21 Apr 2015

The Scorch Trials (The Maze Runer #2) - James Dashner

JuduL: The Scorch Trials
Seri: The Maze Runner #2
Penulis: James Dashner
Penerjemah: Meidyana Arrisandi
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, Januari 2012
Tebal: 511 hlm
ISBN13: 9789794336571
Sinopsis:
Selama ini Thomas keliru. Ada dua Maze. Namun, berkebalikan dengan Maze yang dihuninya, Maze lain didiami oleh sekelompok anak perempuan, yang dikenal sebagai Grup B. Bahkan, Teresa yang disangkanya hilang, ternyata justru bergabung di sana. Kini Grup B menantinya dengan tugas khusus: membunuh Thomas! Namun, bukan kematian yang membuatnya jerih, melainkan pengkhianatan Teresa, gadis yang diam-diam dicintainya.

Sementara itu, jumlah para Glader berangsur berkurang. Keadaan di luar Maze lebih mengerikan dari yang mereka duga. Bola baja yang muncul tiba-tiba dari kegelapan, badai gurun pasir yang merajam habis hingga ke tulang, hingga gerombolan Crank haus darah, semakin menciutkan hati mereka. Namun, mereka terus melangkah maju, demi menemukan jawaban dari misteri selama ini, demi menemukan jalan pulang menuju rumah dan keluarga.

Semua kesulitan dan kengerian di Maze, barulah awal dari serangkaian proses kejam dan mendebarkan. Berlanjut di Scorch, percobaan baru mengadang mereka. Untuk bisa lolos, kali ini mereka tak boleh sekadar bermodal nekat. Diperlukan kecerdikan dan ketajaman insting karena musuh-musuh mereka tersembunyi rapat di balik dinding ilusi.

Perhatian: Review ini mungkin mengandung spoiler buku sebelumnya.

Setelah melewati berbagai kesulitan dan banyak kematian—termasuk kematian salah satu teman yang sangat Thomas sayangi—para Glader akhirnya berhasil keluar dari Maze. Mereka diselamatkan oleh pihak asing yang sepertinya menentang WICKED. Thomas mengira segalanya akan baik-baik saja setelah mereka tiba di semacam tempat perlindungan. Namun Thomas keliru. Itu baru awal dari tes kedua yang ternyata sudah diatur dengan rapi oleh WICKED. Para penolong mereka ditemukan tewas keesokan paginya dengan posisi tubuh digantung. Apa yang telah dilakukan WICKED terhadap orang-orang ini?

Selain itu, Teresa menghilang dan Thomas tak dapat menghubunginya melalui telepati. Di kamar yang seharusnya ditempati Theresa kini ditempati oleh anak laki-laki bernama Aris. Dari Arislah, Thomas dan para Glader mendapatkan informasi mengejutkan bahwa ternyata ada dua Maze. Maze kedua, yang para penghuninya disebut Grup B (Thomas dan kawan-kawan adalah Grup A), berkebalikan dengan Glade. Isinya anak-anak perempuan dan Aris adalah anak yang dikirim terakhir ke Maze Grup B, seperti halnya Teresa yang dikirim terakhir ke Glade.

Setelah beberapa saat dibuat bingung oleh keadaan, akhirnya muncul laki-laki yang mengaku sebagai bagian dari WICKED. Ia berkata bahwa virus Flare telah menjangkiti setiap anak di ruangan tersebut (termasuk Thomas). Tinggal menunggu waktu sebelum mereka semua berubah menjadi Crank. Crank adalah manusia-manusia yang mengidap Flare namun sudah terlalu terlambat untuk disembuhkan. Para Crank menjadi gila dan kehilangan sisi manusiawinya—mereka bertindak seperti binatang yang haus darah. Untuk mendapatkan penyembuhan, Thomas dan kawan-kawan harus mengikuti perintah dari WICKED, yaitu menuju ke utara. Laki-laki WICKED tersebut menjanjikan kesembuhan bagi anak-anak yang bertahan hidup saat tiba di tujuan.

Apa yang menanti Thomas dan kawan-kawan di luar sana? Berhasilkah mereka tiba di surga yang dijanjikan? Baca kelanjutan kisah Thomas dan para Glader dalam The Scorch Trials, buku kedua serial The Maze Runner karya James Dashner.

Membaca buku kedua ini mengingatkan saya pada buku kedua The Hunger Games: Catching Fire. Ceritanya tidak mirip, tapi formula yang digunakan oleh penulis sama, yaitu memberikan tantangan lebih kepada para tokohnya, terutama tokoh utama. Bila di Catching Fire tokoh utamanya harus terjun ke arena yang lebih berbahaya untuk saling membunuh, di The Scorch Trials Thomas harus menjalani tes yang lebih mengerikan untuk bertahan hidup.

Perbedaan yang cukup signifikan dalam buku kedua ini dibandingkan dengan buku pertama adalah setting. Bila setting di buku sebelumnya hanya berkutat di Glade dan Maze, kini Thomas dkk harus melintasi lorong panjang gelap yang dihantui bola besi pemusnah kepala, dan kemudian keluar hanya untuk mendapati bahwa mereka berada di padang gurun dengan sinar matahari yang mampu melelehkan tubuh. Di padang gurun inilah petualangan mereka benar-benar dimulai. Tanpa petunjuk apa-apa, tanpa mengetahui apa saja kengerian yang menanti mereka.

Paruh awal buku ini agak lambat, yaitu ketika Glader melintasi gurun. Namun cerita mulai seru ketika para Glader bertemu dengan para Crank yang belum melewati tahap Gone (kondisi di mana Crank sudah menjadi gila). Beberapa tokoh baru yang hadir di buku ini cukup menarik perhatian, antara lain Aris (Teresa versi cowok dari Grup B), kemudian Crank yang bernama Jorge dan Brenda. Kehadiran Brenda setelah absennya Teresa sempat mengalihkan pikiran Thomas dari Teresa. Awalnya saya kurang menyukai tokoh Brenda, karena menganggap ia sebagai ‘orang ketiga’ di antara Thomas dan Teresa. Namun seiring bergulirnya cerita, saya mulai menyukai tokoh ini.

The Scorch Trials tidak kalah seru dibandingkan dengan buku pertama. Begitu banyak adegan aksi dengan pace super-cepat yang membuat saya acapkali menahan napas, terutama di bagian ketiga Glader harus menghindari badai petir yang menyambar ke tanah tanpa ampun. Berkali-kali saya berdoa, “Please jangan sampai kena si A, please jangan sampai kena si B...” Sebab bagaimanapun, setelah mengikuti pertualangan mereka sejak di buku pertama, saya merasa terikat dengan tokoh-tokoh Glader, terutama Thomas, Minho dan Newt. Soal drama, buku ini memberikan porsi yang lebih banyak. Ditambah lagi, banyak adegan menyesakkan menjelang akhir buku ini.

The Scorch Trials Movie (sumber)
Beberapa pertanyaan yang membuat pembaca penasaran di buku pertama perlahan-lahan diungkap. Misalnya mengenai penyakit yang bernama Flare, juga apa sebenarnya yang terjadi pada dunia saat ini (sangat buruk!). Tentang WICKED, penulis tampaknya masih ingin membuat kita penasaran, walau tujuan dibentuknya WICKED sedikit diungkap di buku ini. Namun demikian, banyak pertanyaan baru bermunculan, membuat Thomas dan para pembaca menjadi sulit membedakan manakah yang merupakan kebenaran di antara begitu banyak kebohongan.

Hal yang sedikit menganggu kenikmatan membaca buku ini adalah adanya unsur repetitif, yaitu ketika Thomas berkali-kali tak sadarkan diri—pingsan, bagun, pingsan lagi, bagun lagi. Lalu bagian awal ketika melintasi gurun, alurnya terasa lambat. Tapi secara keseluruhan, buku ini merupakan bacaan yang mengasyikkan, terutama bagi pembaca yang menyukai banyak adegan aksi dari sebuah novel dystopia. Wajib dibaca!

Film adaptasi The Scorch Trials akan tayang bulan September tahun ini. Masih lama, tapi saya tidak sabar untuk menontonnya. :)

Read Big Challenge 2015

2 komentar:

Back to top