6 Jan 2015

Stolen Songbird (Negeri Troll yang Hilang) - Danielle L. Jensen

Judul: Stolen Songbird (Negeri Troll yang Hilang)
Seri: The Malediction Trilogy #1
Penulis: Danielle L. Jensen
Penerjemah: Nadya Andwiani
Penerbit: Fantasious, 2014
Tebal: 500 hlm.
ISBN13: 9786020900049

Sinopsis:
Apa troll merasakan hal yang sama dengan manusia? Apa troll mengenal kesedihan, kemarahan, atau kebahagiaan? Bisakah troll mencintai troll lain? Atau apakah batin mereka sedingin batu yang mengubur mereka di bawahnya?

Cécile de Troyes mengira masa depannya ada di panggung-panggung megah di Trianon. Ia yakin kariernya sebagai penyanyi bersuara merdu akan cemerlang begitu ia meninggalkan Goshawk’s Hollow. Namun, hal tak terduga menyergapnya, menyeretnya ke sebuah negeri yang selama ini hanya pernah didengarnya dari dongeng lama. Tak ada mimpi seburuk membuka mata dan menyadari bahwa ia diculik ke sebuah kota yang terkubur di bawah reruntuhan gunung. Kota yang dipenuhi oleh makhluk… troll.

Kaum troll mengira Cécile bisa menjadi salah satu kunci melenyapkan kutukan penyihir yang melingkupi Kota Trollus selama lima abad. Kutukan yang membuat mereka tak mampu keluar dari kungkungan Gunung Terlupakan. Kutukan yang membuatnya terikat dengan pangeran troll angkuh bernama Tristan. Ia pikir hidupnya lebih baik berakhir, sampai ketika ia mulai menyadari rahasia-rahasia terselubung yang ada di kota itu. Ia sadar, jika ia melibatkan diri lebih jauh dengan segala intrik kaum troll, semua tak akan pernah sama lagi. Namun, terkadang, harus ada yang melakukan hal yang tak terbayangkan.

Mampukah Cécile bertahan dan menguak rahasia negeri troll? Kau pikir kau sudah tahu tentang kaum troll? Tunggu sampai kau menyelesaikan petualangan ini.

Apa yang ada di benak kamu saat mendengar kata "troll"? Mungkin sebagian akan membayangkan troll bodoh versi Harry Potter yang nyaris melukai Hermione di buku pertama. Mungkin juga ada yang membayangkan makhuk buas pemakan manusia dalam buku The Hobbit. Saya sendiri membayangkan troll versi game Warcraft yang secara fisik tidak seperti troll dalam buku-buku. Tidak berbeda jauh dengan manusia, hanya saja tampang mereka memang lebih sangar, dilengkapi dengan skill-skill bertarung yang lumayan keren. Apapun bayangan kita tentang troll, saya yakin setelah membaca novel ini, semua pendapat kita akan berubah.

Cécile de Troyes adalah gadis bersuara indah memiliki impian untuk menjadi penyanyi tenar di kota, seperti ibunya. Namun impian Cécile tampaknya tak akan terwujud dalam waktu dekat, sebab mendadak ia diculik dan dibawa ke negeri troll yang terletak di bawah gunung batu. Cécile yang tadinya menganggap bahwa troll hanya ada dalam dongeng-dongeng terpaksa harus mengakui bahwa dongeng tersebut ternyata merupakan suatu kebenaran. Ia dibawa ke Trollus dengan alasan yang sama sekali tidak diduga olehnya. Kaum troll yakin bahwa Cécile adalah sosok gadis dalam ramalan, yang konon akan menjadi penyelamat mereka dengan mengangkat kutukan yang telah membuat mereka terkurung di bawah gunung tersebut.

Ingin tahu apa yang diyakini oleh para troll sebagai cara untuk menghapus kutukan atas mereka? Cécile harus menikah dengan pangeran troll! Eww. Membayangkan dirinya akan tidur dengan sesosok troll dan melahirkan anak-anak dari suami trollnya, membuat perut Cécile mulas. Tapi di sinilah kejutannya. Hal-hal yang kita ketahui selama ini tentang troll ternyata keliru. Dan begitu pun dengan Cécile. Ia sama sekali tak menyangka bahwa Tristan, sang Pangeran Troll, adalah sosok yang sama sekali berbeda dengan apa yang ada di dalam pikirannya selama ini.

Di Trollus, Cécile tak hanya berusaha menghadapi Tristan, tapi juga gejolak politik di negeri itu. Sanggupkah Cécile meloloskan dirinya dari Trollus dan keluar dari labirin yang dihuni lusinan Sluag pemangsa troll dan manusia? Apa yang sebenarnya terjadi di Trollus? Siapa sesungguhnya penyihir yang mengutuk bangsa troll? Baca kisah lengkapnya dalam Stolen Songbird karya Danielle L. Jensen.

Saya mau bilang bahwa buku ini KEREN BANGET! Sewaktu mulai membaca buku ini, saya sama sekali tak menyangka bahwa saya akan sangat menyukainya. Ide ceritanya brilian, Sodara-sodara. Dan Cécile adalah tokoh utama perempuan yang rapuh tapi juga luar biasa. I’m officially in love with this girl.

Dari segi plot, tadinya saya berpikir buku ini akan mirip dengan cerita-cerita sejenis, tentang gadis manusia yang menjalin hubungan dengan makhluk non-manusia, lengkap dengan unsur romance yang kental. Saya membayangkan akan banyak bumbu romance dalam buku ini. Namun tebakan saya kurang tepat. Unsur romance dalam buku ini memang ada, tapi penulis menyimpannya cukup lama hingga di saat yang menurutnya tepat, dan saya akui, hal tersebut membuat saya jatuh cinta kepada penulis.

Luar biasanya lagi, saya merasa novel ini adalah gabungan dari cerita fantasi dan distopian. Unsur fantasinya dapat dilihat dari setting Trollus yang fantastis, para troll itu sendiri (yang sekali lagi saya ingatkan, tak seperti yang kita bayangkan), dan sihir. Sementara aura distopian yang saya rasakan antara lain: dunia yang terisolasi, penggolongan kelas/kasta, pemerintahan yang diktator—dalam hal ini sang raja, pengaturan jam malam, gerakan pemberontakan dan unsur politik lainnya. Betapa kayanya buku Stolen Songbird ini. Nah, troll ternyata nggak bodoh-bodoh amat kan?

Novel ini juga dibumbui adegan aksi yang cukup keren. Deskiripsi penulis tentang sihir dalam buku ini sangat menarik, misalnya tentang cahaya sihir yang digunakan para troll, atau adegan antara Tristan dan pohon sihir peyangga Trollus yang sungguh memukau. Banyak sekali tokoh favorit saya di buku ini, mulai dari Cécile dan Tristan (si troll), Marc (sepupu Tristan, troll juga), si kembar Vincent dan Victoria yang kocak (yep, troll kembar), dan terakhir adalah... oke saya lupa namanya, tadinya saya membenci tokoh ini namun setelah berbagai kebenaran yang dungkapkan oleh penulis, saya jadi meyukai tokoh tersebut (oh, dan dia adalah troll). Menyukai cerita yang memiliki plot twist? Silakan baca novel ini.

Yang saya sayangkan dari novel ini adalah endingnya yang SANGAT MENGGANTUNG. Saya benar-benar penasaran pada apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagaimana nasib Cécile dan Tristan? Nasib Marc? Vincent dan Victoria? Dan satu lagi tokoh-yang-saya-lupa-namanya-yang-tadinya-saya-benci-tapi-belakangan-jadi-salah-satu-tokoh-favorit-saya? *tarik napas* Kabar gembiranya (bukan tentang kulit manggis kok), sekuel novel ini akan terbit tahun ini juga. Secara keseluruhan, saya sangat menikmati membaca Stolen Songbird, apalagi terjemahannya enak dibaca. Penyuka fantasi dan romance jangan sampai melewatkan novel ini. 

6 komentar:

  1. Wow, sounds a geat read.
    Masukin wishlist aaah~ hahaha *kapan2 ditimbun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan ditimbuuun. Dibaca. Ih. *kabur*

      Hapus
  2. banyak yang bilang buku ini baguus banget. Kayaknya, aku emang harus segera baca..

    BalasHapus

Back to top