28 Jun 2015

The Lunch Gossip - Tria Barmawi

Judul: The Lunch Gossip
Penulis: Tria Barmawi
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: II, November 2013
Tebal: 264 hlm.
ISBN: 9789792274691

Sinopsis:
Mereka mencari bitch...

dan menemukannya dalam diri mereka masing-masing.

Xylana, Kynthia, Keisha, Vinka, dan Arimbi. Si jutek yang perfeksionis, si cantik yang lembut hati, si serampangan berlidah tajam, si ibu peri yang ramah dan ceria, dan si mungil yang rapuh. Lima orang dengan karakter berbeda terdampar di kantor yang sama.

Dari makan siang bersama, mereka menjadi sahabat sejati. Ada yang menyukai mereka, ada yang membenci mereka. Satu demi satu mereka ditimpa masalah besar.

Apakah ini perbuatan Kasih Kinanti, si superbitch, musuh besar mereka bersama? Atau apakah ada orang lain yang sebenarnya jadi serigala berbulu domba, musuh mereka yang sebenarnya?

Kenalkan, lima sahabat wanita dari BeIT Corp, sebuah perusahaan konsultan IT. Mereka adalah Xixi, Tia, Keisha, Vinka, dan Arimbi. Kelima sahabat ini sangat dekat satu sama lain walaupun memiliki kepribadian yang berbeda-beda, bahkan beberapa dari mereka saling bertolak belakang. Xixi memiliki karakter yang jutek dan perfeksionis. Tia, si cantik yang lembut hati. Keisha suka bertindak serampangan dan berlidah tajam. Vinka bertindak sebagai ibu peri yang selalu ramah dan ceria. Terakhir adalah Arimbi, si mungil yang polos dan tampak rapuh. Seperti umumnya geng sahabat perempuan, mereka suka bergosip saat makan siang.

Tema gosip mereka yang menjadi sorotan utama dalam cerita ini adalah istilah slank dari Amerika yaitu “bitch” (pada tahu artinya kan?). Hal ini bermula ketika mereka berlima membaca artikel dari sebuah majalah yang membahas tentang bitch, lengkap dengan ulasan ciri-ciri perempuan yang biasanya mendapatkan label kasar tersebut. Kalau ngikutin plek apa saja disebutkan di artikel sih, maka wanita mana pun, bahkan anggota geng Xixi cs sendiri, bisa saja dikategorikan sebagai bitch. Tapi kelimanya sepakat, bahwa ada satu orang di kantor yang memenuhi semua kriteria bitch sejati, yakni Kasih Kinanti, yang kemudian mereka juluki sebagai superbitch!

‘Tuduhan’ kelima sahabat ini terhadap Kasih Kinanti bukan tanpa dasar. Sikap Kasih Kinanti di kantor memang sangat tidak menyenangkan. Seiring bergulirnya cerita, masing-masing sahabat mulai menghadapi masalah masing-masing, dan Kasih Kinanti-lah yang dicurigai sebagai dalang dari masalah-masalah yang muncul tersebut. Apa sih yang dilakukan Kinanti sampai-samapi merepotkan mereka semua? Baca kisah lengkapnya dalam The Lunch Gossip karya Tia Barmawi.

Setelah sekian lama tidak membaca novel metropop, tema dalam novel ini dirasa segar walaupun bukan merupakan hal yang baru. Mengapa demikian? Sebab dalam novel ini fokus utama ceritanya adalah tentang persahabatan para wanita dewasa, dan bukannya tentang percintaan, meskipun tentu saja unsur romance bukannya tak ada sama sekali dalam nove ini.

Cukup seru menyaksikan interaksi kelima sahabat dengan kepribadian unik masing-masing. Pembaca mungkin akan merasa relate dengan salah satu karakter di buku ini. Apakah kamu judes dan perfeksionis seperti Xixi, yang tak tahan melihat meja kerja berantakan, bahkan rela merapikan meja teman sekerjamu sendiri? Ataukah kamu adalah Keisha yang carefree dan berlidah tajam, meskipun semua hal yang kamu katakan adalah kebenaran? Atau, mungkin kamu adalah Vinka yang selalu menjadi penengah saat teman-teman se-geng-mu bertengkar?

Novel ini diceritakan dari sudut pandang orang ketiga dan setiap karakter mendapat porsinya masing-masing. Namun demikian, saya merasa ada dua tokoh yang menonjol dalam novel ini, yaitu Xixi dan Keisha, sebab mereka mendapatkan porsi yang sedikit lebih banyak dibanding yang lain. Kebetulan, kedua tokoh inilah yang menjadi favorit saya. Kepribadian Xixi dan Keisha adalah faktor utama mengapa saya cukup menyukai mereka. Xixi yang jutek ternyata menyimpan sisi romantisnya sendiri (bagian cerita yang ‘awww so sweet’ melibatkan tokoh Xixi loh). Sementara Keisha, meski terlihat agak urakan (bukan dari penampilan, secara penampilannya cantik maksimal) dan memiliki lidah setajam silet, justru dialah tokoh yang paling jujur dalam cerita ini.

Saya menyukai cara penulis mengemas cerita The Lunch Gossip. Karakterisasi adalah keunggulan dari cerita ini. Rahasia yang disimpan masing-masing karakter serta kenyataan yang sebenarnya di balik movitasi mereka membuat saya cukup terkesan. Tidak semua seperti yang terlihat. Sahabat bisa saja berkhianat, dan bantuan justru bisa datang dari orang yang paling tidak terduga.

Secara keseluruhan, saya cukup menikmati cerita ini. Ada juga bonus tips seputar dunia kerja yang disampaikan tokoh-tokoh di dalam novel ini. Misalnya, tips wawancara kerja oleh Xixi, tips mendongkrak rasa percaya diri oleh Kynthia, tips memilih baju kerja oleh Arimbi, dan beberapa tips lainnya yang cukup berguna. Sayang sekali, sebagian besar tips ini lebih cocok untuk pembaca perempuan.

Di atas itu semua, faktor utama yang membuat saya betah membaca novel ini adalah karena tokoh Keisha. Saya rasa karakter sahabat semacam Keisha sangat penting dalam sebuah hubungan persahabatan. Walau berlidah tajam, namun orang-orang seperti ini adalah pribadi jujur yang tak ragu untuk mengingatkan kita yang mungkin saja tanpa sadar telah memilih jalan yang salah. Saya merasa beruntung memiliki beberapa orang sahabat seperti Keisha. :)

4 komentar:

  1. pernah baca tulisannya tria barmawi tapi nggak cocok --"

    BalasHapus
  2. Wah jenis2 cerita yg kayaknya enak buat dibaca ringan2 (??) ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ceritanya tergolong ringan.

      Hapus

Back to top