4 Jan 2015

Just So Stories (Sekadar Cerita) - Rudyard Kipling

Judul: Just So Stories (Sekadar Cerita)
Penulis: Rudyard Kipling
Penerjemah: Maggie Tiojakin
Ilustrator: Staven Andersen
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal: 160 hlm.
ISBN13: 9789792278033

Sinopsis:
Just So Stories adalah kumpulan kisah pengantar tidur yang ditulis oleh Rudyard Kipling—penulis novel klasik legendaris The Jungle Book. Dalam kumpulan cerita pendek ini, kisah-kisah lucunya bukan sekadar cerita, tapi juga dihiasi ilustrasi goresan Staven Andersen yang memperkaya kisah-kisah fabel ini.

Walau ditulis lebih dari seratus tahun lalu, cerita-cerita dalam Just So Stories tak lekang oleh zaman karena dipadukan dengan mutiara kebijaksanaan. Di sini kita bisa membaca kisah kenapa unta berpunuk, bagaimana macan mendapat tutulnya, kenapa gajah punya belalai, bagaimana alfabet diciptakan, dll. Semua kisah ini akan membawa Anda menuju petualangan menembus waktu dan imajinasi pengarang peraih nobel sastra, Rudyard Kipling.

Buku ini bisa dibaca oleh semua umur dan terutama bisa menjadi hadiah indah bagi putra-putri tercinta untuk membuka wawasan imajinasi dan kecintaannya terhadap buku.

Ketika pertama kali melihat buku ini di toko buku, saya langsung jatuh cinta pada ilustrasi sampul bukunya yang imajinatif dan terkesan jenaka. Dan karena sebelumnya saya telah mendengar banyak komentar positif tentang buku ini, maka saya pun memutuskan untuk membelinya.

Sesuai judulnya, buku ini merupakan kumpulan cerita fabel. Hampir semua tokoh dalam ceritanya adalah binatang. Membaca buku ini sempat membuat saya merasa seperti kembali menjadi anak-anak. Mulai dari judulnya saja, sudah terbayang ceritanya bakal seperti apa. Coba simak judul-judul cerita dalam buku ini:

1. Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia
2. Bagaimana Unta Mendapat Punuknya
3. Kenapa Kulit Badak Penuh Lipatan
4. Dari Mana Macan Mendapat Tutulnya
5. Kisah si Anak Gajah
6. Tuntutan Seorang Kanguru
7. Asal-Muasal Armadilo
8. Surat Bergambar
9. Bagaimana Alfabet Dirumuskan
10. Kepiting dan Lautan Luas
11. Kucing Penyendiri
12. Entakan Kaki Kupu-Kupu

Harus saya akui, imajinasi penulis memang luar biasa. Selain menceritakan asal-usul mengenai para hewan versi penulis (lihat beberapa judul di atas) yang ditulis dengan janaka, beliau juga tak lupa menyisipkan pesan moral dalam setiap ceritanya. Cerita yang menjadi favorit saya adalah Surat Bergambar, yang meksi bukan fabel—tokoh utamanya adalah manusia; anak ayah dan anak perempuan zaman neolitikum, namun saya dibuat berdecak kagum oleh bagaimana penulis menceritakan tentang pertama kali manusia melakukan komunikasi melalui tulisan (dalam hal ini surat bergambar). Ceritanya lucu, karena ternyata komunikasi lewat gambar bisa menimbulkan interpretasi yang berbeda bagi orang yang membacanya/melihatnya. Endingnya konyol, mengundang senyum, sekaligus bikin geleng-geleng kepala.

Sementara itu, cerita yang kurang begitu saya nikmati justru adalah cerita lanjutan dari Surat Bergambar, yaitu Bagaimana Alfabet Dirumuskan. Sebenarnya saya menyukai idenya. Gara-gara surat bergambar berpotensi besar disalahartikan oleh orang yang membacanya, maka Taffy dan ayahnya berusaha merumuskan alfabet, yang ternyata merupakan penyederhanaan dari berbagai jenis gambar. Saya kurang menikmati cerita ini karena detailnya menurut saya membosankan. Saya sulit membayangkan anak-anak akan menyukai cerita yang ini (tentu ini pendapat pribadi).

Membahas buku ini akan terasa kurang apabila tak membahas ilustrasinya. Ilustrasi-ilustrasi dalam setiap cerita di buku ini adalah karya Staven Andersen. Membaca namanya, saya tidak menyangka bahwa beliau adalah orang Indonesia. Ya, ilustrasi untuk edisi terjemahan Gramedia ini dibuat oleh ilustrator dalam negeri dan hasilnya sungguh membuat saya kagum! Selain indah, ilustrasinya juga sangat mewakili cerita yang disampaikan oleh penulis asli buku ini.

Secara umum saya mengagumi ide penulis, namun untuk ceritanya sendiri secara keseluruhan tidak terlalu menarik bagi saya. Mungkin karena cerita-ceritanya terlalu sederhana. Namun bagi orang tua yang membutuhkan bahan dongeng sebelum tidur untuk diceritakan kepada buah hati tersayang, saya yakin buku ini adalah pilihan yang cocok. Oh, satu lagi. Di bagian akhir setiap cerita terdapat semacam syair atau lirik lagu yang berkaitan dengan cerita. Melihat puisinya yang berima, saya rasa penerjemah telah melakukan tugasnya dengan sangat baik. :)

6 komentar:

  1. terjemahannya bagus ya kaang, aku masih inget yang salah satu puisinya ada kata surabaya nyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya terjemahannya bagus mba Vin (kenapa aku nggak nyebutin ini di review ya? Hihi). Penulis tahu banyak tentang dunia luar ya pada zaman itu. Ide cerita ttg bagaimana dunia terbentuk (termasuk wilayah Indonesia) keren juga.

      Hapus

Back to top