6 Mar 2013

A Walk To Remember (Kan Kukenang Selalu) by Nicholas Sparks

Judul: A Walk To Remember (Kan Kukenang Selalu)
Penulis: Nicholas Sparks
Penerjemah: Kathleen SW
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003
Tebal: 256 hlm.
ISBN: 9796867567
Rating: 5/5

Sinopsis:
Sewaktu berusia tujuh belas tahun, hidup Landon Carter berubah selamanya. Dan semua karena Jamie Sullivan…

Jika cinta bisa memilih, Landon tentu tidak akan memilih untuk jatuh cinta pada Jamie. Gadis yang selalu membawa Alkitab ke sekolah, menyelamatkan binatang yang terluka, menjadi relawan di panti asuhan... gadis yang suci dan memiliki hati bak malaikat. Tak ada yang pernah mengajak Jamie kencan, dan Landon pun tidak pernah bermimpi untuk berkencan dengannya.

Sampai takdir menentukan lain... dan mengubah hidup Landon selama-lamanya.

Perhatian: Review ini mengandung spoiler.

Setiap kali mendengar kalimat "A Walk To Remember", yang tergambar jelas di benak saya adalah wajah polos Mandy Moore. Ia berperan sebagai Jamie Sullivan dalam film A Walk To Remember, film yang katanya bikin mewek itu. Saya sendiri belum pernah tuntas menonton film tersebut (biasalah, kalau ditayangin di tv, banyakan iklannya, jadi males nonton sampai kelar). A Walk To Remember diadaptasi dari novel romantis berjudul sama karya Nicholas Sparks, yang baru selesai saya baca beberapa waktu yang lalu.

Sebenarnya kisah A Walk To Remember sederhana saja. Kamu pasti sudah tidak asing dengan cerita dalam buku-buku maupun film atau sinetron tentang cowok kaya yang jatuh cinta pada cewek baik hati, kemudian si cewek ketahuan sedang sakit parah (contoh: sakit leukemia), si cewek mati, bla bla bla, dan tanpa sadar tisu sekotak sudah habis dipakai mengelap air mata. Ya, A Walk To Remember adalah novel dengan kisah seperti itu. Tapi tetap saja, A Walk To Remeber adalah novel romantis yang sangat menyentuh dan inspiratif.

Novel ini diawali dengan adegan Landon, pria tua berumur 57 tahun yang sedang mengenang masa mudanya. Bagian yang ini cukup unik. Saat Landon tua mulai menyusuri jalan di depan rumahnya di Beaufort, Carolina Utara, saat mulai bercerita, ia mendeskripsikan tubuhnya seolah bertransformasi, keriputnya menghilang dan menjadi lebih lentur; jalan yang ia lalui berubah menjadi berbatu-batu, begitupun dengan perumahan di seklilingnya yang perlahan-lahan menghilang, digantikan dengan tanah lapang. Saat membuka matanya, ia sudah menjadi Landon remaja yang berusia 17 tahun. Dan cerita pun dimulai.

Landon tak pernah menyangka ia akan jatuh cinta pada Jamie Sullivan, anak perempuan pendeta yang tak begitu disukai Landon. Si pendeta, maksud saya. Jamie sendiri sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Gadis itu dikenal oleh hampir seluruh warga Beaufort karena kebaikan hatinya. Ia tipe gadis yang rela menolong makhluk hidup apapun. Ia menjadi relawan di panti asuhan. Gaya berpakaiannya sangat sederhana (kalau tak mau dibilang kuno: sweater cokelat tua dan rok kotak-kotak). Ke mana-mana ia selalu membaca Alkitab dan sering terlihat membaca benda itu dalam setiap kesempatan. Ia bukan tipe gadis yang akan diijinkan untuk keluar hingga larut malam.
Dengan kata lain, ia adalah tipe gadis yang akan membuat kami semua tampak buruk. Setiap kali ia melirik ke arahku, mau tidak mau akan merasa bersalah, bahkan di saat aku tidak melakukan kesalahan apa-apa. (hlm 34-35)
Saat menjelang pesta dansa sekolah, Landon risau karena tak kunjung mendapatkan pasangan untuk pergi ke pesta. Pilihan terakhirnya adalah Jamie. Awalnya Landon mengira Jamie bakal menolak ajakannya, tapi ternyata tidak. Setelah mendapat ijin dari sang ayah, mereka pun ke pesta dansa bersama. By the way, tidak ada hal spesial yang terjadi di pesta dansa, kecuali Landon dan Jamie bersama-sama membersihkan muntahan salah satu teman mereka yang mabuk, dan kemudian sama-sama mengantarnya pulang. Sejak saat itu Landon jadi lebih mengenal Jamie. Jika selama ini ia hanya mendengar tentang kebaikan hati Jamie, malam itu ia menyaksikannya sendiri.

Sejak saat itu Landon jadi sering bertemu dengan Jamie, apalagi mereka akhirnya ikut bermain drama yang ditulis oleh ayah Jamie. Kedekatan ini tidak membuat Landon senang, karena membuatnya menjadi bahan ledekan teman-temannya, terutama Eric Hunter, sahabat karibnya. Saat pementasan drama itulah, Landon akhirnya menyadari bahwa ia ternyata Jamie sebenarnya bisa tampil menawan kalau gadis itu mau. Landon mulai menyukai Jamie, sampai-sampai ia rela melakukan apa saja bagi Jamie, termasuk membantu Jamie mengumpulkan wadah sumbangan bagi anak-anak panti asuhan yang disebar Jamie di berbagai tempat.

Singkat cerita, mereka jadian. Mereka bahagia. Namun kebahagiaan mereka tak berlangsung lama. Jamie mulai menunjukkan tanda-tanda kalau dirinya tidak sehat. Jamie mengidap leukemia. Landon akhirnya mengetahui hal tersebut, walau tadinya Jamie dan ayahnya menyembunyikan fakta itu dari Landon, supaya cowok itu tidak cemas. Hanya saja, penyakit jamie semakin hari semakin parah, jadi tidak mungkin terus-terusan menyembunyikannya dari Landon. Hati Landon hancur. Namun ia tetap mencintai Jamie, malaikatnya, apapun yang terjadi. Di saat-saat terakhir, Landon melamar Jamie. Dan kedua pasangan itu pun menikah.

Selesai? Nanti dulu. Meski saya sudah menceritakan secara ringkas tentang isi buku ini, tentu saja akan lebih mengasyikkan jika kalian membaca sendiri buku ini. Buku ini ditulis dengan indah, sehingga saya lupa kalau ceritanya standar. A Walk To Remember amat menyentuh hati saya. Ada perasaan hangat saat saya membaca buku ini. Tokoh Jamie begitu inspiratif. Ia adalah tipe karakter yang membuat saya ingin melakukan hal-hal baik selagi hidup. Berkat Jamie, Landon jadi belajar melihat dunia, teruma cinta, dari sudut pandang yang baru. Kebaikan hati Jamie membuat Landon malu terhadap diri sendiri. Landon anak orang kaya, namun ia menganggap semua yang dimilikinya biasa-biasa saja, sampai ia bertemu dengan Jamie, yang membuat Landon mensyukuri apa yang dimilikinya selama ini.

Momen-momen antara Landon dan Jamie selalu berkesan: obrolan pertama mereka di teras rumah Jamie, malam pesta dansa, latihan dan pementasan drama, kunjungan ke Landon yang mewah, bertemu anak-anak panti asuhan, membagi-bagikan hadiah Natal, dsb. Saya sangat menikmati perkembangan hubungan Landon-Jamie mulai dari sesama remaja yang hanya sekadar saling tahu, hingga menjadi sepasang kekasih, semuanya terasa wajar. Adegan yang paling menguras air mata pembaca kemungkinan besar adalah adegan pernikahan. Saya sendiri tidak terlalu berkaca-kaca pada adegan itu. Yang membuat saya hampir menangis, adalah adegan di mana Landon diam-diam menambahkan uang sumbangan bagi panti asuhan yang tadinya sangat sedikit, sebelum ia menyerahkannya ke Jamie untuk dihitung bersama. Saat mengetahui jumlah uang itu ternyata lebih banyak dari yang diharapkannya, Jamie menangis, karena berarti ia bisa membelikan banyak mainan bagi anak-anak panti asuhan, jauh lebih banyak dari tahun lalu. Yang membuat saya terharu, adalah Jamie sebenarnya sudah tahu bahwa Landon menambahkan uangnya sendiri. Jamie bahagia, karena Landon kini sudah berubah. Laki-laki itu tak lagi hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga rela memikirkan orang lain, dan hebatnya, ia melakukannya diam-diam dan tanpa pamrih.

Terakhir, bagian yang paling membuat saya amat penasaran, adalah ending-nya. Sebelum kembali ke masa kini (saat Landon berusia 57 tahun) Landon mengakhiri ceritanya cuma sampai bagian dia dan Jamie berdiri di altar gereja dengan status sebagai suami-istri. Landon tua tak menyebutkan secara gamblang apakah kemudian Jamie meninggal atau tidak. Karena penasaran, saya melakukan browsing internet, mencari forum diskusi yang membahas akhir cerita buku ini: apakah Jamie meninggal karena leukemia atau tidak. Ternyata, Nicholas Spraks memang sengaja mengakhiri novelnya seperti itu. Ia menyerahkan keputusan terakhir kepada pembaca. Hal ini ternyata terinspirasi dari adiknya sendiri, yang meninggal karena kanker. Nicholas Sparks menggambarkan Jamie persis seperti adiknya, dan, jauh di dalam lubuk hatinya, Mr. Sparks sangat berharap adiknya sembuh. Dalam novel ini, meski rasanya mustahil untuk sembuh dari leukemia, saya cenderung percaya bahwa Jamie akhirnya hidup, dengan mempertimbangkan fakta-fakta berikut:
  1. Landon mengakhiri kisahnya saat ia dan Jamie menikah. Ia tak menyinggung kematian Jamie. Kesimpulan: kemungkinan Jamie hidup.
  2. Setelah mengetahui Jamie sakit parah, Landon berulang kali berkata bahwa hanya mukjizat yang dapat menyembuhkan Jamie (text asli: “Only a miracle could save her"). Kesimpulan: Jamie akan hidup kalau terjadi mukjizat.
  3. Lalu, 40 tahun kemudian, pada kalimat penutup novel ini, Landon berkata, “Aku tersenyum, sambil menatap langit, karena masih ada satu hal yang belum kuberitahukan. Sekarang aku percaya bahwa mukjizat itu bisa saja terjadi." (text asli: "I now believe, by the way, that miracles can happen.") Kesimpulan: seperti kata Landon, mukjizat benar-benar terjadi. Berarti Jamie sembuh.
Tentu saja fakta-fakta di atas bisa didebat. Tapi saya lebih memilih ending yang bahagia. Saya penyuka cerita yang happy ending soalnya. Hehe.

Movie Adaptation:
Film A Walk to Remember dirilis tahun 2002, diadaptasi dari novel karya Nicholas Sparks dengan judul sama yang terbit di Amerika tahun 1999. Film ini dibintangi oleh Shane West dan Mandy Moore, sedangkan Adam Shankman bertindak sebagai sutradara serta Denise Di Novi dan Hunt Lowry memproduseri film ini untuk Warner Bros. Setting waktu dalam novel adalah tahun 1950-an, sementara dalam film mengambil setting tahun 1998.

Film ini mendapat tanggapan cukup memuaskan dari para remaja, terutama remaja cewek, yang mengatakan bahwa film ini membuat mereka termehek-mehek. Film ini memenangkan penghargaan:
  • 2002 MTV Movie Awards kategori Best Breakthrough Female Performance (Mandy Moore).
  • 2002 Teen Choice Awards, kategori Choice Breakout Performance - Actress (Mandy Moore).
  • 2002 Teen Choice Awards, kategori Choice Chemistry (Mandy Moore / Shane West).
Wah, saya jadi penasaran sama filmnya. Apalagi OST-nya bagus-bagus. Sebut saja Only Hope dan Cry yang dinyanyikan oleh Mandy Moore sendiri, juga Dare You To Move-nya Switchfoot yang keren banget itu.

Sutradara: Adam Shankman
Produser: Denise Di Novi, Hunt Lowry
Penulis: Nicholas Sparks (Novel), Karen Janszen (Script)
Pemeran: Shane West, Mandy Moore
Musik: Mervyn Warren
Sinematografi: Julio Macat
Editing: Emma E. Hickox
Studio: Gaylord Films, Di Novi Pictures, Pandora Cinema,
Distribusi: Warner Bros.
Tanggal rilis: 25 Januari 2002
Durasi: 102 menit
Anggaran: $11.8 juta
Pendapatan kotor: $47,494,916
(sumber: wikipedia)

28 komentar:

  1. *Toss Buku A Walk to Remember ku juga covernya yang gini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. *toss*
      btw baru-baru ini aku nonton filmnya. walau banyak perbedaan dengan buku, filmnya cukup bagus. tapi kalau disuruh milih antara buku dan film, saya lebih memilih bukunya. :)

      Hapus
  2. loh, aku kira endingnya emang dibikin si Jamie hidup. ternyata endingnya digantung ya :O
    soalnya kalimat terakhirnya yang ini "Aku tersenyum, sambil menatap langit, karena masih ada satu hal yang belum kuberitahukan. Sekarang aku percaya bahwa mukjizat itu bisa saja terjadi." aku pikir adalah kata lain dari "Jamie masih hidup loh teman-temaann"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penulisnya bilang kalau endingnya sengaja gak nyebutin Jamie hidup. Tapi saya setuju kok kalau kalimat tsb mengidikasikan kalau Jamie memang hidup.

      Hapus
  3. Nggak tahan buat nggak baca repiu penuh spoiler Vahn di sini. Soalnya sudah bertahun-tahun mencari bukunya dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia, tetap saja belum pernah berhasil menemukannya. *garuk-garuk jendela* Huhuhu, kepingin baca. :| *koq malah curhat*

    Anyway, kalau memang poin ketiga, kalimat penutup Landon, seperti itu, kemungkinan Jamie masih hidup. Tapi pemikiran kalau Jamie hidup koq bikin agak sedikit nggak rela ya. :)) Oke, oke, lupakan. Happy ending bagus buat kesehatan koq. :P

    BalasHapus
  4. mau nanya dong ada yang jual versi bahasa inggrisnya ga sih ? thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ada tolong sms ke 087808010420 yaaa, Jakarta.... + Harga & Ongkir Thanks ^_^

      Hapus
  5. Sebenarnya kami punya novel ini, sayangnya sudah terjual..

    BalasHapus
  6. kisah mereka berdua mulai terlihat dan sangat romantis di saat Landon tau klo si Jamie sakit leukimia. trus pd saat jamie di rawat.. bener2 mengharukan :')

    BalasHapus
  7. Beli novel ini yang indo version dimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak aku ada versi indo nya, kalau mau WA: 083871493132 thx yaa:)

      Hapus
    2. Masih ada ga versi indonya

      Hapus
  8. Ada yang punya novel ini versi inggrisnya ga? Kalau ada sms ya 08995667612 makasih

    BalasHapus
  9. Ada yang punya novel ini versi inggrisnya ga? Kalau ada sms ya 08995667612 makasih

    BalasHapus
  10. saya juga mau dong kak novel ini, kalo bisa versi yg bahasa inggrisnya kalo ada kabari ke nomer 087808010420 yaa :D makasih

    BalasHapus
  11. me too , i wanted to get this novel.

    BalasHapus
  12. Aq br baca novel ini, ternyata ada aplikasi novelnya di android. Unduh saja di playstore. Ceritanya asik. Aq percaya akhirnya mukjizat memang terjadi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, makasih infonya. Saya juga sudah cek playstore, dan memang ada.

      To all yang nanya soal ebook novel ini, silakan download via playstore. Gratis tuh. Tapi nggak yakin resmi apa kagak. Hehe.

      Hapus
  13. Aku belum nonton filmnya Pan. Emang diputer di tivi ya? I'm a Nicholas Sparks freak, tapi filmnya baru nonton sebiji, Dear John (yang bukunya aku sayang-sayang banget karena sesuatu hal -kau mungkin bisa menebaknya, hehehe...)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bobos. Lumayan sering diputer di tv.
      Aku belum nonton Dear John maupun baca bukunya. T.T

      Hapus
  14. Kalo di film, yang jadi Landon lumayan cocok, sayang pas nikah kurang greget *spoilerrrr

    BalasHapus
  15. Setuju mbak, sebenarnya kisahnya biasa. Mainstream kan. Tapi pas baca hampir nangis pas dibagian akhir. huhu
    Ini novel pertama yang aku baca dari Nicholas Spark.
    Sebelnya sih pas novel ini difilmin, beda deh cerita difilm sama dinovel. Jadi kecewa sama filmnya.

    BalasHapus
  16. This following competitor for greatwebsitebuilder.com/ your money actually recognizes ways to attract attention from the Linkgroup. The Thunderhead TH2.5 has a lot of various The Best Low Flow Shower Heads Available in 2017 features that provide

    BalasHapus
  17. which is simple yet ingenious in its layout. mixcloud.com/ It still utilizes a solitary lever, Refer but the lever just fluctuates, with best kitchen faucets the additionally down it going making the water hotter. Best Kitchen Faucet The design is so best and also basic that customers will Kitchen Faucet Reviews question how they have been operating.

    BalasHapus

Back to top