19 Mei 2015

Say Cheese and Die! (Goosebumps #4) - R.L. Stine

Judul: Say Cheese and Die!
Seri: Goosebumps #4
Penulis: R.L. Stine
Penerbit: Scholastic, 1992
Format: Ebook, 149 hlm

Sinopsis:
Greg thinks there is something wrong with the old camera he and his friends found. The photographs keep turning out wrong. Very wrong. Like the snapshot Greg took of his father's new car that shows it totalled. And then Greg's father is in a nasty wreck.

But Greg's friends don't believe him. Shari even makes Greg bring the camera to her birthday party and take her picture. Only Shari's not in the photograph when it develops. Is Shari about to be taken out of the picture permanently?

Who is going to take the next fall for... the evil camera?

Cerita berawal ketika Greg dan ketiga kawannya sedang bengong, nggak tau mau ngapain. Akhirnya mereka memutuskan untuk adu berani dengan cara saling menantang satu sama lain untuk masuk ke Coffman house, sebuah rumah yang sudah terlantar bertahun-tahun. Coffman adalah nama yang tertulis di kotak suratnya, tapi tak ada yang benar-benar tahu sejarah rumah tersebut. Konon, rumah tua itu dihuni oleh Spidey, seorang gelandangan yang sebisa mungkin dijauhi orang-orang. Sebenarnya Greg merasa memasuki Coffman house bukan ide yang baik, tapi saat mengutarakan hal tersebut, ia malah jadi bahan ejekan teman-temannya. Greg pun akhirnya setuju dan ikut masuk ke rumah tua Coffman.

Di rumah itulah, persisnya di basement, Greg menemukan tempat penyimpanan rahasia, yang di dalamnya tersimpan kamera berlensa panjang. Ukuram kamera itu lumayan besar dan bobotnya berat. Greg mengambil foto Michael, salah satu temannya, dan hasil fotonya langsung keluar dari kamera. Tapi alih-alih menampilkan Michael yang sedang berpose di tangga, foto tersebut malah menampilkan Michael yang sedang terjatuh dari tangga. Dan, tak lama kemudian, Michael benar-benar jatuh dari tangga.

Belum pulih dari syok, keempat sahabat dikejutkan oleh suara seseorang yang memasuki rumah. Itu adalah Spidey. Dengan panik, keempatnya berusaha kabur lewat pintu belakang, sambil memapah Michael yang kakinya terkilir gara-gara terjatuh tadi. Sementara itu, kamera yang ditemukan Greg tadi tanpa sengaja terbawa olehnya saat berusaha kabur dari kejaran Spidey (kalau saya bilang sih itu modus, secara Greg sejak awal sudah naksir kamera tersebut. Alasannya aja ngomong nggak sengaja kebawa. Hih. #abaikankomentarini).

Tampaknya si Greg kena batunya gara-gara membawa kabur sesuatu yang bukan miliknya. Kamera tersebut berkali-kali mengambil gambar yang keliru. Awalnya Greg mengira kameranya rusak. Misalnya, saat mengambil foto mobil baru keluarganya, hasil foto malah menampilkan kondisi mobil yang rusak parah. Tak lama kemudian, mobil baru tersebut memang mengalami kerusakan yang parah—persis seperti di foto.

Apakah kamera tersebut memang dapat meramalkan masa depan? Atau justru kamera itulah yang menyebakan semua hal mengerikan yang terjadi di sekeliling Greg?

Premis cerita Goosebumps 4 ini cukup menarik, yaitu tentang kamera pembawa petaka. Horor yang disajikan lewat foto hasil jepretan kamera lumayan membuat penasaran dan kadang tak tertebak. Misalnya ketika Shari, teman Greg, yang tak tampak dalam foto padahal Greg jelas-jelas mengambil fotonya. Atau ketika Greg mengambil foto mobil keluarganya, saya bertanya-tanya kejadian macam apa yang membuat kondisi mobil tersebut sedemikian hancur? Dan berkaitan dengan mobil itu, R.L. Stine menghadirkan salah satu adegan yang sukses membuat saya merasa ngeri. Wow.

Namun saya merasa kurang sreg pada bagian yang menceritakan bagaimana Greg mendapatkan kamera tersebut. Ini sih sama aja kayak ngajari anak-anak bahwa tidak apa-apa memasuki rumah kosong yang angker agar tidak dibilang penakut. Tidak apa-apa juga mengambil properti di dalamnya, toh rumah kosong ini. Kecuali maksud Mr. Stine adalah memberi pesan bahwa jangan iseng ngembat barang mirik orang lain kalau tidak mau kena batunya. Tapi kan, kebetulan saja kamera yang Greg ambil memang bukan kamera biasa, sementara di dunia nyata belum tentu ada benda berbahaya seperti itu.

Secara keseluruhan, ide cerita Say Cheese and Die! cukup menarik bagi saya. Sepanjang membaca, saya selalu menanti adegan Greg mengambil foto—penasaran, kengerian macam apa yang bakal muncul di dalam foto—kemudian menebak-nebak situasi seperti apa yang mengasilkan adegan pada foto tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Back to top