14 Mei 2015

Divergent (Divergent #1) - Veronica Roth

Judul: Divergent
Seri: Divergent #1
Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Anggun Prameswari
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, April 2012
Tebal: 543 hlm
ISBN13: 9789794336977

Sinopsis:
Satu pilihan, menentukan apa yang harus kau percaya.
Satu pilihan, memastikan siapa yang kau turuti, selamanya.

Chicago, usai perang nuklir yang menghancurkan dunia. Pada usia 16, setiap orang harus mengambil pilihan yang akan menentukan seluruh jalan hidupnya.

Beatrice memilih meninggalkan Faksi Abnegation yang tanpa pamrih untuk bergabung dengan para pemberani di Faksi Dauntless. Meninggalkan orangtuanya, membuang namanya untuk hidup bersama faksi yang baru. Beatrice menjadi Tris, berharap menemukan jati dirinya bersama para Dauntless. Namun, Tris harus lulus inisiasi terlebih dulu agar bisa diterima. Tak ada jalan kembali. Tak lulus inisiasi berarti Tris akan bergabung dengan orang-orang yang terbuang. Hidup menggelandang.

Berhasilkah ia bertahan di komunitas yang kadang kebrutalan dianggap sama dengan keberanian?

Divergent berkisah tentang Beatrice Prior, gadis 16 tahun yang tinggal di Chicago pasca perang nuklir yang menghancurkan dunia puluhan tahun silam. Sepanjang hidupnya, Tris tinggal bersama keluarganya yang berasal dari faksi Abnegation, sebuah komunitas yang tak pernah mementingkan diri sendiri. Abnegation adalah tempat bagi mereka yang tak segan membantu orang lain—cocok dengan lambang faksi tersebut, yaitu tangan yang saling menggenggam. Karena tak pernah mementingkan diri sendiri, faksi Abnegation diberi kepercayaan untuk memimpin pemerintahan.

Para pendahulu di masa lalu membentuk sistem faksi untuk menjaga perdamaian. Total seluruhnya ada lima faksi. Faksi pertama adalah Abnegation, yang tak mementingkan diri sendiri. Faksi kedua, Candor, yang selalu mengatakan kejujuran dan pernah sekalipun berbohong. Ketiga adalah Amity, si pencinta damai. Faksi berikutnya adalah Erudite, yang haus akan ilmu pengetahuan. Faksi terakhir adalah Dauntless, si pemberani. Dauntless digambarkan sebagai faksi yang tak kenal takut dan bersedia melindungi orang lain.

Pada usia 16 tahun, semua orang wajib menjalani test untuk menentukan faksi masing-masing. Secara umum, setiap remaja mendapatkan hasil tes sesuai dengan faksi tempat mereka berasal. Namun tak jarang pula seseorang harus meninggalkan faksi lamanya dan bergabung dengan faksi baru yang sesuai dengan kepribadiannya.

Beatrice, adalah salah satu remaja yang tak yakin dengan faksi lamanya. Walau dibesarkan sesuai ajaran dan peraturan Abnegation, ia merasa tak nyaman dengan itu semua. Ia tak seperti kakaknya yang akan langsung membantu orang lain tanpa berpikir lama. Ia merasa tak seperti orang tuanya yang tak mementingkan diri sendiri. Dengan pikiran yang terbagi antara ingin tinggal atau pergi dari Abnegation, Tris pun menjalani tesnya. Hasilnya di luar dugaan. Alih-alih cocok dengan salah satu faksi, ia justru mendapatkan hasil di mana ia cocok untuk lebih dari satu faksi, yang artinya, ia adalah seorang Divergent! Tori, petugas yang menangani tes Beatrice mewanti-wanti gadis itu agar merahasiakan hasil tesnya, sebab siapapun yang mendapatkan hasil Divergent akan disingkirkan, atau tepatnya, dibunuh.

Pada hari menentuan faksi, Beatrice akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Abnegation dan bergabung dengan Dauntless. Di Dauntless, Beatrice mengganti namanya menjadi Tris. Sebelum resmi menjadi bagian dari faksi pemberani tersebut, Tris dan anak baru lainnya harus menjalani inisiasi Dauntless yang di luar dugaan ternyata sangat mendera fisik dan mental. Tris harus berhasil melewati inisiasi dengan hasil yang baik, paling tidak ia tak boleh berada di urutan paling bawah, atau ia akan menjadi seorang Factionless—yaitu orang-orang yang tidak diterima oleh faksi manapun.

Di saat yang sama, Tris mendengar rumor bahwa faksi Erudite tengah menyebar rumor mengenai faksi Abnegation yang dikabarkan menyalahgunakan posisi mereka di pemerintahan. Mau tak mau, Tris jadi memikirkan orang tuanya. Benarkah Kaum Abnegation seperti yang dituduhkan Erudite? Benarkah kabar bahwa Erudite akan merebut pemerintahan dengan memanfaatkan kaun Dauntless? Lalu bagaimana dengan nasib Tris yang seorang Divergent?

Kelima Faksi (sumber)
Divergent adalah kisah distopia yang menurut saya memiliki gaya bercerita yang menarik dan tidak membosankan. Alur ceritanya pun mengalir lancar. Hanya saja, sepanjang membaca buku ini, saya merasa ada yang mengganjal mengenai sistem faksi dalam kisah ini. Barangkali karena ini buku pertama, sehingga banyak informasi yang masih ditahan oleh penulis, misalnya; siapa sebenarnya yang memiliki ide awal untuk membagi komunitas menjadi lima faksi? Apa latar belakangnya? Saya kok ragu ya bahwa manusia dapat dibagi menjadi segelintir faksi dan diharapkan untuk selalu bersikap sesuai dengan faksinya. Ambil contoh; apa iya kaum Candor selalu mengatakan kebenaran tanpa menyulut konflik sama sekali? Benarkah kaum Dauntless selalu pemberani dan tak pernah menyerah pada rasa takut? Apakah Erudite kerjanya hanya belajar dan meneliti secara terus-menerus tanpa sedikit pun bersantai dan bersenang-senang?

Jika memang ‘para pendahulu’ yang membentuk sistem faksi memiliki kekuasaan sedemikian besar untuk ‘memaksa’ masyarakat memilih faksi, di manakah mereka sekarang? Siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap kaun Divergent? (Dautless? Kalau iya, apakah hal tersebut disetujui oleh faksi lain?). Dan benarkah para Factionless hanyalah kumpulan orang-orang tidak berguna? Bagaimana bila suatu saat mereka bersatu dan mengimpun kekuatan untuk melakukan pemberontakan?

Yah, hal-hal semacam itulah yang mengganggu saya sepanjang membaca buku ini. Menurut saya sebuah kisah distopia seharusnya menjabarkan dengan lengkap kondisi dunianya, dan akan lebih baik lagi bila ‘kondisi ideal’ yang ‘dipaksakan’ tersebut mampu membuat para pembaca merasa tidak nyaman sehingga berharap bahwa hal serupa tidak terjadi di dunia nyata. Tapi sepertinya sistem faksi dalam buku ini bukanlah hal yang menakutkan, hal ini terlihat dari masyarakatnya yang memang nyaman dengan kondisi mereka yang terkotak-kotak tersebut. Konflik antar-faksi di buku pertama ini hanya dipicu oleh kepentingan pribadi dari salah satu pemimpin faksi.

Mau tidak mau, saya jadi membandingkan buku ini dengan The Hunger Games, yang menurut saya memiliki latar yang jelas serta karakter yang lebih kuat. Katniss memilih untuk terjun ke arena Hunger Games demi menggantikan adiknya. Sementara Tris dalam Divergent lebih banyak galau antara ingin tinggal atau ingin keluar dari faksi lamanya, sehingga terkesan bahwa Tris adalah remaja yang hanya memikirkan diri sendiri.

Terlepas dari berbagai hal yang saya sebutkan di atas, Divergent adalah cerita yang ringan, penuh aksi, dan menarik diikuti, asal kita tak perlu mempertanyakan detail-detail remeh tentang faksi. Terima saja apa yang disajikan penulis. Dan mengenai romance, kisah antara Tris dan Four sayang banget untuk dilewatkan. Four itu siapa? Yah, mendingan baca sendiri bukunya ya. Hehe. Saya memberi poin plus untuk kisah romance di buku ini yang, syukurlah, tak mengandung unsur cinta segitiga. Hanya Tris dan Four. Dan itu sudah cukup.

Read Big Challenge 2015

3 komentar:

Back to top