25 Jan 2015

The Devil in Black Jeans - aliaZalea

Judul: The Devil in Black Jeans
Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2013
Tebal: 352 hlm.
ISBN13: 9789792291889

Sinopsis:
Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.

Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.

Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.

Sebut saja namanya Blu, penyanyi opera Indonesia yang masih berusia sangat belia, yaitu 15 tahun. Sebagai artis terkenal yang memiliki jadwal padat, cewek ini butuh seorang personal asissistant (PA) untuk membantunya memenuhi segala kebutuhannya mulai dari hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan keartisan, hingga hal-hal di luar kegiatan keartisan. Tapi Blu bukanlah tokoh utama novel ini, melainkan:

1) Dara. Heroine kita ini adalah personal assistant yang cukup berpengalaman. Setelah mengajukan lamaran dan lolos tahap wawancara, wanita itu pun resmi menjadi PA untuk Blu. Dara sangat menyukai pekerjaannya sebagai PA. Sayang, tunangannya yang bernama Panji, laki-laki yang telah dipacarinya selama dua tahun, tak begitu senang dengan profesi pilihan Dara. Bagi Panji, PA, sama halnya dengan pramugari, adalah profesi yang satu level dengan asisten rumah tangga alias pembantu. Perbedaan pendapat antara Dara dan Panji membuat hubungan mereka sempat merenggang. Memutuskan untuk break sejenak, Dara pun tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai PA. Dara menyukai Blu, namun tidak dengan kakak Blu yang bernama…

2) …Johan Brawijaya alias Jo. Omong-omong, Jo benci dengan nama aslinya yang terkesan jadul itu. Setelah ayahnya meninggal, Jo mendapatkan warisan. Namun tak hanya warisan dalam bentuk harta saja yang ia peroleh. Ia juga juga mendapatkan warisan dalam wujud Blu, sosok yang baru diketahuinya sebagai adik tirinya setelah ayahnya wafat. Awalnya tak mudah bagi Jo untuk menerima fakta bahwa ayahnya punya anak dari wanita lain. Namun seiring berjalannya waktu, Jo justru menjadi sangat menyayangi Blu dan sangat protektif terhadap adik tirinya itu, terutama sejak Blu menjadi penyanyi opera terkenal. By the way, profesi Jo adalah drummer. Bukan drummer biasa, karena ia adalah, menurut buku ini, ‘drummer kawakan Indonesia yang paling ganteng se-Indonesia’ yang punya segudang fans fanatik.

Cerita bermula ketika Jo hendak mencarikan PA untuk adiknya. Setelah mewawancarai beberapa pelamar, banyak pihak yang setuju untuk menerima Dara, karena wanita itu memenuhi semua kriteria yang telah ditentukan, dan yang paling penting, Blu tampaknya menyukai Dara. Akan tetapi, secara pribadi Jo tidak menyukai Dara. Untuk alasan tertentu, Jo sangat yakin bahwa menerima Dara untuk bekerja sebagai asisten Blu adalah keputusan yang salah, apalagi ditambah insiden salah bicara yang dilakukan oleh Dara, yang telah menyinggung ego Jo. Jadi, meski akhirnya Dara resmi menjadi asisten Blu, namun Jo selalu menunjukkan ketidaksukaannya terhadap gadis itu. Hal ini tentu saja membuat Dara jengkel. Namun Dara adalah gadis yang pantang menyerah. Meski selalu ingin mencekik Jo pada setiap kesempatan, ia berusaha menahan diri, karena selain menyukai pekerjaannya, ia juga menyukai Blu. Bahkan, seiring waktu, Dara mulai menganggap Blu seperti adiknya sendiri.

Seperti kata pepatah, “batas antara cinta dan benci itu sangat tipis”. Meski Dara dan Jo selalu bertengkar hampir di setiap kesempatan, ada hal lain yang tumbuh di antara mereka. Namun tetap saja, baik Jo maupun Dara mati-matian menyangkal ‘hal lain yang tumbuh di antara mereka’ tersebut. Apa sih, yang membuat Jo sangat membenci Dara? Mengapa sikap Jo begitu menyebalkan terhadap Dara?

Baca kisah lengkapnya dalam The Devil in Black Jeans karya aliaZalea.

The Devil in Black Jeans (TDiBJ) adalah buku kelima dari aliaZalea yang saya baca setelah Miss Pesimis, Blind Date, Crash into You, dan Celebrity Wedding. Seperti buku-buku aliaZalea sebelumnya, para tokoh di setiap buku memiliki hubungan dengan tokoh di buku-buku sebelumnya—konsep yang menurut saya cukup menarik. Bagi yang telah membaca Celebrity Wedding, pasti familiar dengan tokoh Jo Brawijaya. Ia adalah teman dekat Revel, tokoh utama pria di Celebrity Wedding. Dalam dalam buku tersebut, penampilan Jo lumayan mencuri perhatian. Saya menduga aliaZalea memang sudah merencanakan untuk membuat cerita khusus mengenai Jo, yang hasilnya dapat kita baca dalam dalam buku TDiBJ ini. Menurut saya pribadi, TDiJB adalam semacam semi-sekuel (?) dari Celebrity Wedding karena timeline-nya persis setelah ending dalam novel itu. Malah, porsi Revel dan Ina (kedua tokoh utama di CelebWed) cukup banyak di buku ini, lengkap dengan peristiwa penting dalam kehidupan keduanya, yang disisipkan oleh penulis di sela-sela konflik antara Jo dan Dara.

Kembali ke Jo dan Dara, tentu saja sejak awal pembaca sudah bisa menebak ke mana arah ceritanya. Namun yang membuat saya penasaran adalah bagaimana cara penulis mengakhiri ceritanya. Sebab, pertama, Dara sudah punya tunangan (sudah dua tahun lho, pacaran dengan di Panji). Kedua, baik Jo dan Dara tampak selalu siap untuk membunuh satu sama lain. Serius, kata-kata saya barusan tidak berlebihan sebab penulis sendiri menggambarkan kondisi mereka berdua seperti itu. Dengan kondisi demikian, saya penasaran solusi seperti apa yang akan disajikan oleh penulis. Memang sih, rasa penasaran saya akhirnya terpuaskan. Dan saya sukses dibuat meleleh oleh adegan manis yang ditampilkan oleh penulis di akhir cerita. (Please jangan tuduh saya menyebar spoiler, karena cerita romance seperti ini pasti sudah ketebak endingnya, kan?)

Yang menjadi keluhan saya di buku ini adalah alur cerita yang menurut saya terlalu bertele-tele. Adegan pertengkaran antara Jo dan Dara terlalu banyak. Saking banyaknya, saya jadi bosan. “Nah loh, bertantem lagi deh,” adalah komentar yang sering muncul di benak saya sepanjang membaca buku ini. Keluhan lain adalah konflik yang menurut saya terkesan dipaksakan. Tokoh Panji, misalnya, oleh penulis dibuat sedemikian menyebalkan, hanya untuk ‘membujuk’ pembaca agar menyetujui pilihan Dara meninggalkan Panji. Saya juga kurang begitu mengapresiasi pilihan penulis yang menghadirkan tokoh Kayla sebagai pengalih perhatian Jo. Seandainya penulis memang sengaja memunculkan Kayla, seharusnya karakter tokoh terebut dibuat lebih kuat, sehingga tidak sekadar menjadi tokoh tempelan semata.

Saya menyukai buku ini, namun saya pribadi kurang begitu menyukai kedua tokoh utamanya. Tokoh favorit saya malah Blu. Karakternya menyenangkan. Meski secara umum porsi Blu agak terlalu banyak untuk ukuran tokoh pendukung, tapi saya memakluminya. Bagaimanapun, pekerjaan Dara yang adalah asisten pribadi Blu, di mana hal tersebut mengharuskan Dara tampil bersama Blu dalam banyak adegan dalam buku ini.

Separuh buku ini kurang membuat saya bersemangat untuk membacanya. Saya bahkan sempat perpikir untuk memberi dua bintang untuk buku ini. Tapi setelah berhasil melewati masa-masa sulit tersebut (tsah!), saya merasa bersyukur telah bertahan membacanya hingga selesai, sebab perkembangan hubungan antara Jo dan Dara cukup manis dan sukses membuat saya tersenyum bahagia. Dari empat buku aliaZalea yang saya baca, tampaknya buku inilah di mana review saya agak nyinyir. Entah, bisa jadi mood memang tidak oke selama membaca buku ini, atau ekspektasi saya yang terlalu tinggi ((ekspektasi)), atau jangan-jangan saya sediki bosan dengan premis ‘musuh jadi kekasih’? Bisa jadi gabungan ketiga alasan itu. :D

Dari gaya menulis, aliaZalea memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Saya adalah salah satu penggemar gaya tulisan aliaZalea. Buktinya, saya hampir semua bukunya telah saya lahap. Ya, hampir semua. Masih ada satu buku lagi yang belum saya baca, dan semoga bisa saya baca segera tahun ini, yaitu Dirty Little Secret. Agak sedih sebetulnya, karena menurut kabar, buku tersebut adakah buku terakhir dari cerita lingkaran pertemanan Adriana, Nadia, Dara, Jana. Jana, adalah tokoh utama dalam Dirty Little Secret. Can’t wait to read that book. ;)

Oh, sebelum lupa, saya cuma mau mengingatkan kalau buku ini untuk dewasa, ya. Kehidupan para tokoh utamanya cukup bebas, sehingga free sex bukan lagi dianggap hal yang tabu. Yang merasa masih di bawah umur, silakan cari bacaan lain. Hehe.

Terakhir deh, terakhir. Saya punya pertanyaan yang mengganjal di benak saya. Dalam dunia musik Indonesia maupun internasional, ada nggak sih, drummer yang sangat-sangat diidolai orang-orang? Kalau vokalis wajar ya. Ini kok... drummer? Kalau beneran ada drummer yang superterkenal seperti itu, siapa saja, tolong kasih tahu saya.

8 komentar:

  1. lho, namanya Blu? ada Flufi, Monicao, dan Vanilla dong? #terMonikaDkk #gagalfokus
    setauku kalau drummer cukup beken di Indonesia ada Gilang Ramadhan, Kang. ada beberapa yg lainnya juga sih tapi mereka kebanyakan ikut terkenal gara-gara band-nya emang udah nge-hits.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakak. Sama bro. Aku juga mikirin Blu-nya Franklin.
      Oh iya Gilang Ramadhan. Sekarang ke mana ya itu orang?

      Hapus
  2. Aku juga sukanya sama Blu bukan sama tokoh utamanya. Tapi aku gak suka sama buku ini karena Dara sempat-sempatnya tidur sama Jo sementara dia masih dalam status tunangan dengan orang lain. (((((TIDUR)))) #terCakrawalaGelinjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuma tidur aja kan? Nggak ngapa-ngapain kan? *polos* *digampar Putri* :))

      Hapus
  3. Aku mau lihat tatonya Jo! *ups* :p

    BalasHapus
  4. aq baru baca novel ini setelah lebih kurang 3 tahun launching..

    1. penasaran sama tato-tatonya Jo haha.. apalagi yang tapal kuda *astagfirulloh padahal lagi puasa XD*
    2. drummer ganteng selain Gilang Ramadhan ya Eno Netral dan Dodo Riyad (element) *bener ga ya?*
    3. Suka banget sama Blu
    4. Apa Dara dan Jo tidak capek ya bertengkar terus?
    5. Sebenarnya aku pengen Dara sama Jo daripda sama Panji..
    6. Pengen banget tau cerita Dara dan Jo menikah karena di Epilog diceritakan pernikahan Jo Dara adalah pernikahan 3 orang yaitu Jo, Dara dan Blu. Aku pengen tau komentar Blu, respon Blu mengenai pernikahan kakak tirinya dengan PA-nya?

    BalasHapus

Back to top