25 Sep 2014

Ichiro's Ghost Stories Vol. 4 by Makoto Isshiki

Judul: Ichiro's Ghost Stories Vol. 4
Pengarang: Makoto Isshiki
Alih Bahasa: Lenny
Penerbit: Level Comics, Agustus 2014
Tebal: 256 hlm.
ISBN: 9786020244907

Sinopsis:
Gara-gara suatu kejadian, sikap Ichiro berubah agak dewasa. Gawatnya, perubahan itu membuat para hantu tak dikenal panik dan berduyun-duyun mengunjunginya! Untung Ichiro diberi jimat yang menghalau para makhluk halus. Tapi, Madam Catherine kembali meramalkan bahaya besar yang mengancam jiwanya. Para hantu yang pernah ditolong Ichiro akhirnya memutuskan untuk melindunginya. Apa yang sebenarnya akan terjadi? Bagaimanakah nasib Ichiro?

Peringatan: Review ini mengandung spoiler!

Saat sedang bermain-main di gunung Enriki yang letaknya tak jauh dari rumah, Ichiro bertemu dengan anak perempuan seusianya. Anak perempuan? Di di gunung? Sendirian? SETAN PASTI TUH! Mwahahaha. Itulah dugaan awal saya. Tapi kecurigaan saya memudar setelah Ichiro kembali bertemu dengan anak perempuan itu di rumahnya. Ternyata anak perempuan itu, Rinko namanya, adalah anak kerabat keluarga Ichiro yang tinggal di balik gunung Enriki. Kehadiran Rinko membuat suasana rumah keluarga Hanada jadi meriah. Ayah dan Kakek Ichiro bahkan sempat berkata bahwa akan sangat menyenangkan apabila di rumah mereka ada anak perempuan (dan sukses membuat kakak Ichiro, yang nota bene perempuan, jadi sakit hati. LOL!). Maka tercetuslah sebuah ide untuk menjadikan Rinko sebagai istri Ichiro kelak. Ichiro sih ogah ya. Tapi Rinko sepertinya tidak keberatan tuh. Anak itu memang menyukai tingkah Ichiro yang penuh semangat.

Tapi ternyata Rinko punya agenda terselubung. Dan cerita yang awalnya riang tersebut berubah menjadi sedih. Apa sebenarnya yang Rinko inginkan dari Ichiro? Saya tak akan menceritakan seluruhnya, yang jelas kisah Ichiro dan Rinko membawa pengaruh besar pada Ichiro. Sejak saat itu, sikap Ichiro jadi lebih dewasa. Keisengannya bahkan mulai berkurang.

23 Sep 2014

CoupL(ov)e by Rhein Fathia

Judul: CoupL(ov)e
Penulis: Rhein Fathia
Penerbit: Bentang Pustaka, 2013
Tebal: 396 hlm.
ISBN: 9786027888128

Sinopsis:
Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru”?

Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku. Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan. Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu.

Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik, yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku, yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembab karena tangis, dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.

Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta? Seperti katamu, sahabatku Raka.... Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskan. Tapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?

Cerita tentang sahabat jadi kekasih mungkin sudah tak asing bagi pembaca. Tapi bagaimana dengan sahabat yang saling menikah namun tanpa cinta? Hmm. Kayaknya yang ini belum banyak yang nulis ya? CoupL(ov)e berkisah tentang Raka dan Halya yang sudah bersahabat sejak kelas 2 SMA. Pertemanan mereka diawali ketika menjadi partner lab, dan sejak saat itu mereka tak terpisahkan. Hingga masuk ke bangku kuliah, mereka masih bersahabat. Untuk urusan asmara, Raka dan Halya pun menjalaninya dengan pasangan masing-masing.

Di usia 30, Raka dan Halya berada dalam kondisi di mana mereka sama-sama tak memiliki pasangan. Raka pernah mengusulkan untuk menikahi Halya apabila di usia tersebut mereka belum punya calon suami/istri. Halya setuju, dan pernikahan pun dilaksanakan meski keduanya tak saling mencintai seperti layaknya sepasang kekasih. Mereka sepakat untuk membiarkan segalanya mengalir sambil tetap menjaga privasi masing-masing. Raka tak akan memaksa Halya untuk melakukan hubungan suami-istri. Mereka juga tak tidur seranjang. Meski demikian, Raka tetaplah seorang lelaki. Ia pernah berusaha menggoda sahabatnya itu, tapi sepertinya Halya belum siap. :">

22 Sep 2014

Diary of a Wimpy Kid by Jeff Kinney

Judul: Diary of a Wimpy Kid
Seri: Diary of a Wimpy Kid #1
Penulis: Jeff Kinney
Penerbit: Amulet Books, 2012
Format: Ebook, 224 hlm.

Sinopsis:
Boys don’t keep diaries—or do they?

The launch of an exciting and innovatively illustrated new series narrated by an unforgettable kid every family can relate to.

It’s a new school year, and Greg Heffley finds himself thrust into middle school, where undersized weaklings share the hallways with kids who are taller, meaner, and already shaving. The hazards of growing up before you’re ready are uniquely revealed through words and drawings as Greg records them in his diary.

In book one of this debut series, Greg is happy to have Rowley, his sidekick, along for the ride. But when Rowley’s star starts to rise, Greg tries to use his best friend’s newfound popularity to his own advantage, kicking off a chain of events that will test their friendship in hilarious fashion.

Author/illustrator Jeff Kinney recalls the growing pains of school life and introduces a new kind of hero who epitomizes the challenges of being a kid. As Greg says in his diary, “Just don’t expect me to be all ‘Dear Diary’ this and ‘Dear Diary’ that.” Luckily for us, what Greg Heffley says he won’t do and what he actually does are two very different things.

Since its launch in May 2004 on Funbrain.com, the Web version of Diary of a Wimpy Kid has been viewed by 20 million unique online readers. This year, it is averaging 70,000 readers a day.

Sebenarnya saya sudah membaca terjemahan Diary of a Wimpy Kid (diterjemahkan oleh Penerbit Atria dengan judul Diary Si Bocah Tengil), tapi setelah menonton (ulang) filmnya beberapa waktu yang lalu, saya jadi ingin membacanya lagi. Berhubung buku fisiknya entah saya taruh di mana, maka saya memutuskan untuk mencari versi ebook di internet... dan ketemu! *tutupin muka pake kemoceng*

Kesan setelah membaca versi bahasa Inggris ternyata sama saja dengan membaca versi terjemahan. Ini berarti penerjemah Atria yang sudah melakukan tugasnya dengan baik—walau memang ada jokes yang jadi lebih saya pahami setelah membaca versi aslinya. Buku ini sukses bikin saya tersenyum menyaksikan tingkah laku Greg Heffley. Kadang saya jatuh kasihan padanya, tapi kelakuannya lebih sering ngeselin sih.

19 Sep 2014

If I Stay by Gayle Forman

Judul: If I Stay
Seri: If I Stay #1
Penulis: Gayle Forman
Penerbit: Penguin Group (USA), 2009
Format: Ebook, 320 hlm.

Sinopsis:
A critically acclaimed novel that will change the way you look at life, love, and family.

In the blink of an eye everything changes. Seventeen-year-old Mia has no memory of the accident; she can only recall what happened afterwards, watching her own damaged body being taken from the wreck. Little by little she struggles to put together the pieces—to figure out what she has lost, what she has left, and the very difficult choice she must make. Heartwrenchingly beautiful, Mia's story will stay with you for a long, long time.

Mia, 17 tahun, memiliki segalanya: orang tua yang cool, adik laki-laki yang menyenangkan, kakek-nenek yang penuh kasih sayang, sahabat terbaik di dunia, dan tentu saja, Adam, pacar yang sempurna. Mia juga berbakat dalam memainkan alat musik cello, sehingga ia punya kans besar untuk melanjutkan pendidikan di Julliard. Hari itu salju turun dan sekolah diliburkan. Mia, Teddy, dan Dad (yang adalah seorang guru) menyambut gembira hal ini. Melihat seluruh keluarganya berkumpul di rumah, Mom memutuskan untuk tidak masuk kerja dan menikmati waktu bersama keluarganya.

Ternyata salju yang turun tidak separah yang diperkirakan, karena tak lama kemudian salju berhenti dan meninggalkan jejak berupa permadani putih di atas permukaan bumi (wiiih). Untuk memanfaatkan libur dadakan tersebut, Dad mengusulkan kepada keluarganya untuk mengunjungi kakek dan nenek Mia, dan usul tersebut disambut dengan gembira oleh semuanya.

17 Sep 2014

Wishful Wednesday #21

Halo. Selamat hari Rabu. Hari ini ada dua buku GagasMedia yang ingin sekali saya miliki, yaitu Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya dan Take Me to Your Heart karya Yuditha Hardini. Untuk Sabtu Bersama Bapak, saya sudah banyak membaca tweet-tweet pujian tentang buku ini, tapi saya nggak gitu tertarik. Tapi setelah membaca review dari teman-teman BBI tentang buku ini, keinginan untuk membacanya pun terbit. Apalagi saya sempat dikasih capture salah satu halaman buku ini yang sukses bikin saya ngakak jungkir balik. Pengen baca!

Buku berikutnya, yaitu Take Me to Your Heart adalah rekomendasi dari Oky. Saya belum pernah membaca karya Yuditha Hardini sebelumnya, tapi menurut Ibu Peri, model tulisannya kayak Ika Natassa. What? Ika Natassa yang saya suka banget itu? Well, wajib bungkus kalo gitu mah. Jadi ada dua hal yang membuat saya kepingin banget punya buku ini. Satu, gaya tulisannya yang bikin saya penasaran, dan dua, COVERNYA KEREN! Beda dengan cover-cover Gagas yang lain. Ngeliat cover buku ini semacam ngeliat cover novel-novel luar negeri, ya nggak sih? :)

Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya
Penerbit: GagasMedia, 2014
Tebal: 278 hlm.
Silakan baca reviewnya Dion dan Sulis.
Sinopsis:
“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
“Ini Bapak.
Iya, benar kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.


Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.

Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

Take Me to Your Heart by Yuditha Hardini
Penerbit: Gagas Media, 2014
Tebal: 238 hlm.
Sinopsis:
Bagiku, menemukan cinta semudah memecahkan teka-teki yang hanya perlu dihitung dan diukur probabilitasnya. Tak ada kata “menunggu” dalam kamus hidupku.

Namun, ternyata, masih ada perempuan yang percaya akan kekuatan penantian. Baginya, cinta sejati akan datang pada waktu, di tempat, dan kepada orang yang tepat. Lalu, entah bagaimana, aku ikut terjebak dalam sesuatu yang bertahun-tahun tak mungkin kulakukan: menanti.

Aku harus menanti sirnanya memori masa lalu dan rasa perih. Juga menanti kepingan rasa yang dialamatkan hanya pada hatiku. Kini, harapanku hanya satu: semoga menanti sesuatu yang tepat tak akan pernah membuatku kehabisan hari-hari yang pasti. Namun, ragu semakin menyergapku…

Jadi, apa Wishful Wednesday-mu hari ini? :)

Mau ikutan Wishful Wednesday? Caranya gampang:
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu.
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu. :)

16 Sep 2014

Six Earlier Days (An Every Day Companion) by David Levithan

Judul: Six Earlier Days (An Every Day Companion)
Penulis: David Levithan
Penerbit: Knopf Books for Young Readers, 2012
Format: Ebook, 45 hlm

Sinopsis:
In Every Day, New York Times bestselling author David Levithan presented readers with his most ambitious novel to date: Every morning, A wakes up in a different body and leads a different life. A must never get too attached, must never be noticed, must never interfere.

The novel Every Day starts on Day 5994 of A’s life. In this digital-only collection Six Earlier Days, Levithan gives readers a glimpse at a handful of the other 5993 stories yet to be told that inform how A navigates the complexities of a life lived anew each day.

In Every Day, readers discover if you can truly love someone who is destined to change every day. In Six Earlier Days, readers will discover a little bit more about how A became that someone.

Fans of Levithan’s books such as Nick & Norah’s Infinite Playlist, co-written with Rachel Cohn, and Will Grayson, Will Grayson, co-written with John Green, will not want to miss A’s adventures in Every Day and Six Earlier Days.

Bagi teman-teman yang sudah membaca Every Day, saya rasa wajib banget membaca Six Earlier Days. Novel ini hanya diterbitkan dalam bentuk ebook. Tadinya saya mengira kalau buku ini menceritakan 6 hari sebelum A bertemu dengan Rhiannon. Ternyata tidak demikian. Dalam Six Earlier Days, David Levithan menceritakan 6 hari dari masa lalu A secara acak. 6 hari yang membuat pembaca mengenal A lebih dekat lagi.

14 Sep 2014

Geek in High Heels by Octa NH

Judul: Geek in High Heels
Penulis: Octa NH
Penerbit: Stiletto Book , 2013
Tebal: 208 hlm.
ISBN: 9876027572

Sinopsis:
Athaya membuka Blog-nya dan membuat sebuah post baru:

Hai..... Nama saya Athaya. Seorang web designer. Yup, saya memang geek, tapi saya juga stylish, suka koleksi high heels dan memadankannya dengan cat kuku.
Saya sedang cari pacar calon suami.
Kalau kamu tertarik, feel free to comment ya.
Oh ya, umur saya 27 tahun.
Sekarang kamu ngerti kan kenapa saya membuat iklan cari jodoh seperti ini? Yes, I’m absolutely pathetic. Problem?! Oke, saya mencari cowok ganteng....


Athaya melirik ke arah cowok berkacamata yang duduk jeda beberapa meja darinya. Cowok itu kelihatan seperti cowok canggung yang manis.

Oke, saya mencari cowok ganteng, berkacamata, menarik, usia tidak boleh lebih dari 35 tahun dan bukan duda, bukan suami orang, bukan selingkuhan orang, dan straight.

Athaya menghela napas, menyesap kopinya, dan meng-klik tombol: Publish!

geek
noun
—an unfashionable or socially inept person.
"His attempts to play a socially inept geek are awkward."

Kalau dari definisi yang saya googling di atas, kata geek mengacu kepada penampilan, atau orang yang kurang berkompeten dalam bersosialisasi. Tapi di novel ini, geek ternyata mengacu ke pekerjaan sang tokoh utama. Athaya, 27 tahun, web designer. Bagi penulis, pekerjaan yang berhubungan dengan coding dan sejenisnya adalah pekerjaan seorang geek. Masa sih? Padahal, selama ia tidak berpenampilan sebagai geek dan mampu bersosialisasi dengan baik, apa pun pekerjaannya, tak ada alasan untuk menyebutnya geek. Athaya selalu berpenampilan modis dan gemar mengoleksi high heels. Ia juga mampu bersosialisasi dengan baik. Jadi, menurut saya Athaya bukan geek.

Masalah Athaya hanya satu. Ia belum menikah. Yep, ini adalah salah satu novel tentang perempuan (Indonesia) yang belum menikah di usia yang menurut masyarakat kita sudah selayaknya menikah. Athaya bukan nggak laku. Dari penampilan, ia lumayan cakep (dan sama sekali nggak ada potongan geek dalam penampilannya, meski ia sendiri mengaku-ngaku dirinya geek. Duh!). Pekerjaannya juga oke. Meski bukan orang kantoran, ia selalu punya job. Athaya cuma apes aja, kehidupan cintanya kurang berjalan mulus. Apalagi ia pernah mengalami patah hati parah yang membuatnya susah move on.