8 Des 2013

EDNASTORIA - Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion by Syahmedi Dean

Judul Buku: EDNASTORIA - Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion
Judul Asli: L.S.D.L.F. - Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion
Seri: Tetralogi Fashion #1
Penulis: Syahmedi Dean
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 280 hlm
ISBN: 9789792297737
Rating: 3/5

Setelah sekian lama berangan-angan memiliki tetralogi fashion karya Syahmedi Dean, akhirnya impian saya terwujud setelah Gramedia Pustaka Utama mengeluarkan box-set tetralogi ini, dengan sampul yang didesain ulang. Menurut saya sampul baru lebih menarik dan eye catching. Plus, gambar sampulnya mewakili keempat karakter penting dalam tetralogi ini. Namun saya sempat merasa kecele. Tadinya saya pikir setiap buku diceritakan dari sudut pandang masing-masing karakter, misalnya buku pertama dari sudut pandang Alif, buku kedua dari sudut pandang Didi, dan seterusnya. Ternyata tidak demikian. Tokoh utama tetralogi ini adalah Alif, sementara Didi, Raisa, dan Nisa hanyalah tokoh pendamping (walau mereka tetap memegang peranan penting dalam setiap buku). Saat menulis reviu ini, saya baru membaca buku pertama dan kedua.

Buku pertama ini bertajuk EDNASTORIA: Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion. Alif, Didi, Nisa, Raisa adalah empat sahabat yang berbeda karakter, namun keempatnya memiliki kesamaan yang melekatkan mereka satu sama lain: fashion dan lontong sayur. Alif dan ketiga sahabat kentalnya memang berkerja di bidang yang berhubungan dengan fashion, dan mereka selalu menyempatkan diri untuk makan siang bersama. Meski sering berbalut barang-barang bermerk, ternyata selara makan mereka tidak muluk-muluk. Yap, mereka sama-sama suka lontong sayur!

Alif bekerja sebagai editor pada sebuah majalah fashion terkenal. Alif punya penggemar rahasia yang tidak diketahui jenis kelaminnya. Komunikasi yang mereka lakukan hanya melalui fasilitas email. Alasan mengapa Alif terus mempertahankan komunikasi dengan si penggemar rahasia adalah karena si pengirim email misterius tersebut selalu memberi masukan terhadap Alif terkait pekerjaannya di majalah, baik itu saran maupun kritik yang membangun. Tak jarang mereka terlibat adu argumen, karena Alif ingin mempertahankan pendapatnya.

Original Cover
Sementara itu di kehidupan nyata, Alif bertemu dengan perempuan cantik yang belakangan menjadi rekan sekerjanya. Namanya Edna. Memiliki wajah menarik, berpenampilan trendi, berkepribadian ceria dan agak manja, membuat gadis ini mendapatkan perhatian khusus dari Alif. Gayung bersambut, Enda pun menaruh minat terhadap Alif. Mereka pun memutuskan untuk menjalin hubungan rahasia. Mereka bertaruh, untuk sama-sama menjaga kerahasiaan hubungan mereka, jangan sampai ketahuan orang lain. Sekali hubungan mereka ketahuan oleh rekan kerja atau kenalan mereka, maka usailah hubungan kucing-kucingan tersebut.

Inti cerita buku pertama ini sebenarnya berkutat pada hubungan rahasia Alif-Edna, serta hubungan unik Alif dan si pengirim email yang berjenis kelamin tidak jelas. Memang ada kisah-kisah selingan yang menyangkut masa lalu Alif yang ternyata pernah menikah tapi kemudian bercerai, juga tentang seorang model misterius bernama Ajus. Tapi secara keseluruhan saya merasa alur cerita novel ini cenderung datar. Untungnya penulis mampu memikat pembaca melalui gaya berceritanya yang menarik. Penulis juga menggambarkan dunia kerja di majalah fashion dengan begitu detail sehingga membaca dapat memperoleh gambaran seperti apa bekerja di majalah fashion (latar belakang penulis memang dari dunia tersebut). Bisa jadi, pembaca akan tertarik untuk bekerja di majalah fashion. Pokoknya pembaca yang fashion freak akan benar-benar terpuaskan bila membaca novel ini. Sementara pembaca yang benci dengan barang-barang branded, mending jauh-jauh deh dari novel ini, karena barang-barang branded memang bertebaran di mana-mana.

Alasan saya ‘hanya’ memberi bintang 3 terhadap novel ini lebih karena plot ceritanya yang datar. Di luar itu, saya sangat menyukai buku ini. Dunia fashion memang cukup menarik bagi saya (walau di dunia nyata saya sama sekali tidak fashionable *ngakak*). Karakter-karakter dalam buku ini juga menarik. Oh ya, meski plot ceritanya cerderung datar, novel ini memiliki kejutan-kejutan yang tak terduga, terutama endingnya yang bikin syok. Twistnya benar-benar mantap. Saya sampai melongo dibuatnya. Good job, Mr. Dean! >.<b

2 komentar:

  1. Kenapa judulnya jadi Ednastoria ya, kak?
    Aku penasaran sama ini juga, pengen tau aja gimana sih cara penulis menceritakan kehidupan pekerja di dunia fashion. Walau agak takut enggak ngerti ya, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga awalnya mikir kenapa judulnya jadi Ednastoria, bahkan setelah kelar baca buku ini masih aja mikir. Padahaaaaaal... kalau jeli, harusnya sudah ketahuan sejak awal cerita loh. Hayo, kira-kira apa artinya? Gampang kok. :D

      Btw baca aja buku ini. Nggak susah untuk memahami buku ini, karena ceritanya memang ringan.

      Hapus

Back to top