20 Jan 2015

Top Ten Popular (International) Authors I've Never Read

image source here. edited by me.

Halo. Saya tahu seharusnya saya memposting review, karena jumlah postingan review saya bulan ini sedikit sekali. Wajar sih sebetulnya, karena bacaan saya juga baru sedikit. Jadi tolong maafkan saya karena belum menulis review lagi. Untuk hari ini, saya akan membuat postingan Top Ten Tuesday. Top Ten Tuesday adalah original meme bikinan The Broke and The Bookis. Silakan mampir ke blognya untuk info lebih lanjut.

Tema kali ini adalah bebas, dan saya memutuskan untuk membuat postingan serupa dengan Stefanie @ The Bookie Looker. Iya, maaf, saya memang kurang kreatif. Tapi postingan Stefanie pas banget sih dengan mood saya hari ini. :) Nah, judul aslinya kan Top Ten Popular Authors I've Never Read. Saya tadinya berpikir untuk memasukkan 5 penulis luar dan 5 penulis Indonesia, biar adil gitu. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk membagi menjadi 2 postingan saja. Untuk postingan ini, saya memasukkan 10 penulis internasional yang cukup populer. Untuk penulis Indonesia, berhubung listnya nggak nyampe 10 orang (malah, saya mentok di nomor 5), saya akan memasukkannya ke postingan Top 5 Wednesday saja.  Dih, ini pengantarnya panjang banget.

Oke, jadi ini dia Top Ten Popular (International) Authors I've Never Read, yang mana bukunya akan saya baca atau mungkin juga tidak, hehe. Yang penting, menurut list ini, mereka tenar (versi saya loh, silakan untuk berbeda pendapat dengan saya). Percaya deh, aslinya ada lebih dari 10 penulis luar yang saya catat secara random, dan untuk membuatnya menjadi 10 saja, ternyata nggak gampang. :))


1. Veronica Roth
Pengarang Divergent series.
Penulis muda dan cantik ini sangat sukses dengan karyanya yang bertajuk Divergent. Banyak orang menyebut bahwa Divergent adalah the next Hunger Games. Wow. Saya suka The Hunger Games, mudah-mudahan Divergent tidak kalah bagusnya. Veronica Roth berasal dari Chicago dan mempelajari penulisan kreatif di Northwestern University. Serial Divergent telah diterjemahkan di Indonesia, yaitu Divergent, Insurgent, Allegiant, dan Four.


2. Rainbow Rowell
Pengarang Eleanor & Park, Fangirl, Attachments, dan Landline.
Siapa yang tidak kenal Rainbow Rowell? Bukunya yang berjudul Fangirl telah menghipnotis banyak pembaca, khususnya para fans yang gemar membaca atau menulis fanfiction. Selain menulis buku-buku remaja (Eleanor & Park dan Fangirl), ia juga menulis buku untuk dewasa, yaitu Attachment dan Landline. Kedua buku remajanya telah diterjemahkan di Indonesia. Mengingat dua buku tersebut cukup laris, saya yakin dua karyanya untuk pembaca dewasa juga akan segera diterbitkan juga di sini. Semoga. Saat ini Rainbow Rowell tinggal di Nebraska bersama suami dan kedua anak laki-lakinya. Oh ya, saya punya Fangirl edisi luar yang covernya lembut kayak beledu, entah dipakein apa itu covernya, yang jelas enak banget dielus-elus. Iya dielus-elus doang, bacanya kapan-kapan. #heh


3. Sarah Dessen
Pengarang Just Listen, The Truth About Forever, Along for the Ride, This Lullaby, What Happened to Goodbye, The Moon and More, dll.
Saya sendiri heran mengapa saya belum membaca satu pun karyanya. Padahal cukup banyak buku-bukunya yang sudah diterjemahkan. Nah, ada pembaca yang meminta saran tentang menulis ke beliau, ini dia jawabannya (saya kutip dari profil Sarah Dessen di Goodreads):
"The best advice I can give is to just get into the habit of writing. Train your brain that you write every day at a specific time, so if you are NOT writing, you're very aware of it and have to ask yourself why. Right now, I'm not working on anything, and this is when I normally would be. I was just sitting here watching YouTube videos and feeling VERY strange and restless, because I always am writing now. It's probably why I am answering questions! Breaks ARE important, don't get me wrong. Everyone needs fallow periods. But when you are working, be WORKING. It's what separates writers from people who want to write books."


4. Stepahie Perkins
Pengarang Anna and the French Kiss, Lola and the Boy Next Door, dan Isla and the Happily Ever After.
Anna and the French Kiss sudah terbit di Indonesia dan saya sangat ingin segera membacanya. Mudah-mudahan dua buku lainnya juga diterbitkan, ya. Sedikit trivia, ketiga judul buku yang disebut di atas sebenarnya bukan trilogi, namun tokoh-tokoh utamanya selalu menjadi cameo di buku lainnya. Er... bingung? Sama saya juga (lah gimana sih). Nah, ketiga buku itu kan bergenre romens. Denger-denger, karyanya selanjutnya bakalan beda genre. Horror slasher gitu kabarnya. Wiiih.


5. Patrick Ness
Pengarang Chaos Walking Trilogy (The Knife of Never Letting Go, The Ask and the Answer, Monsters of Men), A Monster Calls, dan More Than This.
Patrick Ness adalah penulis kelahiran Virginia, namun saat ini menetap di London. Chaos Walking Trilogy adalah karyanya yang membuat saya penasaran lantaran saya telah banyak membaca review bagus tentang seri tersebut. Saking penasarannya, saya sempat membaca beberapa halaman The Knife of Never Letting Go, tapi saya menyerah. Bukan karena bukunya jelek, tapi karena kemampuan bahasa Inggris saya yang kurang sehingga saya khawatir tidak akan sepenuhnya memahami kalimat yang diucapkan si tokoh utama. Tokoh utama buku tersebut unik, yaitu anak laki-laki yang tak bisa berbahasa sesuai kaidah bahasa Inggris yang benar. Saya sih berharap novel ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, meski saya yakin proses penerjemahannya tidak akan mudah. :))


6. Lauren Oliver
Pengarang serial Delirium, Before I Fall, Panic, dan  Liesl & Po.
Lauren Oliver berasal dari keluarga penulis loh. Buku pertamanya berjudul Before I Fall. Namanya melejit setelah menerbitkan serial Delirium (Delirium, Pandemonium, Requiem) di mana merupakan salah satu seri distopia yang cukup terkenal di kalangan pembaca. Ide cerita Delirium cukup menarik: bagaimana rasanya apabila hidup dalam komunitas yang menganggap cinta sebagai suatu penyakit mematikan? Penasaran? Saya juga. Saya baru punya buku pertama sih. Kayaknya saya bakalan melengkapi semua seri Delirium terlebih dahulu deh, baru kemudian mulai membacanya. #plaks. Selain serial Delirium, Oliver juga menulis buku thriller berjudul Panic (covernya sepintas mirip Gone Girl nggak sih?), dan buku fantasi untuk anak-anak yang berjudul Liesl & Po.


7. Scott Westerfeld
Pengarang Uglies series, dan Leviathan series.
Om Westerfeld lahir di Texas, dan punya tempat tinggal di Sydney dan New York. Entahlah gimana caranya dese bolak-balik Sydney-New York. Yang jelas bukan dengan cara berenang tentunya. *krik... krik...* Istrinya, Justine Larbalestier, memiliki profesi yang sama loh. Beliau orang Ostrali (hooo, pantesan). Saya sudah punya 3 buku serial Uglies, tapi ya gitu deh. Belum dibaca-baca juga. Uglies adalah semacam sindiran terhadap our society yang, jujur saja, lebih sering mengutamakan kecantikan luar ketimbang inner beauty.


8. Holly Black
Pengarang Spiderwick Chronicles, Modern Faerie Tale series, The Curse Worker series, The Coldest Girl in Coldtown, Doll Bones, dll (buanyak!).
Holly Black adalah penulis buku-buku fantasi kontemporer untuk anak-anak, remaja, dan dewasa! Paket lengkap lah pokoknya. Beliau ini temenan sama Cassandra Clare.  Yang saya heran, untuk ukuran penulis yang buku-bukunya cukup terkenal, saya kok jarang ya melihat buku-bukunya yang lain di toko buku? Mungkinkah hanya Spiderwick Chronicles saja yang diterjemahkan di Indonesia? Cmiiw.


9. Jonathan Stroud
Pengarang serial Bartimeus, Lockwood & Co., dll.
Jangan ditanya kenapa saya belum juga baca satupun karya beliau. Padahal Barty itu epic banget (kata orang-orang sih), dan telah diterjemahkan juga. Lockwood & Co. juga telah diterjemahkan sampai pada buku kedua, judulnya  The Whispering Skull. Buku ini sedang hangat-hangatnya dibahas oleh teman-teman sesama pembaca. Kapan-kapan ikut baca deh, Kakak... ((kapan-kapan))


10. Gillian Flynn
Pengarang Dark Places, Sharp Objects, dan yang ter-gress: Gone Girl.
Reaksi saya ketika nemu foto beliau di internet: WOW, CANTIK YA, TERNYATA. Nggak nyangka aja penulis cantik ini genre tulisannya kelam. Lihat aja tema tulisannya: dysfunctional families, violence and self-harm. Saat ini saya kepingin banget baca Gone Girl, tapi harganya... *nunggu hibahan* Selain menulis novel, Gillian Flynn juga menulis television critic untuk Entertainment Weekly. Flynn tumbuh di Kansas City, Missouri, lulusan University of Kansas, dan memperoleh gelar Master dari Northwestern Universty. Saat ini beliau tinggal di Chicago. Kapan-kapan saya boleh bertamu ya, Mbak? #ngarep

14 komentar:

  1. Hahaha gk nyangka ya Gillian Flinn cakep gitu tulisannya gila ;D Aku juga belom pernah baca Patrick Ness & Scott Westerfeld, padahal udh punya bbrp bukunya....tp ketimbun ㅠㅠ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nggak salah buku Patrick Ness-nya yang More Than This kan? :D

      Hapus
  2. Aku juga belum pernah baca Gillian Flynn padahal Gone Girlnya kayanya heboh banget yaa. Mahal sik harganya *alesan*

    Yang Stephanie Perkins juga bagus kok. Tapi lebih bacanya yg bahasa inggris aja mwahahaha

    Sarah Dessen, udah punya bukunya, tapi belom ada niatan buat baca. Kalo yang Rainbow Rowell, Attachment gak sampe selese :( Fangirl juga lagi berjuang buat nyelesein hmpph

    Semoga tahun ini bisa baca buku buku diatas ya om. (OM) hahaha :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((om))
      Gpp, gpp, aku memang sudah om-om. Om-om ganteng tapih. Hahahaha. ((menghibur diri))
      Amiin ya, semoga kebaca. Dirimu juga Han, semoga selesai baca Fingirl-nya...

      Hapus
    2. Tsaaahhhh... Aku dong, dari 10, sdh baca 5 penulis top ityuuuu... Cuma ya...itu.... Ga khatam semua hahahahaha...

      Hapus
    3. Sudah baca 5 ya? Aku iriiii. Siapa aja, Mbak? Yang pasti Stephanie Perkins salah satunya kan? :D

      Hapus
  3. Balasan
    1. Stephanie Perkins (3buku), Jonathan Stroud (buku 1 nya Barty), Veronica Roth (cuma Divergent), Scott Westerfield (2 buku, buku ketiga, males) Lauren Oliver (1 buku, Liesl n Po). Ayo tepuk tangan untukmu...

      Hapus
    2. @Kak Lila: Wiiih. Mantap! Tepuk tangan buat Kak Lila dong harusnya. :)) Jadi baru bener-bener khatam yang Stephanie Perkins ya.

      Hapus
  4. dari 10, saya baru baca 4 haha... Tapi sekarang saya punya wishlist baru, soalnya kayaknya rainbow rowell menarik juga *oops

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woooh. Yang 4 itu siapa aja?
      Sip. Rowell sih wajib banget dibaca... (promosi melulu tapi sendirinya belum baca. haha)

      Hapus
  5. Dari sepuluh di atas, belum baca tulisan dari Patrick Ness, Holly Black, dan Scott Westerfeld (punya Uglies sih tapi mandeg terus tiap mau baca).

    BalasHapus
  6. Blogny menarik nih bhas buku2 impor, Rainbow Rowell's book emg wajib dibaca haha trus kalo Patrick Ness yg More Than This blm nemu kalopun ada msh muaahal. Kemarin baru nemu The rest of us just live here doang sih -_-
    Dan bner bgd buku udhnumpuk, dibaca mah kpn2 lah ya kalo mood udh bner haha

    BalasHapus

Back to top