11 Nov 2014

The Girl Who Cried Monster (Goosebumps #8) - R.L. Stine

Judul: The Girl Who Cried Monster
Seri: Goosebumps #8
Penulis: R.L. Stine
Penerbit: Scholastic, 1993
Format: Ebook, 143 hlm

Sinopsis:
She's Telling the Truth... But No One Believes Her!

Lucy likes to tell monster stories. She's told so many that her friends and her family are sick of it.

Then one day, Lucy discovers a real, live monster: the librarian in charge of the summer reading program.

Too bad Lucy's told so many monster tall tales.
Too bad no one believes a word she says.
Too bad the monster knows who she is...
...and is coming after her next.

Dari judulnya, buku ini adalah semacam retelling dari dongeng klasik terkenal yang berjudul The Boy Who Cried Wolf. Goosebumps volume 8 ini berkisah tentang Lucy Dark, anak perempuan yang sangat menggemari cerita-cerita monster. Imajinasinya yang luar biasa membuatnya mampu mengarang cerita-cerita meyakinkan tentang monster. Ia menikmati menakut-nakuti adik laki-lakinya dengan cerita-cerita monster. Mom dan Dad telah berkali-kali memperingatkannya, namun gadis itu keras kepala. Tak hanya adiknya yang menjadi korban. Aaron, sahabatnya satu-satunya kerap tertipu oleh cerita Lucy.

Musim panas ini Lucy dipaksa ibunya untuk mengikuti program Reading Rangers, program membaca selama musim panas untuk anak-anak yang diselenggarakan oleh perpustakaan kota. Meski ogah-ogahan, Lucy menuruti kemauan Mom. Dalam suatu peristiwa yang tidak disangka-sangka olehnya, gadis itu menyaksikan Mr. Mortman, si pustakawan, bertransformasi dari laki-laki normal menjadi sesosok monster bertampang menjijikkan. Lucy menceritakan apa yang dilihatkan kepada Mom dan Dad, namun sudah bisa ditebak, tak ada yang mempercayainya. Bahkan Aaron menolak tertipu lagi oleh Lucy.

Apa yang akan dilakukan Lucy? Dapatkah ia meyakinkan orang-orang bahkan kali ini ia mengatakan yang sebenarnya? Baca kisah lengkapnya dalam Goosebups #8: The Girl Who Cried Monster karya R.L. Stine.

Bagi teman-teman yang suka berkunjung ke blog ini mungkin tahu kalau The Girl Who Cried Monster (oleh Gramedia diterjemahkan menjadi Gadis Pencinta Monster) adalah salah satu seri Goosebumps favorit saya. Buku ini sukses membuat saya (di masa lalu) merasakan ketegangan saat Lucy mencoba memata-matai Mr. Mortman. Saya juga ikut merasakan kekesalan gadis itu saat orang-orang tidak mau mempercayai dirinya. Ya salah sendiri, siapa suruh gemar mengarang-ngarang cerita tentang monster. :))

Setelah membaca buku ini lagi, saya akhirnya berusaha memaklumi kalau buku ini memang untuk anak-anak. Beberapa adegan kini saya rasa tidak masuk akal, termasuk tindakan Lucy yang kelewat ceroboh dan ya… nggak masuk akal… #mbulet. Saya tadinya berusaha untuk mengabaikannya tapi susah juga. Jadi… ngakak aja deh. Haha.

Bagian paling menarik dari buku ini adalah ending-nya. Cerita-cerita Goosebumps karya R.L. Stine memang terkenal dengan ending yang tidak terduga. Dan twist ending di buku ini adalah salah satu yang terbaik. Kalau kata orang bule sih, “I didn’t see that coming.”

Sebagai bacaan anak-anak, pesan moral dalam buku ini sangat bagus. Bahwa berbohong itu nggak baik (ya iyalah. #plak). Suatu saat, orang-orang nggak bakalan percaya sekalipun kita berkata jujur. Lucy benar-benar mendapatkan pelajaran yang tidak bakal ia lupakan seumur hidup.

Rating:
3/5

1 komentar:

Back to top