4 Mar 2013

Dark Love by Ken Terate

Judul: Dark Love
Penulis: Ken Terate
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal: 248 hlm.
ISBN: 9789792287516
Rating: 4/5

Sinopsis:
Usiaku 17 tahun, hampir 18. Kelas 12. Hampir lulus. Dan aku hamil...

Kirana yang cerdas, cantik, dan ceria melihat semua impiannya luruh di depan mata. Hari-harinya mulai dipenuhi rahasia dan kecemasan. Ia nggak mungkin mampu melahirkan dan merawat bayi. Ia juga nggak mungkin mampu menghadapi celaan dari orang-orang di sekitarnya, teman-temannya, guru-gurunya, terutama kekecewaan orangtuanya. Saat ini Kirana berada di ambang jurang keputusasaan. Hidup seolah tidak menawarkan solusi apa pun padanya.

Bagaimana dengan cowok yang menghamilinya? Oh, cowok itu harus tetap sekolah. Dia nggak boleh terlibat. Dia cowok paling tampan dan paling cerdas di sekolah. Masa depannya begitu gilang gemilang. Kirana tidak ingin merusaknya. Siapakah dia? Kirana takkan pernah mau mengakuinya.

Melihat covernya yang mirip dengan cover novel-novel Mira W., membuat saya berpikir: kayaknya ini novel serius deh. Benar saja, karena teenlit ini mengangkat tema teenage pregnancy. Kisahnya tentang Kirana, remaja tujuh belas tahun yang cerdas dan berprestasi. Ia duduk di kelas 12 dan sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional. Tak ada yang menyangka bahwa siswa teladan itu tengah hamil. Yap. Hamilnya bukan karena diperkosa, sayangnya. Ia melakukan ‘itu’ dengan salah seorang siswa di sekolahnya, orang yang amat ia cintai. Sayangnya Kirana tak ingin memberitahu siapa cowok tersebut. Kirana amat mencintainya, sehingga tidak ingin menyeret cowok itu dan menghancurkan masa depannya.

Jadilah Kirana seorang diri yang menanggung beban tersebut sendirian. Pada masa-masa awal kehamilannya, Kirana tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa (sebagai murid, sebagai teman, sebagai anak manis dari Bekasi yang jauh-jauh sekolah ke Jakarta) sambil terus memikirkan solusi untuk keluar dari kegelapan yang sedang menyelimutinya. Kirana tahu, ia tak bisa selamanya menyembunyikan kehamilannya. Karena bagaimanapun, makhluk yang berada di rahimnya terus tumbuh, dan perutnya semakin lama akan semakin membesar—kalau ia tidak segera mengambil tindakan.

Apa yang akan Kirana lakukan? Apakan ia akan mempertahankan kandungannya, atau malah menggugurkannya? Jika ia tetap bertahan, ia akan dikeluarkan dari sekolah, ia tak akan pernah lulus SMA meski otaknya sangat cemerlang. Namun, jika memilih aborsi, apakah ia akan sanggup menanggung rasa bersalah sebab membunuh sesuatu yang hidup di dalam tubuhnya? Lalu siapa sebenarnya My Prince, cowok yang menghamili Kirana? Apakah ia akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan pada Kirana?

Baca selengkapnya dalam Dark Love karya Ken Terate.

Buku ini adalah karya pertama Ken Terate yang saya baca. Saya cukup sering mendengar namanya, dan saya selalu beranggapan kalau Ken Terate itu cowok. Ternyata dia cewek! Baru tahu pas baca profil pengarang di bagian belakang novel ini. Haha, maap ya, Mbak Niken Terate Sekar.

Kembali ke buku. Sama dengan judulnya, alur cerita dalam Dark Love terkesan suram, terutama oleh pergolakan batin yang dialami tokoh Kirana. Menurut teman-teman yang sudah membaca buku-buku Ken Terate sebelum ini, biasanya cerita teenlit yang ditulis olehnya selalu ceria. Well, bukan masalah bagi saya, sebab buku ini ditulis dengan baik.

Bagian mengasyikkan saat membaca buku ini adalah, pembaca diajak untuk menebak-nebak siapa sebenarnya My Prince. Pilihannya tiga cowok yang menjadi teman Karina dalam Hi 4 (band sekolah mereka), yaitu Andra, Banyu, dan Alvin. Ken Terate dengan cerdik menyelipkan pentunjuk atau clue yang menuntun pembaca untuk menebak si My Prince. Terkadang, clue-nya menyesatkan lho. Saya sendiri bisa menebak identitas My Prince, yang kemudian akhirnya saya sesali, karena saat identitas My Prince akhirnya terkuak, jadinya tidak terlalu mengejutkan lagi. Saran saya sih, nikmati saja membaca buku ini, nggak perlu terlalu ngotot mencari tahu siapa sebenarnya My Prince. Sensasi saat dikejutkan oleh plot cerita rasanya lebih menyenangkan lho.

Pesan moral novel ini sangat jelas, bahkan ketika kita membaca sinopsis di cover belakang buku ini. Bahwa melakukan hubungan seks di usia dini amat beresiko. Selain dapat tertular PMS (Penyakit Menular Seksual), masa depan pun bisa terancam. Sayang banget kan, kalau sampai dikeluarkan dari sekolah gara-gara hamil. Jadinya nggak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Intinya, hidup nggak bakalan lebih mudah deh. Nikmatnya  melakukan ‘itu’ nggak sebanding dengan resiko di kemudian hari. Er… lagian, seks sebelum menikah bukannya dosa ya? Katanyasihbegitu. *ditoyor*

Meski saya merasa ceritanya terlalu singkat, saya cukup menyukai novel teenlit ini. Dark Love adalah bacaan yang baik dan sarat pesan moral. Saya sangat merekomendasikan novel ini bagi para remaja.

Oh ya, dan Ken Terate harus masuk dalam daftar penulis favorit saya nih. Jadi ingin membaca karya-karyanya yang lain. :)

***

6 komentar:

Back to top