1 Feb 2015

As Seen On TV - Christian Simamora (review buku Secret Santa 2014) | Tebak Secret Santa | Pengakuan Secret Santa

Judul: As Seen On TV
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Twigora, 2014
Tebal: 484 hlm.
ISBN13: 9786027036215

Sinopsis:
AKU INGIN JADI ORANG YANG KAMU INGAT SAAT GEMBIRA, BUKAN YANG KAMU HUBUNGI SAAT SEDANG KESEPIAN SAJA.

Dear pembaca,

Jujur saja, sekali ini, aku benar-benar bingung harus mulai bercerita dari mana dulu tentang novel ini. Apakah harus kumulai dari pengakuan pribadiku bahwa novel ini yang paling melibatkanku secara emosional dibanding karya-karya sebelumnya? Ataukah tentang ide dasar ceritanya yang merupakan ketakutan terbesarku?

Mungkin kamu familier dengan alur cerita novel ketiga belasku ini. Bisa jadi, aku malah mengingatkanmu pada seseorang di masa lalu atau malah yang kau kenal sampai sekarang. Kukatakan padamu, novel ini memang tentang dia. Tentang seseorang yang setengah mati ingin kamu benci—karena mungkin hanya dengan begitu kamu bisa berhenti peduli. Tentang dia yang teramat berarti sekaligus yang sering membuatmu menangis seorang diri.

Jadi, apa keputusanmu? Apakah kamu siap berbagi tawa dan luka bersamaku sekarang? Aku tidak akan menjanjikan apa-apa lagi padamu... selain bahagia menanti di halaman akhir novel ini.

Selamat jatuh cinta.

CHRISTIAN SIMAMORA

As Seen On TV. Sebuah judul yang mengundang tanya, bukan?

Alkisah, ada sebuah sinetron Indonesia yang memiliki konsep seperti drama Korea, direncanakan hanya 26 episode saja. Judul sinetronnya, agak-agak bikin ngakak nih, “Siang Jadi Kenangan Malam Jadi Impian” atau biasa disingkat SJKMJI. Anak-anak sekolah minggu jaman dulu pasti tahu banget kalau kalimat “siang jadi kenangan, malam jadi impian” adalah potongan lirik yang sering banget dinyanyikan di sekolah minggu (entah apa yang ada di benak Bang Ino sewaktu memutuskan menjadikannya sebagai judul sinetron. LOL). Masih ingat Sarah, tokoh utama di All You Can Eat? Nah, si Sarah ini yang menulis naskah sinetron tersebut.

Anyway, menjelang episode terakhir SJKMJI, sinetron tersebut menjadi trending topic di twitter. Orang-orang penasaran bagaimana akhir ceritanya. Menurut rumor yang beredar, sinetron SJKMJI diangkat dari kisah nyata. Setelah dikonfirmasi, Sarah nyebut bahwa SJKMJ memang dari kisah nyata. Dalam rangka menyambut episode terakhir SJKMJI, admin akun twitter National Riches Magazine (@NationalRiches) berhasil membujuk Javier Vimana (@jbvimana), tokoh nyata yang kisah hidupnya diangkat menjadi sinetron, untuk melakukan wawancara live. Dan ketika Javier mulai bercerita di twitter, kisah di novel ini pun dimulai. Itulah mengapa judul novel ini As Seen On TV. Kisah yang kita baca di novel ini adalah kisah nyata seperti yang ditonton orang-orang di sinetron Siang Jadi Kenangan Malam Jadi Impian. (Ngakak lagi deh baca judulnya). :))

Kisah novel ini cukup klise, yaitu sahabat jadi cinta. Dan seperti biasa, Bang Ino sukses mengolah tema-tema klise menjadi cerita yang menyenangkan untuk diikuti. Kendra dan Javier adalah sahabat dekat. Saking dekatnya, Kendra tahu kebiasaan Javi yang suka melakukan one night stand dengan banyak perempuan dan merasa fine-fine aja dengan kebiasaan temannya itu. Javi pun cukup terbuka terhadap Kendra, ia tak merasa risih untuk menceritakan pengalaman-pengalaman cintanya dengan berbagai wanita terhadap Kendra. Yang Javi tidak tahu, Kendra sebenarnya sudah lama menyimpan perasaan lebih dari sekadar sahabat terhadap Javi. Awalnya persahabatan Kendra dan Javi berjalan mulus-mulus saja. Kemudian terjadilah sebuah peristiwa yang membuat Kendra benar-benar patah hati terhadap Javi. Persahabatan keduanya pun berada di ambang kehancuran.

Apa gerangan yang telah dilakukan Javi, yang sukses membuat Kendra mengalami patah hati parah? Baca sendiri novelnya ya. ;)

***

Saya ingin berterima kasih kepada Santa yang dengan baik hati telah memberi saya novel ini. Jujur, saya sangat menyukai ceritanya. Saya memang selalu menyukai karya-karya Christian Simamora (Bang Ino). Dibandingkan dengan dua buku sebelumnya (Guilty Pleasure dan Come on Over), saya lebih menyukai buku ini. As Seen On TV mengingatkan saya pada Pillow Talk (juga karya Bang Ino), bedanya, yang menjadi ‘player’ di sini adalah tokoh laki-laki, yaitu Javi.

Saya suka chemistry antara Kendra dan Javi. Persahabatan keduanya terasa manis. Saya bahkan ikut merasakan patah hati seperti yang dirasakan oleh Kendra. Memang, kalau cinta itu ya harus diungkapkan, jangan disimpan dalam hati saja. Kendra memang beberapa kali memberi sinyal kepada Javi, namun sinyal saja terkadang memang tidak cukup, apalagi kalau orang yang disukai itu tidak peka. #bukancurhat #okedehcurhatdikit

Seperti karya-karya Bang Ino sebelumnya, novel ini pun diberi label “novel dewasa”, jadi jangan kaget bila pembaca mendapati cukup banyak adegan panas di novel ini. Pembaca yang belum cukup umur harap mencari bacaan lain. Tapi, kalau memang kurang nyaman dengan adegan kipas, bisa juga kok men-skip adegan-adegan tersebut. Nggak akan rugi melewatkan adegan panasnya, karena ceritanya sendiri memang menarik untuk diikuti, alur ceritanya juga mengalir, ditambah gaya bercerita yang membuat betah.

Meski menyukai gaya bercerita dalam novel ini, saya merasa sedikit kurang puas karena konflik ceritanya yang kurang tajam. Alur ceritanya juga cukup klise, sehingga, yah, mau tidak mau saya agak jenuh juga. Namun saya tetap mengapresiasi penulis yang selalu mampu mengolah tema-tema pasaran menjadi cerita yang asyik untuk diikuti hingga halaman terakhir.

Saya selalu menanti karya Bang Ino selanjutnya. Gaya bercerita adalah faktor utama yang membuat saya rela membeli karya-karyanya. Eh, khusus yang ini, saya dikasih sama Santa deng, jadi lumayan berhemat. Hehehe.


***


Tebak Secret Santa:
Okeeeeeh. Saatnya menebak siapa Santa saya yang baik hati itu. Bagi yang belum tahu, tahun lalu saya mengikuti event Secret Santa yang diadakan oleh BBI. Dari tiga buku yang menjadi wish-list saya, saya mendapat As Seen On TV ini. Sang Secret santa memberi clue dalam bentuk surat yang sudah saya bahas di postingan ini. Sejujurnya, saya sempat bingung mengenai identitas si Santa baik hati tersebut. Tapi setelah melakukan sedikit analisis dan dibantu beberapa teman, maka saya mengambil kesimpulan bahwa Santa saya adalah… Selviana Rahayu.

Moga-moga tebakan saya ini benar. Kalau salah, malu-maluin banget, udah pede banget ini nebaknya. Trims ya, Selfie, eh, Selvi. Kamu luar biasa! Suratmu akan selalu abang simpan. :D

Pengakuan:
Nah, sekarang saya mau membuka identitas saya kepada target saya.

Dear, Target.
Namamu adalah Istiningdyah Saptarini. Kau adalah penyuka bacaan bergenre contemporary romance, mystery, dan chicklit. Jujur saja, aku tak pandai membuat riddle. Maka dari itu, aku membuat riddle yang gampang-gampang saja. Lagi pula, kita belum saling kenal waktu itu, jadi kupikir tak apa membuat riddle yang mudah, biar kau tak bingung (ini kenapa jadi aku-kau begini ngomongnya ya?).

Ada sedikit cerita sewaktu membuat clue buat kamu. Clue yang kamu terima itu diketik lewat komputer, kan? Nah, tadinya saya ingin membuatnya dengan tulisan tangan. Tapi entah saya grogi atau gimana, saya berkali-kali melakukan typo saat menulis clue tersebut. Entah berapa kertas yang berakhir di tempat sampah lantaran sering typo, padahal isi cluenya singkat saja. Hadeh...

Saya senang kamu menyukai kadonya. Bliss-nya dibaca juga ya. :D


Salam,
X N A T B C N A, alias
K A N G O P A N (tebakanmu benar!)
Baca Bareng Januari: Buku Secret Santa

28 komentar:

  1. Kang opan...selpinya..kok beda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengutip Hani: "An Abundance of Selpi" #eaaah

      Hapus
  2. Ini Selpi yang manaaaa???? #tamparkangOpanbiarbangun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakakak. Gak perlu ditampar Mbak Lil. Aku sudah menampar diriku sendiri berkali-kali tadi.

      Hapus
  3. Hakakakakak. Buru-buru ralat ah, sebelum ketahuan Selpi.

    BalasHapus
  4. Wkwk numpang ngakak sambil makan onde2 :D

    BalasHapus
  5. *ikut kejungkel* bahkan kesalahan Kang Opan pun tetap membuat teman-teman terhibur. Engkau memang diberkahi dengan humorisme semesta Kang. Semoga segala mahkluk mencintaimu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin. Makasih MasDi. Tapi makhluk tak kasat matanya jangan ya. Ekeu takeut.

      Hapus
  6. Segala makhluk...errrr..... **tutup mata batin**

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Vinaaaa... ((segala makhluk))

      Hapus
  7. Sebelum ngasih kode itu memang harus memastikan klo frekuensinya sama, klo ga susah di-decipher nanti :D
    *nungguin Selvi sambil nyemil biskuit milna*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di-decipher? Aku curiga jangan-jangan Mba Bzee #terImitationGame nih. :D

      Hapus
  8. hahaha memangnya tadinya Kang Opan salah ya? >,<
    ah Kang Opan sih enak ada yang bantu... jadi gampang deh ketahuan hahaha
    eh aku lho gak ada yang bantu dan sampai sekarang Santaku belum ngaku *tjurhat

    iya, Kang Op, betul kok itu dirikyu *tutup muka
    maaf ya cuma kasih 1 dari 3 buku wishlist. sebenarnya mau kasih at least 2 dari 3 tapi berhubung deadline nya gak cocok sama tanggal gajian (hahahaha so ashamed) jadilah aku kirim hanya 1 buku. sungguh, aku minta maaf... akhirnya aku hanya bisa kasih pembatas buku sebagai tambahan... ^.^

    surat balasan Kang Opan lucu bingits bikin aku seharian cengar-cengir padahal pikiran lagi butek kala itu :D hahaha terima kasih banyak Kang Op, sudah mau sebegitu repotnya membalas suratku di tengah kesibukan Kang Op mencuci kolor-kolor itu =))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kyahahahahahhahahahah. Sumfah, Selpi, aku malu bingits. Jadi tebakanku harusnya bener ya, namamu Selvi. Cuma... cuma... yang aku tulis di postingan di atas, tadinya adalah nama Selvi yang lain! Alamat blognya juga beda. Haiyaah. Kok bisaaaa gitu loh. Blunder banget. Dikasih tahu Mbak Vina tadi pagi. Selvi-nya kok beda? *andai bisa membelah bumi, aku bakalan segera masuk ke dalamnya dan gak keluar-keluar lagi*

      Aduh, gpp kali Sel, aku kan nyebut 3 buku sebagai wish-list biar kamyu tidak kesulitan mencari salah satu di antaranya. Dan kayaknya kamu memang bisa membaca isi hatiku yang terdalam, dengan ngasih ASOT. Awww. I like that book. Pembatas bukunya juga. XD

      I'm glad you like my surat balasan. Sama, akyu juga suka surat darimu. Maaf ya kalau aku minta bantuan teman untuk menebak siapa dirimu. Otak aku gak prima sih. Bahkan clue darimu saja aku nggak ngeh. Yang ngeh malah mba Bzee. Wkkwkwk.

      Semoga Santamu segera mengaku yaaaa. :D

      Hapus
  9. Kang, nanti ada balas-balasan surat season 2 ga? :p
    *kesenengan bacanya* xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saia tergantung sama Princess ajah. XD *tutupin muka*

      Hapus
  10. Kang, surat buat princess yang di post di FB lain kali masukin sini gih, biar kita terhibur gituu hahaha
    Btw, diantara review2 lain baru dirimu lho yg ngereview suka sama ceritanya ASOT, yg lainnya pada bosen gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Er... yang di Fb ya? Tahun lalu itu kan? Udah lamaaa.

      Gitu ya Ky? Aku memang suka ASOT sih, dibanding dua buku sebelumnya. Seru aja gitu, karakter Kendra dan Javi. Apalagi Javi-nya kayak Wolverine... (((bulu))). :p

      Hapus
  11. Kang itu judul sinteronnya bikin kamu nyanyi ga? Soalnya tiap kali saya baca judul itu pasti sambil nyanyi :))))))) #yousingyoulose

    BalasHapus
    Balasan
    1. LOL. Aku nyanyi, Mbak Des. Malah sempat nyanyi dari awal... "Hepi ya ya ya, hepi ye ye ye..." :))

      Hapus
  12. makasi ya kang hadiah sama riddlenya yang gampang :p. Ternyata ada cerita dibalik clue singkat di hamparan kertas luas. hahaha
    Blissnya pasti dibaca! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Isti. Salam kenal ya. :)

      Hapus
  13. akhir2 ini CS gencar nelurin karyanya ya >.< pukpuk kantong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang CS memang lagi fokus menulis pasca mengundurkan diri dari Gagas Media sebagai editor. Semoga karya-karyanya semakin bagus.

      Hapus

Back to top