26 Mar 2013

Blind Date by aliaZalea

Judul: Blind Date
Penulis: aliaZalea
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Maret 2010
Tebal: 272 hlm.
ISBN: 9789792258899
Rating: 4/5

Sinopsis:
"Anda ingin pasangan date Anda tingginya antara 165 hingga 180 sentimeter?"
"Betul."
"Untuk umur, Anda memilih antara 26 hingga 40. Betul?"
"Ya."
"Anda terbuka dipasangkan dengan laki-laki dari berbagai ras?
Aku tertawa mengiyakan.
"Anda mengharuskan pasangan date Anda single dan unattached. Apakah Anda bersedia dating dengan laki-laki yang statusnya baru 'pisah' dengan istri mereka?"
"Nggak. Saya ingin laki-laki single, se-single-single-nya."

Rencana hidup Titania Larasati buyar setelah menemukan Brandon, pacarnya selama tiga tahun, berselingkuh dengan sekretarisnya. Dalam usaha untuk melupakan kejadian itu dan kata-kata yang diucapkan oleh Brandon bahwa dialah satu-satunya laki-laki yang akan pernah menginginkannya, Titania rela mengeluarkan dua ribu dolar untuk memperoleh jasa blind date profesional, yang menjanjikan sebuah pernikahan dalam waktu kurang dari enam bulan. Dengan bantuan adiknya yang suka sok tahu dan agen blind date yang pantang menyerah, Titania bertekad membuktikan bahwa Brandon salah.

Buat para cewek, apa yang akan kamu lakukan bila suatu saat kamu mendapati cowokmu, yang sudah kamu pacari selama tiga tahun, sedang ber-doggy style-ria dengan sekretarisnya? Syok? Bisa jadi. Marah? Apalagi. Lempar suriken? Hihi, itu sih kalau kamu seorang ninja. Yang jelas, Titania Larasati langsung mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungannya dengan Brandon, pacarnya kedapatan berselingkuh itu. Namun Brandon tidak terima diputuskan oleh Titania. Dia geram sekali sewaktu Titania memutuskan hubungan mereka. Dengan penuh percaya diri pria itu berkata bahwa Titania tidak akan bisa mendapatkan laki-laki lain yang mencintainya sebesar rasa cinta Brandon para dirinya.

Merasa tertantang oleh kata-kata Brandon, Titania ingin membuktikan bahwa ucapan Brandon keliru. Berkat bantuan adiknya, Titania mendapatkan informasi mengenai jasa kencan buta. Meski dengan begitu Titania harus merogoh kocek sebesar 2.000 USD untuk membayar jasa kencan buta tersebut, dengan jaminan dalam kurun waktu maksimal 6 bulan, wanita itu akan mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kriteria laki-laki yang diingkannya.

Setelah beberapa kali melakukan kencan buta, Titania menyadari ternyata tidak mudah menemukan laki-laki yang cocok dengannya. Sebenarnya syarat yang diajukan Titania nggak muluk-muluk banget kok (tinggi 165 – 180 centimeter, umur 26 – 40 tahun, terbuka untuk berbagai ras, single dan unattached, serta tidak boleh duda). See? Sesimpel itu. Tapi untuk bisa klop ternyata tidak gampang. Malah, Titania justru sering memikirkan laki-laki yang tempo hari bertemu dengannya di super market, yang memintanya memilihkan bahan-bahan untuk membuat caesar salad. Nama pria itu Reilley. Dia memang ganteng sih, bodinya bagus, dan mata birunya sanggup membuat Titania melayang. Tanpa sadar, wanita itu mulai membanding-bandingkan teman-teman kencan butanya dengan Reilley. Akibatnya, hampir semua kencan butanya berakhir mengecewakan.

Sosok Reilly memang mulai mengisi hati Titania. Apalagi laki-laki itu kemudian muncul lagi dan menyelamatkan Titania ketika Brandon mencoba menganggu wanita itu pada malam perayaan Helloween. Namun, karena Reilley tidak menunjukkan ketertarikan kepada Titania, wanita itu menjadi pesimis dan menutuskan untuk tetap melanjutkan kencan buta yang diatur oleh jasa kencan buta yang sudah dibayarnya. Akan tetapi, pada salah satu kencan buta yang berlokasi di sebuah restoran Perancis, Titania mendapatkan sebuah kejutan…

Baca cerita selengkapnya dalam Blind Date karya aliaZalea.

Well, saya menyesal membaca Miss Pesimis duluan, bukannya Blind Date. Penyebabnya adalah Miss Pesimis berkisah tentang adik Titania (yang dalam buku ini sering menjadi tempat curhat Titania). Nah, dalam buku Miss Pesimis, tokoh Titania muncul kembali, meski hanya sebagai pelengkap. Yang saya sesalkan adalah dalam buku Miss Pesimis, kita dapat mengetahui bahwa hidup Titania cukup bahagia bersama suaminya. Grr... kenikmatan membaca Blind Date jadi terganggu karena sejak awal saya sudah mengetahui siapa yang menjadi jodoh Titania di akhir cerita.

Namun begitu, tanpa spoiler dari buku Miss Pesimis pun, sebenarnya pembaca sudah dapat menebak akhir cerita buku ini, dan karena kisah dalam buku ini cukup ringan, pembaca jadi tak perlu bersusah payah mengikuti alur ceritanya. Saya sendiri, walau sudah bisa membayangkan endingnya seperti apa, saya tetap bisa menikmati buku ini. Ceritanya mengalir, dialog-dialog antar tokohnya pun sangat hidup. Pada bab Caesar Salad misalnya, aliaZalea menjadikan obrolan tentang caesar salad menjadi begitu asyik untuk dinikmati. Lucu dan manis, bikin saya jadi senyum-senyum sendiri. Hehe.

Seperti biasa, saya suka gaya bercerita aliaZalea yang rapih. Dialog para tokoh dalam buku ini memang terkesan seperti membaca novel terjemahan. Hal ini cukup wajar, mengingat setting ceritanya bukan di Indonesia, melainkan di Amerika. Akan konyol jadinya jika semua dialog ditulis dalam bahasa Inggris kan? Nah, obrolan yang terasa ‘Indonesia banget’ adalah ketika Titania bercakap-cakap dengan adiknya lewat telepon. Beberapa kalimat bahasa Inggris sengaja disisipkan oleh penulis dalam buku ini, untuk menegaskan hal yang ingin disampaikan para tokoh, tapi tentu saja dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan.

Sayang sekali saat mendekati ending, alur ceritanya terkesan terburu-buru dan dipaksakan. Saya curiga, jangan-jangan bagian tersebut sebenarnya panjang, tapi kemudian dipangkas untuk mengurangi jumlah halaman. Tapi itu cuma asumsi saya saja sih. Secara keseluruhan, saya sangat menikmati membaca buku ini. Sangat cocok dibaca untuk menemani waktu santai kamu. Bila dibandingkan dengan Miss Pesimis, saya lebih menyukai buku ini. Novel ini memang easy reading. Nggak ngampang lho menulis novel yang easy reading. Seperti yang dibilang Nathaniel Hawthorne, "Easy reading is damn hard writing." Buku ini mungkin bukan karya terbaik aliaZalea, tapi tetap layak dibaca.

***

2 komentar:

  1. aku juga suka gaya bercerita aliazalea, rapi dan enak dibaca banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju. entah mengapa banyak yang ngasih rating rendah sama buku ini. padahal gaya berceritanya asik banget.

      Hapus

Back to top