia mengirimkan video rekaman pembunuhan yang dilakukannya.

31 Okt 2013

Aku Tahu Kamu Hantu by Eve Shi

Judul: Aku Tahu Kamu Hantu
Penulis: Eve Shi
Penerbit: GagasMedia, 2013
Tebal: 268 hlm.
ISBN: 9789797806521
Rating: 3/5

Sinopsis:
Aku di sini.
Kamu bisa melihatku,
tetapi kamu tidak bisa mendengarku.
Aku tahu kamu bingung,tetapi yakinlah...
aku tidak pernah bermaksud jahat.
Aku hanya ingin meminta tolong,
karena kamulah satu-satunya orang yang bisa memecahkan teka-teki ini.
Jika kamu melihatku lagi,
tolong jangan berpaling.
Semoga kamu mengerti isyaratku.

Biasanya, ulang tahun ke-17 sangat dinantikan oleh para remaja. Sebab di usia inilah mereka dianggap dewasa. Ulang tahun ke-17 atau sweet seventeen umumnya dirayakan lebih meriah dari biasanya. Olivia (Liv), tokoh utama cerita ini, adalah salah satu gadis yang beruntung bisa mencapai usia tersebut dalam kondisi yang sehat lahir bathin. Amin. Makasih. Hanya saja, ulang tahunnya tidak dirayakan dengan heboh. Ia berasal dari keluarga broken home. Mama kabur dari rumah gara-gara Papa kurang perhatian. Papa adalah dosen yang lebih memerhatikan pekerjaannya dibanding keluarga. Interaksi antara Liv dan Papa pun dingin-dingin saja. Nah, perubahan besar apakah yang terjadi setelah seventeen her age? #terVickyPrasetyo. Jadi sodara-sodara, pada usia inilah Liv mendapatkan kemampuan super. Memang nggak super-super benget kayak di film X-Men atau Superman. Bila Superman mampu melihat menembus dinding, maka Liv mampu melihat menembus dunia lain. Yak, tebakan Anda benar: Liv dikasih kemampuan melihat SETAN. Duh, amit-amit jabang bayi.

Awalnya hantu yang dilihat oleh Liv adalah cewek pake baju putih dengan rambut awut-awutan di toilet sekolah. Kemudian, Liv melihat Chandra, bocah 6 tahun yang kabarnya meninggal kecelakaan saat jalan-jalan sama... uhm... om-nya kalo nggak salah (saya reviewer berotak telfon). Si hantu Chandra ini parah banget. Awalnya cuma menampakkan diri di jalan depan rumah Liv. Naik level, si Chandra mulai ngetuk-ngetuk jendela kamar Liv yang berada di lantai dua! Dan Chandra tidak berhenti sampai di situ. DIA MENGGEDOR-GEDOR PINTU KAMAR LIV SAMBIL MEMOHON-MOHON MINTA DIBUKAIN PINTU! Asem banget. Siapa sih yang nggak takut pintu kamarnya digedor-gedor sama setan anak kecil?

Liv stres dengan apa yang dialaminya. Ia sudah mencoba membicarakan hal tersebut dengan Papa, tapi yah... gitu deh. Papa dosen, dan biasanya dosen berpikir logis. Dan pikiran logis Papa berkata bahwa semua yang dialami Liv tidak nyata. Alias mimpi. Alias ngigo. Frustrasi dong yah. Liv merasa sebagai anak yang tidak dianggap. Nggak dianggap bisa melihat hantu maksudnya. Belakangan, Liv akhirnya tahu kalo kemampuan melihat hantu ternyata sudah diwariskan secara turun-temurun dalam garis keluarga perempuan Mama. Ternyata, Mama juga punya kemampuan yang sama dengan Liv. Ibunya Mama alias nenek Liv pun memiliki kemampuan yang sama. Karena kemampuan ini tidak bisa dihilangkan, Liv hanya pasrah menerima keadaan dan mencoba membiasakan diri dengan ‘anugerah’nya itu. #kipaskipas #mendadakgerah

The White Tiger by Aravind Adiga

Judul: The White Tiger
Penulis: Aravind Adiga
Penerbit: Penerbit ANDI, 2010
Tebal: 360 hlm.
ISBN: 9789792912869

Sinopsis:
Fakta yang aneh: bunuhlah seorang pria dan kau akan merasa bertanggung jawab atas hidupnya---bahkan posesif. Kau jauh lebih mengenalnya daripada ayah-ibunya; mereka mengenal janinnya, tapi kau mengenal mayatnya. Kaulah yang membuat kisah hidupnya komplit; hanya kau yang tahu kenapa tubuhnya harus dikirim ke api sebelum waktunya, dan kenapa jari-jari kakinya berkerut dan berjuang untuk memperoleh satu jam lagi di bumi.

***

Balram, supir pribadi Ashok yang polos, sabar, patuh, dan memuja tuannya setengah mati. Siapa yang menyangka ia akan tega menggorok leher sang majikan yang sudah dianggapnya serupa dewa itu? Bagaimana bisa seorang bodoh berubah menjadi kriminal berdarah dingin? Apakah hanya karena fakta aneh di atas? Cerita Balram akan membuka mata Anda lebar-lebar tentang India yang sama sekali belum merdeka, kebohongan Sungai Ganga sebagai simbol emansipasi, kebobrokan politik demokrasi, dan mengapa ia sampai dijuluki sebagai si Harimau Putih. Keadaan yang tidak jauh berbeda dengan negara kita ini berhasil dituliskan Aravind Adiga, peraih The Man Book Prize 2008, ini dengan apik. Kisah luar biasa yang akan menyadarkan Anda dari kebohongan dunia.

The White Tiger adalah salah satu novel yang awalnya sulit saya nikmati. Mungkin inilah novel terberat yang saya baca tahun ini. Berhasil menyesaikan buku ini merupakan prestasi tersendiri buat saya. Biasanya saya akan berhenti membaca sebuah buku bila buku tersebut benar-benar tidak sesuai dengan selera saya. So, thanks buat komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI),  karena berkat event baca bareng BBI, selain saya diajak untuk membaca buku (fiksi) di luar zona nyaman saya, dengan ikut posting bareng mau tidak mau saya harus membaca sebuah buku sampai selesai. Mungkin awalnya memang menyiksa, terutama karena gaya bercerita dalam buku ini sangat sinis dan sarkastis, di mana bacaan model begini biasanya saya hindari. Namun, setelah selesai membaca buku ini, saya merasa cukup puas, selain karena bisa menyelesaikan bacaan saya, buku ini juga telah memberi pengetahuan baru bagi saya yang tadinya tak begitu memahami kondisi negara India. Dan, buku ini membuat saya semakin mencintai negara saya sendiri.

Kisah The White Tiger (judulnya tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia) adalah tentang Balram yang mengirim surat kepada perdana menteri China, Mr. Jiabao, yang akan datang ke India untuk menemui intrepreneur hebat di negara tersebut. Balram merasa dirinyalah intrepreneur yang paling tepat untuk ditemui oleh perdana menteri. Untuk itu, lewat suratnya, Balram mulai menceritakan kisah hidupnya sejak dirinya kecil hingga sukses seperti sekarang ini. Uniknya, lompatan besar dalam hidup Balram merupakan sesuatu yang tidak biasa, yaitu ketika ia memutuskan untuk membunuh majikannya sendiri: Mr. Ashok. Percayalah, ini bukan spoiler, karena pada sinopsis di sampul belakang buku, hal tersebut telah diungkapkan dengan gamblang. Ini menggelitik rasa ingin tahu saya. Mengapa Balram sampai membunuh Mr. Ashok?

28 Okt 2013

Ranah 3 Warna by A. Fuadi

Judul Buku: Ranah 3 Warna
Seri: Trilogi Negeri 5 Menara #2
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012 (April, Cetakan VI)
Tebal: xiii + 473 hlm
ISBN: 978-979-22-6325-1
Rating: 4,5/5


"Man Shabara Zhafira."

Ranah 3 Warna melanjutkan kisah perjuangan Alif dalam mewujudkan harapan dan cita-citanya. Keinginan Alif untuk menjadi Habibie, serta impiannya untuk menjejakkan kaki di benua Amerika belumlah padam. Kendalanya, untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, Alif harus punya ijazah SMA, padahal Pondok Madani (PM) tempat Alif menimba ilmu, tidak mengeluarkan ijazah. Untuk itu, Alif harus mengikuti ujian persamaan SMA untuk mendapatkan ijazah dan agar bisa mengikuti UMPTN. Setelah perjuangan yang tak ringan, Alif berhasil mendapatkan ijazah dan sukses dalam UMPTN. Ia akhirnya diterima di Universitas Padjajaran Bandung, jurusan Hubungan Internasional. Memang agak melenceng dari cita-citanya semula, yaitu Teknik Penerbangan ITB. Bagaimanapun, Alif tetap bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Alif pun memulai kehidupannya sebagai mahasiswa di Bandung.

Kehidupan di Bandung tidak mudah. Berbagai ujian dan tantangan hidup harus Alif jalani, terutama kebutuhan akan keuangan. Sebagai mahasiswa, Alif butuh uang, selain untuk membiayai kuliahnya, juga untuk membeli buku-buku tambahan. Karena tak ingin menambah beban orang tua di kampung, Alif berusaha mencari uang tambahan dengan cara bekerja sambil kuliah. Berbagai jenis pekerjaan dicoba olehnya. Mulai dari mengajar privat hingga menjadi sales yang membuatnya mengalami pengalaman pahit. Sakit tifus selama sebulan yang diderita olehnya membuat Alif semakin terpuruk. Belum lagi peristiwa malang yang menimpa salah satu anggota keluarga (bagian ini membuat mata saya basah). Sempat terpikir oleh Alif untuk berhenti kuliah dan kembali ke kampung untuk membantu para anggota keluarga yang masih tersisa. Namun, mengingat segala perjuangannya mulai dari ikut ujian persamaan SMA hingga UMPTN, rasanya sangat disayangkan bila ia harus pulang kampung. Dalam keputusasaannya, Alif teringat satu lagi ajaran emas selama di PM. Alif berpikir, ternyata mantera man jadda wajada saja tidak cukup. Satu lagi mantera yang perlu diingat: man shabara zhafira, yang secara harafiah berarti: siapa yang bersabar akan beruntung (dengan kata lain, siapa yang bersabar akan memperoleh hasil yang lebih baik). Alif pun mencoba untuk bersabar menghadapi setiap cobaan yang dialaminya.

21 Okt 2013

Negeri 5 Menara by A. Fuadi

Judul Buku: Negeri 5 Menara
Seri: Trilogi Negeri 5 Menara #1
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pusataka Utama
Tahun Terbit: 2009 (Oktober, Cetakan II)
Tebal: xiii + 420 hlm
ISBN-13: 9789792248616
Rating: 5/5


"Man Jadda Wajada."

Buku ini termasuk salah satu buku yang cukup lama bertengger di daftar ‘to-read’ saya. Tak lama setelah mulai membaca buku ini, saya segera menyesali diri sebab telah menunda-nunda membacamya. Novel yang sarat motivasi. Setiap lembarnya ibarat suntikan penyemangat, setidaknya bagi saya. Pada akhirnya, Negeri 5 Menara sukses membuat saya berangan-angan—walau sangat tidak mungkin—untuk mencicipi dunia pendidikan di pondok pesantren seperti yang digambarkan dalam buku ini. Terus terang, saya merasa iri pada mereka yang mengalami masa-masa pendidikan di Pondok Madani.

Buku pertama dari rangkaian trilogi ini berkisah tentang Alif Fikri yang berasal dari Maninjau, Sumatera Barat. Alif adalah anak yang cerdas serta memiliki cita-cita yang tinggi. Setelah lulus dari sekolah madrasah, ia ingin melanjutkan pendidikan ke SMU negeri di Padang, lalu meneruskan kuliah di ITB agar bisa seperti B.J. Habibie, tokoh panutannya. Sayang sekali mimpinya untuk bersekolah di SMU negeri harus kandas, sebab Amak menginginkan dirinya masuk sekolah agama. Amak sangat berharap agar Alif dapat mengikuti jejak Buya Hamka, seorang pemuka agama tersohor. Amak ingin sekali menepis anggapan bahwa sekolah madrasah atau pesantren hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri (atau kasarnya, anak-anak yang bersekolah di pesantren dinilai tidak cakap untuk berskolah di sekolah negeri). Alif sangat marah dan kecewa atas keputusan sepihak dari Amak. Namun, setelah mendapat dukungan moral dari sang paman yang sedang melanjutkan studi di Kairo, Mesir, akhirnya Alif melunakkan hati dan menuruti kemauan Amak.

30 Sep 2013

Lady of Skye (Romansa di Pulau Skye) by Patricia Cabot

Judul Buku: Lady of Skye (Romansa di Pulau Skye)
Penulis: Patricia Cabot
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2010
Tebal: 504 halaman
ISBN-13:  9789792264494
Rating: 5/5


Novel historical romance kedua yang saya baca. Lady of Skye berkisah tentang Dr. Reilly Stanton yang datang ke Lyming, sebuah desa di pulau Skye, untuk bekerja sebagai dokter di sana untuk menjawab iklan dari Lord Glendenning. Reilly rela jauh-jauh dari London dan meninggalkan kehidupannya yang nyaman untuk membuktikan kepada mantan tunangannya bahwa ia bisa menjadi dokter yang baik, dan bukannya seorang pemabuk tidak berguna. Reilly berharap apa yang dilakukannya mampu meluluhkan hati sang mantan sehingga mau menerimanya kembali.

Begitu tiba di Lyming, Reilly langsung memperoleh kesempatan untuk membuktikan keahliannya, yaitu mencoba menyelamatkan nyawa tukang perahu mabuk yang tercebur ke laut yang sangat dingin. Akan tetapi usaha Reilly sia-sia, dan dengan berat hati ia memvonis bahwa tukang perahu tersebut telah meninggal. Namun kedatangan Miss Brenna, wanita yang selama ini dianggap dokter desa Lyming mengejutkan Reilly. Bagaimana tidak, hanya dengan pukulan super-keras dari Miss Brenna, tubuh tukang perahu yang tadinya telah dianggap mati oleh Reilly ternyata bisa bangun lagi, setelah terbatuk-batuk cukup parah. Dalam hati Reilly menjuluki Miss Brenna sebagai “Wanita Amazon” karena sikapnya yang bar-bar.

Sebenarnya, tujuan Lord Glendenning (tuan tanah setempat) memasang iklan adalah agar siapapun dokter yang  menjawab iklannya akan menempati pondok tempat Miss Brenna tinggal, sehingga mau tidak mau Miss Brenna harus keluar dari pondok dan pindah ke kastil sang Lord. Ya, Lord Glendenning menyukai Miss Brenna, dan itu satu-satunya cara agar Brenna mau tinggal bersama dengannya. Di sisi lain, Reilly awalnya mengalami kesulitan sebab penduduk setempat lebih mempercayai Miss Brenna sebagai dokter. Reilly harus berusaha untuk memperoleh kepercayaan masyarakat. Untungnya, hal tersebut tak terlalu berat bagi Reilly, oleh karena pembawaannya yang ceria, mudah bergaul, dan tidak menganggap Miss Brenna sebagai saingan, tapi justru sebagai rekan kerja.

Bisa ditebak ke mana arah jalan cerita. Dr. Reilly Stanton diam-diam mulai menyukai “Wanita Amazon” tersebut. Meski sikap Brenna cenderung kasar dan suka mengenakan celana panjang layaknya laki-laki, Miss Brenna sebenarnya cantik dan berhati lembut. Hal tersebut terlihat dari bagaimana wanita itu dengan tulus dan penuh perhatian menangani setiap pasien yang datang kepadanya. Perlahan-lahan Reilly mampu menghapus ingatan tentang mantan tunangannya. Akan tetapi, Miss Brenna sendiri penuh dengan misteri. Reilly dilema, sebab sebagai seorang Marquis, ia tak boleh sembarangan memilih pasangan hidup. Lagi pula, Lord Glendenning pasti akan membunuhnya bila tahu dirinya menyukai Brenna.

Sebenarnya misteri apa yang menyelimuti Miss Brenna? Mengapa wanita itu kerap terlihat mondar-mandir di pemakaman saat malam tiba? Mampukah Dr. Reilly Stanton dan Miss Brenna menangani wabah kolera yang mulai menghantui Lyming—wabah yang pernah membunuh hampir sepertiga populasi desa itu? Bagaimana akhir kisah cinta terlarang mereka?

Lagi-lagi saya harus mengakui bahwa novel historical romance memang bukan sekadar cerita romance semata. Setidaknya untuk novel ini. Novel yang ditulis oleh Patricia Cabot a.k.a Meg Cabot ini benar-benar membuat saya kagum. Begitu banyak hal positif dari novel ini yang membuat saya larut di dalamnya. Ceritanya menarik, karena mengangkat profesi dokter dan wabah kolera yang konon benar-benar terjadi di pada masa itu. Dibutuhkan riset yang baik untuk mengangkat tema wabah kolera dan profesi seorang dokter pada tahun 1800-an ke dalam kisah romance. Dialog dan adegan dalam novel ini penuh dengan humor yang mampu mengundang tawa—benar-benar ciri khas Meg Cabot.

Tiga tokoh penting dalam novel ini juga menarik. Reilly digambarkan sebagai sosok bangsawan yang tak ingin profesi dokternya hanya sebagai gelar semata, tapi juga ingin agar gelarnya itu benar-benar dapat bermanfaat bagi orang lain. Kepribadiannya pun hangat dan ceria. Ia juga digambarkan sebagai sosok yang penyayang. Hal ini terlihat pada adegan di mana ia selalu memikirkan dua sahabatnya di London. Saya sebagai membaca pun ikut penasaran tentang dua tokoh sahabat hanya selalu hadir dalam benak Reilly tersebut. Untungnya, kedua orang itu akhirnya muncul juga. Yeah! Tokoh Brenna cukup unik. Ia adalah wanita yang keras kepala dan pantang menyerah. Meski awalnya tidak menyukai kehadiran Reilly yang dianggapnya sebagai ancaman, tapi akhirnya ia menyerah juga sebab ada kasus di mana ia membutuhkan Reilly sebagai rekan kerja sesama dokter. Interaksi antara Brenna-Reilly dan Brenna-Lord Glendenning kerap mengundang tawa. Bahkan, ada adegan di mana Brenna menonjok Lord Glendenning yang playboy itu. Benar-benar lucu dan di luar dugaan! Sementara Lord Glendenning sendiri sebenarnya tidak sepenuhnya antagonis. Di luar sikapnya yang playboy dan suka menggoda gadis-gadis di Lyming, Glendenning sebenarnya sangat perhatian terhadap warga desa. Pada akhirnya, sifatnya yang penyayang benar-benar muncul saat wanita yang sebenarnya ia cintai terbaring tak berdaya oleh wabah kolera. Siapakah wanita itu? Temukan sendiri jawabannya di novel ini ya. :)

Bila ada yang membuat saya kurang puas terdahap novel ini, hal tersebut adalah ending-nya. Novel ini memang berakhir bahagia (seperti yang diharapkan dari novel romance pada umumnya). Hanya saja, saya merasa bahwa novel ini ditutup dengan tergesa-gesa, sehingga tidak menyisakan ruang bagi pembaca untuk lebih menikmati akhir novel ini. Meskipun demikian, adegan penutup yang singkat tadi dibumbui dengan twist manis yang menghangatkan hati. Itulah sebabnya saya tetap memberikan 5 bintang untuk Lady of Skye karya Patricia “Meg” Cabot ini.

17 Sep 2013

Runaway Ran - Mia Arsjad

Judul: Runaway Ran
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juli 2013
Tebal: 368 hlm
ISBN13: 9789792260007
Rating: 4/5

Sinopsis:
Katrina si anak manja yang hobi belanja online itu, sekarang harus belajar hidup irit dan mencari uang sendiri. Kebetulan, ada iklan lowongan yang di-broadcast di Blackberry. Katanya sih untuk jadi asistennya J.F. Ran, komikus pengarang 4 Hero No Zero. Tawarannya menggiurkan sih, dan berhubung kebutuhan belanja online-nya sangat mendesak, Katrina pun mengirimkan CV-nya.

Komik berjudul 4 Hero No Zero sudah tiga tahun ini booming di Indonesia. Komik nyeleneh dan kocak itu ditulis oleh J.F. Ran yang ternyata aslinya ganteng, tapi galak. Apalagi pacarnya, Viana, yang judes dan cemburuan setengah mati. Nggak heran kalau orang yang kerja jadi asisten Ran, nggak pernah bertahan lama.

Kali ini giliran Katrina yang jadi asistennya. Bakalan awet nggak ya? Kira-kira siapa yang bakalan takluk? Ran atau Katrina?

Novel Metropop terbaru karya Mia Arsjad ini berkisah tentang Katrin yang punya hobi belanja secara online. Gadis ini tak tanggung-tanggung membelanjakan banyak uang untuk membeli barang-barang yang kabarnya impor dan limited edition seperti baju, tas, dsb. Sayang sekali, nasib malang menimpa ayah Katrin, yang mengakibatkan ayahnya terpaksa harus ‘pensiun’. Meski sang ayah tak sampai jatuh miskin dan masih mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya kuliah Katrin, Katrin sadar bahwa statusnya sudah bukan lagi anak direktur. Akan tetapi, Katrin masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisinya. Keinginan belanja online-nya masih sulit ditahan. Maka Katrin memutuskan untuk mencari pekerjaan demi memenuhi keinginan belanjanya.