18 Mei 2012

Twilight by Stephenie Meyer

Judul Buku: Twilight
Seri: Twilight Saga #1
Penulis: Stephenie Meyer
Penerjemah: Lily Devita Sari
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009 (Februari, Cetakan X)
Tebal: 520 halaman
ISBN: 9792236023
Harga: Rp. 60.000,-
Rating: 4/5


What, baru baca? Hihi, iyah! Sudah, nanti saya cerita mengapa saya baru membaca Twilight. Atau yang lebih penting, KOK MAU-MAUNYA SIH, BACA TWILIGHT? Sabar… Kita bahas ceritanya dulu. Singkat saja, karena saya yakin sebagian besar pembaca sudah tahu kisahnya. Oh ya, mungkin agak mengandung spoiler juga. Tak apa, kan? :)

Isabella Swan, 17 tahun, memulai hidup baru di Forks. Sebelumnya ia tinggal di Phoenix bersama ibunya. Kini, di Forks, tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai kepala polisi Forks. Bella awalnya tidak menyukai kota kelahirannya itu; kota yang muram, selalu mendung, dan sering hujan. Namun keadaan mulai berubah sejak ia bertemu dengan anak-anak keluarga Cullen di sekolah. Remaja-remaja yang tampan dan cantik, terutama yang paling bungsu, Edward Cullen.

Warga Forks sepertinya menjaga jarak dengan keluarga Cullen. Mungkin karena mereka pendatang, punya tampang kelewat memesona, dan luar biasa kaya. Bagi Bella, ketampanan Edward-lah yang membuatnya tak bisa mengalihkan pikirannya dari pemuda itu. Sayangnya Edward justru bersikap kurang bersahabat. Ia terkesan menghindari Bella, bahkan menunjukkan tampang jijik (membuang muka, menutup hidung, dsb) padahal Bella yakin ia tak berbuat kesalahan apapun, bahkan Bella sampai mengendus rambutnya sendiri untuk memastikan dirinya tidak bau.*saya senyum-senyum geje pada bagian ini*

Peristiwa kecelakaan di parkiran sekolah nyaris merenggut nyawa Bella kalau saja saat itu Edward tidak menyelamatkannya. Bella hampir tak mempercayai penglihatannya sendiri: bagaimana mungkin Edward yang tadinya berada di jauh di seberangnya sedetik kemudian berada di sampingnya, melindunginya dan hantaman mobil, dan alih-alih remuk, justru yang mobil yang menabrak merekalah yang penyok-penyok?  Saat Bella mengkonfirmasi hal tersebut, Edward mati-matian menyangkalnya, sementara Bella yakin dirinya tidak berhalusinasi.

Bella dibuat penasaran oleh Edward Cullen. Apakah manusia super benar-benar ada? Seolah paras Edward yang tampan—berkulit seputih porselen dengan warna mata yang sering berubah-ubah— itu tidak cukup saja! Kecurigaan Bella makin bertambah sejak ia diceritakan ‘kisah-kisah seram’ oleh seorang teman masa kecilnya, Jacob, saat berkunjung ke La Push. Bella pun melakukan sedikit ‘riset’ yang membawanya pada satu kesimpulan: Edward Cullen dan keluarganya adalah vampir.

Kenyataan tersebut tak membuat Bella gentar. Ia terlanjur suka, bahkan cinta pada Edward Cullen. Kenyataannya, Edward pun memiliki perasaan yang sama pada Bella. Alasan ia menghindari Bella selama ini karena aroma Bella yang begitu menggoda. Sebagai vampir, Edward berusaha sekuat tenaga menahan diri agar tak sampai membunuh gadis yang disukainya itu.
Ada tiga hal yang kuyakini kebenarannya. Pertama, Edward adalah vampir. Kedua, ada sebagaian dari dirinya—dan aku tak tahu seberapa kuat bagian itu—yang haus akan darku. Dan ketiga, aku jatuh cinta padanya, tanpa syarat, selamanya.
---o---

Welcome to the first of the insanely-popular-series: TWILIGHT!!! *jerit-jerit histeris* (Diteriakin: "Sudah lewat kaleee masanya!"). Hal yang menahan saya nggak membaca buku ini di awal-awal kemunculannya Indonesia karena genre-nya romance, genre yang kurang saya minati saat itu.

Jadi, apa yang membuat saya berubah pikiran? Adalah situs 9gag.com, sebuah situs yang saya kunjungi di sela-sela jam kantor, situs yang mampu membuat wajah sumpek-gara-gara-kerjaan saya berganti menjadi senyum manis nan unyu (halah). Intinya, film Twilight (dan seri-seri selanjutnya) amat dibenci oleh sebagian besar member di situs tersebut, terbukti dengan banyaknya parodi dan photoshop yang menjelek-jelekkan film Twilight. Yang ada saya justru jadi penasaran dan berpikir, "Sejelek apa sih, Twilight?" Maksud saya, jika ingin ikut-ikutan menertawakan kejelekan Twilight, setidaknya saya harus nonton filmnya atau baca bukunya dulu, kan? Nggak adil dong, ikut-ikutan tertawa tapi nggak pernah baca atau nonton filmnya sama sekali, hehehe. (Ketahuan deh, niat jelek saya. Pingin baca bukunya biar bisa ikut-ikutan ngehina. Hadeh….)

Di luar dugaan, SAYA MALAH JATUH CINTA SAMA BUKU INI. Ya, silakan tertawakan saya. Saya sudah siapin kemoceng untuk menutup wajah malu saya, tapi saya nggak akan mengubah pendapat saya. Well, ketertarikan saya pada buku ini bukan hanya karena genre romance-nya, tapi juga pada konsep baru tentang vampir yang dikenalkan oleh Shepenie Meyer, sang penulis. Siapa sih, yang nggak ingin kayak Edward, muda selamanya, bebas dari rasa sakit, punya kecepatan dan tenaga luar biasa? Cuma..., kalo ingat jadi vampir harus minum darah ya, agak mikir-mikir juga sih, hehe. Btw, keluarga Cullen adalah vampir baik, artinya, mereka tidak minum darah manusia, tapi minum darah hewan. Anggota keluarga yang lain membuat lelucon tentang hal tersebut, menyebut diri mereka sebagai vampir vegetarian. Ada-ada saja. :D

Novel ini sebetulnya bisa dibuat lebih singkat lagi. Apalagi sebagian besar novel ini cuma berisi pujian-pujian Bella terhadap Edward. Doh, bosen juga lama-lama. Apalagi Bella terkadang kelewat berlebihan dalam menggambarkan ketampanan Edward. Misalnya nih, di halaman 255: Aku tak bisa membayangkan malaikat bisa lebih indah daripada dia. Tak ada yang bisa menandinginya dalam hal apapun. Pengen muntah? Sama.

Karakter Bella kelewat lembek untuk ukuran tokoh utama perempuan dalam buku cerita. Mau tak mau saya membandingkannya dengan Katniss (tokoh utama The Hunger Games) yang jauh lebih kuat. Saya pernah membaca suatu artikel yang menyebutkan bahwa novel ini sifatnya sangat personal bagi Stephenie Meyer. Mungkin karakter Bella mirip dengan beliau? Entahlah.

Sejujurnya, novel ini secara isi/bobot masih kalah dibanding, Harry Potter dan The Hunger Games (sorry, beda genre, tapi cuma dua judul itu yang muncul di kepala saya saat ini). Ketegangan justru baru terasa saat mendekati bab-bab terakhir. Harusnya novel ini cuma dapat 2/5  bintang. Tapi… mungkin ini yang namanya guilty pleasure kali ya, karena saya suka sekali buku ini meski saya tahu ceritanya kurang berbobot. Jadi, akhirnya saya memberinya 4/5 bintang. Silakan rajam saja dirikuuuu.


My reviews for this series:
1. Twilight
2. New Moon
3. Eclipse 

16 Mei 2012

Dimsum Terakhir by Clara Ng

Judul: Dimsum Terakhir
Penulis: Clara Ng
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal: 361 hlm.
ISBN: 9792220690
Rating: 3/5

Sinopsis:
Empat perempuan kembar yang mempunyai empat kehidupan berbeda. Empat masa depan yang membingungkan. Empat rahasia masa lalu yang menghantui. Dan satu usia biologis yang terus-menerus berdetik.

Siska Yuanita, Indah Pratidina, Rosi Liliani, dan Novera Kresnawati terpaksa harus pulang untuk mendampingi ayah yang diprediksi tidak punya harapan hidup lagi. Mereka tidak pernah menyangka bahwa kesempatan berkumpul kembali ternyata mengubah segalanya. Pertanyaan-pertanyaan penting tentang kehidupan bermunculan, termasuk ketakutan, kecemasan, dan keangkuhan mengakui bahwa kehidupan dan kematian hanyalah sekadar garis tipis.

Dimsum Terakhir adalah drama penuh harum memikat, cerdas, dan dituturkan dengan amat indah oleh novelis bestseller Indonesia, Clara Ng. Kisah ditulis modis dengan gaya lembut tapi kuat ini menyuarakan keberanian serta kekuatan yang (selalu) ada di setiap hati kita semua.

The (Un)Reality Show adalah novel pertama Clara Ng yang saya baca. Sayangnya novel tersebut membuat saya kecewa, bahkan menyesal telah membelinya (plus, cuma dapat 2/5 bintang dari saya). Sejak saat itu saya berjanji nggak akan pernah lagi membaca novel-novel Clara Ng. Stupid me? Yeah, I admit it.

Tapi… saya akhirnya melanggar janji itu. Saya pikir, rasanya nggak adil menilai Clara Ng segitu buruknya. Secara penulis best seller gitu lho. Harusnya beliau punya karya-karya yang lain yang lebih oke. Maka saya pun beranggapan bahwa saya hanya sial saja karena membaca karyanya yang kebetulan tidak cocok dengan selera saya. Setelah cari info sana-sini, banyak yang merekomendasikan Dimsum Terakhir, yang katanya salah satu novel terbaik Clara Ng.

Saya pun memutuskan mencari novelnya. Untungnya ketemu di… tempat penyewaan! Hahaha. Saya belum mau mengambil resiko membeli novel Clara Ng sebab masih trauma dengan The (Un)Reality Show (duileee sampe segitunyaaa).

Let’s see… sebagus apa sih, Dimsum Terakhir ini?

30 Apr 2012

Hujan dan Teduh by Wulan Dewatra

Judul Buku: Hujan dan Teduh
Penulis: Wulan Dewatra
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 256 Halaman
ISBN: 9797804984
Rating: 2/5

Jujur saja, saya beli novel ini, pertama karena suka banget sama covernya. Kedua, novel ini ternyata pemenang kompetisi menulis novel roman yang diadakan oleh Gagas Media. Penasaran dong, pastinya. Kayak gimana sih, ceritanya? Baca, baca, baca, dan... saat selesai, sebuah pertanyaan terus-menerus bergema di kepala saya: "Heh, yang kayak gini jadi juara pertama?" Kening saya berkerut jelek sekali.

Novel ini berkisah tentang Bintang, seorang perempuan yang menyukai perempuan. Namanya Kaila, cewek cantik berponi pagar. Kala itu mereka masih duduk di bangku SMA, dan, bagaimana pun, hubungan sesama jenis adalah hal yang tidak membanggakan bagi masyarakat kita. Karenanya mereka berusaha menyembunyikan hubungan mereka. Untuk menambah 'penyamaran', baik Bintang maupun Kaila berpacaran dengan cowok. Namun serapat-rapatnya mereka menyembunyikan hubungan cinta terlarang mereka, akhirnya ketahuan juga oleh Reno, pacar lelaki Kaila. Reno yang tidak suka pada Bintang kemudian menyebarkan foto mesra Bintang dan Kaila di situs jejaring sosial, yang membuat Kaila depresi dan memutuskan untuk bunuh diri.

Pada masa kuliah, Bintang bertemu dengan Noval, dalam suatu peristiwa yang tak menyenangkan. Seiring berjalannya waktu, hubungan Bintang dan Noval menjadi lebih baik, dan mereka berpacaran. Noval adalah lelaki yang baik, pada awalnya. Tapi lama-kelamaan Noval mulai menunjukkan perubahan. Dia menjadi terlalu posesif, egois, gampang marah, serta ringan tangan. Bintang mencoba bersabar menghadapi Noval, karena cewek itu sudah terlanjur sayang padanya. Terlebih lagi, Noval sepertinya kesusahan mengatasi temperamennya, selalu memohon-mohon maaf pada Bintang setiap kali ia mulai marah dan bersikap kasar pada Bintang. Sesabar-sabarnya Bintang, akhirnya ia tak tahan juga dengan perlakuan kasar Noval dan sikapnya yang plin-plan. Saat itulah sosok Dewa hadir. Sosok yang sangat perhatian pada Bintang.

Bisa menebak endingnya? Hohoho. Jangan terlalu cepat menyimpulkan. Endingnya menurut saya tidak terduga lho, walau tak mampu membuat saya senang. Maaf.

Alur cerita dalam novel ini maju-mundur. Bagian yang menceritakan masa lalu Bintang saat SMA dicetak dengan hufuf miring (italic). Saya sebenarnya menyukai cerita yang tak melulu alur maju saja, tapi entah mengapa saya malah merasa terganggu dengan alur cerita dalam novel yang ditulis oleh Wulan Dewatra ini. Konfliknya menurut saya agak dipaksakan. Yang membuat novel ini berbeda dari cerita remaja kebanyakan, adalah keberanian penulis mengangkat hubungan sesama jenis dalam buku pertamanya ini. Untuk hal tersebut saya betul-betul mengacungkan jempol.

Baiklah. Saya akan menuliskan beberapa hal yang membuat kening saya berkerut:
  1. Tadinya, saya pikir konflik utama di novel ini adalah tentang hubungan Bintang dan Kaila. Saya pikir, tema lesbianlah yang akan dikupas oleh sang penulis, tentang pergolakan batin Bintang yang mempertanyakan orientasi seksualnya dan sebagainya (apalagi ketika itu Bintang masih SMA kan?). Ternyata saya salah. Kisah Bintang-Kaila hanya sekadar 'tempelan'.
  2. Begitu mudahkah bagi seseorang untuk mengubah orientasi seksualnya? Kok rasanya begitu gampang Bintang jatuh cinta pada laki-laki?
  3. Saya menyerah. Saya tak paham makna dari judul novel ini. Hujan dan Teduh itu maksudnya apa? Menggambarkan hubungan Bintang dan Kaila? Er... tapi kisah mereka bukan konflik utama, kan? Otak saya memang lemot, Sodara-Sodara. Ada yang bisa menjelaskannya pada saya?
  4. Karakter Bintang sangat datar. Untuk orang yang pernah suka perempuan, sikap Bintang terlalu lempeng ketika ia mengalami perlakuan kasar dari lelaki. Masa iya dia nggak berpikir untuk mencari pasangan yang lebih lembut, misalnya mencari 'cewek' lain saja?
  5. Karakter Noval terlalu... apa ya namanya... nggak jelas? Dikit-dikit marah, dikit-dikit minta maaf. Plin-plan. Makanya, saat dia muncul lagi di *sensor-takutnya-spoiler* saya sangat meragukan keramahannya. Tak ada yang bisa menjanjikan bahwa sifat Noval sudah berubah.

Well, saya memang bukan seorang profesional dalam menilai suatu bacaan (tentu, karena penilaian saya lebih banyak unsur subjektifnya. Hehe.). Saya sih, tak meragukan kredibilitas para juri Gagas Media yang memilih novel ini sebagai juara. Saya hanyalah orang awam yang berusaha menikmati bacaan saya. Dan, ketika saya tak mampu menikmati suatu bacaan, maka saya tak mau berpura-pura bilang suka. Mungkin saya yang belum mampu menemukan 'permata' dalam novel ini.

Maaf, sekali lagi maaf, saya cuma memberikan 2/5 bintang.

27 Apr 2012

The Unknown: Melacak Pesawat Misterius by Katherine Applegate

Judul: The Unknown: Melacak Pesawat Misterius
Seri: Animorphs #14
Penulis: Katherine Applegate
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999
Tebal: 158 hlm.
Rating: 3/5

Sinopsis:
Ada gosip baru di kota. Seseorang menemukan benda yang bisa membuktikan keberadaan alien asing dari planet lain. Dan mereka menyembunyikannya dalam sebuah markas yang disebut zona 91--tempat paling rahasia di Bumi. Cassie, anak-anak Animorphs lain, dan Ax sudah tahu tentang kehidupan di planet lain. Mereka menyadari para Yeerk bakal berusaha menyusup ke zona 91 untuk menyelidiki apakah benda itu bisa menjadi ancaman bagi misi mereka di Bumi. Jadi Animorphs memutuskan untuk mampir ke zona 91. Tapi apa yang mereka temukan di sana benar-benar tidak seperti yang mereka harapkan.

Buku ini hadir dari kegiatan iseng membeli buku bacaan bekas secara online. Tapi seperti yang sering terjadi, buku ini tak langsung dibaca dan akhirnya lenyap entah ke mana (keselip gitu deh). Hingga beberapa waktu yang lalu, pas lagi asik berbabu-ria (bersih-bersih kamar kos) saya menemukan buku ini di salah satu kardus tempat saya menaruh segala macam barang. Saya baca-baca sekilas... dan langsung jatuh cinta!

Para ABG tahun 90-an pasti tahu serial ini. Serial karya K.A. Applegate tersebut sama terkenalnya dengan Goosebumps-nya R.L. Stine. Tapi kala itu saya lebih gemar membaca Goosebumps ketimbang Animorphs. Saya lebih menyukai kisah horror dan tak begitu tertarik pada fiksi ilmiah. Seingat saya, satu-satunya seri Animorphs yang pernah saya baca adalah seri pertama, yang sekarang tidak saya ingat lagi detail ceritanya. Kini, setelah membaca seri ke-14 ini, saya justru jadi ingin membaca seri-seri sebelumnya, dan tentu saja, penasaran dengan seri selanjutnya… Dem!

Quick info: Animorphs berkisah tentang enam ABG, terdiri dari lima manusia (Cassie, Marco, Rachel, Jake, Tobias) dan satu alien bernama Ax, yang berjuang secara rahasia untuk menyelamatkan bumi dari serbuan bangsa alien jahat yang disebut Yeerk. Berbekal kemampuan berubah wujud menjadi binatang, keenam anak manusia (plus alien) itu berusaha semampu mereka untuk menghentikan sepak terjang Yeerk. Dari mana mereka memperolah kemampuan ajaib itu? Hmmm… baca sendiri aja ya buku pertamanya. Atau gugling deh. *diinjak*

24 Apr 2012

Good Fight by Christian Simamora

Judul: Good Fight
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia, 2012
Tebal: 514 hlm.
ISBN: 979780545X
Rating: 4,5/5

Sinopsis:
Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu.
Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.

Puaskah kau dengan cinta seperti itu?
Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu?

Berhentilah mengabaikanku.
Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.

Hanya aku—bukan dia.

Novel terbaru Christian Simamora ini memang te-o-pe be-ge-te! Setelah sekian lama menunggu terbitnya novel terbaru Abang Chris, akhirnya penantian saya terbayar sudah. Novelnya kali ini (lagi-lagi) tidak mengecewakan para penggemarnya (baca: saya). Saya memang menyukai karya-karya Christian sejak duetnya bersama mbak Windy Ariestanty dalam novel Shit Happens (fyi, Shit Happens inilah yang sukses membuat saya menjadi penggemar setia kedua penulis itu). Good Fight adalah novel ke-8 Chris setelah sebelumnya menerbitkan Pillow Talk. Sama seperti Pillow Talk, Good Fight masuk dalam kategori ‘novel dewasa’ berkat adanya (or should I say: banyaknya?) adegan panas dalam novel ini (Good Fight malah lebih panas dari Pillow Talk lho, menurut saya).

Novel yang sebagian besar mengambil setting di kantor majalah fashion bernama Mascara ini berkisah tentang Tere dan Jet, dua rekan kerja yang mempunyai hubungan buruk kayak Tom and Jerry. Tere sebagai fashion editor Macara, dan Jet sebagai fotografer yang sering bekerja sama dengan tim redaksi Mascara. Setiap kali bertemu atau berpapasan, mereka selalu saja bertengkar, saling ejek, saling menjatuhkan mental satu sama lain. Benar-benar nggak bisa cocok deh. Hingga akhirnya tragedi terjebak di lift kantor secara perlahan mengubah hubungan mereka. Ditambah lagi, mereka ternyata memiliki kesamaan nasib: sama-sama 'hanya' menjadi kekasih simpanan. Kesamaan nasib tersebut membuat hubungan mereka yang tadinya kurang harmonis perlahan-lahan menjadi lebih akrab. Bahkan menjadi lebih… uhm, romantis??? Wait, wait… Tere nggak mungkin banget, jatuh cinta sama Jet? Jet gitu loh, orang yang selama ini jadi musuhnya. Ditambah lagi, status mereka masing-masing masih sebagai simpanan orang kan? Tapi Tere nggak bisa membohongi hatinya sendiri, bahwa dia memang mulai ada rasa pada Jet, sebagaimana Jet yang memang sejak awal menaruh hati pada Tere.

15 Apr 2012

Cewek Paling Badung Di Sekolah by Enid Blyton

Judul: Cewek Paling Badung di Sekolah
Seri: Si Bandung #1
Penulis: Enid Blyton
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2012 (Cover Baru)
Tebal: 272 hlm.
ISBN: 9789792280302
Rating: 5/5

Sinopsis Goodreads:
Elizabeth Allen sama sekali tak senang waktu diputuskan ia harus bersekolah dan tinggal di asrama. Di rumah ia memiliki segalanya, apa saja yang bisa membuatnya senang. Di sekolah pastilah ia akan tersiksa. Maka Elizabeth memutuskan untuk menjadi anak paling nakal, paling badung. Tetapi ternyata hasilnya jauh di luar dugaannya.

Cewek Paling Badung di Sekolah adalah seri pertama dari empat seri 'Si Badung' karya Enid Blyton. Meski saya tak banyak membaca karya-karya Enid Blyton yang lain (Lima Sekawan, Sapta Siaga, dll), saya termasuk beruntung sempat membaca buku ini waktu kecil.

Elizabeth Allen, 11 tahun, berparas manis, kaya, dan manja. Saking manjanya, ia jadi kurang ajar. Kelakuannya sangat nakal. Selama ini ia menjalani homescholling seperti anak-anak kaya lain di Inggris pada masa itu. Nona Scott, guru privat Elizabeth akhirnya tak tahan menghadapi kelakuan nakal Elizabeth dan memutuskan untuk berhenti. Karena kesulitan mencari guru pengganti, orang tua Elizabeth akhirnya memutuskan mengirimnya ke sekolah berasrama: Whyteleafe.

Elizabeth tidak suka dengan keputusan orang tuanya. Ia melakukan segala macam cara agar tidak dikirim ke Whyteleafe, mulai dari bertingkah lebih nakal dari biasanya, sampai bersikap sangat manis dan sopan. Sayangnya keputusan orang tuanya sudah bulat.  Suka atau tidak suka, Elizabeth tetap harus bersekolah di sana.

10 Apr 2012

A Very Yuppy Wedding by Ika Natassa

Judul: A Very Yuppy Wedding
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal: 288 hlm.
ISBN: 9792231811
Rating: 5/5

Sinopsis:
The life of a business banker is 24/7, dan bagi Andrea, banker muda yang tengah meniti tangga karier di salah satu bank terbesar di Indonesia, rasanya ada 8 hari dalam seminggu. Power lunch, designer suit, golf di Bintan, dinner dengan nasabah, kunjungan ke proyek debitur, sampai tumpukan analisis feasibility calon nasabah, she eats them all. Namun di usianya yang meninjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya. So she should be smiling, right?

Not really. Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding, calon mertua yang perfeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya. Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berikan untuk Adjie tidak sia-sia, ketika ia menghadapi kenyataan bahwa tunangan sempurnanya mungkin berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri.

Welcome to the world of Andrea Siregar, the woman with the most rational job on the planet as she is making the most irrational decisions in her own personal life.

A Very Yuppy Wedding (AVYW) berkisah tentang Andrea (biasa disapa 'Dre'), seorang bankir muda, berwajah cantik dengan paras indonya, penuh semangat dalam bekerja (secara kalo nggak semangat semangat, gimana ia bisa memenuhi kebutuhannya nge-mall, makan-makan di restoran, membeli barang-barang branded dan segala macam lainnya?). Andrea punya hubungan serius dengan pria tampan bermana Adjie, rekan kerja yang juga satu bank dengannya. Karena aturan di bank tidak membolehkan sesama pegawainya menikah, kedua pasangan ini harus menyembunyikan rapat-rapat hubungan mereka. Hanya sedikit yang tahu kalau mereka pasangan kekasih. Rencananya, jika saatnya menikah, salah satu dari mereka akan mundur.

Pacaran sembunyi-sembunyi ternyata tidak mudah. Adrea harus berusaha keras menahan cemburu saat Adjie digoda teman lawan jenisnya di kantor. Begitupun Adjie, cemburu berat saat tahu bahwa banyak lelaki yang menggoda Andrea (salah satunya Radit, mantan pacar Andrea). Sama-sama keras kepala, kesalahpahaman pun sering terjadi di antara mereka, dan ini benar-benar membuat saya gemas. Andrea juga dibuat pusing dengan rencana pernikahannya, mulai dari wedding planner yang suka merecokinya di sela-sela rapat melalui telepon dan sms bertubi-tubi, hingga ketakutannya menghadapi calon mertua perfeksionis yang berbeda adat, membuat saya makin penasaran bagaimana ending kisah cinta Andrea-Adjie ini.

AVYW adalah novel pertama Ika Natassa. Untuk ukuran novel pertama, gaya bertuturnya menurut saya asyik untuk dinikmati. Memang sih, Mbak Ika bukan tergolong awam dalam dunia tulis-menulis karena sebelumnya ia sudah sering menulis berbagai artikel di majalah (infotnya sih begitu kakaaak...). Apalagi cara berceritanya lincah dengan diselingi humor-humor segar yang sanggup membuat saya tersenyum manis. Hehe.