27 Apr 2012

The Unknown: Melacak Pesawat Misterius by Katherine Applegate

Judul: The Unknown: Melacak Pesawat Misterius
Seri: Animorphs #14
Penulis: Katherine Applegate
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999
Tebal: 158 hlm.
Rating: 3/5

Sinopsis:
Ada gosip baru di kota. Seseorang menemukan benda yang bisa membuktikan keberadaan alien asing dari planet lain. Dan mereka menyembunyikannya dalam sebuah markas yang disebut zona 91--tempat paling rahasia di Bumi. Cassie, anak-anak Animorphs lain, dan Ax sudah tahu tentang kehidupan di planet lain. Mereka menyadari para Yeerk bakal berusaha menyusup ke zona 91 untuk menyelidiki apakah benda itu bisa menjadi ancaman bagi misi mereka di Bumi. Jadi Animorphs memutuskan untuk mampir ke zona 91. Tapi apa yang mereka temukan di sana benar-benar tidak seperti yang mereka harapkan.

Buku ini hadir dari kegiatan iseng membeli buku bacaan bekas secara online. Tapi seperti yang sering terjadi, buku ini tak langsung dibaca dan akhirnya lenyap entah ke mana (keselip gitu deh). Hingga beberapa waktu yang lalu, pas lagi asik berbabu-ria (bersih-bersih kamar kos) saya menemukan buku ini di salah satu kardus tempat saya menaruh segala macam barang. Saya baca-baca sekilas... dan langsung jatuh cinta!

Para ABG tahun 90-an pasti tahu serial ini. Serial karya K.A. Applegate tersebut sama terkenalnya dengan Goosebumps-nya R.L. Stine. Tapi kala itu saya lebih gemar membaca Goosebumps ketimbang Animorphs. Saya lebih menyukai kisah horror dan tak begitu tertarik pada fiksi ilmiah. Seingat saya, satu-satunya seri Animorphs yang pernah saya baca adalah seri pertama, yang sekarang tidak saya ingat lagi detail ceritanya. Kini, setelah membaca seri ke-14 ini, saya justru jadi ingin membaca seri-seri sebelumnya, dan tentu saja, penasaran dengan seri selanjutnya… Dem!

Quick info: Animorphs berkisah tentang enam ABG, terdiri dari lima manusia (Cassie, Marco, Rachel, Jake, Tobias) dan satu alien bernama Ax, yang berjuang secara rahasia untuk menyelamatkan bumi dari serbuan bangsa alien jahat yang disebut Yeerk. Berbekal kemampuan berubah wujud menjadi binatang, keenam anak manusia (plus alien) itu berusaha semampu mereka untuk menghentikan sepak terjang Yeerk. Dari mana mereka memperolah kemampuan ajaib itu? Hmmm… baca sendiri aja ya buku pertamanya. Atau gugling deh. *diinjak*

Seri ke-14 ini diceritakan dari sudut pandang Cassie. Dikisahkan bahwa di kota sedang beredar rumor bahwa seseorang telah menemukan benda yang bisa membuktikan keberadaan alien dari planet lain. Benda tersebut di sembunyikan di sebuah markas yang disebut zona 91, yang kabarnya merupakan tempat paling rahasia di Bumi (mengingatkan saya pada Area 51). Cassie dan teman-temannya memang tahu ada kehidupan di planet lain dan mereka menyadari bahwa para Yeerk akan berusaha menyusup ke zona 91 untuk menyelidiki apakah benda rahasia tadi bisa menjadi ancaman bagi misi Yeerk di Bumi. Sekadar info, upaya para Yeerk menguasai Bumi dilakukan secara diam-diam, dengan cara merasuki manusia dan mengendalikan otak mereka. Para Yeerk tak ingin manusia mengetahui adanya kehidupan di planet lain. Cassie dan kawan-kawannya memutuskan untuk mampir ke zona 91. Tapi apa yang mereka temukan di sana sungguh di luar dugaan!

Saya suka cara K.A. Applegate berkisah. Beliau senang memasukkan humor dalam dialog anak-anak Animorphs ini. Kalian bakalan ngakak deh, pada bagian saat Kapten dari zona 91 menangkap Cassie, Rachel, dan Marco dan menginterogasi mereka, saat Kapten menanyakan nama-nama mereka, jawaban yang diterima sang Kapten sungguh membuat saya terpingkal. Kemudian, cara sang pengarang mendeskripsikan proses morph anak-anak spesial ini cukup detail dan terkadang membuat saya bergidik membayangkannya. Top deh!

Tapi masih ada yang mengganjal di pikiran saya. Apakah baju-morph yang dikenakan Cassie dan kawan-kawan juga ikut berubah dan menyatu di badan binatang morph mereka? Maksud saya, bukankah lebih masuk akal jika baju yang mereka kenakan tak ikut berubah? Yah, mungkin karena ini buku bacaan remaja kali ya, jadi kurang pas rasanya saat mereka kembali ke tubuh manusia dalam keadaan telanjang. Atau, hal tersebut sudah dijelaskan di buku-buku sebelumnya, tapi saya saja yang belum baca. Haha.

Overall, saya suka buku ini. Mungkin karena isinya jauh lebih baik dari harapan saya. Dan endingnya itu lho, wakakakakka, LUCU!

3/5 bintang.  :)

***

4 komentar:

  1. hahahaha animorphs... jadi ingat SMP :D
    mantap sob blog baru... lebih bagus. lebih fokus..

    BalasHapus
  2. Thanks, Braderrrrr...

    BalasHapus
  3. sayangnya gramedia gak mau melanjutkan buku ini hingga tamat, hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih. mau gak mau kalo mau baca lanjutan seri ini, ya hunting ebook-nya di inet. cuma bahasanya english bro.

      Hapus

Back to top