24 Apr 2012

Good Fight by Christian Simamora

Judul: Good Fight
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia, 2012
Tebal: 514 hlm.
ISBN: 979780545X
Rating: 4,5/5

Sinopsis:
Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu.
Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.

Puaskah kau dengan cinta seperti itu?
Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu?

Berhentilah mengabaikanku.
Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.

Hanya aku—bukan dia.

Novel terbaru Christian Simamora ini memang te-o-pe be-ge-te! Setelah sekian lama menunggu terbitnya novel terbaru Abang Chris, akhirnya penantian saya terbayar sudah. Novelnya kali ini (lagi-lagi) tidak mengecewakan para penggemarnya (baca: saya). Saya memang menyukai karya-karya Christian sejak duetnya bersama mbak Windy Ariestanty dalam novel Shit Happens (fyi, Shit Happens inilah yang sukses membuat saya menjadi penggemar setia kedua penulis itu). Good Fight adalah novel ke-8 Chris setelah sebelumnya menerbitkan Pillow Talk. Sama seperti Pillow Talk, Good Fight masuk dalam kategori ‘novel dewasa’ berkat adanya (or should I say: banyaknya?) adegan panas dalam novel ini (Good Fight malah lebih panas dari Pillow Talk lho, menurut saya).

Novel yang sebagian besar mengambil setting di kantor majalah fashion bernama Mascara ini berkisah tentang Tere dan Jet, dua rekan kerja yang mempunyai hubungan buruk kayak Tom and Jerry. Tere sebagai fashion editor Macara, dan Jet sebagai fotografer yang sering bekerja sama dengan tim redaksi Mascara. Setiap kali bertemu atau berpapasan, mereka selalu saja bertengkar, saling ejek, saling menjatuhkan mental satu sama lain. Benar-benar nggak bisa cocok deh. Hingga akhirnya tragedi terjebak di lift kantor secara perlahan mengubah hubungan mereka. Ditambah lagi, mereka ternyata memiliki kesamaan nasib: sama-sama 'hanya' menjadi kekasih simpanan. Kesamaan nasib tersebut membuat hubungan mereka yang tadinya kurang harmonis perlahan-lahan menjadi lebih akrab. Bahkan menjadi lebih… uhm, romantis??? Wait, wait… Tere nggak mungkin banget, jatuh cinta sama Jet? Jet gitu loh, orang yang selama ini jadi musuhnya. Ditambah lagi, status mereka masing-masing masih sebagai simpanan orang kan? Tapi Tere nggak bisa membohongi hatinya sendiri, bahwa dia memang mulai ada rasa pada Jet, sebagaimana Jet yang memang sejak awal menaruh hati pada Tere.

Baca kisah lengkapnya di Good Fight.

Well, inti cerita novel ini memang simple. Tentang benci yang berubah menjadi cinta. Tentang musuh yang berubah menjadi kekasih. Meski simpel, Chris mengemas novel ini dengan sangat menarik, segar, kocak, dan memesona. Ceritanya begitu mengalir, membuat novel setebal 500-an halaman ini begitu nikmat disantap (yeah, otak mesum saya cukup terpuaskan oleh setiap adegan panas di novel ini. Haha.). Inilah novel tebal pertama saya tahun ini yang saya habiskan dalam waktu lebih cepat dari biasanya. Well, novel ini memang easy reading, yang berarti, butuh usaha sangat keras dari sang penulis untuk menuliskannya. Salut banget deh, sama Christian Simamora.

Sayangnya (iya, sayangnya) masih terdapat beberapa typo di novel ini. Saya memang tak mencatat di halaman berapa saja, yang jelas kesalahan penulisan yang paling sering saya temui adalah penggunaan huruf kecil sesudah tanda baca titik. Mungkin untuk beberapa orang hal ini tak begitu mengganggu, atau bahkan tak disadari sama sekali. Tapi saya (entahlah, mungkin ini penyakit) sangat-sangat mendambakan ketiadaan cela dalam novel yang saya beli, apalagi dari penerbit besar seperti Gagasmedia. Eww, saya mulai terdengar menyebalkan ya? Ya ya, abaikan saja bagian ini.

Saking cintanya sama novel ini, saya hampir saja memberinya 5/5 bintang. Tapi kayaknya nggak adil deh, soalnya masih terdapat typo yang cukup mengganggu saya. 4,5/5 bintang sepertinya lebih baik. Buat yang belum punya buku ini, cepat-cepat beli sanah. Sayang banget kalau novel sebagus ini nggak dijadiin koleksi. :)

***

3 komentar:

  1. huhu udah baca tapi belum kureview. Aku suka banget novel ini, setelah baca Pillow talk dan Good Fight ini aku nyadar tipe cowok yang dibuat Chris pasti agak menye-menye, maksudnya lebih banyak mengalahnya, trus si cewek pasti bich abis :))
    Baru tahu kalo Vaan itu ternyata cowok, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. -_- Jadi gw dikira cewek ya selama ini?
      *mulai berpikir untuk pake rok mini*
      *PLAK!!!*

      Hapus

Back to top