28 Feb 2013

Avengers: The Avengers Assemble by Rich Thomas

Book Title: Avengers: The Avengers Assemble
Adapted by: Rich Thomas
Publisher: Marvel Press
Year of Publication: 2012
Pages: 167 pages
ISBN: 1423153979
Price: IDR 68.000
Rate: 2/5

~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~
SYNOPSIS:
Nick Furry and S.H.I.E.L.D. are faced with a foe no single person can defeat. So Fury sets out to bring together Earth’s Mightiest Heroes and form the Avengers! Join Iron Man, Captain America, Thor, the Hulk, Black Widow, and Hawkeyes as the battle the Asgardian Trickster know as Loki, who plans to unleash a dangerous and powerful force upon the Earth. If Loki succeeds, the world as we know it will change forever—for the worse. Can the Avengers work together and rescue mankind from this vile villain’s cruel grip? Or will Loki disassembled this new team and become ruler of Earth?
REVIEW:

Uhuk. Maaf saya nggak pede nulis review pake bahasa Inggris. Jadi biarkan saya mereview buku ini dengan menggunakan bahasa Endonesah sajah. :D

Pertama kali melihat buku ini di Periplus bandara Juanda, saya pikir buku ini adalah buku komik. Tapi setelah mengintip salah satu yang tidak disegel plastik, saya agak terkejut mendapati buku ini ternyata bukanlah komik, melainkan semacam novel. Kalau membaca sinopsis di cover belakang (dan melihat cover depan), siapapun akan berasumsi bahwa buku (atau bagi yang belum tahu: komik) ini adalah adaptasi dari film kolaborasi superhero termasyur tahun 2012: The Avengers.

Well, dugaan tersebut tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Ternyata isinya tidak hanya berfokus pada cerita dalam film The Avengers. Buku setipis ini ternyata merupakan adaptasi dari 6 film superhero-nya Marvel: Iron Man, Iron Man 2, The Incredible Hulk, Thor, Captain America: The First Avengers, dan terakhir, The Avengers. Apa jadinya jika 6 film dipadatkan menjadi satu buku setebal 167 halaman? Uhm, yang kita dapatkan adalah semacam ringkasan cerita dari masing-masing film yang saya sebutkan tadi.

Buku ini dimulai dengan prolog yang berkisah tentang Steve Rogers, pemuda Brooklyn yang hidup pada masa Perang Dunia Kedua, atau pada masa Steve disebut ‘Great War’, alih-alih Second World War. Melihat teman-temannya ikut ambil bagian dalam perang, Steve pun ingin melakukan hal yang sama. Hanya saja, ia selalu ditolak saat mendaftarkan diri sebagai sukarelawan perang. Alasan penolakan terhadap Steve sebetulnya memang masuk akal: Ia bertubuh pendek untuk ukuran pemuda berusia 23 tahun, kelewat kurus, dengan berat di bawah 100 pon (kurang dari 50kg). Alih-alih membantu, ia justru malah akan membahayakan teman-temannya di medan perang. Namun semangat Steve untuk mengabdi kepada negaranya tak pernah padam. Enam kali ia mendaftarkan diri di enam kota berbeda, semuanya gagal. Steve tidak putus asa. Akhirnya keberuntungan mendatangi Steve, ketika Doctor Abraham Erskine dari Special Scientific Reserve of the US Army menawarkan kesempatan kepada Steve untuk ikut ambil bagian dalam eksperimen yang disebut Project: Rebirth, yang bertujuan untuk menciptakan Super-Soldier. Singkatnya, Steve Rogers akhirnya menjadi superhero yang kita kenal dengan nama: Captain America.

Kisah kemudian beralih ke Bruce Banner, seorang ilmuwan yang telah bertahun-tahun meneliti efek radiasi sinar gamma. Hasil penelitiannya membuat ia yakin bahwa radiasi dalam jumlah yang tepat dapat bermanfaat bagi sel-sel pertahanan tubuh manusia, juga dapat membuat manusia menjadi kebal terhadap efek buruk radioaktif. Saat hendak melakukan eksperimen terhadap dirinya sendiri, terjadi hal di luar rencana. Efek sinar gamma memang membuat tubuhnya menjadi lebih kuat, namun hal tersebut disusul oleh perubahan fisik yang amat drastis. Dari seorang pria biasa, perlahan-lahan ia berubah menjadi mahluk hijau-besar setinggi 8 kaki. Bruse panik, namun di saat bersamaan ia merasakan amarah yang luar biasa. Lambat laun, ia kehilangan kendali pada tubuh dan pikirannya. Mahluk hijau tersebut kini bukan lagi Bruce Banner. Raksasa itu kemudian menerobos kabur dari lab sebab merasa terancam oleh orang-orang di situ. Makhluk itu, adalah the Hulk.

Nah, sudah punya gambaran kan seperti apa buku ini? Setelah kisah Steve dan Burce, buku ini menceritakan (secara singkat) tokoh-tokoh superhero lain yang nantinya akan bergabung dalam tim yang disebut The Avengers, yaitu Tony Stark alias Iron Man, Thor sang Dewa Petir, Natasha Romanov alias Black Widow, dan Clint Barton alias Hawkeye. Sayang sekali porsi Black Widow dan Hawkeye dalam buku sedikit sekali. Porsi yang paling banyak adalah Iron Man, tentu saja, mengingat banyak sekali yang ngefans pada tokoh superhero ini. Selanjutnya dikisahkan tentang munculnya Loki yang ingin menguasai Bumi, alasan atama mengapa Nick Furry, Direktur S.H.I.E.L.D. ingin membentuk The Avengers. Jadi, kalau kamu sudah menonton semua film superhero yang saya sebutkan di atas, maka tidak ada hal baru dalam buku ini. Malah, saya merasa buku ini datar-datar saja (kalau tidak mau dibilang membosankan). Penuturan ceritanya terlalu buru-buru dan karakter-karakter para superhero tidak tergali dengan baik. Yah, memang apa sih yang dapat diharapkan dari buku yang tipis ini? Entahlah. Mungkinkah karena buku ini ditujukan untuk anak-anak, sehingga Rich Thomas, pengadaptasi buku ini, merasa tidak perlu menambahkan detail cerita serta emosi para tokoh di dalamnya?

Kalau ditanya apakah saya kecewa terhadap buku ini, iya saya kecewa. Apalagi buku ini ditutup dengan ending yang membuat saya mengerutkan kening dan berguman, "Hah? Sampe di sini doang?". Saya rasa 2 bintang sudah cukup.


Book Review: Avengers: The Avengers Assemble - Rich Thomas
by vaan

Catatan: Postingan ini untuk reading challenge Books in English Reading Challenge 2013

4 komentar:

  1. Kayaknya dari review Kang Opan aja saya bisa tau kalo buku ini sedikit di luar ekspektasi. Tp bukan dari review Kang Opan aja sih, biasanya film Superhero justru lebih menarik & seru ketimbang bukunya (dengan catatan : 6 karakter & tokoh superhero yang dipadatkan? Gimme a break!).

    Jangankan di bukunya, di film-pun, Black Widow & Hawkeye kyk dianaktirikan & tidak 'didandani' dengan kostum yg wah kyk tmn2nya (kecuali si Hulk yg eksibisionis).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum, baru kali ini baca buku superhero non-komik. Ternyata lebih seru komik atau filmnya sekalian.

      Hapus
  2. Pas baca kalo ini buku dari 6 film yang dipadatkan menjadi hanya 167 halaman, langsung tau ini buka gak usah dibeli : Thanks reviewnya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya buku terbitan luar kayak gini banyak tersedia ebooknya. Untuk ukuran buku yang cuma 167 halaman, harga IDR 68K agak terlalu mahal. Tapi gak nyesel juga sih. Lumayan buat koleksi. Siapa tau 50 tahun dari sekarang buku ini jadi barang langka dan bisa dilelang dgn harga tinggi. Haha. *mimpi*

      Hapus

Back to top