26 Mar 2015

Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh - Dee

Judul: Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
Seri: Supernova #1
Penulis: Dee
Penerbit: Truedee Pustaka Sejati
Cetakan: IX, November 2010
Tebal: x + 251 hlm.
ISBN13: 9789799625779

Sinopsis:
Di dunia dengan jarak yang kian menyusut dan pikiran yang dituntut untuk kian mengglobal, Supernova bisa memberikan beberapa alternatif perspektif untuk memandang eksistensi manusia dan relasinya dengan seluruh aspek kehidupan. Mikro dan makro. Karena Supernova adalah virus. Virus pikiran.

Tinggal satu pertanyaan:

Siapkah Anda terinfeksi?

Sebenarnya saya telah membaca novel ini tahun 2014 kemarin. Namun beberapa waktu yang lalu, terbit keinginan untuk membaca ulang buku ini. Saya merasa, saat membacanya kali pertama, masih banyak hal yang belum sepenuhnya saya pahami tentang buku ini. Soal plot tidak sulit untuk diikuti, karena sesungguhnya plotnya sederhana. Saya sepertinya memang gagal paham mengenai esensi buku ini. #otakteflon

Berhubung buku ini memiliki unsur romance dan filosofi dibalut nuansa sci-fi yang kental, saya pikir pas sekali membaca ulang buku ini karena berhubungan dengan event Around the Genres in 30 Days: Genre Sci-fi & Fantasy.

Baik, kita mulai dari plotnya. Kisah Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh dimulai dengan pertemuan antara Ruben dan Dhimas di Washington DC, Amerika Serikat. Mereka berdua sama-sama berasal dari Indonesia. Ruben kuliah di Johns Hopkins Medical School dan Dimas di George Washington University. Pada suatu event, mereka saling mengakui bahwa masing-masing adalah gay. Singkat cerita, keduanya saling jatuh cinta.

Sepuluh tahun telah berlalu namun perasaan di antara mereka masih tetap menyala. Untuk merayakan satu dekade hubungan mereka, keduanya memutuskan untuk membuat sebuah karya sastra masterpiece, yaitu sebuah novel yang menggabungkan unsur romance dengan sains. Seperti apa cerita yang mereka tulis?

Mereka menulis kisah yang merupakan metafora dari cerita Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh. Sang Ksatria bernama Ferre, bekerja di sebuah perusahaan multinasional, ia memiliki segalanya di usia yang masih relatif muda. Sementara itu, sosok Puteri diwakili oleh Rana, jurnalis yang saat itu bertugas mewawancarai Ferre. Kisah berlanjut, keduanya saling jatuh cinta, walaupun saat itu Rana berstatus sebagai istri orang. Rana yang sejak awal menikahi suaminya, Arwin, tanpa landasan cinta, menemukan apa yang selama ini ia cari justru dari sosok yang bukan suaminya.

Tokoh selanjutnya adalah Bintang Jatuh, yang diwujudkan melalui sosok peragawati cantik bernama Diva. Diva tak sekadar peragawati berotak kosong. Selain cerdas, ia memiliki pemikiran yang jauh di atas kesadaran manusia pada umumnya. Oh, dan dia juga adalah seorang pelacur kelas atas bertarif ribuan dollar.

Ada lagi tokoh misterius yang sengaja dihadirkan oleh Ruben dan Dhimas, yaitu sosok spiritual dunia maya (Cyber Avatar) yang dikenal dengan nama Supernova. Supernova mampu menjawab banyak pertanyaan seputar kehidupan. Melalui Supernova, para tokoh dalam dongeng Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh menjadi saling terhubung.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta terlarang antara Ferre dan Rana? Seberapa penting peran Diva dalam hubungan mereka? Lalu siapakah sebenarnya Supernova, yang menjadi pelarian bagi individu yang haus akan jawaban-jawaban tentang kehidupan?

Baca kisah lengkapnya dalam Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, sebuah karya gemilang (dan menguras energi otak) dari Dee.

Seperti yang saya ungkapkan di awal, plot KPBJ sebetulnya sederhana. Tentang pasangan gay yang menulis kisah cinta berbalut sains. Para pembaca akan disuguhkan sebuah cerita di dalam cerita. Yang membuat novel ini tidak sesederhana plotnya, yakni pada setiap adegan, termasuk keputusan-keputusan yang diambil para tokoh, serta konflik yang hadir, oleh Dee dikaitkan dengan berbagai macam cabang ilmu dan teori sains, juga filsafat. Barangkali karena faktor baca-ulang, membaca lagi buku ini membuat saya menjadi lebih paham atas pemikiran-pemikiran Dee yang anti mainstream. (Mungkin juga otak saya kebetulan sedang prima-primanya, hehe).

Dalam review sebelumnya, saya menyebutkan bahwa saya kurang menyukai sosok Diva. Kini, saya meralat pernyataan saya tersebut. Tokoh Diva adalah yang paling saya sukai di buku ini! Barangkali karena saya telah (sok) memahami yang namanya teori relativitas, sehingga beberapa hal yang kurang saya pahami tentang Diva sebelumnya, kini telah mampu saya pahami. Inilah yang saya sukai dari kegiatan baca-ulang. Saat membaca ulang, kita bisa menemukan detail-detail penting yang dulu terlewatkan.

Akhirnya, penilaian akhir saya pun berubah. KPBJ yang dulunya saya beri 3 bintang, kini mendapat 5 bintang penuh dari saya. Saya semakin mengagumi sosok Dee sebagai penulis. Saya dibuat ‘orgasme otak’ setelah membaca buku ini. Akibatnya, saya jadi ingin segera membaca kelanjutan serial Supernova, dengan harapan besar bahwa saya akan mendapatkan kembali pengalaman yang sama seperti ketika membaca buku ini.


Dibaca dalam rangka event #BBIAnniversaryProject2015 #SFF

5 komentar:

Back to top