24 Jan 2013

Test Pack by Ninit Yunita

Judul Buku: Test Pack
Penulis: Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2010
Tebal: 202 hlm
ISBN: 9793600969
Harga: Rp. 34.500,-
Rate: 4/5

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gara-gara seorang teman—sebut saja namanya Ega—yang amat menyukai film Indonesia berjudul Test Pack yang dibintangi oleh Acha Septriasa dan Reza Rahadian, saya jadi penasaran ingin menonton film tersebut. Sayang sekali di kota saya nggak ada bioskop. Namun belakangan saya baru tahu ternyata film itu diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita. Haven't read one of her books, jadi nggak punya bayangan seperti apa gaya tulisanya. Harusnya sih bagus, kalau nggak bagus, nggak bakalan diadaptasi ke film kan? Finally I got this book di tempat penyewaan. Hehe. Jadi, seperti apa ceritanya?

Test Pack mengisahkan kehidupan rumah tangga pasangan suami istri, Rahmat dan Tata. Rahmat, adalah seorang psikolog yang, dalam novel ini, sering menjadi tempat konsultasi pasangan suami istri yang bermasalah. Sementara Tata adalah seorang pengacara yang menangani kasus-kasus perceraian. Ini lucu, sebab di saat Rahmat berusaha mati-matian mendamaikan pasangan suami istri, Tata justru menjadi pengacara bagi salah satu pasangan ingin bercerai—dan dalam novel ini, mereka menangani pasangan suami istri yang sama!

Tapi bukan itu fokus utama Test Pack. Rahmat dan Tata, sekalipun miliki kehidupan rumah tangga yang bahagia, namun kebahagiaan tersebut dirasa kurang dengan absennya anak dalam tujuh tahun kehidupan pernikahan mereka. Yap, selama tujuh tahun menikah, selama itu pula mereka belum dikaruniai buah hati. Selama itu pula, Tata, sang istri, rajin mengamati test pack untuk mengecek apakah ia hamil atau tidak. Tak hanya mengoleksi test pack dalam berbagai bentuk, ia juga kerap menonton film dokumenter tentang kehamilan, atau mengunjungi toko-toko yang menjual perlengkapan bayi. She desperately wants a baby, sampai-sampai ia takut memeriksakan diri ke dokter. Ia takut jangan-jangan dirinya infertil.
Lantas bagaimana dengan Rahmat? Tentu saja ia pun ingin memiliki anak. Bahkan ia sudah merencanakan akan menjadi sosok ayah yang bagimana bagi anaknya kelak. Rahmat pun sebenarnya galau dengan kondisi rumah tangganya yang childless. Namun ia bertekad menjadi suami yang tegar dan tak ingin memperlihatkan kegalauannya kepada istrinya—padahal teman-teman Tata sudah mulai mengandung anak lagi, bahkan, kucing tetangga juga ikut-ikutan hamil, membuat Tata makin uring-uringan. Rahmat bertekad, kalaupun istrinya dinyatakan infertil, ia tetap akan menyanyanginya. "Nggak cukup kamu infertil untuk membuat saya berhenti menyayangi kamu."

Akhirnya Rahmat dan Tata memutuskan menjalani tes masing-masing, untuk memastikan apakah mereka bisa memiliki anak atau tidak. Dan, di luar dugaan, hasil tes tersebut menjadi badai yang menerjang bahtera rumah tangga mereka (beduh, bahtera rumah tangga woi! Istilah jaman kapan ini ya?). Seakan badai tersebut belum cukup, muncul lagi kesalahpahaman yang semakin membuat runyam kondisi pernikahan mereka, bagai telur di ujung tanduk (oke, cukup sudah dengan peribahasa. Mending langsung baca bukunya aja ya, hehe).

REVIEW:

Test Pack adalah novel kedua yang ditulis Ninit, namun ini adalah buku pertama yang saya baca. Saya suka cara ia bercerita. Novel ini ditulis dengan dua sudut pandang, bergantian antara Tata dan Rahmat. Ini cara yang ampuh untuk membuat pembaca merasa dekat dengan kedua tokoh sentral dalam kisah ini. Meski berganti-ganti sudut pandang, kisahnya mengalir dengan lancar, selancar sungai  Bengawan Solo #apadeh. Saya suka cara Ninit menggambarkan pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan berumah tangga di kota metropolitan (karena saya sendiri belum mengalaminya). Saya rasa, bagi mereka yang ingin menikah boleh banget membaca buku ini. Apalagi di covernya ada kalimat yang cukup menantang: "Jangan kawin dulu sebelum baca buku ini." Haha!

Saya baru tahu kalau Ninit orang yang humoris. Terbukti dari beberapa adegan lucu dalam buku ini yang membuat saya nyaris ngakak. Adegan berantem pasangan suami istri di kantor praktek Rahmat sungguh kocak. Pun percakapan-percakapan antara Kakang (Rahmat) dan si Neng (Tata) mampu membuat saya tersenyum. Percakapan gabungan bahasa Sunda, Inggris, dan Indonesia terasa mengalir. Ninit juga penulis yang romantis. Novelnya ini mampu mengaduk-aduk perasaan. Saya hampir menangis pada bagian yang mengharukan (walau tidak sampai meneskan air mata sih).

Jika ada yang kurang dalam buku ini, hal tersebut adalah jumlah halamannya yang kurang banyak, alias tipis. Well, sebenarnya sih jumlah halamannya sudah pas, mengingat tidak banyak konflik tambahan dalam buku ini. Ceritanya sendiri memang cukup ringan untuk diikuti. Namun, pada penyelesaian konflik kesalahpahaman, menurut saya agak terlalu cepat dan mudah tertebak. Kalau dibuat lebih rumit dan lebih dramatis, mungkin saya akan betul-betul berlinang air mata dan memberi buku ini 5 bintang (er... ternyata saya adalah pembaca yang banyak menuntut ya?).

Dalam Test Pack, tema utama yang ingin Ninit sampaikan adalah tentang berkomitmen. Tentang pentingnya menjaga sebuah komitmen. Tentang mencintai dengan setulus hati dan menerima segala kekurangan orang yang kita kasihi. So sweet banget deh Mbak Ninit ini. :')

DAN SAYA MAKIN PENASARAN SAMA FILMNYA! Hadoh, dvd-nya sudah keluar belum ya? Pengen banget nonton Test Pack... *desperado* Sudah ditonton! :D

Berikut ini trailer Test Pack yang saya comot dari youtube. Enjoy.



Book Review: Test Pack
by @vaan_11

11 komentar:

  1. DVDnya udah keluar kok.. saya udah donlot *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, makasih infonya. segera menuju situs donlot favorit. :P

      Hapus
  2. aku udah nonton dong di 21 *ehem*

    BalasHapus
    Balasan
    1. kocaaak banget filmnya. dan porsi Sinta lebih banyak di film. cantik. gw lebih suka Santi versi film daripada Tata. :P

      Hapus
  3. buat reviewnya Habibie-Ainun juga donk bang :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayang sekali saya belum membaca bukunya. Kalau filmnya sih sudah ditonton. semoga ada yang kasih buku Habibie-Ainun gratis ke saya, biar bisa direview. Hehe. *ngarep*

      Hapus
  4. Aku juga uda di kasih filmnya sama mba @Desty kemarin, hehe. Btw, opan bagus nih template blognya.. baru yaa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut Oky sendiri gimana filmnya? porsi Sinta (atau Santi) cukup banyak di film. lumayan bagus juga.

      btw, thanks. cuma gonta-ganti background yang sudah disediain sama blogger kok. kalau headernya emang bikin sendiri. gambarnya? comot dari deviant.art. :P *disambit yang punya gambar*

      Hapus
  5. gw udah baca bukunya dr pas baru rilis dgn cover awal berwarna biru. ceritanya bagus bgt. banyak kalimat2 yg njleb bgt.
    novel pertama ninit judulnya "kok putusin gw?" sudah coba bacakah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum baca novel pertamanya. Hehe. Segera masukin ke wishlist.

      Hapus

Back to top