10 Jul 2015

Assassination Classroom Vol. 2 - Yusei Matsui

Judul: Assassination Classroom Vol. 2
Pengarang: Yusei Matsui
Alih Bahasa: Martina Rosmawati
Penerbit: PT Elex Media Komputindo, 2015
Tebal: 184 hlm
ISBN: 9786020264448

Sinopsis:
Wanita asing yang cantik muncul di kelas E, dan memperkenalkan diri sebagai guru baru! Wanita itu ternyata adalah pembunuh profesional yang mendekati targetnya dengan rayuan dan kecantikannya yang luar biasa! Tentu saja saat ini dia sudah siap melaksanakan rencananya untuk membunuh Pak Koro!

Memasuki bulan Mei, tepat sebulan sejak Pak Koro (Koro-sensei) menjadi guru sekaligus wali kelas 3-E, SMP Kunugigaoka kedatangan guru baru. Guru tersebut adalah perempuan muda berwarga negara asing, namanya Irina Jelavic. Menurut informasi, pihak sekolah ingin agar kelas 3-E yang prestasinya paling rendah dibanding kelas lain mendapat pelajaran bahasa asing langsung dari orang asing itu sendiri. Bagaimana reaksi Pak Koro? Apakah beliau merasa tersaingi? Hohoho, ternyata tidak! Sebab Bu Irina berwajah cantik dan bertubuh hot dengan sepasang buah dada besar. Ternyata Pak Koro tidak kalah mesum dibandingkan dengan manusia. Mukanya itu loh, fokusnya ke arah dada Bu Irina melulu. LOL. Bu Irina juga sih, pembawaannya manja dan pengen nempel terus di sisi Pak Koro.

Tapi semuanya hanyalah samaran. Irina Jelavic sejatinya adalah pembunuh bayaran kelas atas yang menguasai sepuluh bahasa asing. Pemerintah sengaja merekrutnya untuk membunuh Pak Koro. Saat Pak Koro sedang tidak berada di sekolah, Irina Jelavic membuka jati dirinya di hadapan para murid. Dengan sikap sok karena jam terbang yang cukup tinggi, Irina Jelavic memperingatkan para murid agar tidak mengganggu rencana pembunuhannya terhadap si alien. Memang para murid dan Irina memiliki tujuan yang sama, yaitu membunuh Pak Koro, tapi satu fakta yang jelas, para murid tidak menyukai guru baru tersebut. Lucunya, mereka memanggil Irina dengan sebutan Bu Bitch (Bitch-sensei) sebab umumnya orang Jepang tidak bisa membaca huruf V. Jelavic dibaca Jelabic. Jadilah mereka memanggilnya Bu Bitch. LOL.

Di volume kedua ini, cerita mulai terasa lebih serius dengan hadirnya tokoh Direktur Perguruan Kunugigaoka. Jadi auranya sih, kelihatannya orang ini adalah tokoh antagonis yang sebenarnya dalam komik ini. Di sini juga dijelaskan mengenai sistem “semut pekerja” yang diterapkan oleh Direktur, yang sekaligus memberikan penjelasan kepada pembaca mengapa kelas 3-E mendapat perlakuan yang teramat diskriminatif. Seluruh sekolah seakan-akan diberi kebebasan untuk mengejek bahkan menindas para murid dari kelas tersebut. Contohnya saat rapat OSIS, saat itu kelas 3-E diejek habis-habisan. Beruntung ada Pak Koro (dengan penyamarannya yang payah) yang berhasil menyelamatkan muka anak-anak kelas 3-E. Ah, guru sebaik sayang sekali memiliki niat untuk menghancurkan bumi.

Bagian cerita yang paling saya sukai dari komik ini adalah ketika Bu Bitch mengatur rencana penjebakan untuk membunuh Pak Koro, yang—bukan bermaksud spoiler sih, tapi ini alien super gitu loh, kayak bakal ada yang berhasil membunuhnya saja—dipastikan gagal. Dan apa yang diperbuat Pak Koro terhadap Bu Bitch sukses membuat saya ngakak parah.

Interaksi antara Pak Koro, Bu Bitch, Karasuma (pegawai Kementerian Pertahanan yang kemudian menjadi guru olah raga bagi kelas 3-E demi mengawasi Pak Koro dari dekat), dan para murid kelas 3-E sangat menyenangkan untuk disimak. Tokoh murid favorit saya masih si Nagisa, yang tadinya saya sempat bingung Nagisa ini cowok atau cewek (ternyata cowok). Selain itu ada Karma yang pintar tapi agak brutal. Si Karma ini nyaris banget berhasil membunuh Pak Koro di volume pertama loh.

Cerita volume dua ini berakhir dengan amat-sangat-menggantung-pake-banget. Ceritanya para murid mengikuti karya wisata ke Kyoto setelah ujian berakhir. Bagi kelas 3-E, ini bukan karya wisata biasa, karena misi mereka untuk membunuh Pak Koro masih terus berlanjut sekalipun sedang mengikuti karya wisata. Sayangnya, terjadi hal di luar dugaan yang sedikit menggangu kesenangan para murid, khususnya kelompok Nagisa… Duh, nggak sabar nungguin volume 3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to top