21 Mei 2012

New Moon (Dua Cinta) by Stephenie Meyer

Judul Buku: New Moon (Dua Cinta)
Seri: Twilight Saga #2
Penulis: Stephenie Meyer
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009 (Agustus, Cetakan XIV)
Tebal: 600 Halaman
ISBN: 9789792238303
Harga: Rp. 68.500,-
Rating: 4/5

Isabella Swan berulang tahun ke-18 namun ia merasa gelisah, karena berarti ia bertambah tua setahun, sementara Edward Cullen, kekasih vampir-nya tetap berusia 17 tahun, dan tak bertambah tua sedikipun—ingat kan, setelah menjadi vampir, tubuh manusia para vampir tak akan lagi bertambah tua?

Kegelisahan tersebut membuat Bella tak ingin menerima kado apapun baik dari Edward dan keluarga Cullen, maupun dari ayahnya sendiri. Namun Bella tak kuasa menolak saat keluarga Cullen memaksanya untuk merayakan pesta ulang tahun di rumah mereka. Saat akan membuka kado, tangan Bella terluka. Tiba-tiba Jesper Cullen, yang belum bisa sepenuhnya mengendalikan dahaga vampirnya berusaha menyerang Bella. Dalam usahanya menolong Bella, Edward Cullen mendorong gadis itu hingga mengantam meja, membuat lengan Bella terluka makin parah dan mengucurkan banyak darah akibat terkena pecahan kristal. Di luar dugaan, keluarga Cullen yang lain menatap Bella dengan ekspresi lapar. Untung saja mereka masih bisa mengendalikan diri, sementara Jesper sendiri sudah diamankan. Carlisle, ayah Edward yang berprofesi sebagai dokter kemudian mengobati Bella. Pesta ulang tahun yang harusnya bahagia itu berakhir tak sesuai harapan.

Untuk melindungi Bella agar kejadian tersebut tak terulang lagi, Edward dan keluarganya memutuskan untuk pindah dari Forks. Perpisahan Bella dengan Edward membuat gadis itu syok berat. Selama berbulan-bulan Bella menghabiskan waktu layaknya mayat hidup, sebab cahaya hidupnya telah padam bersama dengan kepergian Edward.

Berbulan-bulan kemudian, Bella akhirnya memutuskan untuk bangkit dan menjalani hidup mulai dari awal lagi demi Charlie, sang ayah. Bella kemudian pergi ke La Push, menemui Jacob, teman masa kecilnya. Di luar dugaan, Jacob ternyata sanggup membuat hari-hari Bella menjadi lebih cerah. Ayah Bella bisa melihat perubahan itu dan mendukung Bella bergaul dengan Jacob.

Saat hiking sendirian di hutan, muncullah Laurent, vampir yang pernah menjadi anggota James (di buku pertama, James hampir saja membunuh Bella, tapi digagalkan oleh Edward dan saudaranya). Ada rasa senang dalam hati Bella saat pertemuan tersebut, menandakan bahwa apa yang pernah terjadi pada dirinya, tentang vampir dan segala macam, juga tentang Edward, bukanlah mimpi. Namun rasa senang itu tak berlangsung lama, karena Laurent ternyata diperintahkan oleh Victoria, kekasih James untuk mengawasi apakah Bella masih dalam lindungan keluarga Cullen atau tidak. Victoria yang dendam kekasihnya dibunuh oleh Edward bermaksud mengincar Bella. Laurent yang sedang kehausan mengambil inisatif untuk menghabisi Bella tanpa menunggu Victioria sendiri yang melakukannya. Saat itulah muncul lima serigala besar, menggagalkan tindakan Laurent. Laurent kemudian kabur sambil terus dikejar kelima serigala tadi. (Wah, Bella selalu beruntung ya?)

Cerita kemudian bergulir hingga kemunculan Alice, adik perempuan Edward. Dalam ‘penglihatan’ Alice, ia melihat Bella bunuh diri, tapi ternyata penglihatannya kurang tepat. Bella baik-baik saja. Namun Edward terlanjur mempercayai penghilatan Alice, dan memutuskan untuk menemui keluarga Volturi—keluarga vampir besar di Italia, meminta mereka mengakhiri hidupnya.

Bagaimanakah nasib Edward selanjutnya? Lalu bagaimana dengan Jacob, sosok yang telah membuat Bella kembali berbahagia sejak ia patah hati? Apakah Bella akan pergi begitu saja ke Italia dan meninggalkan Jacob yang memohon padanya untuk tidak pergi?

Baca kisah lengkapnya di New Moon.

***

Wah, tampaknya saya malah meringkas bukunya kelewat detail ya? Uhm, tapi nggak juga ding. Saya nggak menceritakan tentang apa atau siapa sebenarnya serigala besar yang menyelamatkan Bella di hutan kan? (Walau saya yakin kamu pasti sudah mengetahuinya, hehe).

Sekali lagi, mohon diingat, bahwa novel ini adalah novel romance. Bumbu-bumbu tentang vampir dan, ehem, manusia serigala hanya sekadar tambahan. Jadi jangan terlalu berharap di dalamnya terdapat banyak adegan pertarungan yang berdarah-darah.

Saya pribadi menyukai buku kedua ini berkat hadirnya manusia serigala atau werewolf. Sekali lagi, Stephenie Meyer melanggar ‘aturan’ yang berlaku tentang werewolf, sebagaimana ia melanggar aturan tentang vampir yang selama ini kita kenal dari film maupun buku-buku. Misalnya, pertama, wujud werewolf ternyata tidak seperti manusia yang berdiri tegak. Werewolf tetap berwujud seperti serigala biasa, namun ukuran tubuhnya jauh lebih besar, menyerupai beruang dewasa, dan jauh lebih kuat serta memiliki kecepatan luar biasa. Kedua, proses transormasi werewolf tidak lama dan menyakitkan, melainkan sangat cepat—hanya dalam sekali kedipan mata. Ketiga (tambahan dari Lila) nggak harus menunggu bulan purnama untuk bisa bertransformasi. :)

Mengenai karakter Bella di buku ini, banyak yang tidak suka karena dia terlalu apa ya… er… yah, terlalu lembek gitu deh (maaf, saya memang nggak pandai mendeskipsikan dengan lebih baik). Tapi saya justru kagum pada Bella. Coba pikir, berapa banyak gadis di luar sana yang mengalami patah hati sedemikian parah namun tetap berprestasi di sekolah, rajin mengerjakan PR, bahkan tetap telaten menurus rumah? Yep, karena meski dalam kondisi patah hati parah, Bella tetap menjalani hidupnya dengan baik dan tetap cemerlang di sekolah. Memang sih, terkadang Bella terlalu cengeng. Tapi… aduh gimana ya, mungkin karena saya cowok, jadi saya justru memaklumi sifat Bella tersebut. Kalau bisa sih, saya mau menjadikannya istri... tapi sayang saingan saya terlalu berat: vampir dan manusia serigala gitu loh. Nope. Saya mending mundur teratur.

Yak, daripada makin melantur, mari kita akhiri saja (semacam) review ini. Terlepas dari berbagai ‘aturan’ yang dilanggar oleh Stephenie Meyer sang penulis, saya menyukai konsep baru tentang werewolf di buku ini (dan konsep vampirnya). 4/5 bintang? Yah, namanya juga guilty pleasure. :P


My reviews for this series:
1. Twilight
2. New Moon
3. Eclipse

6 komentar:

  1. katanya sih itu bukan werewolf, tp disebut shifter, makhluk yg bs ganti2 bentuk kapan aja, ga perlu bulan purnama bunder dulu. Tp ga tau jg ding. Sdh lamaaaa bgt bacanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? Wah, info menarik. Maklum, baru sekarang baca Twilight Saga, padahal era-nya sudah ganti. Vampire Academy dan The Vampire Diaries, kan? :D

      Hapus
    2. coba baca Vampire Academy, seru bukunya, hehe. Nggak suka Vampire Diaries, apalagi serinya, mending Twilight deh :))

      Hapus
    3. Wokeh, Vampire Academy memang sudah jadi incaran (walau telat, haha).

      Hapus
  2. Tentukan pilihan cewek idolamu, vaan :D

    http://s240.photobucket.com/albums/ff153/lilass1051/?action=view&current=380619_3301465332992_1158718867_32539327_178002902_n.jpg

    (Blogger ni ga bisa upload poto di komen ya? Apa aku yg ga bisa? ) *kejer*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga keliatan gambarnya di sini, tapi sudah aku liat linknya. Ehm... Pilihanku antara Hermione dan Bella. Hermione, kayaknya terlalu pinter buatku. Jadi, pilih Bella aja deh. Hehehe.

      Hapus

Back to top