23 Jun 2015

Assassination Classroom Vol. 1 - Yusei Matsui

Judul: Assassination Classroom Vol. 1
Pengarang: Yusei Matsui
Alih Bahasa: Martina Rosmawati
Penerbit: PT Elex Media Komputindo, 2015
Tebal: 184 hlm
ISBN: 9786020259857

Sinopsis:
Begitu aba-aba terdengar, mendadak seisi kelas dipenuhi suara tembakan! Inilah kelas 3-E SMP Kunugigaoka, kelas pembunuh, di mana seluruh muridnya berlomba-lomba merenggut nyawa wali kelas mereka. Kehidupan yang jauh dari normal ketika “Guru dan Murid” berubah menjadi “Sasaran dan Pembunuh” pun dimulai...

Saya mendapatkan informasi mengenai komik ini dari review Ren di Goodreads. Kalau tidak membaca reviewnya, mungkin saya akan mengira komik ini semacam Battle Royale yang sadis dan berdarah-darah itu (lihat saja judul dan sinopsisnya). Namun berbekal pengetahuan bahwa komik ini sebenarnya bergenre komedi, saya pun memberanikan diri (halah) untuk membelinya. Hasilnya, sungguh sebuah bacaan yang menghibur, bikin ketawa, dan juga heartwarming. Ah…

Oke, saya akan bercerita sedikit tentang komik ini. Alkisah, ada alien bertentakel yang baru-baru ini menghancurkan bulan hingga 70%, sehingga menyisakan sebentuk bulan sabit permanen di langit. Tak puas menghancurkan bulan, si alien yang memiliki kecepatan maksimal Mach 20 tersebut (apalah itu Mach 20, yang jelas cepat banget) berencana untuk menghancurkan bumi. Para pemimpin dunia berkumpul secara rahasia untuk membahas cara membunuh si alien, namun sayangnya hingga saat ini tak ada satu pun cara yang berhasil. Suatu hari, si alien muncul di hadapan siswa-siswi kelas 3-E SMP Kunugigaoka dan menawarkan diri untuk menjadi wali kelas mereka. Kementerian Pertahanan Jepang bernegosiasi dengan pihak sekolah agar mengijinkan sang alien mengajar di kelas tersebut. Sang alien, yang kemudian dinamai Pak Koro, menantang para siswa untuk membunuhnya sebelum mereka lulus SMP. Bila mereka gagal, maka bumi akan hancur. Selain itu, ada hadiah uang sebesar 10 milyar yen yang ditawarkan oleh pemerintah bagi siapa saja yang berhasil membunuh Pak Koro. Berhasilkan para murid membunuh si alien bertentakel tersebut?

Sepenggal cuplikan di atas barangkali sepintas terdengar menyeramkan dan agak absurd. Namun sesungguhnya jalan ceritanya jauh dari kesan seram. Terlepas dari rencana si alien untuk menghancurkan bumi dan berbagai metode membunuh yang dipraktekkan oleh para murid dalam setiap kesempatan, komik ini menyajikan elemen komedi yang sangat kental. Unsur komedi dalam komik ini sebagian besar berasal dari Pak Koro sendiri. Mulai dari bentuk fisiknya yang, kalau boleh jujur, jauh dari kesan mengancam, dengan wajah mirip emoticon smiley serta tentakel mirip gurita yang multifungsi, hingga berbagai tingkah konyol si alien. Misalnya, Pak Koro adalah orang, eh, alien, yang gampang sekali panik. Meski punya kekuatan super dan bisa melakukan apa saja, Pak Koro malah menggantungkan hidup dari gajinya sebagai guru (suka ngeluh saat uang di dompetnya tinggal sedikit. LOL). Selain itu, Pak Koro juga gemar mengerjai anak-anak yang mencoba membunuhnya (saking cepatnya ia bergerak, ia bahkan sempat merias kuku salah seorang murid yang mencoba membunuhnya. LOL AGAIN!). Karasuma, si ganteng di Kementerian Pertahanan Jepang pun sempat dikerjai saat mencoba membunuh Pak Koro:

“Tapi… dia bisa bergerak sangat cepat. Jangankan bisa membunuhnya, dia bahkan masih sempat merapikan alisku! Rapi sekali malah!” —Karasuma, 28 tahun, Unit Khusus Kementerian Pertahanan Jepang.

Saya puas tertawa sepanjang membaca komik ini.

Selain bikin ngakak, beberapa bagian cerita di komik ini mampu menghangatkan hati. Sebagai alien, niat Pak Koro untuk menghancurkan Bumi memang tak bisa dimaafkan. Namun sebagai seorang guru, ia benar-benar memanfaatkan seluruh kemampuan supernya untuk menjadi guru yang mendekati sempurna. Ia mampu meningkatkan rasa percaya diri setiap murid di kelas 3-E yang tadinya nyaris putus harapan karena awalnya mereka memang merupakan murid-murid kelas ‘buangan’. Pak Koro tahu kelebihan dan kekurangan setiap murid di kelasnya. Karenanya, ia membuat soal ujian yang berbeda-beda bagi setiap murid yang ia sesuaikan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, siapa coba yang tak ingin punya wali kelas seperti Pak Koro?

Saat membaca komik ini, terdapat beberapa hal yang sedikit mengganjal benak saya. Misalnya, world buildingnya. Meski sebagian besar setting ceritanya berkisar di lingkungan kelas 3-E yang posisinya nyempil di bukit belakang sekolah (#terDoraemon), tapi dunia kok kesannya santai-santai saja ya? Memang sih, keberadaan Pak Koro dirahasiakan oleh pemerintah, tapi masa iya, nggak ada satupun manusia yang curiga mengenai apa atau siapa yang menghancurkan bulan? Lalu tentang bulan sendiri, saya cukup kagum sebab meskipun bentuknya tinggal 30% tapi masih tetap berada di langit. Di samping itu, tidakkah seharusnya kondisi bulan yang tinggal separo dapat berdampak pada kondisi bumi? Untungnya komik ini sangat enjoyable, sehingga saya rasa orang-orang tak akan mempersoalkan hal tersebut.

Secara keseluruhan, Assassionation Classroom adalah komik yang wajib dibaca dan dikoleksi. Artwork-nya rapi sehingga sangat memudahkan pembaca untuk menikmati komik ini, khususnya bagi pembaca (baca: saya) yang sampai saat ini nggak juga terbiasa dengan komik yang dibaca-dari-belakang.

Saya ingin sekali mengetahui kelanjutan ceritanya. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab: Apa yang melatarbelakangi niat Pak Koro untuk menghancurkan bumi? Apa yang membuatnya kekeuh untuk menjadi seorang guru sekaligus wali kelas 3-E? Apakah para murid akan berhasil membunuhnya? Hmm… penasaran.

8 komentar:

  1. Covernya sih biasa aja.
    Terkesan komik shonen, daripada shoujo. Memang komik shonen, ya?

    Ini sampai volume berapa ya?
    Nggak seru soalnya, lagi penasaran penasarannya eh volume selanjutnya belum rilis .-.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cover dengan muka Pak Koro menjadi ciri khas komik ini hingga volume-volume selanjutya. Iya, ini komik shonen. Di Indonesia, sampai review ini ditulis, baru terbit sampai volume 2. Di Jepang sudah lebih dari 10 volume. Kalau nggak salah vol 12, dan masih lanjut...

      Hapus
  2. Panjang banget volumenya ya x___x

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbavin. Panjang bingits. Seperti kasih ibu, sepanjang masa--HASEK! #plaks

      Hapus
  3. Sepertinya lucu ^^ hahhaha tapi males nunggu ahhh >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan laris ya Indonesia. Jadi penerbit semangat buat nerjemahin dan tentu saja nerbitin. :)

      Hapus
  4. covernya menipu, hahahaha, tapi penasaran juga sih tapi kok series dan belum tamat T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, namanya juga komik, Bu Peri. Kadang kayak sinetron, semakin laris semakin dipanjang-panjangin.

      Hapus

Back to top