18 Jun 2013

Bellamore by Karla M. Nashar

Judul: Bellamore
Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal: 264 hlm.
ISBN: 9789792229745
Rating: 4/5

Sinopsis:
"But what do you do if you get horny?"

Demi Zeus dan para dewa Yunani lainnya!!! What is it with this man?!!!
Pria dihadapanku ini, yang kukenal belum sampai sebulan, bukan pacarku, bukan sahabatku, tidak juga punya hubungan darah apapun denganku, hanya rekan bisnis, tapi ingin tahu apa yang kulakukan jika libidoku sedang naik?!?!?!

He's got to be kidding me!!!!

Awalnya nama Fabian Ferdinandi bagiku sama artinya dengan kejengkelan tak berujung. Pria Italia itu sangat tahu bagaimana membuat seluruh syarafku menegang cepat dan membuat setiap percakapan kami berakhir dengan kemarahan dipihakku. Namun yang paling menyebalkan adalah, Fabian sangat tahu bagaimana membuatku tampak seperti alien karena usiaku yang sudah 27 tahun ini, aku memutuskan untuk tetap mempertahankan VIRGINITY-ku.Sesuatu yang menurutnya sangat absurd untuk wanita seperti aku.

Setidaknya begitulah. Sampai akhirnya waktu memisahkan dan mempertemukan kami lagi pada suatu pagi yang beku di Time Square. Namun seiring musim berganti di New York, aku pun harus menghadapi kenyataan mengejutkan tentang Fabian. Dan perasaanku sendiri terhadapnya.

Bellamore yang artinya ‘cinta yang indah’, berkisah tentang Lana, wanita 27 tahun yang memegang  prinsip menjaga keperawanan sebelum menikah. Hanya saja, gara-gara prinsipnya itu, hubungan cintanya dengan setiap laki-laki selalu berakhir mengecewakan. Ya, hampir semua lelaki yang pernah menjadi pacar Lana selalu menginginkan seks sebelum menikah. Lana lebih memilih cepat-cepat mengakhiri hubungan cintanya ketimbang harus merelakan keperawanannya pada laki-laki yang belum tentu akan menjadi suami.

Lalu muncullah sosok lelaki tampan dalam kehidupan Lana, namanya Fabian. Pria asal Italia itu adalah rekan kerja Lana. Sayang sekali, Fabian sangat jauh dari kesan romantis. Orangnya cenderung vulgar dalam bertutur, dan ia gemar sekali menggoda Lana. Keusilannya dengan kata-kata vulgar semakin menjadi-jadi saat mengetahui prinsip hidup Lana. Di lain pihak, Lana yang baru saja putus dari pacar terakhirnya lantaran alasan klasik terkait prinsip ‘menjaga keperawanan’, terpaksa harus mengalami hari-hari menjengkelkan bersama Fabian. Meski ingin sekali menghindari Fabian, tuntutan pekerjaanlah yang membuat Lana mau tak mau harus bertatap muka dengan pria tampan itu tapi ngeselin itu.

Setelah sekian lama menjalin kerja sama secara profesional, Fabian yang sudah lumayan akrab dengan Lana mendadak menghilang dari kehidupan perempuan itu tanpa sebab yang jelas. Kepergian Fabian menyisakan ganjalan di hati Lana. Mungkinkah Lana mulai menyukai Fabian?

Setelah lama tak bertemu, Lana yang sedang berada di New York secara tak terduga bertemu dengan Fabian. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Lana akhirnya berterus terang kepada Fabian tentang perasaannya. Saat itulah terungkap fakta yang cukup menyedihkan. Fakta yang menyebabkan mengapa Fabian pergi menghindari Lana tempo hari. Sebenarnya, Fabian pun memiliki perasaan yang sama terhadap Lana. Sudah lama ia menyukai Lana, dan rasa sayangnya semakin bertambah atas pendirian teguh Lana yang menjaga keperawanan sebelum menikah.

Apakah Fabian dan Lana akan bersatu? Hmm. Sebaiknya jangan terlalu cepat mengambil  kesimpulan. Karena Mbak Karla rupanya tak ingin buru-buru mengakhiri novel ini dengan ending yang biasa. Lantas apa yang kemudian terjadi pada Fabian dan Lana? Baca selengkapnya dalam Bellamore karya Karla M. Nashar.

***

Bellamore adalah buku kedua Mbak Karla yang saya baca. Sebelumnya saya sudah membaca Love, Hate & Hocus-Pocus (LHHP). Saya merasa karakter Lana-Fabian agak mirip dengan Gadis-Troy dalam LHHP. Keduanya sering bertengkar dan adu argumen, sampai-sampai saya ikut gemas atas pertengkaran kedua tokoh utama tersebut. Namun, saya pribadi lebih menyukai karakter Lana dan Fabian. Terutama Fabian, yang meski digambarkan sebagai laki-laki playboy yang lumayan mengganggu, namun ia jauh lebih menyenangkan dibanding Troy dalam LHPP. Tunggu dulu... ini kenapa saya jadi ngebahas tokoh cowoknya yah? Biar ah. :p

Sejak awal saya memang sudah terhipnotis oleh gaya bercerita Mbak Karla. Setiap adegan dalam Bellamore ditulis dengan lincah, sehingga saya sangat menikmati setiap lembar halaman novel bercover cupid imut ini. Bahkan adegan berantem yang sering berulang tak membuat saya bosan. Yang agak menganggu justru ketika Lana sering menyalahkan cupid atas perasaan sukanya pada Fabian. Saya tak menghitung berapa kali Lana mengulang monolog menyalahkan cupid, namun ini cukup menganggu buat saya.

Saya tak menyangka bahwa novel yang sejak awal bernada ceria ini memiliki perkembangan ceritanya  yang... tidak buruk sih, hanya saja di luar dugaan. Beberapa pembaca mungkin akan berurai air mata menjelang akhir novel ini. Oh ya, kehadiran tokoh Danny membawa suasana baru dalam cerita. Akan tetapi, saya merasa sosok Danny terlalu sempurna. Ia terlalu baik, terlalu sabar, terlalu ikhlas, terlalu... ah. Saya jadi bertanya-tanya, “Apa benar ada orang sebaik itu di dunia nyata?”

Hal lain yang mencuri perhatian saya adalah persahabatan Lana dengan dua sahabat perempuannya (saya lupa nama mereka). Saya sangat mengapresiasi cara Mbak Karla memotret persahabatan antara tiga perempuan yang memilki perbedaan sifat, prinsip, dan keyakinan, namun bisa saling menghargai satu sama lain. Memang sih porsi tentang persahabatan Lana dan dua temannya tidak terlalu banyak, namun hal ini kecil ini justru. membuat saya semakin menyukai sang penulis.

Bellamore adalah bacaan ringan yang menyenangkan. Saya bersyukur telah membaca novel ini, meski telat. Hehe.

***

4 komentar:

  1. Duh, Vaan. Ramuannya jangan2 so drama Korea. Si Danny itu naksir Lana ngga? Apa dia tipe cowok dada-untuk-menangis? Kalo iya, klop dah... Hahaha #keposekepokeponya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha. kurang lebih seperti itulah.

      Hapus
  2. baca review-mu saya setuju, kalo Bellamore mirip LHHP. Padahal duluan Bellamore ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya duluan bellamore. tapi aku lebih suka lana-fabian dibanding gadis-troy. :p

      Hapus

Back to top